APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren

Mengejar Dosen Duren

Jelita terbangun dengan tragis setelah tubuhnya dipinjam oleh Elizabeth, hantu istri dosennya, Daniel Danuarja. Elizabeth ternyata memanfaatkan raga Jelita untuk bercinta dengan Daniel hingga merenggut kesuciannya. Saat sadar, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir musnah. Di tengah amarah besar akibat dikhianati, kini Jelita harus terjebak dalam pusaran skandal yang rumit bersama dosennya tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Sayang, kita butuh pengaman!”

Manik hitam kecokelatan itu menatap lurus ke arah lekuk leher jenjang nan mulus milik wanita di bawah tubuhnya. Gerakan liar dari lumatan agresif dari Daniel kemudian berpindah ke sana, pada ceruk hangat yang membuatnya bergairah. Satu desahan pun lolos dari mulut wanita bernama Jelita, meski sebenarnya Daniel melihatnya bukan sebagai Jelita, tetapi istrinya yang sudah meninggal;Elizabeth. 

“Mas, ah, hentikan. Kita butuh pengaman, tubuh gadis ini dalam masa subur." 

Daniel sengaja menjeda, untuk kemudian menatap Netra sehitam arang milik Jelita. Mata bulat milik wanita itu memang terasa asing baginya, tapi sorot mata di baliknya justru membuatnya menyadari bahwa tubuh mungil itu benar-benar sudah dikuasai oleh Elizabeth, istrinya. 

"I want more. I need you now, Honey." Bibir keabuan milik pria itu kemudian mendarat di bibir Jelita. Rasa manis dan aroma stroberi dari smoothies yang tadi Jelita minum menguar ke indera penciuman Daniel, membuat pria itu semakin berapi-api. 

“Kalau Jelita sampai hamil gimana, Mas?”

“Kamu istriku, apa salahnya kamu hamil anakku?” Ciuman posesif Daniel mendarat lagi di bibir Jelita.

“Mas, tapi tubuh ini bukan tubuhku, aku hanya meminjamnya dari Jelita.”

Seolah tak bisa mendengar apa pun, Daniel tak peduli. Ia terus merayu Elizabeth dengan sentuhan tangannya yang ahli, agar ia bisa menuntaskan lagi hasratnya malam ini. Daniel dan Elizabeth yang saat itu menggunakan tubuh dari seorang wanita berkemampuan luar biasa bernama Jelita kini saling merapatkan bibir mereka. Terlibat dalam ciuman panas yang bergairah. Sesekali Daniel menggerakan lidahnya dan bermain-main di dalam mulut wanita yang dicintainya selama ini. 

Lenguhan pelan yang terdengar disela-sela pertarungan sengit di antara bibir mereka, membuat sesuatu di bawah tubuh Daniel menegang maksimal. Ia melebarkan sedikit kakinya, memberi ruang pada apa yang ada di tengah sana.

Sementara Elizabeth membuat tangan Jelita bergerak, mengaitkan kedua tangannya pada tengkuk leher pria di atasnya. Sudah sejak beberapa menit lalu mereka bersama tanpa busana. Bersiap untuk menikmati malam panjang yang dipenuhi cinta. 

"Let me in, Eli," bisikan Daniel yang terdengar parau justru membuat sensasi geli di bagian bawah tubuh Jelita. 

Elizabeth menganggukkan kepala dan membiarkan milik Daniel menyusup ditelan tubuhnya untuk yang kesekian kali. Elizabeth memejamkan mata, mendongakkan kepala. "Ah!" 

Kenikmatan yang tiada tara ini membuat Elizabeth terbang ke awang-awang, mendesah nikmat, seakan semua beban sirna.

Daniel mendorong pelan untuk memberi waktu agar liang surgawi milik Jelita yang ketat menyesuaikan diri dengan miliknya. Pria itu memang ahli dalam mengaduk-ngaduk perasaan wanita yang dicintainya. Gerakan perlahan itu justru menggulung ombak gairah Elizabeth yang sebelumnya tertahan. Kini, wanita itu yang berinisiatif memulai pagutan setelah keduanya sempat merenggang. Daniel menyeringai sambil mempercepat gerakan. Daniel menyadari bahwa istrinya menginginkan lebih dari ciuman Elizabeth yang memburu dan menggebu. 

