APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malapetaka Cinta Claire

Malapetaka Cinta Claire

Mimpi Claire memiliki pernikahan indah sirna saat terjebak dalam siksaan keluarga konglomerat. Setelah dihina dan diceraikan Randi karena dinilai mandul, ia justru menemukan rahasia kelam masa lalu keluarga mereka. Berbekal dendam mendalam, Claire nekat merombak total fisik serta identitasnya untuk membalas rasa sakit hati tersebut. Mampukah ia menuntaskan misi balas dendamnya terhadap mantan suaminya?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan restu kepada wanita rendahan seperti dia.” Bentak pria paruh baya sembari menatap matanya ke arah jendela besar di gedung pencakar langit.

“Pa, apa masalahnya sih sampai Papa dan Mama sulit menerima Claire?” Randi dengan suara yang tidak kalah kerasnya sesekali memukul meja yang berada di samping tubuhnya. Sementara aku terus berusaha menenangkan Randi yang sedang terpacu emosi.

“Nak, kami sebagai orang tua tentu mau yang terbaik untuk kamu. Claire sudah jelas tidak sederajat dengan kita, lantas, apa kata kolegamu?” Wanita paruh baya dengan rambut pendek berwarna merah menjelaskan dan memberikan pengertian kepada anak lelaki tunggalnya yang kini penuh dengan amarah atas penolakan kedua orang tua terhadap aku tepat di depan hadapan dan mataku.

“Dan kamu Claire, tolong mengerti bahwa kami ini adalah keluarga terpandang. Kamu harusnya sadar diri posisimu hanya sekretaris dari keluarga rendahan!” Tegas Mama Randi dengan menatap sinis ke arah kedua bola mataku. 

“Ma, status sosial itu subjektif. Aku hanya mencintainya, Ma, Pa!!” Geram Randi yang semakin meninggikan suaranya.

“Persetan dengan cinta! Cinta itu bisnis Randi dan kau tidak akan pernah bahagia jika terus memaksa menikah dengan wanita pilihanmu ini!” Roger membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati anak lelakinya.

“Tegar, sabar Claire.” Aku memejamkan mata kala mendapatkan perlakuan yang amat menyakitkan ini. Sementara Randi mengarahkan tangannya ke arah tanganku, lalu ia genggam dengan kuat tanganku yang sudah berkeringat dan gemetar kala berada diposisi terhina.

“Kau adalah ahli waris satu-satunya keluarga ini, jangan buat malu keluarga cuma karena kau menikahi wanita yang kau inginkan. Camkan itu!” Bisik Roger pelan namun ketus tepat disebelah telinga Randi sembari melirik tipis ke arah Claire yang berada di seberangnya.

Roger berjalan dua langkah melewati Randi, lalu dengan keras Randi berteriak.

“Pa, aku kembalikan semua apa yang telah Papa beri kepadaku. Aku keluar dari kantor ini, aku tidak butuh apapun dari Papa dan atas nama Papa sekalipun! Aku memilih hidup dengan Claire!” 

Air mataku tak terbendung kala mendengar ucapan pria yang sedang menggenggam tanganku ini. Begitu besarkah cintanya hingga ia berani melepaskan semua privilage dalam hidupnya hanya untuk menikahiku gadis miskin yang hanya status sekretaris?

Sontak Roger membalikkan badan mendengar teriakan anak kesayangannya ini.

“Kurang ajar kau!!!!” Roger hendak mendekati sang anak, namun tiba-tiba ia terjatuh berlutut sembari memegang dada kirinya. 

“Paaaaaa!!!!!” Teriak Mama histeris dan langsung menghampiri suaminya yang kini tengah jatuh berlutut kesakitan.

Randi panik, ia segera melepaskan genggamannya dari tanganku dan berlari keluar dari ruangannya dan berteriak di seantero lantai.

“Tolong satpam tolongg!!!!” Teriaknya sembari menoleh ke kanan dan ke kiri.

Aku langsung berlari ke arah Roger dan memberikannya pertolongan pertama.

