APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mas duda

Mas duda

Wika Adelia tidak menyangka tetangga barunya adalah dosen di kampusnya. Di kampus, beredar gosip miring bahwa pria itu merupakan duda yang diceraikan istrinya karena impotensi. Rumor ini membuat Wika heran, apalagi sang dosen nyata-nyata mempunyai seorang anak. Rasa penasaran yang membuncah mendorong Wika melakukan berbagai tindakan nekat demi membongkar kebenaran di balik misteri kehidupan pribadi dosen tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Eh, masa sih pak-"

"Papa!" teriakan suara anak kecil yang seketika menghentikan ucapan Wika.

"Ada apa sayang?" tanya Pras menundukkan tubuhnya berjongkok di sisi sang putri menyesuaikan tinggi badannya dengan sang anak.

"Mana cokelat Vania, katanya papa mau belikan tapi kenapa masih disini?" ucap bocah perempuan kecil umur sekitar tiga tahunan yang tengah merengek pada papanya.

"Ah iya, papa lupa sayang." Pras menepuk jidatnya dengan sebelah tangan.

"Papa, apa ini?" tunjuk Vania pada piring yang berisi kue cokelat buatan mama Wika.

Pras melirik ke arah piring dan seketika mempunyai ide. "Sayang, bagaimana jika makan ini saja, ini namanya kue cokelat. Banyak cokelatnya loh, iya kan kakak cantik?" ujar Pras menoleh ke arah Wika dengan kedipan mata berulang kali.

"Ah, i-iya." jawab Wika terbata dan menganggukkan kepalanya. Wika tersipu malu ketika Pras memanggilnya dengan sebutan kakak cantik.

"Papa, kakak ini siapa?" tanya Vania menunjuk ke arah Wika dan menatapnya dari atas ke bawah, bergantian dari bawah ke atas.

"Uhm, kakak cantik ini tetangga kita sayang, itu rumahnya." Pras menunjuk ke arah sebelah.

Kepala mungil Vania mengangguk-angguk mengerti dengan mulut yang membentuk huruf o.

"Papa, Vania mau itu!" seru Vania melompat-lompat gembira menunjuk ke arah kue bolu cokelat itu.

"Tentu sayang, kamu boleh makan sepuasnya. Tapi, sebelum itu kamu bilang terima kasih dulu sama kakak cantik." ucap Pras mengajarkan anaknya untuk selalu memiliki rasa bersyukur dan terima kasih kepada setiap orang yang memberi mereka berupa makanan, dll.

"Terima kasih ya kakak cantik," ucap Vania pada Wika yang terpukau dengan sikap bocah kecil itu.

"Sama-sama sayang. Oooh, gemasnya." Wika ikut menundukkan tubuhnya berjongkok, menyentuh pipi gembul Vania yang lembut dan mencubitnya pelan.

"Apakah sakit?" Vania menggeleng.

Wika yang sangat-sangat gemas pun mengecup pipi Vania lama hingga membuat pipi Vania basah karena air liurnya. Vania manyun seraya mengusap pipinya yang menempel sedikit liur Wika.

Wika tertawa melihat tingkah Vania. "Dia sangat lucu dan menggemaskan pak." ucap Wika menoleh dan tersenyum ke arah Pras. Pras yang juga tengah menatap Wika pun terpukau dengan senyuman gadis itu.

Untuk beberapa saat mereka saling menatap dalam diam hingga Vania yang keheranan pun mengguncang- guncang pelan bahu papanya. Wika dan Pras tersadar dan kompak saling membuang pandangan ke arah lain.

"Papa dan kakak cantik, kenapa?" tanya Vania polos melirik bergantian pada Pras dan Wika.

Keduanya tertegun dengan pertanyaan Vania, Wika tampak salah tingkah dan ingin segera melarikan diri dari situ. Untungnya Pras langsung mengalihkan pembicaraan pada Vania dan mengajak putrinya itu untuk segera masuk.

Pras mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Wika dan berjanji akan segera mengembalikan piring tempat kue bolu cokelat itu setelah nanti ia cuci bersih. Wika mengangguk dan melangkah pergi dari rumah Pras yang langsung menutup pintunya.

"Papa, kakak tadi itu cantik ya." ucap Vania memuji wajah cantik Wika.

Pras mengangguk dan tersenyum pada putrinya, sambil menggandeng tangan Vania menuntunnya berjalan ke meja makan.

"Papa, mau kue cokelat!" pinta Vania merengek pada Pras.

"Iya," kata Pras meletakkan piring cokelat itu ke atas meja makan. Pras mengangkat Vania dan mendudukkannya di salah satu kursi, lalu Pras memberikan sepotong kue cokelat itu pada Vania.

Dengan cepat dan semangatnya Vania langsung menyomot kue cokelat itu, Pras sampai tertawa melihat tingkah putrinya yang menggemaskan.

"Vania, mau roti?" tawar Pras yang kini sudah duduk di kursi samping Vania.

Pria itu mengambil roti tawar lalu mengolesinya dengan selai rasa kacang. Vania menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.

"Vania mau makan kue cokelat ini saja, papa."

Pras menggangguk, "baiklah, apakah rasanya enak?"

"Sangat enak papa." kata Vania dengan mulut penuh berisi kue cokelat.

Pras mengangguk seraya sebelah tangannya mengacak-acak pelan rambut anaknya. Pras sangat berterima kasih sekali pada tetangga sebelah rumahnya.

*****

Siang hari....

