APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mas duda

Mas duda

Wika Adelia tidak menyangka tetangga barunya adalah dosen di kampusnya. Di kampus, beredar gosip miring bahwa pria itu merupakan duda yang diceraikan istrinya karena impotensi. Rumor ini membuat Wika heran, apalagi sang dosen nyata-nyata mempunyai seorang anak. Rasa penasaran yang membuncah mendorong Wika melakukan berbagai tindakan nekat demi membongkar kebenaran di balik misteri kehidupan pribadi dosen tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Matahari sudah menampakkan dirinya begitu tinggi, tapi sama sekali tak mengusik tidur nyenyak seorang gadis yang masih meringkuk manja di dalam selimut putih tebal yang membungkus tubuh mungilnya.

Wika berdecak sebal saat mendengar suara teriakan mamanya yang membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Bu Asti geleng-geleng kepala melihat anak gadisnya yang belum juga bangun, kebiasaan klasik seorang Wika yang sangat susah bangun pagi.

"Wika, bangun sayang, hari ini kamu ada kelas pagi kan?" panggil Bu Asti mengguncang-guncang tubuh anaknya.

"Ehmmm," Wika berdeham sebagai jawaban.

"Ya Tuhan! Anak ini, kenapa sangat susah sekali membangunkannya?!" desah Bu Asti merasa frustasi dan menyerah menghadapi Wika.

Mendengar suara derap langkah kaki yang mulai berjalan menjauh dari kamarnya, Wika langsung membuka selimut dan duduk di ranjang dengan kepala bersandar di kepala ranjang.

"Aishh! Malasnya lah aku kuliah hari ini." gerutu Wika. "Pagi ini ada kelas mata kuliah pak Pras lagi." Semakin lenyap lah semangat dalam diri Wika.

Dengan langkah malas Wika bangkit dan turun dari ranjang, melangkah masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah pagi.

Tak butuh waktu lama bagi Wika untuk mandi, Wika memilih-milih pakaian yang akan dia pakai untuk pagi ini di walk in closet. Terkejut ketika berbalik badan dan menemukan mamanya yang berdiri dengan senyuman manis.

"Ada apa, ma? Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Wika heran.

"Ada tamu yang datang sepagi ini ke rumah kita loh," masih dengan senyuman manis Bu Asti menjelaskan.

"Siapa?"

"Tetangga baru."

"Uhuuk!" Wika tersedak air liurnya sendiri saat mendengar siapa orang yang bertamu sepagi ini ke rumahnya.

"Eh, kamu gak apa-apa sayang?" Bu Asti membantu menepuk punggung belakang Wika.

"Tidak apa-apa ma, cuma kaget saja."

"Ya ampun, kamu kaget hanya karena dengar tetangga baru itu yang kemari."

Wika tidak menjawab, karena ia masih merasa syok.

Untuk apa pak Pras datang sepagi ini ke rumahnya? batin Wika bertanya-tanya.

"Untuk apa tetangga baru itu datang ke rumah kita ma?" tanya Wika yang tak tahan lagi menahan rasa penasarannya.

Bu Asti nyengir, "antar piring kue cokelat kemarin yang kita kasih."

"Hanya piring kosong?"

"Tidak, dia balikin piring kita dengan balasan isi roti tawar selai cokelat."

"Apa?" kaget Wika.

"Dia datang bersama putrinya, cantik dan imut sekali anaknya." kata Bu Asti menyukai dan gemas pada Vania.

"Ya udah Mama sana gih temani mereka!" usir Wika agar Pras cepat pulang.

"Ada Papa yang mengajak tetangga baru itu mengobrol." Wika memutar bola matanya jengah mendengar ucapan ibunya.

******

Saat Wika dan Bu Asti menuruni tangga rumahnya, sosok Pras dan Vania masih ada di rumah itu. Tepatnya di meja makan, papa Wika mengajak Pras dan Vania untuk sarapan bersama dan di selingi obrolan.

Pras menoleh ke arah Wika dan Bu Asti yang baru sampai di meja makan. Cepat-cepat Wika membuang pandangannya ke arah lain.

"Nah, itu anak saya." ucap pak Dayu memperkenalkan putrinya Wika.

Pras mengangguk tersenyum, "iya pak, saya sudah tahu, kan kemarin pagi putri bapak mengantarkan kue cokelat yang sangat disukai putri saya. Terima kasih."

"Ah iya, benarkah? Saya tidak tahu." kata pak Danu tertawa kecil.

"Kakak cantik!" jerit Vania berlari ke arah Wika yang terdiam kaku bak patung.

Wika menangkap tubuh kecil Vania ke dalam pelukannya, lalu Wika merundukkan tubuhnya berjongkok di depan Vania.

"Hai gadis kecil, bagaimana kabarmu?" sapa Wika menoel hidung mancung Vania.

"Sangat baik kakak cantik, kakak cantik apa kabar?"

"Sangat baik sama sepertimu."

"Syukurlah kalau begitu, iya kan papa?" kata Vania menoleh ke arah Pras.

Pras tertegun saat tiba-tiba anaknya mengatakan begitu, Pras tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan sang anak.

Pak Dayu melirik ke arah arlojinya yang melingkari pergelangan tangannya. Kemudian pak Dayu bangkit berdiri dan merapikan penampilannya.

