APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Keputusan menampung ipar dan mertua tiri yang baru kembali dari luar negeri membawa petaka besar bagi rumah tanggaku. Alih-alih sekadar menambah beban finansial, kehadiran mereka justru memicu konflik baru saat mereka menuntut jatah yang seharusnya menjadi hak mutlak istriku. Di tengah kekacauan itu, batasan antara kepercayaan dan kecurigaan kian buram ketika sebuah pesan misterius masuk ke ponselku, menampilkan foto sosok mirip istriku yang sedang bersama pria lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

: Mertua Tiri dan Kakak Ipar Tiri

Kepala Raymond makin puyeng, di kantor sang kepala cabang menekan dirinya yang kini jadi sales senior, karena target penjualan makin jatuh dari minggu ke minggu.

“Kalau sampai dua bulan ke depan target kita lepas, maka siap-siap saja, akan ada gelombang PHK,” ancam si kepala cabang.

Makin meranalah Raymond.

Telponnya berbunyi, ternyata istrinya yang menelpon. “Bang kamu jemput mama mertua dan kakak iparku, kamu kan lagi libur kerja? Bawa saja mobil aku!”

Suara Rahma mirip perintah seorang atasan pada bawahan saja, apesnya Raymond tak berdaya menolak.

“Iya-ya sayang, aku jemput!” sahut Raymond buru-buru, karena tadi otaknya sedang piknik kemana-mana.

Di Bandara Soetta Tangerang. Lagi-lagi Raymond banyak melamunnya, alih-alih menunggu bener-bener mertua sambung dan kakak iparnya.

“Ini Ray kan? Raymond?” sapa seorang wanita paruh baya yang masih cantik.

Memakai blus sifon tipis yang sedikit transparan dipadukan rok pensil ketat, membayangkan isinya yang penuh gairah.

Rambut di sanggul rapi dengan beberapa helai menjuntai, memberikan kesan elegan namun menggoda.

“Iya, aku Ray, tante siapa yaa, kok bisa kenal namaku?” sahut Raymond gagap sambil memandang kagum kecantikan si tante ini.

“Aku Tante Melly, ibu tiri istri kamu si Rahma!” sahut wanita ini sambil senyum merekah.

“Astagaaa…tante, eh mami, dueeh, maafkan Ray mi, sampai pangling aku, mami makin cakep saja,” pujian tulus yang terucap spontan dari bibir Raymond membuat Tante Melly tertawa renyah, senang hatinya di puji menantu gantengnya.

“Hai Mas Ray, aku Indri mas, kakak tirinya Rahma,” sekonyong-konyong datang lagi seorang wanita jelita berambut panjang tergerai.

Mengenakan dress ketat selutut dengan belahan dada rendah. Riasan tajam dan lipstik merah menyala memancarkan aura sensual, yang jauh lebih wow dari Tante Melly.

“Ini…ka Indri,” sahut Raymond tergagap, tak pernah dia sangka, mertua dan kakak istrinya begini cantiknya. Dia pun buru-buru salami tangan lentik Indri.

Padahal seingatnya kedua ibu beranak ini dulunya…burik!

Raymond buru-buru bantu dorong koper kedua, agar kegugupannya tak terlihat jelas. Raymonda bukanlah pria jalang dan flamboyan, dia terlalu sayang serta cinta dengan Rahma dan tak terpikir macam-macam.

Tapi kini…???

Di jalanan yang mulai merambat sekeluar dari bandara, Tante Melly dan Indri ceplas-ceplos saja bicara.

“Kalian ini sudah 4 tahunan berumah tangga, kok belum miliki anak?” terdengar suara Tante Melly, yang duduk di sisi Raymond, Indri di jok belakang.

“Ehemm…jangan-jangan karena kalian sama—sama sibuk, terutama istri kamu si Rahma yang kini jadi orang penting di perusahaan real estate, jadinya kalian jarang melakukan ‘itu’ ya?” sela Indri sambil tertawa, pancingan sederhana, tapi bikin joss di hati Raymond.

“Emm…kami memang sepakat menunda dulu ka Indri, jadinya Rahma nggak hamil-hamil sampai kini. Sebab itu aku sengaja pakai pengaman,” ceplos Raymond bersikap santai dan sengaja goyun agar suasana mencair.

Padahal faktanya benar, mereka kini jarang berhubungan badan. Kalaupun mereka melakukan itu, Raymond diminta Rahma selalu pasang pengaman.

Rahma ogah pakai kontrasepsi, alasannya bisa ngerusak bodynya yang aduhai!

“Waduhh…kok Ray sanggup yaah, padahal nggak enak pake itu tau. Rahma juga keterlaluan, masa laki di suruh pakai pengaman. Laki setampan kamu paling disukai wanita-wanita mapan tau, kalau jarang di kasih dan tak puas bisa bahaya nih…?” cerocos Tante Melly terkekeh genit, sambil ngelirik paha Raymond, sekaligus memuji ketampan ‘menantunya’ ini.

Raymond lagi-lagi tercekat dan dia pun melirik saat Tante Melly menatap pahanya.

“A-anu…pas mau klimaks saja, saat melakukan sih nggak pakai, rugi dong nggak merasakan tubuh Rahma seutuhnya,” sahut Raymond mulai terbawa suasana dan ikutan tertawa.

