APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Marriage Life 2

Marriage Life 2

Vante Adinan diberi kesempatan kedua oleh Andara Jeo untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang retak. Namun, kini ia harus menghadapi perubahan drastis pada sikap Andara, termasuk keinginan mengidamnya yang tidak biasa. Masalah makin pelik saat Jaren Adiyaksa menuduh Vante membawa perempuan hamil lain. Meski membantah tuduhan selingkuh tersebut, Vante harus berjuang melewati segala cobaan kesetiaan dan keanehan sikap pasangannya demi mempertahankan rumah tangga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Melepasnya tidak semudah yang kau bayangkan, tapi mengikhlaskan jauh lebih mengharukan dari apapun.

Jagoan, unamu ternyata sangat mencintai Haya.

Andara menemani Vante untuk mengembalikan otot-otot yang selama ini telah menghilang. Andara tidak suka jika bahu Vante menjadi loyo karena akan menghambat hobinya untuk menggigit bahu sang suami sebelum tidur.

Sudah hampir satu minggu Andara kembali bersama Vante, sudah selama itu Andara menahan giginya untuk tidak menguasai bahu pria itu yang tulangnya semakin kelihatan.

"Apa otot-ototku sudah mulai terlihat kembali?" Vante memutar kunci mobil untuk menyalakan mobilnya.

Andara mengambil handuk kecil dari dalam tas bawaan Vante yang sedang dipangkunya. "Keringatmu tidak ingin dilap? Wanita disana memperhatikanmu terus sambil memegangi handuk kecil."

"Benarkah?" Vante memajukan tubuhnya mendekat pada Andara yang tengah berada di sampingnya. "Aku hanya ingin pamer keringat sexy-ku untukmu, bukan untuk yang lain." Tangan kekar Vante telah sampai untuk bertumpu pada kursi Andara.

Andara mendecih, "cih ... sangat suka sekali memamerkan visualmu," sarkas Andara disertai dengan aktivitas mengelapi peluh keringat Vante yang sudah sangat banjir di seluruh wajahnya.

Vante hanya tersenyum dan menutup matanya, merasakan sensasi nyaman saat Andara mengusap lehernya yang berkeringat dengan handuk kecil. Belum lagi rambut yang sedikit basah membuat jari-jari Andara bergerak menyisirnya ke belakang.

Andara sangat menyukai wajah Vante yang sedang terpejam seperti ini, membuat Andara ingin sekali menciumi suaminya dengan gemas.

"Lihat dadaku, bukannya sudah besar dan jantan," ujar Vante lagi. Sekarang matanya terbuka dan tangannya menuntun jari-jari Andara untuk turun mengelus dadanya yang menyembul efek dari nge-gym tadi.

Andara meremasnya dengan geram. "Sudah mau menandingi punyaku, sangat menonjol. Apa nanti juga boleh digigiti?"

"Tentu. Asal aku juga mendapat jatah untuk mimi yuyu padamu." Vante melirik ke arah gundukan kembar milik Andara, baju Andara memang menutupi seluruh gundukan miliknya. Tapi, ya namanya Vante Adinan akan terus penasaran dengan isi di balik baju itu.

"Kau bahkan setiap hari mimi yuyu padaku tanpa izin," balas Andara sembari menangkup wajah si lawan bicara.

Taehyung mendongakkan wajahnya untuk menatap Andara lekat-lekat. "Mau melakukannya disini?" tanyanya tanpa ada candaan sedikitpun.

"Adinan gila," jawab Andara.

Taehyung tertawa mendengarnya. "Sangat menantang melakukannya disini, aku sangat bergairah sekarang."

"Nanti akan telat bertemu mas Raihan."

"Sebentar saja. Biarkan aku memainkan milikmu dulu, maka aku akan puas."

"Vante Adinan sangat gila!"

"Mimi yuyu saja?"

"Tidak."

"Memainkan punyaku ini?"

Andara memicingkan matanya dengan tajam atas permintaan aneh dari Vante. "Mimpi."

Berakhir dengan Vante yang memanyunkan bibirnya karena tertolak oleh Andara.

***

"Apa sudah siap semua?" tanya Andara pada laki-laki di depannya.

"Sudah, kau sudah seperti seorang ibu-ibu yang akan menghantarkan anaknya untuk pergi merantau," jawab Raihan sambil mengusap puncak kepala Andara.

