APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mencintai ayah angkat ku

Mencintai ayah angkat ku

Adam memendam obsesi kelam pada Hana, anak angkat yang dirawatnya sejak kecil. Ketika Hana berniat menyudahi hubungan tabu ini agar Adam bisa bahagia bersama perempuan lain, kemarahan Adam memuncak hingga berujung kekerasan. Ia berjanji tak akan membiarkan lelaki lain memiliki Hana. Di tengah konflik batin dan penolakan moral, Adam tetap memaksakan perasaan egoisnya. Sanggupkah ikatan penuh derita ini bertahan dari tentangan dunia?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Halo, om Aryo!." Hana sedang berdiri didepan kampus, sambil menelfon Aryo untuk menjemputnya pulang.

"Ada apa Nona." sahut Aryo diseberang sana.

"Jemput aku, Hana tunggu didepan kampus." ucap Hana.

"Baik Non, saya segera ke sana." balas aryo.

"Yasudah." sahut Hana lalu mematikan sambungan telpon itu.

Aryo adalah supir pribadi untuk Hana, yang dibayar oleh Adam untuk mengantar Hana ke kampus.

Sambil menunggu Aryo, Hana memutuskan duduk ditempat duduk yang hanya beberapa langkah dari tempatnya berdiri.

Ia lalu berjalan menuju tempat duduk itu, lalu mendudukkan bokongnya di sana. Sembari memainkan hpnya.

Saat Hana serius memainkan hp miliknya, seseorang pria datang dan duduk di tempat duduk itu yang tepat berhadapan dengan Hana.

Ia tersenyum melihat Hana yang serius sekali dengan benda persegi itu sampai tidak menyadari keberadaannya.

"Serius banget, main hpnya." ucap Leo tersenyum.

Sontak Hana langsung mengalihkan kedua matanya kearah suara itu. "Leo! Lo ngapain?"

"Nggak, lagi nemenin lo aja, emang Kenapa? Nggak boleh ya?." tanya Leo.

"Nggak ... nggak kok. Duduk aja nggak apa apa." sahut Hana cepat. Leo pun menahan perasaan senangnya.

"Lo belum pulang?" tanya Leo tersenyum.

"Lagi nungguin supir aku, buat jemput." sahut Hana.

"Gimana, kalau gue yang anterin lu?" Leo memberikan penawaran.

"Nggak usah, nggak perlu repot-repot. Beberapa menit lagi mungkin, om Aryo bakalan sampai kok."

Melda menolak dengan halus. Takut jika membuat Leo jadi kecewa.

"Oh gitu ya. Yasudah, aku temenin kamu di sini." cetus Leo mengembangkan senyumnya.

"Iyah." Hana hanya membalasnya singkat. Hingga beberapa menit suasana begitu hening diantara keduanya.

Hana yang tidak ingin membicarakan hal apapun dengan Leo memutuskan hanya diam dan sesekali menatap jam tangan yang melingkar ditangannya.

Sementara Leo diam karena merasa kehabisan topik untuk berbicara dengan Hana. Yang ia lakukan hanya memandangi wajah Hana sambil senyum-senyum sendiri di tempatnya.

"Gue mau ngomong apa, ya tadi. Kenapa gue tiba tiba bego gini sih." batin Leo menggerutu dirinya sendiri.

"Hmm sorry ya, yang di kantin tadi aku nggak sempat keluar, soalnya lagi ngerjain tugas dari dosen pembimbing." Hana tiba tiba memulai obrolan mereka.

Leo tersenyum. "Nggak apa-apa, santai aja! Gue juga nggak maksa lo kok." sahut Leo.

Hana membalas senyuman itu. "Om Aryo lama banget ya?" gumam Hana pelan yang masih bisa didengar oleh leo.

"Kenapa Han?" Leo berinisiatif bertanya.

"Tadi Om Aryo ngomong udah ke sini, tapi belum nyampe nyampe juga." keluh Hana melihat kembali jam ditangannya.

