APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Marriage Life 2

Marriage Life 2

Vante Adinan diberi kesempatan kedua oleh Andara Jeo untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang retak. Namun, kini ia harus menghadapi perubahan drastis pada sikap Andara, termasuk keinginan mengidamnya yang tidak biasa. Masalah makin pelik saat Jaren Adiyaksa menuduh Vante membawa perempuan hamil lain. Meski membantah tuduhan selingkuh tersebut, Vante harus berjuang melewati segala cobaan kesetiaan dan keanehan sikap pasangannya demi mempertahankan rumah tangga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Untukmu, kehadiranmu sangat kami tunggu untuk kembali lagi.

Datanglah, Una dan haya mencintaimu jagoan.

"Pergi! Pembunuh! Jangan menyentuhku! Vante Adinan telah membunuh jagoanku! Kau akan hidup menderita, Vante Adinan!"

"Andara ... tidak ... aku bukan pembunuh ... jangan tinggalkan aku ... kumohon .... Aku bukan pembunuh ...." Vante kembali mengigau lagi sampai membuat Andara menjadi panik.

"Sayang! Vante! Vante!" Andara mengguncang pipi Vante agar laki-laki itu tersadar. Wajah Vante yang penuh peluh keringat membuat Andara mengusapnya. Leher pria itu juga sangat terasa licin sekarang.

"Ashhh!" Vante membuka kedua matanya dan mendudukkan tubuhnya tiba-tiba. Lagi, mimpi itu sungguh membuatnya sangat menderita. Sangat sulit untuk mengabaikannya karena banyak luka yang dibuat Vante di dalamnya.

"Sayang ...," lirih Andara yang ketakutan saat melihat Vante menjadi seperti itu.

Vante menolehkan kepalanya begitu cepat saat mendengar suara dari istrinya. Kini, tubuhnya bergerak menghambur kepelukan Andara.

"Jangan pergi ... kumohon ... jangan ... aku bukan pembunuh ... aku tidak bermaksud membunuh jagoan kita ...," isak Vante di lekukan leher Andara.

Andara memeluk tubuh Vante dan diusapnya surai hitam milik sang suami dengan kasih sayang. "Itu hanya kecelakaan, Te. Kau tidak membunuhnya, tolong jangan tersiksa dengan bayangan itu lagi." Andara mencium dahi suaminya dengan lamat.

Berbicara tentang hubungan mereka sebelumnya, mereka sama sekali belum bercerai.

"Andara ... aku takut kau meninggalkanku lagi ... aku takut ...," ucap Vante yang semakin erat memeluk pinggang istrinya.

"Tidak, aku sudah kembali seutuhnya untukmu, Te."

"Mari membuat janji," tawar Vante dengan menaikkan jari kelingkingnya tepat di depan wajah Andara. Kepalanya masih nyaman di lekukan leher mulus itu.

"Janji," kilah Andara dengan menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking milik Vante. Tanpa berpikir dua kali atau berpikir lama, Andara sudah tau pada tujuannya sekarang.

***

"Aku sangat malu untuk ikut ke kantormu," ucap Andara yang pandangan matanya tertuju pada bangunan yang dilewati melalui mobil bersama Vante.

"Kenapa begitu? Renan pasti juga merindukanmu, dia adik yang baik." Vante mengecup punggung tangan Andara yang sedari tadi di genggamnya dengan tangan kiri. Tangan kanannya sibuk memainkan stir pengemudi dan membelokkannya menuju basement kantor.

Vante membawa Andara menuju ruangannya. Karyawan yang berada di sana terheran-heran melihat siapa wanita yang di bawa oleh Vante karena Andara terus menundukkan wajahnya.

"Siapa?" tanya Naya pada Renan yang sedang menyesap kopi di meja resepsionis kantor.

Renan berbalik untuk melihat siapa yang dimaksud oleh Naya barusan. Alis Renan tertaut saat mensiasati siapa tubuh kurus itu yang berani menggandeng tangan bos-nya selain Andara. "Tubuhnya sangat familiar, tapi bos tampak berseri-seri. Berani sekali lelaki bodoh itu mengganti posisi kak Andara dengan wanita lain."

Vante terus melebarkan senyumnya sampai mereka tiba di dalam ruangan kerja miliknya.