“Sana kamu! Mau kau apakan suamiku?” Teriak histeris Airin sembari mendorong tubuhku.

“Tante, ini harus diberikan pertolongan pertama sepertinya gagal jantung.” Aku berusaha bangkit dan mencoba untuk memberikan pertolongan pertama kepada Roger.

Tak berapa lama, dua orang satpam yang bertugas di lantai enam belas ini pun dengan sigap mendekati arah sumber suara.

“Ambulance ambulance ambulance…” Tambah Randi yang dilanda kepanikan hebat kala melihat dengan jelas papanya terjatuh.

***

Sesampainya di rumah sakit, Roger masih dengan kondisi tidak sadarkan diri ini langsung dilarikan menuju ruang ICU. Aku melihat dengan jelas betapa Randi menyesali perkataannya.

 “Maaf pihak keluarga diharapkan menunggu terlebih dahulu.” Ucap suster yang mengantarkan ranjang Roger dan segera menutup pintu ruangan ICU ini.

Aku menatap dengan jelas wajah panik Randi dan Airin yang tampak khawatir dengan kondisi Roger, entah apa yang mereka sedang pikirkan, namun sesungguhnya aku hanya berharap Roger bisa menerimaku.

“Bapak sudah melewati fase kritisnya dan akan segera kami pindahkan ke ruangan VVIP.” Senyum dokter yang keluar dari ruangan tertutup ini menghentikan sedih pihak keluarga dan aku. 

“Randi…” Roger yang masih mengenakan selang oksigen perlahan memanggil nama sang anak yang berada disisinya. 

“Pa.. Pa.. Iya Pa, aku disini bersama mama dan Claire.” Randi antusias menghampiri Roger sembari mendengarkan apa yang ingin papanya sampaikan.

“Jangan pergi dari hidup papa…” Ucapnya tertatih-tatih.

“Aku mau menikahi Claire Pa..” Randi sepertinya berada pada momen yang tepat kala meminta persetujuan untuk menikahiku meskipun kondisinya saat ini amat tidak mungkin bisa dipikirkan dengan matang.

“Telfon Luki sekarang juga…” Randi masih dengan suara yang samar-samar akibat tertutup selang oksigen, namun pesannya masih bisa dipahami oleh Re.

“Iya pa, sebentar aku telfon Om Luki.” Jawabnya dengan cepat.

“Ada apa dengan Luki, Pa?” Airin yang tak kalah ingin ikut campurnya lantas menanyakan apa hubungan Luki dengan permintaan suaminya.

“Sebentar Ma, aku hubungi dulu.” Randi tak ingin berlama-lama, dengan cepat ia pun meletakkan kembali telapak tangan papa yang sedari tadi menggenggam erat tangannya, lalu pergi keluar.

“Claire, kamu baiknya pulang aja. Lagian, untuk apa juga masih ada disini?” Airin yang masih dengan karakter judesnya seolah mengusirku yang masih memastikan bagaimana kondisi Roger sepenuhnya.

“Ta..tapi Te.” Aku menunjuk Randi yang masih keluar untuk menghubungi Pak Luki.

“Jangan manja jadi perempuan, bisa pulang pake ojek online kan? Kamu kira anak saya supir yang harus antar jemput kamu tiap hari!” Bentaknya.

Seperti tidak ada pilihan yang membuatku harus menunggu Randi saat ini. Sebab sudah sangat jelas kalimat usir yang dilontarkan oleh Airin, sehingga satu-satunya tindakan yang bisa ku lakukan hanya pergi dari ruangan ini atau hadapan mata Airin.

***

“Loh ini masih jam segini, sudah pulang Cle? Tumben cepat banget. Terus ini kenapa nangis begini?” Alexa membukakan pintu seketika bingung sebab air mataku yang sedari tadi tidak terbendung akhirnya tumpah juga tepat di teras rumah. 

“Ayo-ayo masuk dulu Clee, tenang coba tenang yaaa.” Alexa, tanteku ini mengusap bahuku sembari membiarkanku berjalan hingga menuju sofa ruang tamu. 