"Coba telpon lagi, supir kamu. Biar tahu dia udah dimana?" Leo memberikan saran.

"Iyah, bentar gue telpon dulu." sahut Hana meraih benda persegi itu, kemudian memencet nomor Aryo.

"Halo Om, udah sampai di mana? Kok lama banget." Hana dengan wajah heran.

"Saya sudah hampir tiba nona."

"Ya udah cepetan!" Hana mematikan sambungan telponnya.

Tak lama setelah Hana mematikan Panggilan itu, terlihat mobil yang dikendarai Aryo telah tiba di depan kampus itu.

Hana yang melihat kedatangan mobil itu, langsung bernafas lega. "Akhirnya sampai juga tu om Aryo."

Leo berdiri dan mengarahkan pandangannya mengikuti arah mata Hana yang melihat mobil itu.

"Itu supir yang bakal jemput kamu?" tanya Leo di samping Hana.

"Iyah, gue duluan ya, maaf ninggalin lo sendiri." ucap Hana tidak enak hati.

"Hahaha, santai aja kali." ucap Leo tertawa.

"Ya udah gue duluan ya, Leo." pamit Hana sambil menepuk pelan bahu Leo.

Hana lalu melangkah pergi dan memasuki mobil mereka.

Leo terpaku ditempatnya. Saat Hana menyentuh bahunya. "Astaga, pake di sentuh lagi. Gue bakal ingat terus nhi momen nya." Gumam Leo begitu senang.

Leo hampir saja ingin berteriak-teriak kegirangan saat itu juga. Tetapi keadaan yang tidak mendukung membuat ia menahannya sambil mengigit bibirnya.

Sementara Om Aryo sudah menatap tidak suka sedari tadi melihat interaksi Nona-nya dan juga pria itu.

"Caper banget tuh anak mudah." gumam om Aryo pelan melihat Leo dengan tatapan tajam.

"Harus lapor ke-Tuan nhi." gumamnya lagi.

Hana yang sudah berada dalam mobil berdecak kesal saat Aryo tak kunjung masuk. Ia lalu menurunkan kaca mobil itu, lalu mendongakkan kepalanya keluar di balik jendela mobil itu.

"Om, jadi nggak sih pulangnya!." Hana dengan wajah kesal.

"Eh ... Iyah Non." Aryo yang masih melihat Leo pun terkejut dan gelagapan. Ia langsung cepat cepat berlalu masuk kedalam mobil.

Mobil itu pun berlalu meninggalkan kampus Hana.

Diluar sana langit sudah gelap. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tampak Hana baru saja menyelesaikan tugas tugas kampusnya.

Ia menyusun rapi buku bukunya di rak buku miliknya. Setelah selesai menyusun, Hana kemudian meraih handuk kecil di lemari khusus handuk dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.

Hana melepaskan pakaiannya dan langsung menguyur tubuhnya di bawah guyuran shower. Diluar kamar mandi, terdengar suara pintu kamar milik Hana berbunyi.

Tampak Adam memasuki kamar Hana dengan tersenyum, saat mendengar bunyi air dari dalam kamar mandi itu.

Ia lalu buru buru melepaskan pakaiannya dan membuang asal di atas sofa kamar itu.

Adam lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi. Karena Hana yang tidak mengunci pintu itu membuat Adam dengan mudah untuk masuk.

Saat masuk kedalam Adam tersenyum menyeringai, melihat tubuh bak gitar spanyol milik Hana. Posisi Hana yang membelakangi pintu, membuat ia tidak menyadari kedatangan daddy-nya.

Adam lalu berjalan perlahan mendekati Hana, lalu memeluknya dari belakang dengan keadaan mereka sama sama tanpa sehelai pun.

Adam memeluknya dari belakang sambil satu tangannya meremas satu buah melon milik Hana.

Hal itu sontak membuat Hana tersentak kaget. "Daddy! Astaga buat kaget aja."

Hana mendongakkan kepalanya melihat Adam. Ia tersenyum dan kembali menikmati guyuran shower itu dengan tubuh-nya dipeluk oleh Adam.