"Duduk," titah Vante, dia menyuruh Andara untuk duduk di chairmove miliknya.

"Aku akan duduk di sofa."

"Disini, jangan membantah."

"Kau memaksa, Te." Andara menuruti perintah Vante dan duduk di kursi kejayaan yang ditunjuk Vante tadi.

Vante berjongkok di depan Andara. Kepalanya disejajarkan dengan lutut Andara.

"Cup!" Vante mengecup lutut Andara.

"Apa yang kau lakukan, Te!" Pekik Andara tertahan.

"Menjadi pelayan untuk ratuku."

"Aku tidak ingin yang seperti ini, Tuan Adinan," tekan Andara dengan menyebut marga dari Vante, hingga membuat laki-laki itu terkekeh mendengarnya.

Vante memutar chairmove-nya dengan lembut. "Andara adalah ratu."

"Vante, jangan main-main!"

"Andara sangat galak." Vante memeluk perut Andara. "Kemana lemak gembilnya? tadi pagi masih ada, kenapa cepat sekali hilangnya." Vante terus menekan perut Andara dengan jari telunjuknya karena gemas.

Andara memutar malas bola matanya. Padahal tadi pagi Vante melihat Andara memakai corset untuk menutupi lemaknya. Memang Vante ini suka sekali menggoda istrinya.

Cklek!

Pintu terbuka, menampilkan tubuh Renan dan juga Naya dari balik pintu. Vante yang masih di bawah sana hanya memperlihatkan matanya dari balik meja, Andara reflek menoleh ke arah pintu.

"HAH!! KAKAK! KAK ANDARA?" Renan menutup mulutnya karena tak percaya pada sosok wanita yang ada di hadapannya sekarang.

"RENAN!!" teriak Andara juga membala.

Jadilah Renan menghambur memeluk Andara, membuat Vante menjadi kepanasan.

"Menjauh." Tangan Vante menarik kerah belakang baju Renan untuk melepaskan pelukan dari istrinya.

"Bos sangat pelit, aku baru saja bertemu dengan kakak."

"Tapi, tidak seperti itu juga, Ren."

Renan memicingkan matanya pada Vante, membuat Andara tertawa geli melihat kelakuan dua laki-laki itu.

"Kau siapa?" tanya Andara pada wanita yang sedari tadi mengikuti Renan.

"Ah, perkenalkan saya sekretaris yang sudah satu tahun bekerja di sini, mungkin nyonya baru tahu, ya."

Andara menganggukkan kepalanya. "Benar, aku baru tahu kalau suamiku memperkerjakan sekretaris perempuan."

"Dia asisten Renan, bukan sekretarisku," ucap Vante dengan nada dingin yang membuat atmosfir di ruangan itu menjadi awkward.

***

"Jagoan!! Una merindukanmu ...." Andara mengusap batu nisan jagoannya.

"Jagoan mungkin sudah bosan denganku karena aku selalu ke sini mendatanginya."

"Apa hayamu selalu mengganggu tidurmu, Sayang?"

"Jagoan mungkin sudah hapal, hayanya selalu mencurhati unanya yang tidak kunjung kembali."

Andara mengabaikan perkataan Vante sejak tadi, dirinya masih sedikit kesal karena Vante yang tidak memberitahukan tentang sekretaris barunya itu setelah tiga hari Andara pulang.

"Apa jagoan bertemu para bidadari di sana? Apa bidadarinya sangat cantik dari pada Una?"

"Tentu saja, unanya jauh lebih cantik dan manis dari para bidadari disana," lontar Vante yang tentu sedang berusaha mencari perhatian dari istrinya.

"Aku sedang berbicara dengan jagoan."

"Kau mengacangiku sejak bertemu asistennya Renan."

"Kau dulu juga begitu, berbohong padaku kalau mantanmu itu bekerja di kantormu. Setelah itu, kau pergi berkencan dengannya tanpa aku ketahui. Kau mulai jarang pulang, bahkan mengabaikan telponku."

Vante lalu memeluk leher Andara dari belakang, dia tahu perasaan Andara sangat bergemuruh saat ini, pasti ingatannya dulu menghantuinya kembali. Dimana, ingatan tentang Vante yang memulai kembali suatu hubungan bersama Naya kala itu.

