APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Keputusan menampung ipar dan mertua tiri yang baru kembali dari luar negeri membawa petaka besar bagi rumah tanggaku. Alih-alih sekadar menambah beban finansial, kehadiran mereka justru memicu konflik baru saat mereka menuntut jatah yang seharusnya menjadi hak mutlak istriku. Di tengah kekacauan itu, batasan antara kepercayaan dan kecurigaan kian buram ketika sebuah pesan misterius masuk ke ponselku, menampilkan foto sosok mirip istriku yang sedang bersama pria lain.
Bab
Bagikan

Bab 3

: Godaan Silih Berganti

“Ma-aaaf…!” Raymond buru-buru lepaskan pelukan tak di sengaja. Namun, lilitan handuk terlepas saat mereka tak nyadar jatuh ke kasur…dan pemandangan indah terpampang jelas di matanya.

Bagian tubuhnya yang berisi dan yang terletak di antara kedua paha Indri terhampar nyata, Raymond buru-buru alihkan pandangannya, hatinya kontan berdebar-debar.

Indri hanya senyum kecil melihat ‘kesopanan’ Raymond dan santai saja merapikan handuknya. Sikapnya ini makin membuat siksaan 'asyik di hati Raymond.

“Baiklah ganteng, aku keluar dulu yaah,” kata Indri, suaranya malah mirip desahan, seolah sengaja memancing di air yang sudah keruh ini.

“Aroma kamu bikin aku sulit berpaling,” bisik Indri lagi dan makin tak karuanlah degup jantung Raymond.

Apalagi…dia sudah sangat lama belum dapat jatah dari Rahma!

Godaan silih berganti ini membuat hati Raymond mulai bimbang dan otak-nya mulai konslet.

Namun pikiran ‘aneh’ langsung dibuangnya jauh-jauh, Raymond teringat lagi dengan kiriman video singkat yang bikin emosinya naik itu.

Dia pun cepat-cepat selesaikan pekerjaan ini, lalu ke kamarnya dan dengan sopan bilang kamarnya sudah siap di tempati.

Indri yang baru memasang kaosnya senyum manis, pura-pura tak ingat kejadian yang bikin napas Raymond masih naik turun.

Tante Melly yang tak tahu momen menggoda antara Indri dan Raymond tadi ucapkan terima kasihnya dan bilang Rahma beruntung punya suami seperti Raymond ini.

"Untung sekali si Rahma, punya suami sigap dan ringan tangan," puji Tante Melly dengan senyum memikatnya, hingga sesaat Raymond makin pusing dibuatnya.

Setelah Tante Melly dan Indri pindah kamar, Raymond membuka kembali video tersebut, tak sadar pintu kamar masih terbuka.

Darahnya masih mendidih, nekat…dia lalu telpon nomor tak dikenal itu, “Berengsek! Apa maumu hah!? Buat apa kau kirim video itu?” cetus Raymond menahan kgeraman hatinya, sekaligus agar tak kedengaran mertua dan ipar tirinya.

Sumpah serapah keluar dari mulut Raymond, namun tidak ada satupun balasan dari seberang sana.

Saat ‘ngamuk’ di telpon Raymond tak sadar suaranya itu terdengar Tante Melly yang saat itu ingin ke dapur dan kaget mendengar Raymond yang ada di bagian belakang rumah ini marah-marah di telpon.

Walaupun suaranya sudah di tekan Raymond agar tak terdengar nyaring.

Jiwa kepo Tante Melly muncul dan dia dengarkan apa yang Raymond omongkan dengan lawan bicaranya di luar kamar ini.

Klikk…usai Raymond keluarkan uneg-unegnya, telpon terputus dan berkai-kali Raymond telpon balik, ponsel ini sudah dimatikan.

Diapun sampai lama melamun di teras belakang rumah mewah mereka, pikirannya benar-benar mumets, hari jelang senja dia pun balik ke kamarnya.

**

Sudah jadi kebiasaan Raymond, kalau ke kamar mandi dia akan langsung lepas pakaiannya dan dengan bertelanjang ria masuk kamar mandi yang ada di kamar ini.

Begitu masuk…!

“Aihh….!”

“Astagaaa….?”

Raymond terkejut, ada orang lain di kamar mandinya dan sedang asyik menyabuni tubuh padatnya dengan busa sabun.

Pria itu melotot, bentuk dan kepunyaan Indri saja masih berbekas di pikirannya, kini milik mertua tirinya lebih... menggoda.

“Tante…eh mami…m-maaf…Ray pikir tak ada orang di dalam?” sahut Raymond tergagap, tak sadar miliknya ternyata terlihat jelas di depan Tante Melly.

Di satu sisi Raymond pun terpesona melihat Tante Melly yang juga polos tanpa sesuatu di tubuhnya ini.

“Ray… punya kamu tuh?”

“Astaagaaaa…m-maaf tante eh mi!” dengan cepat Ray keluar lagi dari toiletnya dan buru-buru pasang kembali celana pendeknya dan baju kaosnya.

Tak sampai 10 menitan, Tante Melly keluar dan senyum manis saja melihat Raymond yang masih berada di kamar ini dan salting menatapnya.

