APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mati Rasa

Mati Rasa

Bara Ahava mengajari Lona arti pencinta cahaya dan kegelapan, sembari membawa kebahagiaan tanpa rasa sakit. Namun, kecelakaan pesawat tragis yang merenggut nyawa Hava seketika menghancurkan hidup Lona ke dalam duka mendalam. Saat Lona terpuruk dalam kesedihan, Aanand datang mengulurkan tangan untuk menyelamatkannya. Lona pun kini dihadapkan pada pilihan sulit: bangkit menyongsong cahaya terang atau tetap terperangkap selamanya dalam kegelapan malam yang dingin dan hampa.
Bab
Bagikan

Bab 1

'Phile' adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesukaan seseorang atau kecintaannya terhadap hal-hal disekitarnya.

Cahaya, gelap, langit, senja dan beberapa hal lain yang ada di alam semesta sering disebut sebagai objek 'phile' pada laman pencarian digital.

Dan Aalona Xiomara adalah salah satu pecintanya.

Perempuan dengan rambut hitam sebahu, yang sekarang sedang duduk dengan kaki selonjoran di atas rumput itu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang sangat menyukai cahaya.

'Photophile' istilahnya.

Lona suka, bagaimana ketika cahaya itu menyelinap di antara celah-celah tak terduga hingga tertangkap oleh matanya. Lona suka, ketika cahaya itu tampakkan cantik serupa pada setiap unsur yang disinari olehnya.

Sosok Hava adalah laki-laki pertama yang kenalkan ia pada istilah 'phile' itu. Awalnya, Lona begitu asing setiap kali Barra Ahava, laki-laki yang kini menjadi tunangannya, sebutkan istilah-istilah asing tiap kali mereka tatap satu objek dalam waktu yang lama.

Tapi, kini dia bahkan hapal luar kepala akan segala jenis 'phile' yang sudah pernah Hava tunjukkan padanya.

Tiba-tiba dia rindu laki-laki itu. Laki-laki dengan sejuta terang yang Aalona suka. Sikapnya, senangnya, diamnya, semuanya. Lona suka.

Lona bawa matanya untuk tatap langit di atas sana, pikirkan sudah sampai mana kiranya pesawat yang bawa raga Hava terbang menjauh darinya.

Lona kira, beberapa hari tanpa kehadiran Hava akan terasa biasa saja, tapi nyatanya dadanya dihimpit rindu tak berujung pada sosok laki-laki yang kini terbang ke Jerman untuk jemput adiknya itu.

Mata coklat terangnya masih setia tatap cahaya dari celah-celah awan. Perlahan, Lona bawa jari-jemarinya ke atas, lalu melihat cincin yang tersemat di jari manisnya. Melingkar apik dengan permata kecil diatasnya.

Lona jelas masih ingat, bagaimana khusyuknya acara pertunangannya dan Hava. Namanya dan Hava disebut dalam ikatan suci yang sebentar lagi terealisasi.

Sial ... rasanya seperti ada yang menggelitik perutnya, jantungnya bahkan masih saja berdegup kencang, seakan-akan semut yang berkeliaran di rumput bisa mendengarnya kapan saja. Semburat merah pun ikut menghiasi rona pipi Lona.

Jika harus menceritakan sosok Hava, maka Lona dengan lantang akan berkata, bahwa ia dapat mendiskripsikan laki-laki itu berjam-jam.

Hava adalah laki-laki yang berhasil runtuhkan egonya. Runtuhkan pertahanannya. Runtuhkan kemauannya.

Laki-laki itu berhasil buat Lona kenal apa itu yang namanya cinta. Apa itu bahagia. Apa itu rasa berbunga-bunga.

Tiap kali ia bersama laki-laki, tiada hari yang terlewat tanpa kupu-kupu terbang di perutnya. Hava dan segala yang dimiliki laki-laki itu adalah perpaduan sempurna yang akan selalu Lona puja.

Kulit kuning langsatnya, senyum yang dipunyainya dan apapun yang melekat pada laki-laki itu, Lona bersumpah, dia adalah fans nomor satu laki-laki itu.

"Kakak."