"Syutt ... aku tidak ingin kau membahas iblis itu. Aku mencintaimu Andara, aku sudah menerima hukumannya dari Tuhan. Kau tahu, hidup tersiska tanpamu dan mimpi buruk setiap malam. Aku tahu itu tidak seberapa untuk menyembuhkan lukamu, tapi aku berusaha untuk selalu menjagamu dan hidup tenang bersamaku." Vante mencium ringan bahu Andara.

Andara hanya diam tidak membalas, dia berharap Tuhan membiarkannya sekali lagi untuk hidup bahagia bersama Vante.

"Andara?" panggil Jaren yang melihat keberadaan Andara bersama Vante di makam si jagoan.

"Mas J-jaren?"

"Kau kembali?"

Andara mengangguk.

***

Berbahagialah, karena setiap manusia pantas mendapatkannya.

Sekali lagi, jagoanmu Una merindukanmu. Sekali lagi, ia ingin diberi kesempatan untuk singgah di rahimmu kembali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Daddy's Princess (21+)
8.4
Kehidupan Dominic sebagai ayah angkat Bee terusik sejak Nathan, seorang dosen tampan, hadir di antara mereka. Hubungan trio ini pun berkembang menjadi sangat kompleks dan sarat emosi. Konflik batin serta ketegangan asmara mewarnai setiap langkah, membawa pembaca menyelami sisi dewasa dari arti sebuah komitmen. Kisah romansa modern ini menguji batas antara rasa ingin melindungi dan cinta yang mendalam.
Sampul Novel Dosa Termanis dengan Calon Iparku
9.6
Safira menghadapi pilihan sulit usai menyetujui kesepakatan dengan Kai, adik calon suaminya, Arkana. Alih-alih menjaga kesetiaan, ia justru hanyut dalam pesona Kai hingga melanggar batas. Hubungan rahasia ini berujung rumit ketika Safira menyadari dirinya tengah mengandung anak Kai. Diimpit rasa bersalah dan pengkhianatan, ia kini harus menentukan arah hidupnya. Haruskah ia bertahan demi tanggung jawab, ataukah mengikuti kata hatinya kepada salah satu dari mereka?
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Hubungan terlarang membara di dalam rumah antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Terpikat oleh kecantikan sang pembantu yang begitu memikat, sang majikan tidak mampu membendung ketertarikannya. Keduanya pun terhanyut dalam romansa dewasa yang penuh dengan adegan intim yang intens dan eksplisit. Pembaca diharapkan bersikap bijak saat mengikuti kisah penuh godaan dan gairah membara yang tak terhindarkan ini.
Sampul Novel Suamiku yang Tergila-gila Pada Asistennya
9.2
Alih-alih menemani mertua saat Festival Perahu Naga, Andy yang menjabat direktur rumah sakit memilih berbohong demi membantu Nikki, asistennya. Sang istri yang mengetahui kebenaran lewat unggahan media sosial langsung memberikan reaksi dingin. Bukannya meminta maaf, Andy justru menuntut istrinya menghapus komentar demi menjaga perasaan Nikki. Muak dengan janji kosong selama tujuh tahun pernikahan, sang istri membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungan mereka lewat gugatan cerai.
Sampul Novel Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
8.1
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin dengan Simon, sang dokter keluarga dan anak kembarnya tewas dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Simon menuduhnya sengaja menjebaknya demi mengincar kekuasaan. Namun, sebuah keajaiban membawanya kembali ke masa lalu, tepat di hari Simon tidak sengaja meminum afrodisiak. Sadar akan akhir tragis yang menantinya, kali ini ia memilih membiarkan wanita idaman Simon yang menyelamatkannya, sementara ia melangkah pergi untuk mengubah takdir.
Sampul Novel WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI
8.5
Kebahagiaan pernikahan Naiya dan Fadhil selama lima tahun mulai goyah karena campur tangan Aini, sang ibu mertua yang ingin memisahkan mereka. Ujian semakin berat saat kecelakaan tragis merusak wajah tampan Fadhil. Di tengah perubahan fisik sang suami, kesetiaan Naiya benar-benar diuji. Kini, ia harus bertahan mendampingi Fadhil sekaligus mengungkap dalang misterius di balik kecelakaan tersebut. Mampukah cinta mereka bertahan?