Tante Melly pakai handuk yang juga di lilitkan di dadanya. Penampilannya benar-benar bikin Raymond menelan ludah.

“Mi…maaf sekali lagi, Ray benar-benar nggak sengaja, tadi aku pikir kamar mandi ini kosong,” kata Raymond sambil menundukan wajahnya, tak sanggup menatap wajah ibu mertuanya ini.

“Tak apa Ray, tante juga salah, lupa ngunci kamar mandinya, lagian si Indri lama banget ke toilet. Tante kan gerah dan mau mandi, makanya tante masuk saja ke kamar kamu dan Rahma lalu numpang mandi di sini,” sahut Tante Melly seolah kejadian barusan tidak perlu di permasalahkan.

Tapi mata Tante Melly menatap paha Raymond. “Hmm… susah dikendalikan ya,” bisik Tante Melly lalu menowel gemas dan keluar dari kamar ini sambil tertawa kecil.

Raymond sampai terkaget-kaget. “Busyet dahhh…!” batinnya dan buru-buru mandi.

Sambil mengguyur badannya dengan air dingin lewat shower, untuk redakan kepalanya yang pusing 7 keliling.

Otak Raymond pun membayangkan bentuk tubuh polos Indri dan Tante Melly. “Kalau di pikir-pikir, body mereka tak beda jauh dengan Rahma,” batinnya.

Pikiran liar Raymond sempat jalan, apalagi teringat bagian tubuh milik Indri dan Tante Melly yang bikin dia sampai kini sulit lupa.

Sesaat Raymond lupa dengan ‘perselingkuhan’ Rahma, kehadiran Tante Melly dan Indri yang membuat dia piknik ke mana-mana, seolah jadi obat baginya untuk redakan gejolak hatinya.

**

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera sangat menikmati masa lajangnya sebagai wanita mandiri. Di sisinya, ada Roma, sahabat masa kecil yang selalu loyal mendukungnya. Namun, ketenangan hidup Siera terusik sejak kehadiran Xavier, bos besar di kantornya. Meski sang atasan berkarakter angkuh dan dingin, perlahan ketulusan Siera mampu melunakkan hatinya. Kini, Siera terjebak di antara loyalitas sahabatnya dan daya pikat sang bos yang mengubah takdirnya.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam kini mengancam pernikahan bahagia Rhido dan Lisda. Kehamilan sang istri diwarnai teror mistis yang menyakitkan setiap kali mereka bermesraan. Bertekad setia, Rhido menahan diri hingga tuntutan kerja mengirimnya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di tengah perjalanan, berbagai godaan hasrat menguji imannya. Mampukah mantan berandalan ini bertahan, ataukah kutukan masa lalu akan menghancurkan keselamatan istri dan calon bayinya?
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjepit perasaan rumit pada William, sahabat kecilnya yang kini jadi pewaris tunggal nan kaya raya. Walau menganggap Ella sangat berharga, hati William justru tertambat pada Camelia. Situasi Ella kian menyiksa saat dituding merusak hubungan mereka, sementara William abai pada kepedihan batinnya. Akankah William tetap menjaga Ella, ataukah kehadiran Camelia akan menghancurkan persahabatan masa kecil mereka selamanya?
Sampul Novel Permintaan Spesial Seorang Aktris Wanita
9.8
Akibat insiden memalukan saat syuting, seorang aktris harus berbaring dengan wajah memerah di ranjang pasien. Di hadapan Dokter Jefri yang tampan, ia mengaku tidak sengaja menduduki sebuah alat hingga tersangkut. Setelah sang dokter muda mengeluarkan benda bergetar tersebut, sang aktris justru terpesona oleh ketampanannya. Sambil menarik tangan dokter ke tulang selangkanya, ia memandang dengan tatapan kasihan dan meminta pemeriksaan ulang karena merasa masih tidak nyaman.
Sampul Novel Saat Hati Menyesal
9.4
Diabaikan saat keguguran demi klien wanita suaminya, Richard, sang istri menanggung kepedihan mendalam. Setelah dikhianati berulang kali, ia memilih bercerai dan pergi. Penyesalan Richard yang terlambat tidak lagi berguna, terutama saat identitas asli sang mantan istri sebagai pemilik perusahaan terungkap ke publik. Kini, ia telah bahagia dengan kekasih barunya, sementara Richard berakhir menjadi manusia vegetatif dan meninggalkan tumpukan utang besar bagi wanita selingkuhannya.
Sampul Novel Unexpected Romance
9.5
Emilio Jingga Wesley begitu setia pada satu wanita hingga enggan berkomitmen dengan yang lain. Di dekatnya, Floransia Calla yang tampak ceria sebenarnya memendam trauma masa lalu dan hanya bersandar pada Gaga. Sementara itu, Nathaniel Parker yang sombong dan kerap berganti kekasih rupanya memendam cinta tulus pada seseorang. Kisah ini juga menghadirkan Xeraina Agatha, wanita yang tidak lagi memercayai pernikahan akibat luka lama yang belum sembuh.