APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mas, aku lelah

Mas, aku lelah

Demi menggantikan Kalisa yang melarikan diri, Kayara Adeluwis terpaksa menikahi Steven Alexander. Dua tahun berlalu tanpa cinta, dan Kayara mulai lelah menghadapi sikap dingin sang suami. Namun, Steven enggan berpisah sebelum Kalisa ditemukan. Terjebak dalam pernikahan penuh konflik dan gairah, mampukah Kayara membebaskan diri dari cengkeraman Steven, atau justru selamanya terperangkap dalam hubungan yang menyiksa ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Huh!

Kayara menarik nafas dalam saat melihat tulisan 'Mas Stev' di layar ponselnya.

'Jangan lemah Kayara, kamu sudah lelah bukan? Abaikan saja dia, tak perlu melayaninya seperti yang lalu-lalu.' Dengan sedikit kasar ia kembali meletakkan ponselnya, dan mengaktifkan mode senyap.

Biasanya Kayara selalu sigap saat di telpon oleh Stev. Tak lain, pasti lelaki itu ingin menyuruhnya sesuatu makanya menelpon, jika tidak mana mungkin Stev menelponnya.

Tok! Tok! Tok!

Pikiran Kayara buyar saat mendengar pintu ruangannya di ketuk. Dengan cepat ia menghapus jejak air mata di pipinya.

"Masuk," ucapnya mempersilhkan.

"Omaigat Ra, gila sih kita dapet orderan kue banyak banget." Heboh seorang wanita bercepol. Dia Linlin teman serta kaki tangannya dalam urusan toko.

"Oh ya? Bagus dong Lin, itu yang kita cari, terus masalahnya apa?" tanya Kayara dengan tatapan heran menatap temannya yang telah duduk di bangku kosong hadapannya.

"Masalahnya dia order buat hari ini, jam dua. Aku gak yakin kita sanggup."

Kayara melihat jam di di ding yang menujukkan pukul delapan pagi. "Bahan gimana? Lengakap gak?" tanya Kayara.

"Bahan sih ada Ra, tapi apa kita bisa buat sebanyak itu dalam waktu singkat?" tanya Linlin memastikan, di bayangkan saja rasanya sangat tidak mungkin.

Sekali lagi Kayara melihat ke arah jam. "Bisa! Kita mulai sekarang, untuk hari ini kita tutup toko, kita semua fokus kerjakan pesanan, aku juga akan  membantu, kita pasti bisa. Ayo!" ajak Kayara bangkit dari kursinya dann berjalan tergesa-gesa keluar dari ruangannya.

Linlin meringis melihat jam yang tergantung, memang  sih toko kue mereka sudah memiliki beberapa karyawan, tapi kan yang bertugas di dapur hanya dua orang saja. Rasanya sangat tidak mungkin menyiapkan pesanan dalam jumlah sangat banyak dengan waktu yang singkat. Namun apa boleh buat, dia hanya bisa mengikuti Kayara saja.

"Rini tutup toko, hari ini kita tutup dulu, ada pesanan masuk," perintah Kayara pada salah satu karyawannya.

"Siap Mbak."

Kini Kayara sudah berada di dapur toko, dia tak sendiri, ia di temani Linlin dan dua karyawannya yang memang bertugas mengolah kue. Biasanya, Kayara memilih untuk tidak ikut campur dalam proses mengolah kue di dapur, mempercayakan sepenuhnya segala urusan olah-mengolah pada dua koki handal yang telah lama bekerja dengannya. Tips dan resep telah menjadi pengetahuan umum bagi mereka, tanda dari kepercayaan mutlak yang diberikan Kayara kepada kedua karyawannya itu. Kini, mereka bagaikan empat sahabat yang bersinergi menciptakan kue-kue yang di pesan oleh sebuah perusahaan besar.

"Kau yakin Ra? Kita bisa selesai tepat waktu?" tanya Lilin berbisik, memastikan jika semuanya akan berjalan sesuai rencana atau tidak.

"Kita akan tepat waktu Lin, kalau kamu berhenti mengoceh dan fokus membuat kue." Sahut Kayara.

Linlin mengerucutkan bibirnya sebal, meski demkian dia dan yang lain tak pernah mengambil hati perkataan seperti itu. Hal seperti itu bagi mereka semua adalah hal biasa. Kayara memang tidak pernah membedakan dirinya dengan karyawan-karyawannya. Jadi mereka semua seperti sekawan saja.

***

Niko memicingkan matanya saat mendapati sang majikan datang dengan pakaian sedikit lusuh tidak seperti biasanya yang selalu rapi.

