APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengandung Anak Boss

Mengandung Anak Boss

Siska awalnya hanya ingin bekerja sebagai sekretaris di perusahaan mewah. Namun, Arga, sang atasan yang tampan, malah menyodorkan kontrak kerja yang sangat tidak biasa. Bosnya tersebut rupanya memiliki kondisi medis khusus yang mewajibkannya meminum ASI. Siska pun kini berada di persimpangan jalan yang sulit, harus memilih antara tetap bersikap profesional atau bersedia menjadi penyedia ASI demi memenuhi kebutuhan kesehatan unik sang pimpinan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi itu, matahari bersinar cerah menerangi kota Jakarta. Siska berjalan tergesa-gesa menuju gedung perusahaan yang megah di pusat kota. Hari ini adalah hari yang sangat penting baginya, hari di mana ia akan menjalani wawancara kerja yang bisa mengubah hidupnya. Ia mengenakan setelan rapi dan sepatu hak tinggi, berharap penampilannya bisa memberikan kesan baik kepada pewawancara.

Sesampainya di lobi gedung, Siska tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Lobi itu luas, dengan lantai marmer mengkilap dan lampu kristal menggantung di langit-langit. Ia kemudian melangkah menuju meja resepsionis.

"Selamat pagi, saya Siska. Saya ada janji wawancara dengan Pak Arga," ucapnya sopan kepada resepsionis.

"Selamat pagi, Ibu Siska. Silakan tunggu sebentar, saya akan menghubungi beliau," jawab resepsionis dengan senyum ramah.

Tak lama kemudian, seorang pria tampan dengan setelan jas mahal datang menghampiri Siska. Pria itu adalah Arga, direktur utama perusahaan tersebut. Arga tersenyum dan mengulurkan tangan.

"Selamat pagi, Siska. Saya Arga, senang bisa bertemu dengan Anda. Silakan ikut saya ke ruang wawancara," katanya.

Siska mengikuti Arga menuju sebuah ruang kantor yang luas dan mewah. Mereka duduk di hadapan satu sama lain, dan wawancara pun dimulai. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Arga, dan Siska menjawab dengan penuh percaya diri. Hingga akhirnya, Arga mengajukan sebuah tawaran yang mengejutkan.

"Siska, Anda adalah kandidat yang sangat potensial. Saya sangat terkesan dengan latar belakang dan kemampuan Anda. Namun, ada satu hal lagi yang ingin saya bicarakan," kata Arga dengan nada serius.

"Apa itu, Pak?" tanya Siska dengan penasaran.

"Saya memiliki kondisi kesehatan yang agak unik. Saya butuh ASI sebagai bagian dari perawatan medis saya. Saya ingin menawarkan Anda posisi sebagai sekretaris sekaligus seseorang yang bisa membantu saya memenuhi kebutuhan medis ini. Tentu saja, kompensasi yang kami tawarkan sangat besar," jelas Arga.

Siska terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya. Ia tak pernah menyangka akan mendapat tawaran seperti ini. Di satu sisi, ia sangat membutuhkan pekerjaan dan uang untuk membayar hutang ibunya yang begitu kejam. Namun di sisi lain, tawaran ini terdengar sangat aneh dan tidak biasa.

"Apakah Anda serius, Pak?" tanya Siska akhirnya.

"Ya, saya sangat serius. Saya tahu ini bukan permintaan yang biasa, dan saya bisa mengerti jika Anda membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya," jawab Arga dengan tenang.

Siska mengangguk pelan. "Saya... saya butuh waktu untuk memikirkan ini, Pak. Ini keputusan yang sangat besar."

"Tentu saja, Siska. Ambil waktu yang Anda butuhkan. Tapi saya harap Anda bisa memberikan jawaban secepatnya, karena saya benar-benar membutuhkan bantuan Anda," kata Arga.

Setelah wawancara selesai, Siska keluar dari gedung perusahaan dengan perasaan campur aduk. Tawaran Arga terus terngiang-ngiang di kepalanya sepanjang perjalanan pulang. Ketika tiba di rumah, ia disambut oleh ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.

"Bagaimana wawancaranya?" tanya ibunya tanpa melihat ke arah Siska.

"Berjalan dengan baik, Bu," jawab Siska singkat.

Ibunya hanya mengangguk, tidak tertarik untuk mendengar lebih lanjut. Siska masuk ke kamarnya dan duduk di atas ranjang, merenungkan tawaran Arga. Ia sangat membutuhkan uang untuk melunasi hutang ibunya yang menumpuk, tapi apakah ia siap untuk menerima tawaran yang aneh itu?

Malam itu, Siska tidak bisa tidur. Ia terus berpikir tentang apa yang harus ia lakukan. Tawaran Arga memang aneh, tapi jika itu bisa menyelesaikan masalah keuangan keluarganya, mungkin ia harus mempertimbangkannya. Setelah berpikir matang-matang, Siska akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Keesokan harinya, Siska kembali ke gedung perusahaan dan menemui Arga di kantornya. Arga terlihat senang melihat kedatangannya.

"Siska, saya senang Anda kembali. Apakah ini berarti Anda telah membuat keputusan?" tanya Arga dengan harap-harap cemas.

"Ya, Pak. Saya akan menerima tawaran Anda," jawab Siska dengan tegas.

Arga tersenyum lega. "Terima kasih, Siska. Anda telah membuat keputusan yang tepat. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai kontrak dan segala detailnya."

