APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam Pertama Dengan Pria Arab

Malam Pertama Dengan Pria Arab

Demi mengikuti jejak sang nenek, aku sangat mendambakan pria Arab sebagai pasangan hidup. Saat impian itu terwujud, kebahagiaanku justru hancur seketika. Keputusan impulsif yang kuambil tanpa berpikir panjang telah merusak pernikahan kami hingga tak bersisa. Kini, penyesalan mendalam terus menghantui hari-hariku. Apakah masih ada peluang kedua untuk memperbaiki hubungan ini setelah semua kehancuran yang disebabkan oleh kecerobohanku sendiri?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ya, sayang. Aku dan suamiku sudah bercerai dan suamiku kembali ke negara asal nya, setelah kami bercerai dan dia membawa putra kami bersama nya." Sahut nya sedih, terlihat jelas dari raut wajah nya bahwa dia sangat merindukan putra nya.

"Lalu, mengapa Ibu tidak mengunjungi mereka?" tanya ku sedikit kepo.

"Aku punya alasan sayang." Sahut nya mulai tenang.

"Lalu, apakah ibu bisa berbahasa Arab, atau mantan suami ibu yang berbahasa Ingris?" Tanyaku lagi tambah kepo.

"Aku sangat pandai berbahasa Arab," sahut nya.

"Aku juga pandai berbahasa Arab," sahut ku dengan mulut ku. tanpa penerjemah.

"Benarkah?" Tanya nya sambil tersenyum.

"Ya Umi' aku pernah menjadi TKW di Jeddah, satu tahun aku bekerja di Jeddah." Sahut ku dengan lancar, karna memang aku sangat mahir berbahasa Arab, Lidia tersenyum lebar karna sepertinya dia juga menyukai ku, terutama kami sekarang menjadi satu bahasa.

"Apakah kamu sudah menikah sayang?" Tanya nya dengan lembut.

"Aku seorang janda Umi." Sahut ku.

"Sudah berapa lama?" Tanya nya lagi.

"Sudah 16 tahun." Sahutku malu.

"Lalu mengapa kamu tidak menikah lagi?" Tanya nya mulai kepo.

"Entahlah Umi, aku merasa ragu kepada setiap pria yang ingin bersama ku." Sahut ku sambil menggigit bibir, kenangan buruk masa lalu terlintas dalam fikiran ku.

"Maaf' sayang aku tidak bermaksut membuat mu merasa tidak nyaman, mari kita berbicara tentang hal lain." Ucap nya lagi, dia wanita yang sangat peka, kami sama-sama diam mencari tema untuk memulai percakapan baru.

"Apa pekerjaan mu sayang?" Dia memulai pertanyaan.

"Aku tidak bekerja Umi, aku dan anak perempuan ku, ikut orang tua ku mengurus beberapa adik ku." Sahut ku jujur karna meski kami baru pertama bertemu tapi aku merasa sudah sangat akrab dengan nya.

"Apa pekerjaan Ayah mu?"

"Karyawan disebuah perusahaan batu bara."

"Jadi sekarang putri mu tinggal bersama mu?"

"Iya Umi."

"Putriku juga tinggal bersama ku, nama nya Nesreen, usia nya 18 tahun.

"Ooo...putriku berusia 16 tahun."

"Dan kamu? Berapa usia mu?" Tanya nya sedikit terkejut karna mungkin dia tidak bisa menebak usia ku.

"36 tahun Umi."

"Putra ku berusia 21 tahun, nama nya Neyreen, Neyren Alexander Nicole, suatu hari nanti. akan ibu kenalkan kamu dengan nya." Ucap nya bersemangat.

Kami pun banyak berbicara dan dia banyak bertanya tentang pengalaman ku saat menjadi TKW, dia juga sepertinya sangat menyukai ku.

2 jam berlalu, tidak terasa vc kami sampai 2 jam, tapi terasa baru beberapa menit, alarm diponsel nya berbunyi, yang artinya dia memiliki hal penting yang harus dia lakukan.