Sampai di rumah, Raymond tak segan rapikan kamar tamu dan persilakan keduanya untuk sementara pakai kamar dia dan Rahma buat istirahat, setelah menempuh perjalanan panjang dari Melbourne.

Tiba-tiba ponselnya bergetar.

Dadanya bergemuruh, lagi-lagi nomor yang sama dan tak dikenalnya mengirimkan sebuah lampiran, tapi kali ini bukan foto..tapi video pendek berdurasi 8 detik.

Video ini memperlihatkan gaun merah seperti yang di pakai wanita di foto itu, kali ini terlihat gaunnya terlepas, lalu perlihatkan tubuh molek seorang wanita dari bagian punggung.

Yang bikin Raymond hampir semaput, ada tanda lahir di punggung mulus itu yang identik dengan milik Rahma…juga antingnya, termasuk rambutnya tersebut, saat merebahkan diri di sebuah kasur empuk, yang mirip ranjang hotel mewah.

“Lhooo, kok kamu sih yang bersihkan kamar, kenapa nggak panggil aku?” tiba-tiba Indri sudah berdiri di depan pintu, hanya kenakan handuk putih yang melilit sampai di dadanya yang membusung.

“Tak apa ka Indri, istirahat saja dulu, nanti setelah bersih, bisa pindah ke sini dengan mami,” sahut Raymond sambil buru-buru melanjutkan merapikan sprei.

Tapi Indri tiba-tiba jongkok dan ikutan rapikan sprei ini.

“Jangan ka Indri, kakak kan tamu di rumah ini,” Raymond buru-buru menarik sprei ini dan sesaat tarik menarik terjadi.

Sekonyong-konyong tubuh Indri doyong ke depan, lantai dari ubin yang baru Raymond lap ternyata masih licin dan Raymond sigap menangkap tubuh indah ini….!

**

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera sangat menikmati masa lajangnya sebagai wanita mandiri. Di sisinya, ada Roma, sahabat masa kecil yang selalu loyal mendukungnya. Namun, ketenangan hidup Siera terusik sejak kehadiran Xavier, bos besar di kantornya. Meski sang atasan berkarakter angkuh dan dingin, perlahan ketulusan Siera mampu melunakkan hatinya. Kini, Siera terjebak di antara loyalitas sahabatnya dan daya pikat sang bos yang mengubah takdirnya.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam kini mengancam pernikahan bahagia Rhido dan Lisda. Kehamilan sang istri diwarnai teror mistis yang menyakitkan setiap kali mereka bermesraan. Bertekad setia, Rhido menahan diri hingga tuntutan kerja mengirimnya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di tengah perjalanan, berbagai godaan hasrat menguji imannya. Mampukah mantan berandalan ini bertahan, ataukah kutukan masa lalu akan menghancurkan keselamatan istri dan calon bayinya?
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjepit perasaan rumit pada William, sahabat kecilnya yang kini jadi pewaris tunggal nan kaya raya. Walau menganggap Ella sangat berharga, hati William justru tertambat pada Camelia. Situasi Ella kian menyiksa saat dituding merusak hubungan mereka, sementara William abai pada kepedihan batinnya. Akankah William tetap menjaga Ella, ataukah kehadiran Camelia akan menghancurkan persahabatan masa kecil mereka selamanya?
Sampul Novel Permintaan Spesial Seorang Aktris Wanita
9.8
Akibat insiden memalukan saat syuting, seorang aktris harus berbaring dengan wajah memerah di ranjang pasien. Di hadapan Dokter Jefri yang tampan, ia mengaku tidak sengaja menduduki sebuah alat hingga tersangkut. Setelah sang dokter muda mengeluarkan benda bergetar tersebut, sang aktris justru terpesona oleh ketampanannya. Sambil menarik tangan dokter ke tulang selangkanya, ia memandang dengan tatapan kasihan dan meminta pemeriksaan ulang karena merasa masih tidak nyaman.
Sampul Novel Saat Hati Menyesal
9.4
Diabaikan saat keguguran demi klien wanita suaminya, Richard, sang istri menanggung kepedihan mendalam. Setelah dikhianati berulang kali, ia memilih bercerai dan pergi. Penyesalan Richard yang terlambat tidak lagi berguna, terutama saat identitas asli sang mantan istri sebagai pemilik perusahaan terungkap ke publik. Kini, ia telah bahagia dengan kekasih barunya, sementara Richard berakhir menjadi manusia vegetatif dan meninggalkan tumpukan utang besar bagi wanita selingkuhannya.
Sampul Novel Unexpected Romance
9.5
Emilio Jingga Wesley begitu setia pada satu wanita hingga enggan berkomitmen dengan yang lain. Di dekatnya, Floransia Calla yang tampak ceria sebenarnya memendam trauma masa lalu dan hanya bersandar pada Gaga. Sementara itu, Nathaniel Parker yang sombong dan kerap berganti kekasih rupanya memendam cinta tulus pada seseorang. Kisah ini juga menghadirkan Xeraina Agatha, wanita yang tidak lagi memercayai pernikahan akibat luka lama yang belum sembuh.