APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengejar Gadis Dingin

Mengejar Gadis Dingin

Kehidupan Amanda, siswi kutu buku yang sering dirundung akibat kecerdasannya, berubah sejak kehadiran Deva. Murid baru yang tenang ini hadir sebagai pelindung Amanda dari gangguan di sekolah. Kehadiran Deva perlahan mencairkan keseharian Amanda yang kaku. Akankah kedekatan ini menumbuhkan benih cinta, serta mengubah sang gadis dingin menjadi lebih hangat dan menawan? Ikuti kisah perjuangan Deva dalam mendekati dan meluluhkan hati Amanda.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tid..

Tid..

Suara bunyi klakson motor berbunyi ketika aku sedang berada di garasi ketika akan mengeluarkan sepeda kesayanganku.Lina pun teriak memanggil namaku.

"Amanda..."

Tampak dijawab oleh mamah yang buru-buru lari ke teras depan.Lalu, Lina pun turun dari motornya dan menghampiri mamahnya Amanda.

"Pagi Tante, Amandanya ada?" tanya Lina.

"Oh, ini temannya Amanda ya?" tanya mamahnya Amanda.

"Iya,tante."

"Silakan duduk dulu ya,sebentar Ibu panggilkan dulu Amandanya."

mamah Amanda pun menyuruh Lina untuk menunggu sebentar.

Mamah pun menghampiriku yang masih lagi di garasi.

"Neng, itu ada teman yang nyariin, sana temuin gih." ucap mamah.

"Iya mah, aku kedepan sekarang."

"Ya sudah, mamah ke belakang lagi ya mau nyiapin bahan buat jualan asinan buah."

"Iya mah."

Lalu, aku pun ke depan untuk menemui temanku dan sesampainya didepan ternyata Lina yang ke rumahku.

"Eh Lina, sudah lama nunggu? ini motor siapa yang kamu pakai?" tanya aku.

"Oh ini, ini punya ayahku aku pinjam dulu karena ayah sedang libur kerja, kita berangkat ke sekolah bareng yu." jawab Lina sambil mengajak aku untuk berangkat bareng.

"Oh ya udah kalau gitu, aku ambil dulu sepatu dan izin pamit sama mamah dulu ya." ucapku kepada Lina.

"Iya nda silakan, aku masih nunggu kok disini."

Setelah sepatu aku ambil dari rak dan begitu aku mau ke belakang untuk menemui mamahku, tiba-tiba mamah datang ke depan karena nyiapin bahan dagangannya sudah beres tinggal diangkut ke depan.Aku pamit kepada mamahku.

"Mah, aku pamit dulu mau berangkat sekolah." ucapku sambil menyalami tangan mamahku.

"Aku hari ini mau berangkat sama Lina dibonceng motor, jadi gak bawa sepeda hari ini." lanjutku.

"Yang tadi didepan nyariin kamu?" tanya mamahku.

"Iya mah yang itu orangnya." jawabku kembali.

"Ya sudah hati-hati dijalan, oiya sebentar mamah ambilkan dulu jaket dijemuran sepertinya sudah kering."

Lalu mamahku berjalan menuju tempat jemuran, beberapa menit kemudian mamahku sudah kembali dengan membawa jaket Lina yang kemarin aku pinjam.

"Ini jaketnya sudah kering, kamu kasihkan ke dia neng mumpung orangnya ada." suruh mamahku.

"Iya mah nanti aku kasihkan ke dia jaketnya." ucapku sambil mengambil jaket yang dipegang mamahku.

"Eh lupa, uang jajannya belum dikasih mah." ucapku lagi sambil mengadahkan telapak tanganku.

"Ini bekalnya sepuluh ribu,harus cukup sampai sore."

"Iya mah, ya sudah aku berangkat sekolah ya, sudah ditunggu Lina dari tadi."

"Iya."

Lalu aku pun menghampiri Lina yang sudah rela menunggu dari tadi, maaf Lina aku cuekin dari tadi soalnya pagi hari aku suka riweuh sendiri.

"Ini Lin, jaket yang aku pinjam kemarin."

Aku pun memberikan jaket itu kepada Lina dalam keadaan sudah dicuci pakai deterjen dan pengharum juga sudah aku setrika juga.

