APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya

Menantu Yang Diusir Keluarga Suaminya

Zaireen harus berbagi rumah warisan mendiang ayahnya dengan Elvano dan mertuanya. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi korban penindasan di kediamannya sendiri. Puncak kepedihannya tiba ketika sang suami berselingkuh, bahkan mendapat restu dari keluarganya. Tidak ingin terus diinjak-injak, Zaireen memutuskan untuk berhenti menangis. Kini, ia siap bangkit merebut kembali harga dirinya dan menghancurkan mereka semua lewat cara yang elegan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Zaireen menatap kosong ke luar jendela kamar tidur yang luas, matanya tertuju pada cahaya lembut matahari yang masuk lewat celah tirai. Rumah yang dulunya terasa hangat, penuh tawa dan cinta, kini terasa seperti sebuah penjara mewah yang menyembunyikan kebohongan di balik setiap sudutnya.

Dua tahun yang lalu, saat ia mengucapkan janji setia di altar bersama Elvano, ia tak pernah membayangkan akan berada di sini. Pada saat itu, semua terasa sempurna. Keluarga Elvano, meskipun lebih besar dan lebih kaya daripada keluarganya sendiri, bersikap baik dan penuh perhatian. Mereka selalu memujinya, seolah-olah Zaireen adalah berkat yang jatuh dari langit, membawa kebahagiaan bagi keluarga mereka. Ia merasa dihargai, merasa diterima.

Namun, semakin lama ia hidup bersama mereka, semakin jelas bahwa semuanya hanyalah ilusi. Kebaikan yang tampak pada awalnya, berubah menjadi tuntutan, menjadi harapan yang tak pernah bisa ia penuhi. Terutama setelah keluarga Elvano pindah ke rumah besar miliknya. Semua itu terjadi begitu cepat, seolah-olah mereka menunggu kesempatan untuk menguasai hidupnya. Bahkan Elvano, suaminya, yang dulu tampak begitu penuh cinta, mulai berubah.

Zaireen menghela napas panjang, merasakan dada yang sesak. Apa yang salah dengan hidupnya? Apa yang salah dengan pernikahannya? Kenapa cinta yang dulu mengikatnya pada Elvano kini terasa seperti belenggu yang semakin menyakiti?

Hari-hari mereka yang dulu penuh dengan kebahagiaan kini terisi dengan keheningan yang mengganggu. Tidak ada lagi tawa bahagia yang mewarnai percakapan mereka. Zaireen sering kali menemukan dirinya duduk dalam kesunyian, memandangi Elvano yang sibuk dengan pekerjaan dan keluarganya. Ada jarak yang tak bisa dijelaskan di antara mereka. Sepertinya ia sudah tidak lagi mengenal pria yang dulu pernah ia cintai dengan sepenuh hati.

Saat Zaireen melangkah ke ruang makan, ia menemukan keluarga Elvano duduk mengelilingi meja besar, berbicara dengan nada yang jauh lebih tinggi dari yang biasa ia dengar. Pandangan mereka seolah-olah mengabaikan keberadaannya. Dulu, ia merasa bangga bisa memiliki rumah yang besar ini, bisa menyediakan tempat yang nyaman bagi keluarga suaminya. Tetapi sekarang, rumah ini hanya mengingatkannya pada ketidakbahagiaan yang terpendam.

"Zaireen, kenapa kamu terlihat murung?" tanya Ibunda Elvano, dengan senyum manis yang sudah tidak bisa menutupi ketidakpedulian yang jelas terlihat di matanya. "Sudah lama kamu tidak bergabung dengan kami, sepertinya kamu mulai menjauh."

Zaireen menahan diri untuk tidak menjawab dengan nada yang penuh kepahitan. Tidak mudah untuk menyampaikan perasaannya kepada wanita yang selalu memandang rendah dirinya, yang selalu membandingkannya dengan saudara-saudara Elvano yang lebih sempurna menurut pandangan mereka.

