APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mati Rasa

Mati Rasa

Bara Ahava mengajari Lona arti pencinta cahaya dan kegelapan, sembari membawa kebahagiaan tanpa rasa sakit. Namun, kecelakaan pesawat tragis yang merenggut nyawa Hava seketika menghancurkan hidup Lona ke dalam duka mendalam. Saat Lona terpuruk dalam kesedihan, Aanand datang mengulurkan tangan untuk menyelamatkannya. Lona pun kini dihadapkan pada pilihan sulit: bangkit menyongsong cahaya terang atau tetap terperangkap selamanya dalam kegelapan malam yang dingin dan hampa.
Bab
Bagikan

Bab 3

Satu minggu berhasil Lona lewati tanpa hadirnya sosok laki-laki yang ia cintai. Meski satu minggu itu penuh dengan batu sandungan, tapi Lona berusaha untuk tetap tegap berdiri di atas kakinya sendiri.

Benda pipih pemberian Mama Hava hanya tergeletak tanpa daya di atas meja. Lona kira ia sanggup buka ponsel Hava saat itu juga. Tapi tidak, dia justru tak memegangnya hingga satu minggu lamanya.

Ia bawa langkah kecilnya menuju meja, menarik kursi dan duduk di sana. Ponsel warna silver dengan inisial H&L di cassingnya. Lona jelas ingat, Hava bilang ponselnya hilang entah kemana, makanya tunangannya itu beli yang baru.

Tapi, laki-laki itu bohong, karena ponsel itu kini justru berada digenggamannya.

Nyeri, dadanya seperti terhimpit benda tajam tak kasat mata, lagi. Sudah satu minggu, tapi Lona masih tak bisa terbiasa dengan rasa nyeri di dada yang sering hampiri. Asing, semua rasa yang Lona terima secara dadakan itu buatnya linglung tanpa henti.

Mata coklat terangnya tatap ragu ponsel ditangannya itu, seperti mau dan tidak mau untuk buka lockscreen ponsel itu. Tapi, ibu jarinya tetap bergerak pelan, tekan tombol untuk nyalakan, hingga buat tangan kirinya remas kuat celana bahan yang sedang menempel pada tubuhnya.

Lockscreen ponsel itu berhasil kejutkan Lona dalam sesak. Ada Hava dan dirinya yang sedang tersenyum menatap kamera. Foto mereka tiga tahun yang lalu, saat dimana laki-laki itu nyatakan rasa suka padanya.

Senyum yang mengembang diwajahnya tunjukkan raut senang, tapi matanya tak akan pernah bisa berdalih, ada pedih yang terselip dari redup matanya yang kini berair.

Lona usap paras Hava yang ada di layar ponsel itu, langitkan kata-kata rindu yang ia harap mampu buatnya tenang meski dadanya rasakan sesak tiba-tiba. Tak sadar, jika usapan pelan itu buat kunci layar terbuka dan tampilkan wallpaper bertuliskan ‘Hai, Lona sayang, ini Hava. Apa kabar?’

Buat satu tetes air mata lolos begitu saja.

Telapak tangan kirinya makin remat kain bahan pada celana yang ia pakai hingga sengaja sentuh daging pahanya sendiri dan pasti akan timbulkan bekas keunguan nanti.

Tapi, Lona sama sekali tak peduli. Perempuan itu lebih memilih untuk gulirkan layar ponsel dan mulai cari apa yang ingin Hava beri tunjuk.

Hanya ada dua aplikasi di ponsel canggih itu, galeri dan aplikasi obrolan. Jari-jemarinya bergerak gelisah, sebabkan telunjuknya tak sengaja tekan galeri dan buat aplikasi itu terbuka.

1111.

Angka itulah yang berhasil Lona tangkap untuk pertama kalinya. ‘My Coffe’, nama satu-satunya folder yang ada buatnya mau tak mau tekan untuk membuka.

Fotonya dan Hava. Entah bagaimana cara tunangannya itu untuk kumpulkan semua, tapi Lona bersumpah semua foto itu buatnya ingin lari ke makam sekarang juga. Dia ingin peluk laki-laki itu dan adukan seluruh resah dan sakit yang ia alami akhir-akhir ini.

Tapi, tidak, Lona tak bisa lakukan itu sekarang. Dan perempuan itu memilih untuk menutup galeri karena tak ingin buka kenangan untuk saat ini.