"Masss ...," lirih Andara, matanya sudah berkaca-kaca karena hendak menangis. Tentu, hal itu membuat Raihan menatapnya dengan iba, tidak tega untuk ditinggalkan.

"Kenapa begitu? Aku hanya di sana tujuh bulan, setelah itu aku kembali lagi."

"Tetap saja ...." Andara memanyunkan bibirnya, berharap Raihan akan merubah niatnya untuk pergi ke Amsterdam.

Raihan memeluk tubuh Andara. "Memangnya kau mau ikut?"

Andara menggeleng sebagai jawaban. Tidak mungkin, bisa menangis meraung-raung suaminya.

"Ekhm ...," dehem Vante karena perkataan Raihan barusan.

"Lihat? Suamimu memang sangat posesif," ujar Raihan yang tengah melirik ke arah Vante.

"Dia memang begitu, tadi di mobil dia ngambek gara-gara ingin mimi yuyu tapi tidak aku berikan," jawab Andara asal.

Raihan menggelengkan kepalanya.

"Sayang ... apa perlu mas Raihanmu itu tahu tentang yang tadi?" tanya Vante keheranan.

"Vante, jangan menyakitinya lagi. Aku sudah tidak bisa menjaganya seperti dulu. Jika kau masih begitu, aku akan membawa Andara pergi tanpa kau bisa melihatnya lagi."

"Tidak akan, Abang. Aku sudah cukup tersiksa selama ini. Kau tenang saja," janji Vante dengan mantap membuat Raihan tersenyum lega.

Bisa mati beneran jika hal itu benar-benar terjadi.

Raihan mengelus pipi Andara. "Berbahagialah, maka Mas akan berbahagia, Andara." Raihan mencium pipi Andara sekilas tanpa peduli pada Vante di dekatnya.

"Abang ... itu istriku ...," protes Vante karena Raihan mencium pipi Andara dengan penuh kelembutan.

"Apa kau masih akan marah juga padaku? Andara adikku, aku hanya memberikan ciuman terakhir sebagai seorang laki-laki yang menganggapnya sebagai perempuan bukan adik."

"Iya, tapi-"

"Setelah ini aku hanya akan mencium dahinya saja," goda Raihan.

"HEY! ABANG!" Wajah Vante memerah karena begitu kesal.

Andara langsung memeluk leher Raihan dengan erat. "Berkencanlah, banyak wanita sexy sangat menyukai kepribadian Mas. Mereka juga suka bibir Mas yang sexy dan tangan kekar yang menawan."

"Tidak janji ya," balas Raihan yang tengah memberikan pelukan pada Andara dengan erat."

Setelah itu, Raihan melakukan penerbangan menuju Amsterdam dan akan kembali lagi menuju Jakarta setelah tujuh bulan berada di sana.

***

Sejak mengantar Raihan ke airport, Vante menjadi pendiam dan tidak banyak bicara. Apalagi sekarang, dia mengabaikan apa yang diucapkan oleh Andara, membuat Andara menjadi kebingungan.

"Kau masih marah perihal mimi yuyu?"

"Tidak."

"Mas Raihan menciumku?"

"Tidak."

"Terus apa?"

"Tidak ada."

Andara menggelengkan kepalanya.

"Ya, sudah." Tubuhnya memunggungi Vante yang sedang fokus menyetir. Percuma bertanya pada bayi besar yang sedang mengambek, yang ada seperti bertanya pada batu, tak ada manfaat.

"Apa kau tidak sayang padaku, sehingga kau memunggungiku."

Andara diam tidak menjawab.

"Apa jakunku tidak sexy? Apa tubuhku tidak seatletis bang Raihan? Apa tanganku tidak kekar menawan? Apa bibirku tidak sexy?"

Oh, Andara suamimu ini sangat iri, kau memuji Raihan, membuatnya kepanasan sejak tadi. Suami mana yang tidak merajuk ketika istrinya memuji laki-laki lain di hadapan suaminya sendiri.

Andara membalikkan lagi tubuhnya. "Bibirmu lucu, lehermu jantan, tubuhmu bagus, bahumu sexy membuatku selalu menggigitinya, perut sixspackmu menggoda, dadamu tegap, apa masih kurang?"

Vante menahan senyum mendengarnya, lalu berdehem. "Ehm, bagaimana dengan ituku?"

"Itu apa?"

"Jangan pura-pura tidak tahu."

Andara mengernyitkan alisnya keheranan. "Aku beneran tidak tahu."

