APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam Untuk Danira

Malam Untuk Danira

Danira, seorang gadis desa, memutuskan merantau demi mencari peruntungan di kota besar. Sayangnya, nasib buruk justru menjerumuskannya ke dalam pekerjaan gelap yang sangat ia hindari. Saat merasa terperangkap tanpa jalan keluar di jurang kehidupan, sebuah malam tak terduga mengubah segalanya. Takdir baru tersebut memutarbalikkan jalan hidup Danira secara drastis, membawanya pada perubahan besar serta pelajaran berharga yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Maaf, kamu gak bisa ikut aku terus. Kita juga harus keluar dari dormitory ini.”

“Kita mau kemana, Lus? Aku ikut kemanapun kamu tinggal. Aku hanya tau daerah sini, aku belum punya pengalaman tinggal di luar.” Danira mulai khawatir jika Lusy meninggalkannya. Ia belum satu bulan di sana dan belum mengerti cara bepergian jauh.

“Aku pikir, kontrak aku akan di sambung, ternyata gak jadi, Ra,” ujar Lusy dengan nada sedih.

Lusy memang pernah cerita pada Danira, kalau ia pulang kampung kemaren karena menghabiskan cuti tahunan sebelum kontraknya di perpanjang.

“Kita sama-sama aja cari kontrakan di luar, Sy.” Danira memohon.

Lusy terlihat ragu, ia kemudian mengalihkan pandang dari sahabatnya ke orang-orang yang sedang sibuk berfoto. Batamindo sore itu sedang ramai di kunjungi orang karena pohon yang tumbuh di sepanjang area wilayah tersebut sedang berbunga. Bunga-bunganya sangat banyak dan bewarna warni, mereka menyebutnya dengan musim Sakura.

Entahlah... Danira tidak tahu entah itu bunga Sakura sungguhan atau tidak. Ia sendiri tidak pernah melihat bunga khas negara Jepang itu seumur hidupnya.

Sekarang saja ia baru tahu kalau sebenarnya ratusan pohon yang tumbuh di kawasan Batamindo tersebut ternyata pohon Tabebuya yang sudah di tanam sejah tahun 1993 lalu. Jenis pohon Tabebuya ini sangan cocok tumbuh di daerah yang beriklim kering seperti Batam. Pohon ini suka membuat heboh warga Batam jika sedang musim mekar. Kawasan itu pasti ramai di kunjungi warga hanya untuk sekedar berfoto ria dan membawa anak mereka jalan-jalan.

“Bagaimana ini?” Danira menggigit bibir bawahnya sembari memikirkan apa yang harus ia lakukan. Gadis itu sedang termenung di kamar kost nya sendirian. Lusy sempat mencarikan Danira kamar untuk tempat tinggal sebelum benar-benar meninggalkan gadis itu.

Dan sejak saat itu, Danira tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Lusy. Ia sangat kecewa kepada Lusy karena telah meninggalkan dirinya dan memilih untuk tinggal bersama kekasihnya. Mereka sempat bertengkar waktu itu, tapi Lusy adalah anak yang keras kepala, Lusy tidak mau di atur. Ia sama sekali tidak pernah mau Danira kasih tahu kalau apa yang akan di lakukan Lusy itu sebenarnya tidak baik. Mereka baru saja berpacaran dan sudah memutuskan untuk tinggal bersama.

Danira kembali membuka dompetnya, hanya tersisa empat lembar uang ratusan ribu. Dan Danira yakin lembaran uang itu akan habis dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Gadis itu kemudian merebahkan diri di kasur tipis pemberian Lusy.

“Ibu... benar kata ibu kalau mencari kerja itu sangat sulit. Apalagi aku hanya memiliki ijazah SMA. Rata-rata mereka meminta yang berpengalaman, aku sama sekali tidak punya pengalaman,” keluh Danira.

Beberapa bulir air mata jatuh di pipi Danira. Sekarang gadis itu sangat ketakutan, dengan sisa uang yang ia punya berapa lama lagi ia akan bertahan di kota teh obeng itu? Andai saja Danira membelikan saja uang yang tertinggal itu dengan tiket pesawat untuk pulang ke kampung pasti sekarang ia tidak akan pusing seperti ini. Tetapi saat itu, saat uangnya masih banyak, ia tidak terfikir untuk pulang kampung dan ia masih optimis jika akan mendapatkan pekerjaan.

Danira mulai ketakutan, malam ini bisa di pastikan ia tidak akan bisa tidur dengan tenang.

*

Batam Center.

Pagi-pagi sekali Danira sudah berada di Kawasan Tunas Industri, sesuai dengan loker yang ia baca kemaren sore ada sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan operator. Sebenarnya, ini pertama kalinya Danira memberanikan diri ke pusat kota untuk mencari pekerjaan. Biasanya dia hanya mencari kerja di sekitaran tempat yang pernah ia kunjungi yaitu kawasan Batamindo, Panbill dan kawasan Tanjung Uncang yang tidak jauh dari tempat ia tinggal.

Di luar dugaan nya, yang melamar untuk posisi tersebut sangatlah banyak. Ia harus berjuang berhimpitan dengan pencari kerja lain untuk memasukkan map lamaran kerja. Setelah berhasil memberikan lamarannya pada security yang menjaga di sana, ia pun mengambil tempat duduk di depan perusahaan tersebut untuk melepaskan lelah agak sejenak.

“Panas, ya,” sapa seseorang pada Danira ketika gadis itu sedang mengipas wajahnya menggunakan map lain.

“Iya,” jawab Danira. “Padahal masih jam sembilan,” ucap gadis itu lagi sambil melirik pada jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Mau?” Dia menawarkan sebotol minuman dingin.