"Terima kasih ya nda, sudah dicuciin sudah disetrika juga jadi ngerepotin." ucap Lina.

"Ah, nggak juga kok, justru aku yang harusnya bilang terima kasih Lin." kataku.

"Yuk Lin kita berangkat." ajak aku ke Lina untuk berangkat ke sekolah.

"Huh kamu ya, hampir aku akaran ditanam disini." gerutu Lina sepertinya kesal aku terlalu lama tadi.

"Hehe..maaf Lin jangan marah dong, sini mana helmnya."

"Ini helmnya nda, cepetan nanti telat kita ke sekolah." Lina menyuruhku untuk segera cepat-cepat memakai helm itu karena motor yang Lina pakai akan segera melaju menuju ke sekolah.

Kita berdua pun berangkat menuju sekolah dengan menggunakan motor milik ayahnya Lina.Sepanjang perjalanan masih tertutup kabut jadi suhu udaranya masih dingin.Tapi segar menurutku karena tadi pagi sudah riweuh sendiri bantu angkatin bahan buat jualan asinan buah mamah.

Beberapa menit kemudian, kita berdua pun sudah sampai di depan gerbang sekolah.Syukurlah, ternyata kita belum terlambat.Satpam sekolah pun terlihat masih menyeruput kopi hitam yang masih mengepul asap panas ditemani dengan sepiring pisang goreng buatan kantin sekolah.

Pintu gerbang pun masih terbuka lebar, kulirik jam yang ada dipergelangan tanganku masih menunjukan jam tujuh pagi.

Ah syukurlah, belum terlambat karena jadwal masuk kelas di sekolah ini adalah jam tujuh lebih lima belas menit.

Aku pun menuju ke kantin dulu untuk membeli roti dan air mineral cup lumayan ada beberapa menit lagi sebentar lagi bel tanda masuk kelas berbunyi.

Karena tadi pagi aku belum sempat sarapan, keburu datang Lina kerumahku jadinya aku makan aja rotinya dikantin.

Sesudah makanan dan air mineral itu habis, Lina pun datang menyusulku menuju kantin untuk mengajakku menuju ruang kelas.

Karena dari tadi dia masih berada di parkiran motor nyari lahan yang pas buat memarkirkan kendaraan ayahnya itu supaya kalau hujan tidak kehujanan.

Lina pun sudah berada di kantin.

"Amanda...kok tega ninggalin sih." cerocos sahabatku sambil kening penuh dengan keringat disertai nafasnya yang berat.

"Maaf Lin, tadi perutku sakit sepertinya lapar jadi aku buru-buru ke kantin buat beli roti dulu." ucapku sembari meminta maaf pada sahabatku yang tak sengaja sudah meninggalkan dirinya di ruang parkir sendirian.

"Ini Lin usap dulu keringatmu pakai tisu." lanjut aku lagi sambil memberikan beberapa lembar tisu kepada Lina.

"Terima kasih ya nda." ucap Lina sambil menerima beberapa lembar tisu yang aku berikan tadi.

"Iya sama-sama Lin, kalau kamu haus ini minum dulu tapi tinggal sedikit." ucapku sambil menyodorkan air mineral yang berbentuk cup itu.

"Gak usah Nda, aku bisa beli sendiri itu minum aja sama kamu."

Lina pun membeli air mineral juga yang berbentuk cup kepada pemilik warung yang berada di kantin itu.

Setelah beberapa lama nongkrong di kantin, akhirnya bel tanda masuk kelas pun berbunyi juga.Lalu aku mengajak Lina untuk segera menuju ke ruangan kelas dan meninggalkan kantin.

Karena guru yang akan mengajar sekarang lumayan agak cerewet jadi daripada kena omelan guru ini lebih baik kita cepat-cepat segera berjalan ke arah ruang kelas yang berada tidak jauh dari ruang kantin hanya terhalang ruang musik yang menyimpan peralatan musik dan ruang pramuka.

Beberapa menit kemudian, kita berdua pun telah sampai menuju ruang kelas.Dan kita pun segera duduk di bangku lalu mengeluarkan buku paket dan buku lks karena sepertinya guru akan memberikan tugas.Kulihat bangku Aditya dan bangku Cici kosong pada hari ini.