Pras baru saja menidurkan Vania di kamarnya, jika hari libur maka biasanya Pras akan menghabiskan seharian waktunya di rumah bersama sang anak. Di hari libur pula Vania tidak ia titipkan ke rumah adik perempuannya, Sofi.

Kini Pras sedang sibuk di ruang kerjanya, memeriksa kembali kumpulan tugas-tugas dari para mahasiswa dan mahasiswinya dengan di temani secangkir kopi hitam panas.

Konsentrasi Pras terganggu saat teringat kejadian tadi, senyum tipis terukir di wajah tampannya mengingat bagaimana tadi sikap salah satu mahasiswi di kampusnya.

Sedari awal saat joging tadi Pras tahu dan lihat Wika, tapi wanita itu dengan cueknya bersikap angkuh seperti tak mengenalnya, dan lucunya Wika menutupi separuh wajahnya dengan tutupan kepala hoddie yang wanita itu kenakan.

Pras juga tak mengharapkan sikap ramah tamah yang terkesan memaksa mahasiswa dan mahasiswinya. Pras juga tidak menyangka dengan kepindahan rumahnya ini membuat ia bertetangga dengan Wika.

Dan lihatlah bagaimana jahatnya Pras membalas kesombongan Wika dengan berpura-pura tak mengenali wanita itu. Rasanya Pras ingin tertawa terbahak saja saat itu, melihat bagaimana wajah tercengang Wika yang syok karena Pras tak mengenal dirinya.

Bagaimana mungkin Pras tidak mengenal gadis itu, mahasiswi yang sangat sering bolos ketika jam pelajarannya. Pras bukannya tidak tahu jika Wika memang sengaja melakukannya, hanya saja Pras lebih memilih membiarkannya karena tak ingin amarah menguasainya hanya karena seorang gadis nakal.

Pras terkekeh, "Wika Adelia." gumam Pras dengan bibir yang menyebutkan nama Wika.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tak Terbalas
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Raisa Putri rela menikah dengan Rangga yang sedang terbaring koma. Dua tahun merawat sang suami dengan tulus membuat Raisa jatuh hati. Namun, saat terbangun, Rangga justru belum bisa melupakan Aulia, mantan kekasihnya. Ia bahkan hanya menganggap Raisa tak lebih dari seorang pelayan. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa pun memilih mundur dan meminta cerai. Akankah Rangga akhirnya menyadari arti kehilangan?
Sampul Novel I Love You
8.7
Dua puluh tahun lamanya seorang CEO tampan mencari cinta sejatinya. Penantian panjang sang miliarder akhirnya berujung manis saat takdir mempertemukannya dengan sosok yang dicari lewat sebuah kejadian tidak terduga. Di balik kehidupan mewahnya yang bergelimang harta, momen tak disangka-sangka ini hadir dan siap mengubah seluruh jalan cerita asmara serta masa depan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Ikatan Cinta yang Unik
9.6
Yvonne hancur setelah memergoki tunangan dan saudarinya berselingkuh. Di tengah kepedihan, ia tak sengaja tidur dengan pria asing hingga hamil. Diusir ayahnya, Yvonne merantau dan kembali enam tahun kemudian sebagai dokter sukses bersama Aiden, putra jeniusnya yang jago meretas. Saat Aiden ingin mencarikan jodoh untuk ibunya, pria misterius dari masa lalu muncul mengaku sebagai ayah Aiden. Perjuangan Aiden menyatukan mereka pun dimulai.
Sampul Novel Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam
8.6
Divonis menderita kanker otak stadium akhir, hidup seorang wanita hancur saat adik angkatnya, Halida, menukar catatan medis mereka demi merebut perawatan eksperimental terakhir. Didukung oleh keluarga dan suaminya sendiri, Zafran, sang protagonis terpaksa melepaskan hak kepenulisan, menandatangani surat cerai, hingga merelakan putrinya memanggil Halida sebagai ibu baru. Di sisa waktu 72 jam terakhirnya, ia memberikan segalanya tanpa perlawanan. Namun, saat kebenaran dan kebohongan kejam Halida akhirnya terbongkar, penyesalan mendalam justru datang terlambat dari mereka yang telah membuangnya.
Sampul Novel Why Make Me The Antagonist?
9.1
Demi menghindari kematian tragis di tangan Raja Iblis, Sallyana Jung yang bereinkarnasi sebagai tokoh antagonis memilih menjalankan misi Ratu Naga untuk mencari pangeran yang hilang. Upayanya mendekati para karakter utama berhasil mengubah takdirnya. Namun, ketenangannya kembali terusik saat Pemimpin Suci mengangkatnya sebagai murid. Di tengah obsesi putra Duke dan perubahan sikap sang heroine, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Sally sebenarnya adalah titisan Dewi dari masa lalu.
Sampul Novel YOUNG MASTER'S FAVORITE HIGH SCHOOL GIRL
8.2
Hidup gadis SMA itu hancur ketika ayahnya sendiri tega menjualnya demi uang. Ia diserahkan ke seorang pria muda—tuan muda yang dingin, berkuasa, dan menyimpan rahasia gelap. Di bawah bayang-bayang paksaan, benih hasrat terlarang mulai tumbuh di antara mereka. Setiap sentuhan menyengat, setiap tatapan menggoda, dan setiap malam bersama semakin mengaburkan batas antara benci dan cinta. Namun, bisakah ia bertahan ketika obsesi tuan muda itu mulai menguasai seluruh hidupnya? Atau akankah ia justru tenggelam dalam kegelapan yang menawarkan kenikmatan itu?