Pria itu pun menghentak cepat dan kuat, dengan harapan Elizabeth yang berada di tubuh Jelita bisa mendapatkan kepuasan. Namun, tak lama kemudian, Elizabeth menginterupsi.

"Mas, sebentar ...," gumam Jelita. Namun Daniel abai pada ucapan istrinya dan memilih untuk tetap bermain-main dengan cengkraman liang kenikmatan milik wanita yang digunakan oleh Elizabeth. "Aku merasa ada yang aneh." 

"Itu artinya kamu mau klimaks, Sayang." Daniel terus mempercepat gerakan.

Sementara Elizabeth merasa tubuhnya memanas. Pikirannya sudah mulai tidak fokus, pandangannya meliar ke mana-mana. Kenikmatan yang biasa wanita itu rasakan, kini telah menghilang. Arwahnya terpental tiba-tiba. Sementara itu Jelita yang langsung tersadarkan karena merasa bagian bawahnya diguncang kuat. Bingung dan terkejut bukan main, Jelita pun memutuskan untuk mendorong tubuh Daniel dan jatuh limbung ke lantai. 

Daniel membulatkan kedua matanya tak percaya. Kemudian dengan cepat, ia pun menghampiri Elizabeth dan berusaha membalikkan tubuhnya yang jatuh tersungkur dengan posisi tengkurap. "Eli, ada apa? Kamu nggak apa-apa?" 

Sayup-sayup suara Daniel menyelinap ke rungu wanita itu. "Pak Daniel!" Tubuh yang digunakan oleh Elizabeth telah kembali. Dia bukan lagi istrinya, melainkan mahasiswi yang ada di kampusnya, Jelita. Buru-buru Jelita beranjak dan menarik selimut yang ada di ranjang, untuk menutupi seluruh tubuhnya yang telanjang. Matanya menatap panik ke arah Daniel dan Elizabeth secara bergantian. "Apa yang bapak lakukan ke tubuh saya?!" 

Tatapannya terarah pada Daniel yang tidak menggunakan apapun sekarang. Pria itu masih syok. Bisa-bisanya Jelita kembali ke tubuhnya ketika mereka sedang melakukan hubungan, padahal sebelumnya tidak pernah ada insiden seperti ini. "Jadi … selama ini pak Daniel dan hantu itu menggunakan tubuh saya untuk ini?" 

"Jelita, saya bisa jelas--" 

"Enggak, Pak," sela Jelita dengan cepat. Ia kemudian berbalik untuk menghindari pemandangan tidak senonoh yang ada di hadapannya. Mata suci Jelita jadi ternodai melihat lato-lato milik Daniel dengan gagangnya yang tegang, panjang dan berurat. "Lebih baik bapak pakai baju dulu, sekalian tolong ambilin baju saya. Setelah itu ... baru kita bicara!" 

Elizabeth yang berdiri di samping Daniel hanya bisa menatap suaminya dengan sedih. Ia kemudian menunduk, melihat kedua tangannya yang tampak hilang dan timbul bergantian. Sesuatu sudah terjadi, Elizabeth yakin sekali. 

Daniel akhirnya selesai menggunakan kembali pakaiannya meski belum sempat menyelesaikan hasrat yang memuncak di antara selangkangannya. Begitu pula dengan Jelita. Wanita muda yang berstatus sebagai mahasiswi aktif di kampus itu berbalik dan baru berani menatap sang dosen setelah menggunakan pakaiannya. 

Dalam hati Jelita ingin berteriak histeris, ingin nabok bapak dosen juga. Apa daya, tangan tak sampai. Yang ada kalau dia mencak-mencak, dia kan remahan rengginang, bisa kalah, beda dengan Daniel yang merupakan intan berlian, pasti bisa melawan Jelita.