"Sayang, Ibu ada pekerjaan, nanti kita bicara lagi." ucapnya, terlihat dari wajah nya dia kesulitan meninggalkan ku.

"Iya Ibu, hubungi aku saat ibu bebas." Sahut ku sambil tersenyum lebar.

"Byy..." ucap nya sambil melambaikan tangan nya, kemudian memutuskan panggilan.

Setelah kepergian nya, aku seperti orang yang sedang jatuh cinta, aku tersenyum sendiri dan melompat kegirangan diatas tempat tidur, aku merasa. apa yang kurang dalam hidup ku, kini sudah lengkap.

Dua hari berlalu tanpa kabar dari nya, aku menghibur hatiku dengan berkata.

"Mungkin dia sibuk" tapi tetap saja kegelisahan menyelimuti fikiran ku, tapi aku tidak berani mengganggunya dengan mengiriminya pesan, aku takut pesan ku justru mengganggu nya.

Ting!

Notif masuk di ponsel ku, saat aku sedang mandi. aku buru-buru memakai handuk padahal masih ada banyak sabun di tubvh ku, aku berlari kemudian tangan ku menyambar ponsel yang terletak di atas televisi, aku melihat nama nya, membuat aku tersenyum lebar kemudian aku membuka pesan nya, aku bahkan belum sempat membaca isi pesan nya, tapi panggilan masuk dan membuat ku terkejut, dengan ragu aku menerima panggilan nya dan sempat berfikir.

"Tidak masalah, kami sesama perempuan." Gumam ku.

Vc ku terima, aku terkejut karna ternyata ada orang lain yang juga sedang bergabung di panggilan itu, Lidia berteriak.

"Oh Tuhan....." itu dia ucapkan repleks karna terkejut melihat aku hanya menggunakan handuk yang menutupi dada ku, sementara pria yang bergabung di vc juga memalingkan wajah nya sambil tersenyum.

"Maaf Umi, aku sedang mandi, dan maaf juga karna aku tidak tahu ada orang lain di vc ini, tolong beri aku waktu 5 menit." Rengek ku.

"Baiklah, pergilah." Sahut nya disertai tangan nya yang memberikan isyarat. agar aku segera pergi, aku tinggalkan vc yang masih aktif di atas televisi dan aku bergegas mandi lalu mengenakan pakaian ku, aku pun selesai dengan ritual ku tetapi tidak terdengar suara apapun di vc, aku fikir vc sudah berakhir, aku ambil ponsel ku dan aku melihat, Lidia sibuk dengan beberapa kertas ditangan nya, sementara pria itu sibuk dengan Laptop nya.

"Maaf...." ucap ku malu, membuat kedua mata orang itu memandang kearah ku, aku semakin malu dan menundukan kepala ku, aku merasa sangat ceroboh karna tidak menyadari bahwa itu adalah sebuah percakapan Grub.

"Tidak masalah sayang, Ibu yang salah. Ibu tidak memberitahu kamu sebelum membuat grub bersama Putra ibu." ucap nya sambil melirik ke sebelah nya, dimana putra nya juga sedang menyimak pembicaraan kami, dalam hati aku berkata.

"Anak nya tampan." Lidia menyadari kekaguman ku terhadap anak nya, dia pun mulai menggodaku.

"Ehem! Putra ku tampan kan?" tanya nya sambil mata nya melirik ke arah putra nya yang nampak cuek.

"I-iya." Sahut ku gugup, karna pria yang dia sebut putra nya terlihat begitu dingin bagaikan patung, hanya matanya saja yang berkedip, yang membuat aku yakin bahwa dia bukan patung.

"Kemaren. aku sudah menceritakan tentang kamu. kepada putra ku, aku mengajak dia untuk bertemu kamu di grub, tadinya dia keberatan, tapi setelah aku bujuk, akhir nya dia setuju." ucap Lidia memulai percakapan yang mulai canggung ini.

