APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU

MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU

Dunia Shara runtuh ketika sang ayah terjerat utang riba yang teramat besar. Di tengah keputusasaan, sesosok mantan narapidana misterius datang melunasi seluruh utang tersebut. Namun, bantuan itu tidak gratis; ia menuntut Shara menjadi istrinya. Terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria asing yang penuh rahasia gelap, Shara merasa hidupnya telah dirampas. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah pada nasib atau nekat melawan sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 3

ANCAMAN

Shara menundukkan wajah, jari-jarinya terkepal erat di atas lutut. Napasnya tersengal setelah berjalan cepat meninggalkan mini market di ujung jalan. Dadanya masih berdebar, bukan karena lelah, melainkan karena rasa kesal yang membuncah.

Tatapan itu...

Tatapan laki-laki itu mengganggunya.

Shara tidak salah lihat. Saat ia berbelanja tadi, ia sempat menoleh ke arah sebuah gedung tertutup di seberang jalan, dan di sana, berdiri seorang pria berjas hitam dengan mata tajam menatap lurus ke arahnya. Ya, Damian ada di sana. Di seberang jalan itu bersama banyak pria bertubuh besar. Wajah pria itu dipenuhi bayangan karena cahaya sore yang mulai redup, tetapi Shara bisa melihat senyum samar di bibirnya.

Shara meringis. Senyum itu bukan senyum ramah. Bukan pula senyum hangat. Ada sesuatu yang tersembunyi di baliknya, sesuatu yang membuat bulu kuduknya meremang.

Lalu, pria itu pergi begitu saja. Meninggalkan rasa penasaran sekaligus kegelisahan dalam diri Shara.

***

Malam itu, deru suara mesin mobil menggema di sepanjang jalan kecil yang menuju rumah Shara.

Warga kampung keluar dari rumah mereka, menatap dengan heran dan penasaran. Tiga mobil mewah berwarna hitam berderet di depan rumah sederhana milik keluarga Shara. Pintu mobil pertama terbuka, menampilkan sosok pria tinggi yang turun dengan langkah tenang.

Damian.

Ia mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku. Rambutnya tertata rapi, dan matanya yang tajam mengawasi keadaan sekitar dengan sikap santai tetapi berwibawa. Gaya dan bahasa tubuh itu menjadi ciri khas Damian.

Di belakangnya, empat pria berbadan kekar berpakaian serba hitam mengikuti, masing-masing membawa barang-barang mahal, kotak-kotak seserahan berisi emas, perhiasan, kain sutra, dan entah apa lagi yang berkilauan dalam lampu malam.

Shara, yang sejak tadi mengamati dari balik tirai jendela, merasa darahnya berdesir penuh amarah. Ia sudah mendengar desas-desus tentang pria itu. Mantan penjahat. Mantan narapidana. Orang yang telah membeli kebebasannya dengan uang.

Ayah dan ibunya berdiri di depan pintu, wajah mereka tegang dan canggung. Damian melangkah masuk, menyapu setiap sudut rumah dengan tatapan elangnya. Damian mencari keberadaan Shara.

"Aku tidak suka menunggu, mana Shara?" ucapnya dengan suara dingin.

Mita, ibu Shara langsung gelagapan dan buru-buru berjalan ke kamar Shara.

"Shara! Keluar nak! Damian datang!" sang ibu segera mengetuk pintu kamar Shara. Gadis itu berjalan keluar dengan ekspresi tanpa keramahan.

"Shara, besok kita menikah."

Ucapan itu membuat semua orang terdiam. Warga kampung yang menguping dari kejauhan saling berbisik.

Shara melangkah keluar dengan wajah merah padam. "Aku tidak akan menikah denganmu, penjahat!" serunya lantang.

Namun Damian tidak terkejut. Tatapannya tetap datar, seolah ia sudah menduga reaksi itu.

Shara semakin frustrasi. Ia menoleh ke meja kecil di dekat pintu dan tanpa pikir panjang, meraih sebilah pisau dapur. Mata Damian menangkap gerakan itu, tetapi ia tetap berdiri diam di tempatnya.