"Penanam benih di dalam rahimmu."

Seketika wajah Andara memerah saat tahu apa yang dimaksud oleh Vante tersebut. "O-ohh itu ... itu sangat besar dan membuatku ketagihan." Andara membuang wajahnya ke segala arah yang penting tidak melihat ke arah Vante.

"Malam ini tidak boleh tidur cepat, bayi besar sedang butuh asupan mimi yuyu dan penanam benih membutuhkan lahan dari nyonya Andara."

"Sangat mengerikan telingaku mendengarnya, kenapa suamiku begitu menakutkan?" tanya Andara bergidik ngeri.

Membiarkan apa yang sudah menjadi haknya adalah pilihan terbaik, dengan begitu kau juga akan ikut tersenyum bahagia.

Lihatlah, hayamu seorang pencemburu yang handal, Jagoan.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu
8.3
Hubungan harmonis Maya dan Dito mendadak goyah setelah kehadiran Rian sebagai tetangga baru. Keakraban yang terjalin antara Maya dan Rian memicu kecurigaan besar pada diri Dito, hingga memicu pertengkaran hebat. Di tengah jeratan rasa bersalah dan benih cinta baru, Maya memilih menyudahi hubungannya dengan Dito demi bersatu dengan Rian. Sayangnya, keputusan ini berujung pada stigma negatif dari lingkungan sosial. Kini, mereka harus menanggung beban moral demi mempertahankan cinta penuh dilema ini.
Sampul Novel Biarlah Kau Jadi Kakak Ipar Selamanya
8.7
Kematian kakak kembar suaminya membuat sang kakak ipar hilang ingatan dan mengklaim suami saya sebagai pasangannya. Demi kesehatannya, suami dan ibu mertua membujuk saya menyetujui sandiwara ini. Saya terpaksa melihat mereka hidup bersama, sementara putri kami harus menyaksikan ayahnya dipanggil papa oleh anak lain. Saat putri saya sakit parah, perselisihan pecah hingga gunting menancap di dada saya. Namun, saya justru terbangun kembali di hari keputusan fatal itu dimulai.
Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Jagat raya dikejutkan oleh aksi para gigolo kaya nan rupawan yang memperebutkan kasih sayang seorang gadis desa yang serba kekurangan. Di balik kepolosan wajahnya, perempuan tersebut rupanya seorang pembunuh kejam yang telah melukai mereka. Anehnya, para pria ini malah merasa bangga jika harus tewas di tangan sang gadis. Mengapa mereka justru memuja sosok yang mengancam nyawa tersebut? Inilah kisah cinta penuh laga tentang obsesi luar biasa yang sulit dinalar publik.
Sampul Novel Jangan rebut suamiku!
9.4
Akibat insiden tak terduga, Sena Anindhita terjebak dalam pernikahan dingin bersama Arga Bhanu. Kehidupan rumah tangganya menjadi sumber penderitaan karena ia terpaksa berbagi suami. Arga menolak menyentuh Sena dan tetap setia mencintai kekasihnya, Gisca. Walau Sena terus berharap cinta suaminya akan tumbuh, kenyataan pahit membuktikan bahwa ikatan Arga dan Gisca tak tergoyahkan, meninggalkan Sena dalam kehampaan.
Sampul Novel Kabar Buruk Kehamilanku
9.7
Kebahagiaan Rike atas kehamilannya hancur setelah muncul kabar mengejutkan yang menyebut dirinya hamil sebelum menikah. Akibat berita itu, sang ibu sangat kecewa dan langsung menuduh Rike telah berzina. Di tengah duka, Rike harus berjuang keras demi mengembalikan kepercayaan ibunya. Namun, apakah tuduhan menyakitkan tersebut memang benar adanya? Ikuti kisah perjuangan Rike dalam mengungkap kebenaran yang sesungguhnya di balik misteri ini.
Sampul Novel Terjerat Pesonamu
8.0
Sekembalinya dari kuliah di Amerika, Anita langsung memegang kendali bisnis keluarganya. Di tengah kesibukan baru itu, ia dipertemukan dengan Aldo, seorang pebisnis sukses yang jatuh hati padanya. Hubungan mereka pun mendapat restu penuh keluarga. Sayangnya, keharmonisan itu mulai goyah sejak Alexander, sosok terdekat Aldo, hadir. Konflik cinta segitiga yang rumit kini menguji mereka. Mampukah Anita menemukan kebahagiaan sejatinya?