APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantan Istri CEO Tampan

Mantan Istri CEO Tampan

Alana terpaksa pergi menjauh selamanya demi membiayai operasi Andra. Ia rela meninggalkan suaminya itu meski dalam kondisi mengandung. Merasa dikhianati, Andra pun menyimpan dendam mendalam dan bertekad membalas sakit hatinya jika kelak bersua kembali. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Kini Alana telah memiliki seorang anak, sedangkan kebencian di hati Andra masih membara. Akankah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Saya akan lunasi biaya operasi suami kamu. Tapi dengan satu syarat,” ucap seorang wanita tua yang masih terlihat cantik itu pada Alana. Wanita tua itu bernama Nita.

“Apa syaratnya, Ma?” tanya Alana dengan tubuh yang basah kuyup.

“Tinggalkan Andra. Dan pergi sejauh mungkin dari kehidupannya.”

Bola mata Alana membeliak. Ia terkejut dengan syarat yang diucapkan oleh ibu mertuanya. Meninggalkan Andra? Bagaimana mungkin.

Andra adalah suaminya. Terlebih saat ini lelaki itu sedang terbaring lemah di rumah sakit.

“Tapi aku tidak bisa melakukan itu, Ma. Aku tidak bisa meninggalkan Andra. Dia suamiku dan dia sangat membutuhkanku saat ini.”

“Andra anakku. Aku bisa merawatnya dengan baik,” tukas Nita cepat. “Dulu aku yang membesarkannya. Tapi setelah dewasa, dia malah jatuh ke dalam jerat perempuan miskin seperti kamu dan memilih pergi dari rumah ini. Sekarang lihat apa yang terjadi pada Andra? Kamu hanya bisa membawanya hidup susah. Kamu membuat Andra menderita. Jadi sebaiknya kamu tinggalkan dia. Biarkan Andra hidup bahagia dengan wanita yang lebih baik dari kamu,” lanjut Nita dengan nada tinggi.

Alana menggeleng. Berpisah dengan Andra? Membayangkannya saja Alana tidak sanggup.

Hujan masih mengguyur dengan deras, Alana hanya dibiarkan berdiri di depan pintu rumah. Sebab Nita tak akan pernah membiarkan Alana menginjakkan kaki di rumahnya yang megah.

“Aku dan Andra saling mencintai, Ma. Tolong jangan berikan syarat seberat ini. Aku berjanji akan berusaha membahagiakan Andra. Tolong jangan minta kami untuk berpisah. Apalagi saat ini aku sedang mengandung cucu Mama,” mohon Alana sambil menangis. Ia mengusap perutnya.

“Andra sudah tahu kamu hamil?” tanya Nita menyelidik.

Alana menggelengkan kepalanya. “Belum, Ma.”

“Bagus. Kalau begitu gugurkan,” cetus Nita tanpa perasaan.

Mata bening Alana membola, ia menggeleng dengan cepat.

“Tidak, Ma. Aku tidak mau membunuh bayi ini. Ini buah cinta kami, dia tidak berdosa.”

Nita berdecih dengan kesal. “Andra itu lelaki sehat. Dia masih bisa mendapat banyak anak dari wanita lain. Kalau kamu benar-benar sayang pada anak saya dan ingin dia sembuh. Maka tinggalkan dia dan pergi jauh dari kehidupannya. Hanya itu.”

Alana mengusap air matanya, kepalanya terangkat dengan wajah memohon.

“Aku tidak bisa meninggalkan Andra, Ma. Aku mencintainya,” ucap Alana.

Nita menyunggingkan sebelah sudut bibirnya. Tanda ia mengejek.

“Terserah kalau kamu tidak mau meninggalkan anak saya. Maka silahkan cari uang ke tempat lain,” ucap Nita lalu membalikan tubuhnya hendak masuk ke dalam rumah.

Alana terhenyak mendengar perkataan ibu mertuanya. Kemana lagi Alana harus mencari uang untuk biaya operasi Andra? Ia tidak memiliki sanak saudara untuk dimintai pertolongan. Sementara operasi Andra harus segera dilakukan malam ini juga. Jika tidak, nyawa Andra dalam bahaya.

Maka sebelum Nita benar-benar menutup pintu, dengan cepat Alana menahannya.

“Tunggu, Ma.”

“Ada apa lagi?” sentak Nita.

“Aku, aku bersedia meninggalkan Andra,” putus Alana pada akhirnya. Nita langsung menyunggingkan senyum kemenangan. “Tapi tolong bantu biayai operasinya, Ma. Dokter bilang Andra harus dioperasi secepatnya,” lanjut Alana.

Sebagai seorang istri, Alana tahu ini pilihan yang berat. Meninggalkan suami yang dicintai dengan keadaan hamil. Tapi apa yang bisa Alana perbuat? Saat ini hidup dan mati Andra bergantung padanya.

***

Alana terduduk di depan ruang operasi Andra, ia meremas buku jarinya dengan erat. Sementara salah satu tangannya memegang sebuah map yang harus ia tandatangani.