Tangannya bergerak pelan, tekan aplikasi obrolan dan menunggu hingga aplikasi itu terbuka.

Dan semua yang tampil di layar ponsel itu buat rasa keterkejutannya makin meronta. Mulutnya terbuka, seakan-akan hendak ucapkan kata tapi suaranya tercekat dan hanya menggantung di langit-langit mulutnya.

Kenapa hanya ada nomor ponsel lamanya yang sudah mati di sana? Dan Lona jelas tak bodoh untuk bisa lihat ada percakapan di dalamnya.

Meski ragu kuasai, Lona beranikan diri untuk tekan pesan obrolan itu dan menggulirnya hingga obrolan paling atas, dia ingin tahu apa yang selalu tunangannya kirim untuk dirinya melalui nomornya yang sudah lama mati itu.

+6289xxxxxxxxx

11-12-2019

(Hai, Aalona, perempuan yang sudah buat Hava rasakan nyaman sebegininya.)

(Apa kabar?)

(Hava mau, u do well yahh, karena Hava tau, Lona pasti selalu lakuin yang terbaik untuk diri Lona sendiri.)

(Lona, waktu kamu udah bisa buka pesan ini, itu pasti waktu aku udah nggak ada sama kamu, karena emang aku ingin kamu lihat ini sampai pesan paling akhir yang aku tulis di sini.)

(Jadi … selamat berkelana yah. Aku nggak tau bakal nulis apa, tapi aku harap tulisan ini bisa sampai di tangan kamu nantinya.)

11-01-2020

(:p)

(Wkwk. Gajelas banget ya, aku?)

(Tapi, aku mau cerita hari ini.)

(Kamu cantik bangettt, sksksahfkjlka.)

(Gila, aku sampek tremor tau waktu ketemu tadi, haha. Keliatan pasti ya?)

(Emang cupu sih, aku. Nggak mau muji langsung, masi ngerasa awkward, padahal udah sebulan pacaran, wkwk.)

(Tapi, gapapa.)

(Sebenernya, kamu tuh cantik tiap hari tau, tapi hari ini beda aja, auranya keluar semua, hahha.)

(Hava sayang kamu, Lona.)

(Aduh skksakahakk makin ngalor ngidul ketikannya.)

(Bai.)

11-02-2020

(Apa kabar cantik?)

(Tadi siang kamu cerita kalau kamu lagi sebel sama dosen kamu.)

(Katamu, dosenmu galak dan kamu nggak suka.)

(Haha.)

(Lucu.)

(Selalu lucu.)

(Mau nggak jadi pacar aku?)

(Ehh … tapi, emang kamu punya aku sih dan selalu punya aku.)

(Selalu.)

11-03-2020

(Hai, sayang.)

(Hari ini, aku capek bangettt.)

(Tadinya mau cerita sama kamu, tapi kamunya lagi di luar kota sama Bunda.)

(Aku, nggak mau ganggu.)

(Tapi, capek Lona.)

(Hari ini banyak banget cobaannya.)

(Kayak semua yang aku lakuin tuh nggak pernah bener.)

(Kacau, Na.)

(Semua kacau dan nggak sesuai sama ekspektasi aku.)

(Apa emang karena ekspektasi aku yang terlalu tinggi ya?)

(Andai aja kamu disini, cantikku.)

(Pasti udah aku peluk sama uyel-uyel.)

(Kamu tau, ‘kan? Kamu adalah obat paling manjur buat bisa tenangin aku.)

Brak! Lona balikkan ponsel itu ke meja dihadapannya.

Ia tak bisa untuk lanjutkan membaca. Rasa nyeri didadanya tak main-main, buat lolos air matanya tanpa henti. Lona sakit, jelas sangat kesakitan karena terlalu paksa diri untuk kuat yang jelas belum ia temui.

Air mata yang Lona kira sudah kering bahkan mengalir deras tanpa henti. Tangannya bergerak cepat, pukuli dadanya yang rasakan sesak. Beri stimulasi pada dirinya sendiri bahwa ia akan baik-baik saja.

Beri tau pada alam bawah sadarnya untuk tetap baik-baik saja.

Lona tak pernah sangka, bahwa Hava akan lakukan hal sedemikian rupa dalam diamnya. Ia tak pernah mengira, bahwa Hava selalu kirim pesan pada dirinya setiap bulannya.