“Karena Randi lagi?” Seolah ia bisa menebak apa yang telah terjadi, tentu saja dari pacar konglomeratku ini. 

“Iya, tadi ada kejadian gak enak di kantor Te, jadinya aku pulang cepat ini.” Sembari ku lihat juga arloji di tangan kiriku masih menunjukkan pukul dua siang. Wajar jika tante bertanya, sebab biasanya aku selalu pulang sore dan bahkan hampir tengah malam karena beban kerja yang masih terus banyak. Terlebih saat ini Randi banyak bekerja sama dengan kantor asing sehingga amat menyita waktuku yang harus menyusun jadwal dan agenda hariannya. 

“Ada apa? Aku gak lihat ada berita atau isu yang gak enak tentang perusahaan kamu.” Terlihat jelas bahwa kini tanteku amat penasaran apa yang terjadi di kantor hingga mengharuskanku pulang sangat awal. 

“Orang tua yang paling konglomerat itu.....” Tambahnya menyinggung kekasihku ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bercerai dengan Suami Miskin
8.2
Selama tiga tahun membina rumah tangga, aku memikul seluruh beban finansial karena mengira suamiku tidak berpenghasilan. Dia bahkan melarangku membeli tas murah seharga 400 ribu rupiah dengan alasan terlalu boros. Namun, kedoknya terbongkar saat aku mengetahui dia mempersembahkan kalung berlian senilai 8 miliar rupiah sebagai kado ulang tahun untuk cinta pertamanya. Lelaki yang kukira terlilit utang itu rupanya adalah pewaris tunggal dinasti konglomerat yang memiliki kekayaan triliunan rupiah.
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Lima tahun berpisah akibat amnesia pasca-kecelakaan, takdir mempertemukan kembali Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra. Theo, yang kini jatuh cinta pada Lili sang dokter, rela membayar sepuluh miliar kepada ayah Lili demi menikahinya. Meski terkenal temperamental, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili berusaha mempertahankan pernikahan rumit ini dengan merangkai kembali ingatan masa lalunya yang hilang melalui setiap sentuhan Theo.
Sampul Novel Dikhianati Sahabat Kecil, Aku Menikahi CEO Mandul
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati oleh kakaknya sendiri dan ditinggalkan oleh pria yang ia cintai, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di hari penentuan pernikahan mereka kembali. Alih-alih memperebutkan Zony yang ternyata diam-diam mencintai kakaknya, ia memutuskan untuk mengambil langkah berbeda. Tanpa ragu, ia menerima lamaran Gunawan, seorang CEO yang dikenal tidak bisa memiliki keturunan. Keputusan ini mengubah segalanya, hingga membuat mantan kekasihnya bersujud memohon penyesalan.
Sampul Novel Hasrat Tak Henti-Hentinya Sang Taipan Manipulatif
8.1
Irene terpaksa mendekati taipan berkuasa, Braydon, demi menyelamatkan bisnis sang ayah. Di balik ketangguhannya, Braydon menyimpan obsesi mendalam yang hanya ditunjukkan pada Irene. Meski terjebak manipulasi, Irene telanjur jatuh cinta, hingga hatinya hancur saat tahu Braydon bertunangan. Irene pun memilih pergi dan bertemu Dr. Mitchell, musuh bebuyutan Braydon. Kini, kedua pria berpengaruh itu bersaing sengit demi merebut hati Irene.
Sampul Novel I Stuck On You
7.9
Nadya Ivanka, seorang penulis amatir yang sedang terluka, terpikat oleh pesona Ethan Sullivan di Bali. Pria asal Australia yang tampan ini ternyata bukan orang biasa, melainkan bos media besar sekaligus pemilik resor mewah. Nadya yang dihantui trauma masa lalu mencoba bertahan, sementara Ethan yang dingin justru terobsesi dengan kesederhanaan Nadya. Di tengah bayang-bayang luka lama yang menyelimuti mereka berdua, mampukah cinta baru ini menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?