“Cepat tanda tangan! Kenapa lama? Kamu mau Andra lebih lama lagi mulai operasinya?” sentak Nita yang berdiri melipat kedua tangannya di depan Alana.

Alana mendongkak menatap Nita. Namun ibu mertuanya itu sama sekali tidak peduli dengan matanya yang sembab. Alih-alih pada janin yang sedang dikandungnya.

‘Maafin aku, Ndra. Aku terpaksa menandatangi surat cerai ini demi kesembuhan kamu. Sekali lagi aku minta maaf, Ndra. Aku cinta kamu,’ ucap Alana dalam hati.

Sebelum kemudian ia menggerakan tangannya untuk membubuhkan tanda tangan di atas kertas itu. Surat cerai yang telah dipersiapkan oleh ibunya Andra.

Melihat tangan Alana yang bergetar, senyum puas langsung tergambar di wajah Nita. Ia senang karena akhirnya Andra dan Alana berpisah. Maka Nita bebas menjodohkan Andra dengan wanita pilihannya.

“Sudah, Ma,” ucap Alana pelan setelah ia selesai menandatangani surat cerainya.

Nita merebut map itu kasar. Lantas senyumnya semakin lebar saat melihat tandatangan Alana di sana.

“Bagus. Sekarang kamu pergi dari sini,” usir Nita.

Alana bangkit berdiri dan menggeleng.

“Biarkan aku menunggu sampai operasi Andra selesai, Ma. Aku mau tahu pasti keadannya.”

“Andra akan baik-baik saja. Sekarang kamu tepati janji kamu. Pergi sejauh mungkin dari hidup anak saya. Jangan pernah tunjukan batang hidungmu sedikitpun di depan Andra. Dan satu lagi, besok pagi kamu harus sudah mengosongkan kontrakan kalian. Karena saya tidak mau Andra mencari kamu ke tempat kumuh itu,” sentak Nita memberi peringatan. Lalu mendorong Alana hingga mundur beberapa langkah ke belakang.

“Ma, aku akan pergi Ma aku janji. Tapi aku mau tunggu sampai operasi Andra selesai. Biarkan aku tetap di sini dulu. Aku mau tunggu Andra, Ma.”

“Satpam!” Nita berteriak memanggil keamanan. Alana menggeleng dan terus memohon pada ibu mertuanya.

Tak lama seorang lelaki berseragam keamanan datang menghampiri Nita.

“Iya, Bu.”

“Perempuan ini membuat kegaduhan di depan ruang operasi anak saya. Tolong seret dia keluar!”

“Baik, Bu. Ayo, Mbak. Ikut saya keluar.” Satpam itu menarik tangan Alana.

“Tidak mau. Andraa! Andra! Ma, aku mau tunggu Andra Ma.”

Alana terus berteriak. Namun Nita sama sekali tidak peduli. Ia tersenyum senang melihat Alana terus diseret keluar.

“Akhirnya, saya bisa juga pisahkan kamu dengan Andra. Anak saya tidak pantas bersanding dengan perempuan miskin seperti kamu, Alana,” ucap Nita sambil berpangku tangan.

***

Jarum jam di dinding rumah sakit menunjukan pukul dua pagi.

Nampak seorang lelaki bertubuh tegap dan jangkung terbaring lemah di sebuah ranjang. Perlahan jari-jemarinya bergerak lembut. Bergetar seolah ingin menunjukan kalau ia telah sadar.

Meski berat, lelaki itu berusaha membuka kelopak matanya sedikit. Maka langit-langit rumah sakit menjadi pemandangan pertama yang ia lihat.

“Al-ana..”

“Alana..”

Suaranya bergetar memanggil nama wanita yang begitu ia cintai. Matanya menatap sekeliling, tapi ia tidak melihat siapapun di dalam ruangan ini. Kemana Alana?

“Alana!”

Kini ia memanggil dengan suara yang agak keras. Hingga membuat Nita dan suaminya yang sedang tidur di sofa, terbangun. Mereka terkejut mendengar Andra berteriak memanggil-manggil Alana. Nita dan Darma—suaminya, langsung menghampiri Andra saat melihat lelaki itu hendak bangkit untuk turun dari ranjangnya.

“Andra! Kamu tidak boleh turun dulu. Kaki kamu masih sakit. Bekas operasi kamu belum sembuh betul, Ndra!” Nita menahan lengan Andra dengan panik.

“Istirahat, Andra. Dokter menyarankan kamu jangan terlalu banyak bergerak,” Darma menambahkan. Sembari membetulkan posisi Andra agar berbaring dengan benar.

“Di mana Alana, Ma? Pa? Kenapa Andra tidak melihat dia?”

Nita berdecak dalam hati. Orang pertama yang Andra tanyakan pasti Alana. Sepertinya wanita itu sudah berhasil menguasai hati dan pikiran Andra.