Ia tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kepedihan yang sedang menggerogoti hatinya. "Aku baik-baik saja, Bu," jawabnya datar. "Hanya sedikit lelah."

Ia tidak tahu kapan tepatnya hubungan mereka berubah. Dulu, saat ia masih tinggal bersama orang tuanya, segala sesuatunya terasa lebih sederhana. Cinta mereka terasa murni, tidak tercemar oleh intrik atau harapan yang tidak realistis. Tetapi sekarang, setiap langkah yang ia ambil terasa seperti menari di atas tali yang tipis, dengan bahaya di bawahnya menunggu untuk menariknya ke dalam jurang.

Setiap kali Zaireen mencoba berbicara dengan Elvano, selalu ada sesuatu yang menghalanginya. Pekerjaan, keluarga, atau hanya kebisuan yang mengalir begitu deras di antara mereka. Bahkan malam-malam yang seharusnya dipenuhi kehangatan kini terasa kosong. Zaireen mulai merasa seperti bayangan dalam hidup Elvano, bukan lagi sebagai wanita yang dulu ia cintai, melainkan hanya sebagai bagian dari rutinitas yang harus dipenuhi.

Puncaknya datang beberapa hari yang lalu. Zaireen secara tidak sengaja menemukan pesan-pesan yang sangat tidak pantas di ponsel Elvano. Tertulis dengan jelas, kata-kata mesra antara Elvano dan seorang wanita yang bukan dirinya. Ia merasa dunia ini seakan runtuh di bawah kakinya. Tidak mungkin, pikirnya. Tidak mungkin suaminya-pria yang ia nikahi dengan penuh harapan-akan berbuat seperti ini padanya.

Bahkan yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa keluarganya tahu. Mereka semua tahu tentang perselingkuhan ini dan bukannya mendukungnya, mereka malah membela Elvano. Mereka berkata bahwa itu hanya sebuah kesalahan kecil, sebuah godaan yang bisa dimaklumi. Seolah-olah pengkhianatan itu bisa dimaafkan begitu saja.

Zaireen merasa dikhianati oleh orang-orang yang seharusnya menjadi pelindungnya. Keluarga Elvano yang dulu memujinya, yang dulu menganggapnya sebagai anggota keluarga yang berharga, kini menatapnya dengan pandangan yang penuh kekhawatiran. Mereka khawatir tentang reputasi keluarga mereka, bukan tentang perasaannya. Mereka lebih peduli bagaimana menjaga citra mereka, bukan bagaimana memperbaiki hubungan yang rusak.

"Zaireen, kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa?" suara Elvano tiba-tiba terdengar di belakangnya, menginterupsi lamunannya. Zaireen menoleh, melihat suaminya berdiri di ambang pintu, tatapan penuh kekhawatiran.

"Ada apa dengan kamu? Aku merasa seperti kamu semakin menjauh."

Zaireen menghela napas, merasa seperti ada sesuatu yang mengikatnya di tempat ini. Ia ingin berteriak, ingin meluapkan semua perasaannya yang tertahan, tetapi ia hanya bisa terdiam. Ia tahu jawabannya, tapi kata-kata itu begitu sulit untuk diucapkan.

"Saya hanya lelah, Elvano," jawabnya perlahan, suaranya hampir tak terdengar. "Lelah dengan semuanya."

Elvano mendekat, mencoba meraih tangannya. "Jangan seperti ini. Kita bisa menyelesaikannya bersama-sama."

Zaireen menatap tangan Elvano yang kini berada di hadapannya, namun tidak merasakannya. Tangan itu yang dulu terasa penuh kasih, kini hanya terasa dingin dan penuh kebohongan.

"Saya sudah tidak tahu lagi apa yang harus kita selesaikan, Elvano," jawab Zaireen dengan suara yang lebih tegas, meskipun hatinya terasa hancur. "Semua ini sudah terlalu jauh."

Elvano terdiam, wajahnya berubah menjadi penuh kekhawatiran. "Apa maksudmu?"