"Selamat datang Tuan," sapa Niko seperti biasa. Dan seperti biasa pula hanya anggukan kecil yang ia dapat sebagai balasannya.

"Apa sudah ada orang yang saya minta? Harus ada hari ini, saya tidak mau tau!" ucap Stev tak menerima alasan apapun . Hal seperti itu sudah biasa bagi Niko yang merupakan asisten pribadinya. Yang mau tidak mau harus di turutinya, jika tidak ingin kehilangan pekerjaan.

"Saya usahakan hari ini Tuan."

"Hm."

Saat jam makan siang tiba, Steven melirik jam tangannya, sesekali melirik ke arah pintu, seakan sedang menunggu seseorang.

'Ck! apa dia tidak mengantarkan makan siang?' batinnya bertanya-tanya. Dan ternyata benar saja, lelaki tampan itu tengah menunggu seseorang.

Steven mulai jengah menunggu. Dengan gerakan kasar, dia meraih ponsel yang tergeletak di atas meja. Saat panggilan pertamanya tidak dijawab oleh orang di seberang sana, rasa kesalnya semakin bertambah.

Dengan sisa kesabarannya, ia kembali menelpon untuk yang kedua kali, namun masih sama, panggilannya tak di jawab.

Ck!

Dan akhirnya dia sudah tidak bisa bersabar. Dengan gerakkan kasar ia bangkit dan langsung pergi dari ruangannya.

"Tuan mau ke mana? Apa perlu saya temani?" tanya Niko saat melihat sang majikan keluar dari ruangan dengan terburu-buru.

"Tidak, saya pergi sendiri!" jawab Steven tanpa menoleh, "dan kamu, tunda pertemuan saya." Sambungnya  berbicara pada wanita yang memakai rok pendek, dia adalah Lani, seketarisnya.

"Baik Pak." Jawab Lani.

Steven mengendari mobilnya dengan  kecepatan sedang, entah mengapa tidak mendapat makan siang dari Kayara mmmbuatnya hampa. Padahal dulu jika Kayara datang dan membawakannya makan siang, dia  tidak memperdulikannya, bersikap acuh tak acuh pada Kayara yang selalu datang mengantar makan siang. Tapi hari ini, tiba-tiba saja Kayara berhenti mengiriminya makan siang, dan hal itu mengusik hatinya, dia sangat kehilangan hal itu.

Dulu Kayara memang sangat rajin mengantar makan siang untuk sang suami. Semua itu ia lakukan demi keutuhan rumah tangganya yang serasa hambar, dengan harapan Steven akan menganggap dirinya dan melupakan sang Kakak, Kalisa yang sampai saat ini mereka tak tau di mana rimbanya.

Mobil mewah Steven parkir di hadapan toko kue milik Kayara. Saat keluar dari mobil, keningnya mengkerut melihat tulisan 'tutup.'

Namun hal yang membuatnya bingung adalah mobil Kayara yang terparkir yang artinya ada Kayara di toko. Tapi kenapa tokonya tutup?

Langkah tegap nan panjangnya berjalan mendekati toko, dan langsung mendorong pintu kaca yang bertempelkan tulisan 'tutup'.

"Maaf tapi kami se-" perkataan Rini terhenti saat melihat yang masuk adalah Steven suami dari sang majikan.

"Di mana Kayara?" tanyanya datar.

"Mbak Kayara di dapur Pak,"sahut Rini hati-hati, takut pada sosok lelaki tinggi tegap yang berdiri di hadapannya saat ini.

Tanpa menjawab Stev langsung melangkah menuju dapur toko, mencari keberadaan Kayara. Dan saat tiba di dapur, di lihatnya keadaan dapur yang cukup terlihat berantakkan, hingga matanya menangkap sosok yang di cari-cari.

Di sana Kayara tengah sibuk menguleni adonan, tanpa sadar ada sosok yang menatapnya.

Linlin tanpa sengaja menatap ke arah Steven yang berdiri dengan tangan berlipat di depan dada dan pandangan lurus menatap Kayara.

Linlin beralih menatap ke arah Kayara yang ternyata masih belum menyadari keberadaan sang suami.

"Huuust! Ra," panggil Linlin berbisik.

"Apa Lin?" sahut Kayara tanpa melihat ke arah Linlin, tangan dan matanya terpusat pada adonan kue di hadapannya.

"Huuust! Ra," panggil Linlin lagi.

"Kena-" pertanyaan Kayara terhenti saat ia mendongak hendak menatap Linlin, matanya malah terpaku melihat Steven yang juga menatapnya.