Darma pun memasang wajah malas saat mendengar nama Alana. Menurutnya, nama Alana bahkan tak pantas untuk sekadar disebut-sebut di dalam keluarga mereka.

Kedua orang tua Andra memang sangat membenci Alana, karena mereka menganggap kalau Alana sudah membuat Andra memilih meninggalkan rumah demi menikah dengannya.

Padahal dulu Andra sudah mau dijodohkan dengan anak rekan bisnis mereka. Tetapi Andra menolaknya dengan tegas. Lantas pergi dari keluarganya, dan menikah tanpa restu dengan wanita miskin seperti Alana.

“Ma? Aku sedang bertanya. Di mana Alana?”

“Alana sudah pergi, Ndra,” Nita menjawab pelan. Sambil menampilkan wajah sedih di depan Andra.

“Pergi? Pergi bagaimana maksudnya?” Andra bertanya panik.

“Dia pergi meninggalkan kamu bersama laki-laki lain.” kali ini Darma yang menjawab.

Dan kening Andra berkerut mendengarnya. Papanya bilang kalau Alana pergi bersama laki-laki lain? Tidak! Andra tidak akan percaya itu sedikitpun.

Alana sangat mencintainya. Mana mungkin ia akan tega meninggalkan Andra? Orang tuanya pasti bohong. Alana tidak pernah meninggalkannya.

Jika berkenan, mampir ke novelku yang lainnya yuk! Siapa tahu ada yang kalian suka.

Judulnya:

1. CEO in My Bed

2. Gadis yang Ternoda

3.Salah Pilih Pengantin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Bonekamu Lagi
8.4
Setelah menyerahkan segalanya pada Adriel di malam penobatannya sebagai bos mafia Keluarga Mahendra, Vivian mengira penantiannya berakhir bahagia. Namun, ia mendengarkan sendiri bagaimana Adriel menghina dirinya dan hanya menjadikannya alat pemanasan sebelum mendekati wanita lain. Hancur oleh pengkhianatan kejam sang miliarder, Vivian memutuskan untuk tidak lagi menjadi boneka yang patuh. Ia segera mengirim pesan rahasia kepada Bos Indra Wijaya, meminta dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum promosi tiga hari lagi.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Sebagai CEO sukses dan duda satu anak, Rehan Hadinata merindukan kehadiran sosok wanita di hidupnya. Di tengah banyaknya wanita yang mencoba mendekat, belum ada satu pun yang mampu memikat hatinya. Suatu ketika, Rehan mencoba peruntungan melalui aplikasi kencan daring dan terpikat oleh profil Nesya Cintia Ayu. Ia pun memutuskan berkirim pesan untuk memulai perkenalan. Akankah obrolan ini membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?
Sampul Novel Crossing Love
9.6
Trauma masa kecil membuat dunia Miya Tamama menjadi kelabu tanpa warna. Namun, kehadiran Tamama Kunai, seorang putra konglomerat sekaligus investor sekolah, mulai membawa perubahan besar di hidupnya. Di sisi lain, meski Miya selalu disayangi oleh kakaknya yang berprofesi sebagai dokter, Koko Tamama, ternyata ada sosok pria misterius yang diam-diam terus mengawasinya. Mampukah ketulusan sang pewaris takhta kekayaan menyembuhkan luka masa lalu Miya dan mengubah takdirnya?
Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
9.8
Xion, seorang petarung tangguh yang baru saja kembali, memilih jalan hidup tak terduga dengan menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat menawan. Di tengah kembalinya sang jagoan, ia membawa misi ganda yang membara dalam dirinya. Xion bertekad untuk menuntut balas atas setiap dendam masa lalu yang belum terselesaikan, sekaligus membalas semua kebaikan yang pernah ia terima. Kisah aksi romantis modern ini penuh dengan perjuangan dan kesetiaan yang mendalam.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
8.3
Kiana terkejut saat mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu, dan sahabatnya adalah istri sah yang sebenarnya. Pengkhianatan ini terjadi setelah Kiana mandul akibat menyelamatkan Yovan. Menolak diperdaya, Kiana membalas dendam dengan menikahi tuan muda miliarder yang menjadikannya pihak berkuasa atas proyek mereka. Pernikahan mewahnya menggemparkan kota, dan ia berhasil melahirkan anak kembar. Saat Kiana berniat mundur demi cinta sejati suaminya, sang tuan muda justru memohon agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Kisah cinta tumbuh di antara Lintar, pemuda yang ulet, dan Dewi, seorang janda yang sukses menjabat sebagai CEO. Walau awalnya terasa canggung, perasaan tulus mulai menyatukan mereka. Rintangan besar menghadang saat paman Lintar menentang keras hubungan ini. Demi mempertahankan cintanya pada janda kaya tersebut, Lintar berjuang keras meyakinkan orang tuanya. Simak perjuangan emosional Lintar dalam meraih kesuksesan sekaligus kebahagiaan sejati bersama wanita dambaannya.