Zaireen menatap suaminya dengan mata yang penuh kepedihan, dan untuk pertama kalinya, ia merasa tidak ada yang tersisa dari pria yang dulu ia cintai. "Aku tahu tentang semuanya, Elvano. Tentang wanita itu."

Elvano terkejut, matanya membulat. "Zaireen, aku-"

"Jangan!" Zaireen memotong kata-kata Elvano. "Jangan coba alibi lagi. Keluargamu tahu tentang ini, kan? Semua orang tahu dan kalian malah berpihak padanya. Jadi, jangan coba berpura-pura seperti ini lagi. Aku sudah cukup terluka."

Ia berbalik dan berjalan menuju pintu, namun sebelum melangkah keluar, ia sempat menolehkan kepala. "Aku tidak tahu bagaimana kita bisa kembali ke titik yang benar, Elvano. Tapi aku tahu satu hal-semua yang kita miliki kini, sudah hilang."

Dengan langkah yang mantap, Zaireen meninggalkan ruangan itu, dan untuk pertama kalinya, ia merasa sedikit lebih bebas, meskipun hati itu masih penuh dengan pertanyaan yang tak terjawab.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIONESA
8.9
Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Wasiat terakhir sang guru setelah wafat membuat Zhao Erhu terkejut. Ia diutus turun gunung untuk mencari tujuh kakak seperguruan dengan misi yang tidak biasa. Demi menyelamatkan nyawa mereka dari bahaya besar yang mengancam, Erhu harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Meski instruksi aneh ini terdengar sangat membingungkan bagi semua orang, sang guru menegaskan bahwa hubungan intim itu adalah satu-satunya jalan keluar untuk bertahan hidup.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang Casanova
8.9
Dalam semalam, hidup Aileen Maharani runtuh akibat pengkhianatan sang pacar dan insiden tak terduga dengan pria asing. Demi menata ulang hidupnya, ia pindah ke Jakarta. Sialnya, ia malah menjadi target obsesi Kendrick Adelard. Miliarder angkuh tersebut mengklaim Aileen dan menuntut tanggung jawab atas malam itu. Aileen kini terjebak dalam dilema besar: kabur dari jerat sang Casanova atau terpaksa tunduk menjadi wanita simpanannya.
Sampul Novel Satu Talak Seribu Luka
8.4
Setahun menjalani pernikahan hampa, Aurelia Shanum langsung diceraikan Damian Revan Alveric begitu ayah mertuanya tiada. Dua tahun berlalu, kini Aurelia telah bangkit menjadi perempuan mandiri yang sukses memimpin bisnis EO pernikahannya sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali lewat cara yang tak terduga. Damian mendadak datang sebagai klien baru yang meminta Aurelia merancang hari bahagianya. Kini, ia dituntut profesional di hadapan mantan suami yang dahulu telah mematahkan hatinya.
Sampul Novel Tentara Langit Penjaga Hati
8.0
Kegagalan pernikahan masa lalu membuat Letnan Satu Wardana kehilangan rasa percaya diri untuk kembali membuka hati. Namun, pertemuannya dengan Zanna mengubah segalanya. Wardana harus berjuang keras demi mendekati wanita tersebut, sementara Zanna yang didera trauma mendalam telah bersumpah untuk menutup diri dari pria mana pun seumur hidupnya. Mampukah ketulusan dan perjuangan gigih sang tentara meruntuhkan benteng pertahanan kokoh yang dibangun Zanna?
Sampul Novel The Devil
8.8
Trauma mendalam akibat kekejaman sang paman mendorong Alina mengambil keputusan ekstrem. Ia nekat menyerahkan seluruh hidupnya kepada Alardo, sesosok iblis mengerikan, demi mendapatkan perlindungan dan membalaskan dendamnya. Namun, kesepakatan gelap ini justru menjebak Alina dalam perasaan cinta terlarang pada sang iblis. Terseret kian jauh ke dalam kegelapan, akankah Alina mampu menemukan jalan keluar, atau justru hancur selamanya dalam jerat asmara yang mematikan?