Kayara memutar bola matanya malas. "Lin, kamu tolong lanjutin ini, aku samperin dia dulu," pintanya pada Linlin.

"Sip sip aman Ra, lagian tinggal dikit juga 'kan?"

"Iya."

Kayara beranjak setelah melepas penutup kepala dan apron.

"Bicara di atas,"ajak Kayara pada Stev. Stev mengikuti langkah Kayara. Hingga tiba di atas, tepatnya di ruangannya.

"Ada apa Mas?" tanyanya santai.

"Apa gunanya ponselmu hm? Kenapa tidak mengangkat panggilanku?" tanyanya dengan nada menyentak.

Kayara tak gentar, ia malah tersenyum, bukan senyum manis swperti biasa, tapi senyum remeh.

"Sibuk, tidak ada waktu bermain ponsel," sahutnya.

Tatapan Stev tajam menatap Kayara.

"Kenapa tidak ada makan siang saya? Kenapa kamu berhenti mengantarkan makan siang hah?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Janji Kita Hanyalah Debu
8.2
Sikap dingin Farel akhirnya membuat kesabaran Rania habis. Memegang janji masa lalu untuk pergi jika dikhianati, ia diam-diam menyiapkan perceraian dalam tiga puluh hari. Rencana itu kian mantap saat Rania berniat memberi kejutan ulang tahun di kantor suaminya. Alih-alih kemesraan, ia justru menyaksikan Farel bermesraan dengan Alena, mantan kekasihnya. Pengkhianatan nyata di depan mata ini menjadi titik balik bagi Rania untuk benar-benar melangkah pergi.
Sampul Novel MAIN HATI
9.0
Kisah cinta Lila dan Dev kini terjebak dalam pusaran konflik batin yang semakin rumit. Hubungan mereka dihadapkan pada dilema besar karena keduanya kesulitan menyelaraskan perasaan dengan kenyataan hidup yang harus dihadapi. Di tengah keraguan yang terus menyiksa, mereka dipaksa mencari jawaban atas kelanjutan hubungan ini. Apakah perjuangan cinta mereka akan membuahkan kebahagiaan bersama, atau justru berujung pada perpisahan yang meninggalkan luka mendalam?
Sampul Novel Miracle (Our Magic shop)
7.9
Kisah ini menyoroti kehidupan seorang manusia biasa yang terjebak dalam kebimbangan mendalam. Di tengah rutinitas harian, ada kehampaan besar yang membayangi akibat minimnya kasih sayang yang ia terima. Ini adalah sebuah perjalanan emosional dalam mencari jati diri dan kehangatan di balik keraguan yang terus menyelimuti hati. Narasi menyentuh tentang jiwa yang rapuh, yang sangat mendambakan perhatian serta ketulusan di tengah dinginnya dunia.
Sampul Novel Pria Pertamaku
9.6
Alex Rayyan berkomitmen menjaga cinta sejatinya kepada sang mantan istri, Rania. Sementara itu, rumah tangga kedua Rania bersama Harris justru berujung kehancuran akibat isu keturunan dan perselingkuhan. Harris terbukti kembali pada mantan tunangannya, diperparah intrik mertua yang mendesak perceraian. Saat Rania terpuruk dalam kepedihan, mampukah ia menata kembali hidupnya? Dapatkah Alex membuktikan sumpahnya untuk hadir dan melindungi Rania lagi?
Sampul Novel SANG ALPHA : Tak Tersentuh
9.8
Akibat fitnah kejam, Jordan Smith Watanabe yang religius harus mendekam di penjara terasing selama enam tahun. Begitu bebas, ancaman maut langsung mengintainya. Demi bertahan hidup, ia terpaksa mengikuti petunjuk sang penyelamat untuk masuk ke dunia mafia yang penuh kekerasan. Kini, prinsip suci Jordan diuji sepenuhnya. Sanggupkah pria yang taat beragama ini bertahan di tengah kebrutalan organisasi kriminal yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan hidupnya?
Sampul Novel Terjerat Birahi Kakak Tiri
8.3
Pesona fisik Aluna justru mengundang obsesi gelap dari kakak tirinya, Raka. Walau sempat menolak mentah-mentah, Aluna akhirnya luluh dan terjebak dalam pusaran asmara bersamanya. Sayangnya, jalinan cinta mereka langsung menghadapi ujian berat saat Raka harus menghadapi perjodohan dengan seorang model terkenal. Di tengah bayang-bayang pernikahan paksa tersebut, mampukah keduanya bertahan demi menjaga hubungan mereka yang rumit ini?