APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang

Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang

Cinta tulus Regina pada Malvin berbalas kepedihan. Di tahun kedua pernikahan, saat tengah mengandung, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Regina bahkan diabaikan saat bersimbah darah akibat kecelakaan tragis. Setelah berhasil bangkit dari kematian dan meraih kesuksesan, Regina siap memulai hidup baru dengan pria lain. Namun, melihat kebahagiaan itu, Malvin didera cemburu hingga nekat mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali di altar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hal yang paling tidak ingin dilakukan Regina sekarang adalah berdebat dengan Teresa di perusahaan. Dia berbalik untuk pergi, tetapi Teresa menghalangi jalannya.

Dengan secangkir kopi di tangannya, Teresa berkata dengan sinis, "Kak Leviana sudah kembali sekarang. Apakah menurutmu Kak Malvin masih akan memedulikanmu?"

Regina memilih diam, tidak memberi tanggapan apa pun.

Beberapa detik kemudian, Teresa mengejeknya lebih jauh. "Aku dengar kamu cukup terampil di tempat tidur. Bagaimana kalau aku mengenalkanmu pada beberapa pria? Mereka bisa mencoba menggunakan layananmu nanti."

Regina mengepalkan tangannya dan berkata dengan dingin, "Nona Teresa, kita sedang berada di perusahaan, bukan di tempat hiburan. Jika kamu tertarik dengan bisnis semacam itu, kamu tahu ke mana harus pergi."

"Kamu!"

Baru saja, Regina menyindir bahwa dia adalah seorang penjual pria. Ini membuat wajah Teresa berubah.

Detik berikutnya, Teresa mengangkat tangannya dan menuangkan secangkir kopi panas ke seluruh tubuh Regina.

Regina tidak menyangka bahwa Teresa akan melakukan hal gila semacam ini. Dia mengangkat lengannya agar bisa menghalangi cairan panas dari wajahnya. Dalam waktu singkat, kopi panas tersebut membakar lengannya dan kulitnya menjadi merah.

"Aduh!" Regina mengernyit kesakitan. "Kenapa kamu melakukan itu? Apakah kamu sudah gila?"

Sekarang adalah jam istirahat makan siang dan banyak karyawan yang luang untuk menonton drama tersebut. Teresa bahkan semakin berpuas diri ketika dia melihat penonton terus bertambah.

Dia memasang wajah judesnya sambil berkata, "Apa yang membuatmu bisa bersikap begitu arogan setiap hari, hah? Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa orang lain tidak tahu bahwa kamu hanya anak di luar nikah yang tidak memiliki orang tua? Beraninya kamu ...."

Tiba-tiba terdengar suara nyaring yang bergema ke seluruh ruangan.

Teresa bungkam karena tamparan panas yang mendarat di wajahnya.

Dia terpana sampai melongo. Dia tidak pernah menyangka Regina yang biasanya pendiam dan penakut sampai berani menamparnya.

Teresa memegangi pipinya dan menatap kosong beberapa saat. Kemudian, dia tergagap, "Kamu ... menamparku?" Beraninya kamu!"

Regina memandangnya dan menjawab, "Ya, benar! Aku sedang mengajarimu apa itu sopan santun."

Memang benar Regina kehilangan orang tuanya ketika dia masih kecil. Akan tetapi, itu tidak berarti dia akan membiarkan seseorang menghinanya karena itu.

Teresa begitu marah hingga wajahnya memucat. Sebagai sepupu Malvin, dia terbiasa dimanjakan dan dihormati oleh semua orang. Ini pertama kalinya dia diperlakukan seperti ini.

"Dasar tidak tahu malu!"

Teresa menerjang Regina seperti banteng yang mengamuk, mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk membalas tamparannya.

Kali ini, Regina sepenuhnya siap menghadapinya. Dia mencengkeram pergelangan tangan Teresa begitu erat sehingga Teresa tidak bisa bergerak sedikit pun.

Teresa lebih pendek dari Regina. Alhasil, Teresa meronta seperti gurita yang salah satu kakinya tersangkut di perangkap ikan.

Teresa mengumpat dengan marah, "Beraninya kamu menyentuhku dengan tangan kotormu? Kamu pikir kamu siapa? Kamu tidak lebih dari sekadar mainan Malvin. Kamu lebih buruk dari wanita yang sudah tidur dengan banyak pria!"

Perkataan kasar ini menarik lebih banyak orang ke ruang istirahat.

"Cukup!"

Tiba-tiba, suara bariton datang dari belakang. Malvin telah meninggalkan kantornya dan tidak sengaja menemui keributan ini.

Seluruh ruangan seketika sunyi.

"Kak Malvin?" Darah Teresa menjadi dingin saat melihat Malvin. Sejak dulu, dia selalu takut padanya. Ibunya juga memperingatkannya agar tidak membuatnya marah.