"Jangan mendekat! Aku akan mengakhiri hidupku jika kau memaksaku menikah!" suara Shara bergetar, tetapi genggaman tangannya pada pisau semakin erat.

Wajah Damian tetap tanpa ekspresi. Dengan langkah santai, ia memasukkan tangan ke dalam saku celana, lalu berkata dengan suara rendah, "Kalau kau ingin mati, silakan. Tapi sebelum itu, pikirkan baik-baik."

Shara menelan ludah.

"Jika kau tidak menikah denganku," lanjut Damian, "Maka keluargamu akan hancur. Rumah ini, warung kecil ayahmu, semuanya akan hilang. Dan adikmu? Masa depannya akan kuhabisi dengan tanganku sendiri."

Pisaunya bergetar di genggaman Shara. Dadanya naik turun, otaknya berusaha mencari celah untuk melawan. Tetapi... ia tidak menemukan jalan keluar.

Ia kalah.

"Tolong lah nak, jangan menyusahkan kami, menikahlah dengan Damian." ayah dan ibunya memohon belas kasih dan itu membuat Shara terluka.

Ia menggigit bibir, lalu dengan tangan gemetar, meletakkan pisau itu kembali ke atas meja.

"Aku..." suaranya serak. "Aku akan menikah denganmu."

Senyum tipis Damian akhirnya muncul. Ia menoleh ke arah orang tua Shara.

"Aku akan membawa putri kalian bersamaku malam ini," katanya.

"Untuk berjaga-jaga agar dia tidak bertindak bodoh lagi."

Orang tua Shara saling bertukar pandang. Ada kepasrahan di mata mereka.

"Ayah, Ibu-!" Shara melangkah mundur, tapi ayahnya hanya menundukkan kepala.

"Ibu dan Ayah merelakanmu, Nak..." suara ibunya bergetar.

Damian melangkah mendekat dan tanpa menunggu jawaban lagi, ia meraih tangan Shara dengan lembut, tetapi penuh tekanan.

"Mari kita pulang," bisiknya.

Dan malam itu, kehidupan Shara berubah untuk selamanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar
8.9
Pasca kecelakaan maut merenggut Elzien Kagendra, Shifra yang sebatang kara malah diperlakukan layaknya pembantu oleh mertuanya. Nasib membawanya pada peristiwa satu malam yang berujung pernikahan dengan adik iparnya sendiri. Namun, saat Shifra telah melahirkan anak mereka, Elzien yang dikira sudah tewas mendadak kembali. Shifra kini didera dilema hebat antara cinta pertamanya atau suami kedua sekaligus ayah dari bayinya.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Love and Hurt
8.0
Bagi Tiffany Ananda Putri, bertemu lagi dengan Jimmy Stevano Cavarro adalah petaka yang merusak hidupnya secara beruntun. Kehadiran pria itu dianggap sebagai kesalahan takdir yang fatal. Di sisi lain, Jimmy tidak goyah. Ia berjanji akan selalu mencintai Tiffany tanpa peduli waktu, mulai dari masa lalu hingga masa depan nanti. Jimmy tetap teguh memegang perasaannya, meski kini hubungan mereka telah dipenuhi oleh luka serta kebencian yang teramat dalam.
Sampul Novel Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
9.3
Dunia sang protagonis hancur saat mengetahui anak angkatnya adalah hasil perselingkuhan suaminya, Yobel, dengan adiknya sendiri, bahkan didukung orang tuanya. Di tengah pengkhianatan ini, Yobel justru menolak cerai dan memohon ampun. Berpura-pura percaya, ia memberi Yobel waktu tujuh hari untuk membuktikan cinta. Namun, semua orang tidak menyadari bahwa sang istri sebenarnya telah meninggal tujuh hari lalu. Malaikat kematian hanya memberinya waktu singkat untuk kembali sebelum polisi meminta mereka mengidentifikasi jasadnya.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.