Sepertinya mereka hari ini kompakan tidak masuk kelas.

“Aman, tidak ada yang menggangguku.“ gumamku dalam hati.

Dan seperti biasa aku, Lina dan juga teman yang lain menyimak pelajaran hingga selesai dan jam istirahat mulai berbunyi.Seluruh siswa dikelas pun seperti biasa mulai keluar dari kelasnya masing-masing satu per satu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?
8.0
Dua minggu sebelum hari bahagia, Felix Darmaji kembali menunda pernikahan demi membantu pameran lukisan Shifa Adnan. Ini menjadi penundaan ketiga kalinya setelah sebelumnya Felix mengabaikan komitmen demi merawat Shifa di luar negeri dan menemaninya ke gunung terpencil. Muak dengan prioritas Felix yang keliru, sang protagonis memutuskan menghubungi Callen Harlan, teman masa kecil sekaligus putra mahkota konglomerat properti terbesar. Sebuah tawaran pernikahan diajukan. Saat hari yang dijanjikan tiba, Felix hanya bisa terpaku menatap siaran langsung pernikahan megah Callen dengan mata memerah penuh penyesalan.
Sampul Novel Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
8.6
Mahligai rumah tangga Anisa dan Erlangga runtuh seketika saat Citra, sang mantan yang hilang ingatan, hadir kembali. Demi menjaga perasaan Citra, Erlangga tega menuntut Anisa bersandiwara sebagai pacar kakaknya, Laksmana. Sadar dirinya cuma dijadikan ban serep yang patuh, kepedihan Anisa berubah menjadi amarah. Ia pun bertekad menikahi Laksmana secara sah dan memaksa Erlangga menjadi wali di pernikahan mereka. Sebuah pembalasan dendam yang senyap kini dimulai.
Sampul Novel Elegant Revenge
8.5
Dunia Aira runtuh akibat pengkhianatan suaminya, Awan, yang berselingkuh dengan cinta pertamanya, Amanda. Sempat didera rasa bersalah, Aira akhirnya tersadar bahwa dirinya adalah korban manipulasi berkat bantuan orang-orang terdekat. Didorong amarah yang terarah, ia menyusun rencana pembalasan yang cerdas dan anggun. Di tengah perjuangan menuntut keadilan, sosok Galang hadir menawarkan ketulusan. Kini, mampukah Galang menyembuhkan luka Aira dan menggantikan posisi Awan?
Sampul Novel KETIKA ISTRIKU MULAI BERUBAH
7.9
Kebohongan sang suami menghancurkan kebahagiaan pernikahan Luna. Alih-alih bekerja, pria itu justru tertangkap basah sedang menemui perempuan dari masa lalunya. Rasa dikhianati yang teramat dalam memicu transformasi drastis pada diri Luna. Sosok istri yang semula begitu penuh perhatian kini berubah total menjadi sangat dingin. Demi menjaga hatinya yang telanjur hancur, ia memilih bersikap acuh tak acuh dan tidak lagi memedulikan suaminya.
Sampul Novel Love Me Om
9.4
Demi orang tua, Lala terpaksa menerima perjodohan dengan Ray yang berperangai kasar. Namun, segalanya berubah setelah pesta lajang di vila Daniel. Pertemuan tersebut membangkitkan kembali rasa cinta lama Lala pada Daniel hingga mereka hanyut dalam keintiman. Kasih sayang Daniel menyadarkan Lala untuk memperjuangkan kebahagiaannya sendiri dan membatalkan pernikahan. Akankah Ray melepasnya begitu saja, dan mampukah Daniel menyambut cinta tulus Lala?
Sampul Novel Pacar Bayaran
9.5
Isack frustrasi akibat restu orang tua yang tak kunjung didapat untuk hubungannya dengan Chana. Setelah lama melajang, sang ayah mendesaknya membawa calon istri ke pesta kantor. Isack pun menawarkan posisi kekasih bayaran kepada Eve demi mengatasi tuntutan itu. Apakah Eve bersedia? Sandiwara ini justru kian rumit saat perasaan cinta yang sesungguhnya mulai tumbuh di antara mereka.