"Maaf, Jelita," ucap Daniel merasa bersalah. "Tapi, apa kamu tahu dimana Elizabeth?" Pandangan Daniel lari ke penjuru arah, berharap bisa melihat penampakan istrinya walau sekali saja.

Jelita tahu di mana keberadaan Elizabeth.  Gadis ini melirik Elizabeth yang menatapnya dengan nanar. Wanita dengan gaun putih selutut itu masih berdiri di belakang Daniel. Ekspresi wajahnya yang murung, memperjelas situasi bahwa dirinya sama sekali tidak berdaya, tidak bisa melakukan apa-apa. 

Gadis yang berada dalam posisi serba salah ini iba pada ruh Elizabeth yang hilang timbul, dia pun menjawab pertanyaan Daniel. "Dia ada di sini, tapi ... kekuatannya melemah." 

Kening Daniel mengerut. "Apa maksudnya melemah?" 

"Waktunya di dunia ... nggak akan lama lagi." Elizabeth memandangi suaminya, meski pria itu sama sekali tidak bisa melihat istrinya sendiri. Jelita yang melihat pemandangan itu pun menghela napas panjang, merasa makin iba kepada keduanya. Kasian sekali pasangan muda, sedang cinta-cintanya dan baru dikaruniai anak, sudah dipisahkan dengan maut dan sekarang beda dimensi.

Jelita paham, benar-benarpaham kalau arwah hilang timbul begini pasti sebentar lagi akan ditarik ke dunia lain, tidak akan bisa kembali lagi. "Mungkin hanya beberapa hari lagi sampai arwah istri Anda benar-benar hilang dari dunia." 

Daniel mendecak sembari membuang wajah. Mendadak kepalanya berdenyut nyeri. Ia pun memijit pelipisnya perlahan,  sebelum akhirnya berkata, "Apa ada cara agar Elizabeth tetap ada di dunia ini?" Tidak ada yang tidak mungkin kan, selagi kita bisa berusaha, jika ada cara why not?

Jelita terdiam untuk beberapa saat. Ia kemudian melihat Elizabeth, roh wanita itu meneteskan air mata yang perlahan membasahi kedua pipinya. Hati kecil Jelita menjadi tidak tega, tapi rasa kesal dan marah juga memenuhi rongga dadanya. Dikhianati oleh orang yang telah kita berikan kepercayaan itu sangat mengecewakan. Jika Elizabeth manusia, mungkin akan dapat hukuman dan Jelita abaikan bila perlu sampai seumur hidup.

Kebaikan gadis ini justru dipergunakan Elizabeth untuk kepentingan pribadinya. Elizabeth bahkan tega membiarkan Jelita kehilangan keperawanannya hanya agar bisa melakukan kegiatan intim bersama sang suami. Bukankah seharusnya Jelita marah kepadanya? 

Elizabeth lalu melihat Jelita, kini mereka saling beradu pandang. Jelita mengerjap, cukup terkesiap karena tiba-tiba roh wanita itu memandanginya. Elizabeth kemudian berkata, "Aku minta maaf, Lita. Aku memang egois dan melakukan kesalahan besar terhadapmu." 

Namun Jelita memilih untuk diam, tidak mengatakan apa-apa. 

"Tolong kasih aku satu kesempatan lagi, Lita," mohon Elizabeth. "Aku nggak bisa ninggalin Daniel dengan cara seperti ini. Aku mohon, bantu Daniel menemukan Eliezer sebelum aku pergi." 

Daniel tanpa sadar menambahkan, "Aku belum siap berpisah sama Elizabeth." Jujur, berat bagi pria ini menerima kepergian sang istri yang sangat ia cintai, apalagi mereka punya bayi yang harus dijaga dan dirawat bersama. Elizabeth adalah cinta pertama dan cinta terakhir untuk Daniel. Setelah ini mungkin tidak akan ada  wanita yang bisa menggantikan Elizabeth di relung hatinya.