“Terima kasih.” Tanpa ragu Danira mengambil minuman yang masih bersegel tersebut. Dengan cepat ia membuka segel dan langsung meminum beberapa teguk untuk melepas dahaganya.

“Cari kerja juga?”

“Iya. Kamu?”

“Sama. Kalau sudah bergabung di sini, berarti sama-sama mencari kerja. Hehehe...,” jawabnya sambil tertawa kecil.

Danira juga tertawa, memang iya... yang berada di sana pencari kerja semua.

“Aku Randy, kamu?”

“Danira.”

Randy dan Danira saling berjabat tangan.

*

“Ra, ada dapat telepon dari Bu Siska?

“Ada.”

“Aku juga. Aku dah mau berangkat nih, kamu dimana sekarang?”

“Aku sedang nunggu angkot.”

“Oke, kita ketemu di sana, ya.”

Randy menutup panggilannya, begitu juga dengan Danira. Sejak pertemuan mereka satu minggu yang lalu di Kawasan Tunas, mereka jadi sering berkomunikasi. Randy sering memberi info pada Danira perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja.

Setengah jam kemudian, Danira sampai di Batam Center. Untuk memasuki Kawasan Tunas, tepatnya perusahaan yang akan ia tuju, Danira harus berjalan kaki. Mau naik ojek sayang sekali, karena jaraknya terlalu jauh. Hanya menghabiskan uang saja dan Danira sekarang berada dalam mode hemat.

“Ra, sini!” Randy datang menghampiri.

“Loh, kamu baru sampai juga?” tanya Danira heran. Harusnya Randi sudah sampai sekitar sepuluh menit yang lalu, karena jarak rumah Randy tidak terlalu jauh dari kawasan tersebut.

“Aku tunggu kamu, biar kita barengan ke dalam. Ayo naik!” ajak Randy.

Danira langsung saja naik dan duduk di motor Randy. Bersama mereka menuju perusahaan tempat mereka bertemu seminggu yang lalu.

Jika Danira duduk di belakang dengan perasaan yang biasa saja, berbeda dengan Randy. Pria itu merasa bahagia bisa membawa gadis itu duduk di motornya meskipun jarak yang mereka tempuh sangat singkat sekali.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Cinta
8.4
Saat sedang hamil, aku harus menghadapi kenyataan mengerikan. Selama tiga tahun ini, Liam Barnes yang merupakan kekasihku sendiri, membiarkan kembarannya, Lucas, meniduriku. Pengkhianatan kejam ini dilakukan Liam sebagai bentuk balas dendam demi cinta pertamanya, Vivian Quinn. Namun, reaksi berbeda ditunjukkan Lucas saat aku mengonfrontasinya. Di hadapanku, ia justru berlutut khidmat, mencium kakiku, dan bersumpah bahwa kesetiaannya kini sepenuhnya hanya milikku.
Sampul Novel Cinta Joanna
9.0
Kehidupan Joanna Alexander runtuh setelah memergoki pacar tercintanya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Cobaan hidup Joanna kian berat saat rahasia besar yang dipendam orang tuanya selama belasan tahun mendadak terbongkar. Di tengah gejolak batin dan luka emosional yang begitu hebat, sanggupkah Joanna menemukan kekuatan untuk berlapang dada serta mengampuni kesalahan fatal yang telah diperbuat oleh kedua orang tuanya?
Sampul Novel Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
9.4
Sebagai pewaris dinasti politik, keselamatan Alexa berada dalam ancaman besar. Sang ayah akhirnya menunjuk Rafael, seorang mantan tentara pasukan khusus yang sangat disiplin, untuk menjadi pelindung pribadinya. Walau Rafael berupaya keras bersikap profesional, daya tarik Alexa mulai menggoyahkan keteguhannya. Di tengah kepungan bahaya dari musuh yang mengintai, Rafael menyadari bahwa menghalau pembunuh jauh lebih mudah daripada meredam getaran asmara di antara mereka.
Sampul Novel Edoraded Distance
9.0
Pernikahan formal antara Kevin dan Sekar terasa begitu dingin dan hampa tanpa kehangatan nyata. Walau hubungan ini hanya sebatas status di atas kertas, Kevin yang sudah lama memendam rasa cinta pada Sekar enggan menyerah. Di tengah bayang-bayang keluarga Son dan Atmaja, ia berjuang keras meruntuhkan dinding pemisah di antara mereka. Kevin bertekad meyakinkan Sekar bahwa ikatan mereka adalah awal kebahagiaan sejati, bukan sekadar kontrak tanpa perasaan.
Sampul Novel Kisah Aku & Dia
7.9
Rina sangat mendambakan bisa terus mendampingi Damar selamanya. Walau ikatan mereka begitu kuat, bahkan melampaui kedekatan Damar dengan keluarganya sendiri, sebuah realitas perih harus dihadapi. Damar rupanya tidak membalas perasaan cinta Rina. Rina pun memilih menyimpan kepedihan mendalam ini rapat-rapat seorang diri. Impiannya kian runtuh ketika Damar memutuskan pindah ke luar kota, menyisakan Rina yang cuma bisa merelakan dan mendoakan kebahagiaan pria itu.
Sampul Novel Perih Dicintai yang Tak Direstui
8.1
Lima tahun berpacaran membuat Luna yakin Arman adalah jodohnya. Namun demi menjaga kehormatan sang ayah yang sakit, ia terpaksa menikahi Reza, tunangan sepupunya. Di tengah pengorbanan itu, ia mendapati kenyataan pahit bahwa Arman berselingkuh dengan Nadia hingga memiliki anak. Kini, Luna harus menjalani pernikahan tanpa cinta bersama Reza yang tidak bekerja, sambil terus meratapi hancurnya impian masa lalu.