"Ma, papa pergi berangkat kerja dulu ya." pamit pak Dayu pada sang istri.

Melihat itu Pras juga ikut bangkit berdiri dari duduknya seraya memanggil Vania. Melirik ke arah arlojinya juga dan kaget melihat sudah jam berapa sekarang ini.

"Saya juga pamit bu, pak. Vania, ayo nak kemari, papa akan mengantarkanmu ke rumah Tante Sofi."

Vania berlari kecil ke arah Pras, Wika bangkit dari posisi jongkoknya dan menegakkan tubuhnya kembali berdiri.

"Ah iya, bukannya tadi nak Pras bilang seorang dosen ya?" tanya pak Dayu saat ingin melangkah keluar namun terhenti ketika mengingat sesuatu.

"Iya pak Dayu, benar."

"Dosen di universitas mana?" tanya pak Dayu lagi.

Pras tersenyum kemudian menyebutkan nama universitas tempat ia bekerja mengajar sebagai dosen.

"Wah, pas sekali kalau begitu nak Pras. Wika juga kuliah di universitas itu."

"Benarkah?" tanya Pras pura-pura terkejut.

"Iya, Wika juga kuliah disana."

"Baiklah, kalau begitu, bagaimana jika kita berangkat bersama?" ajak Pras menoleh ke arah Wika yang syok.

"Mau, mau, mau! Vania mau papa, kakak cantik maukan pergi bersama Vania dan papa?" seruan suara Vania yang bersorak gembira membujuk Wika agar mau ikut pergi bersama mereka.

Wika menoleh ke arah papa dan mamanya secara bergantian, pak Dayu dan Bu Asti kompak menganggukkan kepala mereka. Tersenyum sebagai kode jika mereka mengizinkan Wika pergi bersama Pras.

Wika memegang pelipisnya merasakan kepalanya yang mendadak pusing. Astaga!

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
8.1
Kehadiran seorang wanita di lokasi proyek memicu kesalahpahaman besar di antara para pekerja. Karena prasangka sepihak, semua orang di sana salah mengira dirinya sebagai wanita murahan yang bisa dipermainkan. Anggapan keliru tersebut membuat para pria di tempat kerja itu mencoba mendekatinya hanya demi mencari kesenangan pribadi. Di tengah lingkungan yang keras ini, ia harus bertahan menghadapi berbagai pandangan merendahkan dan godaan dari orang-orang di sekelilingnya.
Sampul Novel Cool vs Cold
8.4
Hidup Avril berubah total sejak kehadiran Jay yang tiba-tiba. Sosok pria itu perlahan membangkitkan kembali emosi yang sekian lama ia kubur dalam-dalam. Lewat ketulusan dan kasih sayang yang nyata, Jay mampu meruntuhkan pertahanan dingin di hati Avril. Momen ini menyadarkan Avril bahwa menerima cinta sejati menuntut keberanian besar untuk melangkah. Sebuah kisah hangat tentang bagaimana ketulusan mampu mencairkan kebekuan jiwa yang paling rapat.
Sampul Novel Dinara - Ganti Suami
8.1
Bukannya sedih saat calon suaminya melarikan diri di hari pernikahan, Dinara justru merasa sangat senang. Keadaan kian menarik ketika ia bertemu seorang pria asing yang mengalami nasib serupa. Demi menyelamatkan seluruh persiapan pesta yang telah tuntas, Dinara mencetuskan ide gila. Ia nekat mengajak pria tersebut menikah dengannya. Meski sempat terkejut, sang pria akhirnya menerima tawaran itu demi menyelamatkan paket pernikahan mereka.
Sampul Novel Dosa-dosa Suamiku, Balas Dendam Hatiku
9.5
Kehancuran hidupku bermula dari pengkhianatan Bramantyo, suamiku, yang berselingkuh dengan bawahanku, Karin. Bram tega menyiksaku dan membiarkan anak kami mengalami kerusakan otak demi menyelamatkan selingkuhannya dalam kecelakaan rekayasa. Di ambang maut, rasa cintaku berubah menjadi dendam membara. Aku pun menghubungi pengacara untuk memiskinkan Bram lewat perjanjian pranikah, serta meminta bantuan Yudha Perkasa demi menghancurkan monster keji itu tanpa sisa.
Sampul Novel Dua Pria, Satu Permaisuri
9.6
Meskipun kehilangan penglihatannya sejak kecil, Wulan berhasil tumbuh menjadi terapis pijat terkenal berkat bimbingan ibu asuhnya. Namun, rutinitasnya di tempat kerja mendadak berubah drastis saat seorang pelanggan penting dan berpengaruh datang berkunjung. Pria misterius yang menginginkan sensasi berbeda tersebut secara mengejutkan menarik pakaian Wulan, lalu menuangkan minyak pijat ke dadanya demi mendapatkan layanan yang tidak biasa.
Sampul Novel Luka Terindah
9.7
Pengkhianatan besar menghancurkan pernikahan seorang wanita, membawanya pada pilihan sulit: bertahan atau melangkah pergi. Meski sang suami adalah teman masa kecilnya, hubungan lama itu ternyata tak menjamin kesetiaan. Sosok yang semestinya melindungi justru menggoreskan luka batin paling dalam. Kini, di tengah kehancuran hatinya, ia didera keraguan besar dan kesulitan untuk kembali memercayai laki-laki lain dalam hidupnya.