Siska dan Arga duduk bersama, membahas kontrak kerja yang mencakup tanggung jawabnya sebagai sekretaris sekaligus membantu kebutuhan medis Arga. Kontrak tersebut sangat menguntungkan bagi Siska, dengan gaji yang jauh di atas rata-rata.

Setelah semua persyaratan disepakati, Siska merasa lega. Meskipun ia masih merasa aneh dengan situasi ini, ia tahu bahwa ia telah membuat keputusan yang terbaik untuk masa depannya dan keluarganya. Bagaimanapun juga, ia harus melakukan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah keuangan yang menghimpit keluarganya.

Dalam beberapa hari berikutnya, Siska mulai bekerja di perusahaan tersebut. Ia menjalankan tugas-tugasnya sebagai sekretaris dengan baik, sambil perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan peran tambahan yang harus ia jalani. Meskipun awalnya terasa canggung, Siska mulai menyadari bahwa ia bisa melakukannya.

Hubungannya dengan Arga pun semakin dekat. Mereka sering berdiskusi tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang kehidupan pribadi masing-masing. Arga ternyata adalah pria yang baik dan perhatian, meskipun ia memiliki kondisi medis yang unik. Siska merasa nyaman berada di dekatnya dan mulai melihat sisi lain dari pria tampan tersebut.

Hari demi hari berlalu, dan Siska semakin mahir dalam menjalani perannya. Ia merasa bangga karena bisa membantu Arga sembari mengatasi masalah keuangan keluarganya. Meskipun perjalanan ini penuh dengan tantangan dan dilema, Siska tahu bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat.

Di tengah segala kesulitan dan keanehan situasi ini, Siska belajar banyak tentang arti pengorbanan dan tanggung jawab. Ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri, siap menghadapi segala rintangan yang ada di depannya. Bab pertama dari perjalanan hidupnya ini mungkin penuh dengan pilihan yang sulit, tapi Siska tahu bahwa ia telah memulainya dengan langkah yang benar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cathleen secret
8.1
Demi melindungi Rikkard, pangeran kampus yang dicintainya, Cathleen rela dicap jahat dan dibenci demi menjauhkan wanita-wanita berniat buruk dari pria itu. Setelah bertahan selama 3650 hari, ia akhirnya memilih menyerah dan merelakan Rikkard bersama perempuan lain yang tulus. Namun, saat kebenaran di balik semua pengorbanannya terungkap, dunia Rikkard seketika runtuh. Akankah persepsi Rikkard terhadap sosok yang selama ini ia anggap iblis berubah selamanya?
Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Pertemuan tak terduga terjadi di rumah sakit saat Intan Arselina, seorang perawat, kembali dipertemukan dengan Abian Dirgantara. Fitnah dari ibu Dirga empat tahun lalu yang sempat memisahkan mereka kini menyisakan luka mendalam bagi Intan. Pasca kecelakaan yang menimpanya, Dirga berupaya keras mendapatkan kembali hati sang mantan kekasih. Namun, rintangan berat menghadang akibat kebencian mendalam keluarga Intan serta kehadiran Zidan. Dirga pun bertekad menebus masa lalunya demi cinta sejati.
Sampul Novel Godaan Saat Salah Masuk Ruangan
7.9
Niat awal untuk mengklarifikasi kesalahpahaman seketika runtuh dalam novel romantis ini. Saat berada di sebuah bangsal, seorang pria dikejutkan oleh permintaan seorang wanita menawan yang berbaring tengkurap. Wanita itu mengira dirinya adalah seorang dokter dan memintanya untuk memeriksa masalah kecanduan yang dialaminya. Belum sempat pria itu menjelaskan identitas aslinya yang bukan seorang medis, sang wanita justru mulai menanggalkan pakaiannya. Situasi tak terduga ini menguji pertahanan dirinya.
Sampul Novel KURELAKAN SUAMIKU
8.5
Kehidupan mapan tak menjamin kebahagiaan Alwi. Di tengah gelimang materi, rasa bosan mulai merayap dan mengancam keutuhan rumah tangganya. Padahal, ia memiliki istri yang sangat rupawan dan seorang putra. Kisah ini mengulas bagaimana kejenuhan menjadi ujian kesetiaan yang berat bagi hubungan mereka. Di era modern ini, Alwi harus menghadapi badai yang mengikis komitmen pernikahannya saat segalanya terasa hambar.
Sampul Novel MENGEJAR CINTA GADIS BERCADAR
9.3
Sekembalinya dari Arab Saudi, Dhafa Akmarul Dzauri siap memimpin bisnis travel sang ayah. Namun, ambisinya terusik oleh kehadiran Salma Azzahra, mantan teman SMA yang dulu sering merundungnya sampai menangis. Walau kini Salma telah berhijrah dan mengenakan cadar, luka lama Dhafa belum juga sembuh. Didorong rasa sakit masa lalu, ia berniat melancarkan aksi balas dendam kepada gadis yang pernah menjadi mimpi buruknya itu. Akankah kebencian mendalam ini perlahan terkikis menjadi cinta?
Sampul Novel Terjebak dalam Godaan Ipar
9.7
Kehidupan Elara, wanita mandiri yang teguh, berubah total setelah bertemu keluarga Kaden. Kaden adalah suami dari Marisol, kakak angkat Elara. Dikenal sebagai pria setia, Kaden justru mulai terpikat oleh daya tarik Elara yang polos sekaligus menantang. Situasi ini menjebak Elara dalam dilema antara rahasia gelap dan cinta terlarang. Kini, ia harus memilih: menyerah pada godaan berbahaya sang ipar atau pergi demi melindungi kebahagiaan orang-orang tercinta.