Satu helaan napas terdengar dari Jelita. Wanita yang usianya jauh lebih muda jika dibandingkan dengan Daniel maupun Elizabeth itupun melihat kedua orang di hadapannya bergantian setelahnya. Kemudian, dengan nada bicara penuh rasa bersalah, Jelita berkata, "Kita nggak bisa menghidupkan orang yang udah mati. Tapi ... kita masih bisa nyelamatin orang yang sekarat." 

Daniel pun mengernyitkan keningnya. "Apa maksud kamu, Jelita?"

***

Jelita kabur. Ya jelas dia kabur. Daripada banyak bicara dengan pria yang jelas-jelas memperkosanya, eh salah, menikmati tubuhnya mending dia pergi saja. Kenapa dikatakan bukan memperkosa, jelas karena Jelita menyerahkan tubuhnya tanpa sadar dan dalam pengaruh roh kutu kupret Elizabeth. Hantu sialan itu terciduk memakai tubuh Jelita untuk hal yang tidak-tidak. 

Sial …. Benar-benar sial. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah apes dimasuki setan, kehilangan kehormatan pula. Kenapa ga nyebur sekalian ke segitiga bermuda? Biar Jelita hilang dan tidak menanggung luka serta rasa malu.

Bagian selangkangan Jelita sakit dan terasa panas sekali. Maklum masih sempit, kebayang kan selaput daranya dirobek pria jantan yang berpengalaman, mana tahan milik Jelita yang sempit dan perawan diobrak-abrik bapak dosen.

Di dalam taksi Jelita membenturkan kepalanya ke kaca mobil. Miris, sungguh miris hingga dia putus asa. Untung sempat kabur pakai beha dan celana dalam dulu, kalau tidak nanti bakal ada semeliwir angin ke selangkangan, bakal masuk angin, masih mending kalau masuk angin, lah kalau jadi bisa diintip pak sopir nanti karena rok yang dia pakai pendek gimana? Enak saja pak sopir lihat gratisan.

Elizabeth hantu kurang ajar emang, masa badan Jelita yang biasa pakai baju tertutup sekarang malah pakai rok mini, ini paha jadi kemana-mana, banyak beramal kan jadinya. Ini kalau naik angkot, pasti mata cowok jadi terhibur liat paha Jelita yang mulus. Mereka liatnya bak melihat paha ayam kentucky menggiurkan dan ingin mereka makan.

Duadu …. Bagaimana cara menuntut pertanggungjawaban kalau begini. Ke Elizabeth? Lah masa ke hantu, ada-ada saja. Hantu mana ada duit dan mana ada kekuasaan.

Mau minta pertanggungjawaban ke pak dosen? Ya kali, yang ada malu, mau liat mukanya saja segan luar biasa, takut juga iya.

"Astagfirullah, sial banget idup gue." Lagi-lagi Jelita membenturkan kepalanya ke kaca mobil taksi.

"Mati aja biar jadi setan gitu, ya?" Dia berpikir bagaimana jika membenturkan kepalanya lebih keras biar mati, atau minta pak sopir lempar aja tubuh Jelita ke sungai. Eh-eh, nanti pak sopir jadi tersangka pembunuhan. 

"Ah jangan, belum kawin, belum punya anak, belum juga ngerasain kesuksesan." Jelita sadar diri kalau dia belum punya bekal amalan baik, belum juga merasakan surga duniawi. Untung inget ke situ, kalau pendek akal, sekarang paling sudah meninggal.

"Kenapa, Neng? Mau kawin?" Pak sopir tidak sengaja mendengar suara Jelita yang dari tadi menggerutu. Di belakang komat-kamit sendirian, bikin pak sopir jadi kepo tingkat dewa.

"Jangan kawin, nikah dulu dong." Yaelah pak sopir masih sempat-sempatnya ngelawak. Kali aja Jelita jadi merasa terhibur. Ya kan? Ya gak? Ya dong!

"Saya mau mati bukan mau kawin." Jelita memperjelas tujuan awalnya. Siapa tau pak supir mau bantu kasih akses ke surga atau neraka, bisa cosplay jadi malaikat pencabut nyawa.