Suara bundanya yang mengalun lirih, berhasil tarik seluruh atensi Lona yang mengambang. Perempuan itu bawa matanya untuk menatap sang Bunda yang sedang berdiri di ambang pintu rumah mereka.

Lona beranjak dari duduknya, berjalan pelan dan menghampiri orang yang sangat berharga baginya itu. Matanya terkunci pada raut wajah was-was yang bundanya tunjukkan, membuat jantungnya ikut berdetak riuh di dalam sana.

"Kenapa Bunda?"

Satu tetes air mata tiba-tiba lolos dari mata cantik sang bunda. Jantung Lona bertalu kuat di dalam sana. Lona jelas tidak mati rasa, ia bisa rasakan kesedihan mendalam lewat mata bundanya. Kenapa? Ada apa? Semua pertanyaan tanpa jawaban berputar riuh dalam kepalanya.

"Bunda?"

"Sayang -" Lona dikejutkan dengan suara Bundanya yang bergetar. Kalimat itu terpotong, menggantung di udara tanpa Lona tau pasti apa alasannya.

Dan bukannya lanjutkan kalimat yang tersisa, tangan Bundanya justru terangkat, berikan benda pipih yang sedari tadi dipegang pada Lona.

Dengan hati-hati Lona menerimanya, degup jantungnya makin riuh dan Lona benci situasi itu.

Nampak sebuah kanal berita di sana. Dengan hati-hati, jari-jemarinya bergerak, menekan tombol play dan mendengar kata per kata dari pewarta yang bicara di kanal berita itu.

"Sebuah pesawat dari penerbangan Airness Asia hilang kontak dan masih di telusuri-"

Prang!

Peranti elektronik milik bundanya terjatuh begitu saja, membentur ubin yang jadi tumpuan kakinya. Rasa-rasanya Lona tuli, hanya terdengar dengingan keras yang memekikkan telinga.

Mata coklat terang itu menatap ponsel yang tergeletak di tanah, memperlihatkan pewarta yang masih saja berbicara meski suaranya tidak bisa ditangkap oleh telinga Lona.

Apa kata pewarta tadi? Pesawatnya hilang kontak?

Pesawat yang dinaiki oleh Hava, tunangannya, hilang kontak?

"Bunda?" Lirih, suaran Lona sangat lirih, terdengar pilu hingga menyayat hati yang kerungu.

Sang bunda yang melihat itu hanya mampu tarik tubuh ringkih sang buah hati dalam peluk hangat, didekap erat dan nyamankannya dengan kata-kata penenang.

Namun, bukannya tenang, Lona justru merasa berang.

Tangannya sama sekali tak membalas dekapan sang bunda. Penglihatannya buram, menatap tepat pada jari manisnya. Inisial 'H' tercetak jelas di sana. Seluruh kilas balik kebersamaannya dengan Hava berputar dikepala, buat hati Lona makin teriris, ciptakan perih tak terkira.

"Hava balik, 'kan, Bun?"

Tidak ada jawaban, hanya usapan-usapan lembut yang sedari tadi coba bundanya beri. Dan Lona jelas tidak bodoh untuk tangkap apa maksudnya.

Hava ingkar pada janjinya.

Katanya, laki-laki itu akan kembali, mengenalkan Rona, adik yang sedang mengemban ilmu di Jerman padanya.

Katanya, laki-laki itu akan membuatkan falscher hase, makanan khas Jerman usai mendapatkan resep dari koki di sana.

Katanya, laki-laki itu akan membawanya ke puncak Gunung Alpen untuk memperlihatkan secantik apa edelweiss leontopodium alpinum di tempat asli bunga itu.

Katanya, laki-laki itu akan membuat resepsi pernikahan dengan tema garden party seperti yang Lona mau.

Katanya, laki-laki itu akan selalu menjadi orang pertama yang bertanya tentang harinya, bertanya tentang suka-dukanya dan berdecak kagum padanya.

Katanya, laki-laki itu akan sematkan nama akhir miliknya pada nama Lona.

Katanya ... katanya ...

Katanya, laki-laki itu akan selalu berada di sisi Lona.

Benar, hanya katanya.