Namun, ketika dia ingat Regina menamparnya, dia memasang ekspresi memelas dan mulai menangis. "Kak Malvin, lihat wajahku. Dia sudah menamparku."

Sinar matahari dari luar menyinari wajah tampan Malvin.

Tiba-tiba Regina merasa sangat sedih, dan menundukkan kepalanya untuk melihat bagian belakang lengannya yang melepuh karena kopi.

Tatapan mereka sekilas bertemu di udara. Dengan kerutan dalam di wajahnya, Malvin memandang Regina dan berkata, "Regina, apakah kamu lupa peraturan perusahaan?"

Kekejaman yang dia tunjukkan membuat napas Regina terhenti. Dia tidak bisa memercayai apa yang baru saja didengarnya.

Tidak ada satu orang pun yang berani bersuara sekarang.

Regina hanya berdiri tegak di tempat.

Ketika dia dipekerjakan di sini, Malvin memberitahunya bahwa Grup Dirga bukanlah tempat baginya untuk bermain-main dan pria itu tidak akan membiarkannya melakukan kesalahan apa pun.

Regina bisa mengerti kenapa pria itu mengambil keputusan tegas ini.

Namun, saat ini, dia sangat penasaran apakah Malvin telah mendengar kata-kata ejekan yang dilontarkan yang Teresa itu atau dia hanya pura-pura tidak mendengar karena dia menyetujui kata-kata tersebut.

Apakah pria itu benar-benar melihatnya sebagai mainannya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Camelia Sinesis
8.3
Pertemuan Jean dan Camila pada tahun 1941 membawa kehangatan baru bagi Jean, seorang mantan narapidana kasus pembunuhan. Camila, janda dari pria Belanda, menerima kehadiran Jean dengan tulus hingga pria itu merasa dihargai lagi. Namun, sebuah rahasia gelap tersimpan rapat: korban pembunuhan Jean sebenarnya adalah mantan suami Camila. Ketika kebenaran akhirnya terkuak, segalanya telah berubah rumit. Jean terlanjur mencintai Camila, sementara Camila telanjur menganggap Jean sebagai figur ayah terbaik bagi anak-anaknya.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona
9.6
Demi menyembunyikan identitas aslinya, Lucy menyamar menjadi Rose, sang primadona klub malam yang selalu berhasil menjaga kehormatannya. Pesona Rose yang tak tersentuh membuat Rookie, seorang playboy ulung, penasaran dan bertekad untuk memikatnya. Namun, interaksi intens ini justru membongkar rahasia masa lalu mereka yang saling terikat. Kini, mereka harus memilih: menghidupkan kembali cinta lama yang belum usai atau berpisah demi jalan hidup masing-masing.
Sampul Novel MY HUSBAND'S A HANDSOME CEO
9.7
Menikah dengan CEO tampan nan bergelimang harta adalah impian yang tampak sempurna. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Di balik kemewahan tersebut, ada perjuangan berat untuk mempertahankan ikatan pernikahan. Banyak wanita yang terobsesi dan rela melakukan apa saja demi merebut posisi istri sah. Anda pun dituntut selalu waspada menghadapi godaan serta intrik licik yang mengancam keutuhan rumah tangga bersama pria idaman tersebut.
Sampul Novel Obsession of teacher
9.6
Dunia seorang mahasiswi tingkat akhir di universitas elite New York runtuh seketika. Perlakuan keji dari dosennya sendiri meninggalkan trauma psikologis yang sangat mendalam. Pasca-kejadian tragis tersebut, ia harus berjuang menghadapi depresi hebat dan dorongan untuk mengakhiri hidupnya. Kisah pilu ini menyoroti pergulatan batin seorang wanita yang hancur akibat obsesi menyimpang sang pendidik.
Sampul Novel Sangkar Pernikahan
8.2
Danas kehilangan kedamaian hidupnya setelah Raka Langit Mahameru, CEO Neha’v Group yang sangat berpengaruh, membuat bisnis sang ayah jatuh bangkrut. Keadaan kian pelik ketika Raka justru memaksa Danas menikahinya demi menebus kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Kini, Danas terperangkap dalam pernikahan dengan pria sedingin es tersebut, sembari terus didera kebingungan atas dosa masa lalu yang dituduhkan kepadanya.
Sampul Novel Suamiku, Aku Telah Takluk Pada Pria Lain
8.1
Mengisi waktu luang saat suaminya pergi dinas ke luar kota, seorang wanita matang berusia tiga puluh tahun dengan pesona fisik yang menawan memutuskan untuk berlatih yoga di rumah. Ia kemudian meminta bantuan adik iparnya, seorang pelatih pribadi dari pusat kebugaran, untuk memandu latihannya secara privat. Namun, keputusan yang awalnya tampak biasa ini justru menjebak sang istri ke dalam sebuah situasi canggung yang tak terduga, menguji batas hubungan keluarga dan kesetiaan dalam pernikahan modern mereka.