Pak sopir menggelengkan kepalanya sambil melihat kaca yang menampilkan wajah Jelita. "Dih serem. Jangan pendek akal, cukup roknya aja yang pendek, kalau akalnya jangan." Bisa juga nih sopir jadi kang lawak.

Jelita melotot. "Yaudah bapak aja yang saya bikin pendek umur, mau?"

"Eh–"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 30 Days With Mr. Vague
8.1
Rose tak menyangka bahwa penculiknya adalah Louton Vague, seorang pewaris takhta kaya raya yang terkenal berwibawa. Di balik ketampanannya, Louton menyimpan kekejaman dan misteri besar. Namun, kebersamaan mereka selama penyekapan justru mengungkap luka batin mendalam yang menyiksa pria itu. Rasa iba pun tumbuh di hati Rose, memicu hasrat untuk menyembuhkan sisi gelap sang miliarder. Kini, ia didera dilema hebat: melaporkan kejahatannya atau mengikuti kata hati untuk menolongnya.
Sampul Novel KENIKMATAN SELINGKUH
8.7
Arsyla, wanita 23 tahun, menjalani pernikahan harmonis bersama Edi yang berusia tiga tahun lebih tua. Meski belum dikaruniai anak setelah dua tahun menikah, mereka tetap tenang demi fokus menata keuangan. Edi bekerja keras sebagai OB berpenghasilan minim demi membiayai adik-adik yatimnya. Arsyla menerima kondisi ini dengan tulus. Suatu sore, Edi pulang ke kontrakan sederhana mereka dengan tubuh lelah demi menyambung hidup keluarga.
Sampul Novel Mengejar Cinta Istri
9.4
Ayla Pramudita sangat terluka karena ditinggal pergi saat pernikahan bisnisnya. Setengah tahun kemudian, ia menerima dana misterius dari N.H Group. Rahasia terungkap saat adiknya, Ferdi, magang di sana; pemilik grup itu adalah Wibbi, sang suami. Ayla pun ke Jakarta untuk meminta cerai. Namun, Wibbi menolak dan justru mulai jatuh hati padanya. Di saat yang sama, Abram selaku cinta pertama Ayla datang kembali dan siap membantunya lepas dari cengkeraman Wibbi.
Sampul Novel Pengantin Boneka Demi Utang Keluarga
8.8
Demi menyelamatkan Pramudita Global dari kebangkrutan, Anya Pramudita bersedia menikahi pewaris Wijaya Corp, Reza Wijaya. Di balik perjodohan ini, orang tua Reza memanfaatkan masalah keuangan tersebut demi kepentingan mereka. Sementara itu, Reza sebenarnya masih mencintai Kirana secara rahasia. Tanpa adanya rasa cinta, Anya yang bersikap dingin harus bertahan dalam pernikahan sandiwara ini. Akankah tumbuh cinta sejati di antara mereka, atau justru pengkhianatan yang akan mengakhirinya?
Sampul Novel Pria Yang Disimpan
9.7
Nadia menderita dalam pernikahan dengan Robin, yang merahasiakan penyakitnya hingga Nadia terus disalahkan oleh mertua. Sementara itu, Riska merasa kesepian karena Alvin, suaminya yang berprofesi sebagai kapten kapal, jarang pulang ke rumah, ditambah tekanan dari ibu mertuanya yang terus membayangi. Di tengah badai konflik ini, hadir Arfan, sosok pria penuh trauma yang perlahan mulai membuka hati. Takdir pun kini mempertemukan dan menguji kesetiaan serta cinta mereka.
Sampul Novel Skandal Panas Presdir Tampan
8.0
Damien D'Arcy, pemilik hotel mewah yang kerap mempermainkan wanita, mengalami perubahan hidup total setelah bertemu Chiara, seorang resepsionis di Italia. Tujuh tahun pasca-hilangnya Chiara, Damien hidup menderita akibat masalah kesuburan dan kehilangan harta demi kompensasi cerai. Saat kembali ke Italia, sebuah prosedur donor darah mengungkap rahasia besar: ia bertemu anak yang sangat mirip dengannya dan Chiara yang kini bersikap dingin.