Kenapa? Kenapa tak sampaikan pesan-pesan itu langsung kepadanya. Kenapa harus kirimkan pesan itu pada nomornya yang sudah mati hingga tak sampai padanya.

Apa memang begitu cara laki-laki itu tinggalkan jejak hingga buat Lona rasakan sakit sedemikian rupa?

Rasa-rasanya Lona ingin tertawakan isi kepalanya yang makin tak waras dari hari ke hari.

***

Note: Tanda '()' adalah penunjuk pesan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, seorang gadis biasa, mendadak jadi sorotan saat Nyonya Silviana menunjuknya sebagai pewaris tunggal. Perubahan nasib yang instan ini memicu penolakan dari orang-orang sekitar yang meragukan dirinya. Di tengah kepalsuan dan intrik kaum elite, Lucyana harus berjuang bertahan hidup. Mampukah ia menghadapi tekanan lingkungan barunya sembari menemukan sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel DENDAM SANG CEO
9.6
Bram, CEO angkuh yang belum bisa melupakan Melisa, berniat menghancurkan musuhnya, Adam, dengan memanfaatkan sang adik yang bernama Agni. Bram berpura-pura jatuh cinta pada Agni hingga merenggut segalanya, tetapi rencana jahat tersebut akhirnya terungkap. Meski awalnya didasari dendam, cinta tulus mulai tumbuh di hati Bram. Namun, persaingan bisnis masa lalu membuat Adam menentang keras hubungan mereka. Kini Agni bimbang antara perjodohan dengan Alan atau kembali pada Bram yang egois.
Sampul Novel Gairah Panas Sang Mantan
8.4
Sakit hati akibat pengkhianatan suaminya, Gilang, mendorong Kayla yang kini berusia 37 tahun untuk membalas dendam. Ia memilih kembali ke pelukan Farel, mantan kekasihnya. Terpikat oleh pesona Kayla yang kian menawan, Farel menyambutnya hingga mereka terlibat perselingkuhan yang membara. Meski keduanya telah membina rumah tangga masing-masing, hubungan gelap yang intim ini terus berlanjut. Kini, rahasia besar tersebut mengancam pernikahan mereka. Akankah cinta terlarang ini membawa bahagia?
Sampul Novel MENIKAM MENTAL SUAMI DAN GUNDIKNYA
8.6
Sawitri, seorang guru TK honorer, menghadapi ujian berat ketika ibu mertuanya, Masita, menuntutnya menyetujui poligami Burhan dengan Nuri. Tergiur kekayaan Nuri, Masita lebih memilih mendukung wanita itu demi keuntungan materi. Di saat hati Sawitri hancur, Burhan justru tega berselingkuh terang-terangan tanpa memikirkan perasaan sang istri. Sanggupkah Sawitri bertahan melewati kejamnya pengkhianatan suami dan mertuanya dalam pernikahan yang kini penuh penderitaan ini?
Sampul Novel Rosemary's Life Story
9.6
Kehidupan Rosemary Laurens hancur seketika saat sang ayah meninggal di Balikpapan. Sekretaris asal Surabaya ini harus menerima kenyataan pahit bahwa rumah dan toko keluarganya disita bank akibat utang judi mendiang ayahnya. Di tengah kemiskinan yang tiba-tiba, nasib buruk kembali menimpanya. Mobil yang ia kendarai ditabrak truk, merenggut nyawa Owen, kekasihnya. Kini, Rosemary harus berjuang sendirian untuk memulihkan luka fisik serta trauma mendalam akibat kehilangan dua pria yang sangat dicintainya.
Sampul Novel SANG PENAKLUK MAFIA
8.3
Lepas dari jerat mantan kekasihnya yang gemar berjudi, Abigail justru jatuh ke perangkap baru yang jauh lebih berbahaya. Lucca Alonzo, bos mafia Italia yang tampan sekaligus sadis, menyeretnya ke Napoli. Kini, Abigail terpaksa hidup sebagai pelayan bagi para wanita simpanan pria kejam tersebut. Di tengah ancaman dunia kriminal yang pekat, sanggupkah Abigail yang polos bertahan dan menemukan jalan keluar untuk melarikan diri dari cengkeraman sang iblis?