Adam kemudian membalikkan badan Hana ke-depan menghadap padanya, dengan kepala Hana keatas tepat menatap wajahnya, lalu Adam mendekatkan bibirnya tepat di bibir Hana. Memberikan lumatan penuh candu dan gairah untuk mereka.

Mereka pun menikmati ciuman itu. Adam lalu mengangkat tubuh Hana dan menggendongnya seperti koala tanpa melepaskan ciuman mereka. Sementara Hana memeluk leher Adam dengan begitu erat sambil memejamkan matanya menikmati ciuman mereka.

Membiarkan pedang panjang Adam bergondal-gandil dibawah sana.

"Eungh ... Daddy. It's so good." lenguh Hana disela sela aktivitas mereka.

"Yah, it's so good." sahut Adam dengan suara terdengar berat karena gairah.

Adam Lalu menurunkan ciuman di leher Hana, Hinga turun ke satu melon itu memberikan lumatan di sana.

Membuat hana semakin dibuat bergairah menikmatinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Perawan
9.3
Dikhianati oleh Predi Prasetiyo yang berselingkuh dengan Putri Patrisia membuat hidup Shinta Larasati hancur. Dalih Predi meninggalkan Shinta adalah masa lalu sang kekasih yang tidak lagi perawan. Untuk membalas rasa sakit hatinya, Shinta memilih merantau ke ibu kota demi mengejar kesuksesan dan harga diri. Saat berjuang, sosok Brama Sebastian hadir mencoba memikatnya. Kini Shinta bimbang antara membuka hati untuk Brama atau terus terpaku pada dendam lamanya kepada Predi.
Sampul Novel Beauty and The Mafia
8.4
Rosetta Alighieri diculik oleh Marco Botticelli, seorang mafia kejam, setelah difitnah oleh kembarannya sendiri, Caritta, mencuri kalung pusaka pria itu. Di tengah sekapan bahaya, perasaan cinta yang tak terduga justru bersemi di antara korban dan sang penculik. Saat Marco menawarkan hubungan serius, Rosetta pun didera dilema besar. Haruskah ia menerima cinta sang kriminal dan terjun ke dunia gelap penuh risiko demi perasaan yang kian tumbuh?
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Sampul Novel Rahasia yang Menghancurkan Cinta
8.2
Alara, putri tangan kanan pengusaha kaya, harus merelakan mimpi besarnya demi bakti keluarga. Hidupnya kian pelik saat ia dipaksa menjadi istri kedua dari anak majikan ayahnya. Kenyataan pahit ini makin menyiksa karena pria tersebut adalah suami dari sahabat karib yang sangat ia percayai. Kini, Alara terperangkap dalam lingkaran pengkhianatan dan pengorbanan yang merenggut kebahagiaan serta masa depannya sendiri.
Sampul Novel Seandainya Bertemu Lebih Awal
8.4
Saat momen sakral pertukaran cincin di pernikahan, calon suamiku mendadak bimbang karena cinta pertamanya baru saja putus hubungan. Di saat yang sama, abang kandungku justru mengumumkan penundaan acara secara sepihak. Keduanya pergi bersama demi wanita tersebut, meninggalkanku menanggung malu di hadapan para tamu. Alih-alih meratap setelah melihat kebersamaan mereka di media sosial, aku memilih menghubungi orang tua kandungku dan menyatakan kesediaan pulang untuk menjalani pernikahan bisnis demi Keluarga Gunadi.
Sampul Novel Suamiku adalah guruku
9.2
Masa muda yang penuh mimpi dan keseruan bersama teman-teman harus kurelakan demi perjodohan pilihan ayah. Di usia yang sangat belia, aku terpaksa mengubur ambisi serta cita-cita untuk menikah dengan sosok yang tak terduga. Kini, kebebasanku lenyap berganti tanggung jawab baru sebagai istri. Alur hidupku berubah total, meninggalkan kegembiraan masa remaja yang seharusnya masih kunikmati.