"Bagaimana kabar kalian?" tanya ku sambil mataku memandangi mereka secara bergantian.

"Kabar ku baik, putra ku juga baik." sahut Lidia, di iringi senyuman tipis dari putra nya.

"Neyreen, bagaimana menurut kamu, dia adalah wanita yang kemaren ibu ceritakan kepada mu?" tanya Lidia, sambil mata nya melihat kearah layar tempat putra nya berada, bukan jawaban yang kami dapatkan tetapi hanya sebuah senyuman, kemudian dia minum air putih yang tersedia di depan nya, dalam hati aku berkata.

"Apakah mungkin putra nya bisu? Astaga....aku bahkan tidak bisa bahasa isyarat." Aku memandangi pria itu tapi dia justru memandangi layar laptop nya yang menyala di depan nya.

"Bagaimana kabar ayah mu?" Pertanyaan Lidia menyadarkan ku dari lamunan.

"Oohh....baik, sekarang sedang bekerja." Sahut ku sedikit gugup.

"Bagaimana kabar Adik-adik mu?" Tanya nya lagi.

"Eeee....mereka juga baik."

"Putri mu apa kabar?" Tanya nya lagi, kali ini aku tidak langsung menjawab karna jantungku tiba-tiba berdebar, Neyreen memandangiku seolah dia juga sedang menunggu jawaban ku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun pernikahan kami hancur saat Baskara tahu aku hanyalah pengganti Clara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku disiksa dan dikurung. Kekejamannya memuncak saat dia membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang berpura-pura terancam. Kini, dukaku telah berubah menjadi dendam yang dingin. Tanpa sadar, keangkuhan Baskara membuatnya menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Aku akan menghancurkannya lewat hak yang dia sepelekan.
Sampul Novel Dia Lebih Dari yang Kamu Pikirkan
9.0
Samuel, sang taipan senjata global, menggemparkan publik saat mendekati Marsha, perempuan yang kerap dipandang sebelah mata dan dinilai hanya mengandalkan kecantikan. Namun, opini publik berbalik saat rahasia Marsha terbongkar. Ia ternyata seorang ilmuwan genius, ahli medis, dan pewaris sah sindikat bawah tanah. Di balik segala huru-hara tersebut, Samuel justru mengeluh di media sosial karena sang istri yang bersikap dingin dan menganggap dirinya sebagai musuh.
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Demi bertahan hidup, seorang pemuda desa memutuskan merantau ke kota besar dengan impian sederhana menjadi pengawal profesional. Namun, takdir berkata lain saat ia justru terseret ke dalam gelapnya dunia kriminal. Tanpa diduga, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang mengubahnya menjadi seorang gangster. Kini, ia harus terjebak di tengah pusaran konflik dunia bawah tanah yang menguji seluruh prinsip hidup serta keberaniannya.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Niat awal Sella untuk mencari pekerjaan berubah drastis saat ia justru terjebak dalam pernikahan kontrak. Dirinya terpaksa menjadi istri pengganti bagi Rishan, seorang CEO yang menikah hanya demi menepati janji pada ibunya. Tanpa ada rasa cinta, hubungan mereka diwarnai ego dan aturan sepihak dari Rishan yang dominan. Di tengah tuntutan aneh sang suami, Sella harus kuat bertahan dan berjuang mengendalikan perasaannya yang kian goyah dalam ikatan pernikahan paksaan ini.
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA
8.8
Dikhianati oleh kekasihnya hingga hancur, Louisa terperosok ke dalam bahaya besar yang mengancam keselamatan jiwanya. Di tengah situasi kritis, sesosok pria misterius datang menolongnya. Terbawa emosi yang kacau, Louisa nekat menawarkan imbalan berani kepada penolongnya itu. Tindakan ceroboh ini justru menyeret Louisa masuk ke dalam lingkaran kehidupan sang pria yang penuh marabahaya, mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.