Apa makna lain dari kata jika tidak dibuktikan? Lona tidak mengerti akan eksistensi sebuah kata jika hanya sebatas kata.

"Kita ke bandara ya?" Suara lirih sang bunda yang tertangkap oleh telinga Lona sama sekali tak membuat perempuan itu rasakan kemauan. Lona bahkan sudah menyerah pada angan, sejak pertama kali telinganya menangkap suara si pewarta berita.

"Hava ingkar janji Bunda. Lona bahkan tidak yakin jika Hava akan kembali. Kosong. Rasanya hampa ... Lona tidak tahu harus melakukan apa."

Dan kalimat itu adalah kalimat terakhir sebelum tubuh Lona jatuh merosot, memberi unjuk jika dirinya memang tidak lagi punya harap yang terpegang erat-erat.

Beri tau dunia, bahwa ia tak akan pernah baik-baik saja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintaku Terhenti Di Kamu
9.1
Kepergian Elena Nugroho secara tiba-tiba demi menyembunyikan perbedaan status sosial membuat Putra Prayoga patah hati. Putra pun berubah menjadi sosok dingin yang kerap mempermainkan perasaan wanita. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan mereka. Sayangnya, cinta Putra kini telah berubah menjadi rasa benci yang mendalam. Elena pun didera kebimbangan besar antara harus membongkar kebohongan masa lalunya atau tetap memendam rapat perasaan cintanya.
Sampul Novel Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris
9.7
Terbangun di tubuh asing usai kecelakaan maut, Aurora Ellis kini menjadi istri kontrak Damian Aldridge, pewaris takhta bisnis yang penuh tipu daya. Mantan wanita karier sukses ini dipaksa menjadi istri kedua demi memberikan keturunan. Di tengah konspirasi elite yang kejam dan berdarah, Aurora yang berambisi kuat enggan menyerah pada nasib. Mampukah ia bertahan dalam pernikahan semu ini ketika benih cinta perlahan tumbuh di balik luka dan intrik?
Sampul Novel Surga Yang Direnggut Paksa
8.6
Hasna mengira menjadi istri kedua akan memberinya kebahagiaan sejati. Nyatanya, pilihan itu justru menghancurkan hidupnya. Kini ia didera penyesalan mendalam karena telah merusak pernikahan adik kandungnya sendiri. Hasna pun harus menanggung akibat fatal dari keputusannya yang telah menghancurkan hubungan darah demi mengejar cinta semu.
Sampul Novel Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi
8.8
Dalam novel modern Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi, Bimo menghadapi kehancuran harga diri karena terus dihina sang istri akibat performa ranjangnya yang buruk. Putus asa, ia menerima tawaran tak biasa dari mama mertuanya yang berjanji akan mengajarinya secara langsung demi memuaskan istrinya. Namun, situasi menjadi liar saat bantuan tersebut tidak hanya datang dari sang mertua, melainkan juga melibatkan kakak dan adik iparnya dalam pusaran rahasia keluarga yang tabu.
Sampul Novel Tersandung Luka, Terkubur Cinta
9.4
Kabar kehamilan yang seharusnya membawa kebahagiaan bagi Aira justru berubah menjadi mimpi buruk. Ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Reyhan, sang suami, telah mengkhianatinya dan memiliki anak dengan wanita lain. Harapan Aira untuk membangun keluarga yang harmonis seketika hancur berkeping-keping. Kini, di tengah rasa sakit yang luar biasa, ia dihadapkan pada pilihan sulit demi masa depan calon bayinya. Sanggupkah Aira bertahan, ataukah rasa cintanya telah sirna selamanya?
Sampul Novel We Are
9.3
Tiga remaja menghadapi rumitnya kisah cinta segitiga. Diana berupaya pulih dari luka lama di tengah kembalinya sosok masa lalu. Pada saat yang sama, Revan berjuang mengubah identitas dirinya meski terus dibayangi masa lalu yang memengaruhi sudut pandang barunya. Sementara Kevin, pemuda ceria yang kesepian, mulai meragukan nilai kekeluargaan akibat terus bersama orang yang ia benci. Akankah takdir ini menjadi jalan kesembuhan atau justru memicu konflik baru bagi mereka?