APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Menginap secara rahasia di asrama kampus putranya membawa konsekuensi tak terduga bagi seorang ibu dalam novel modern Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap. Saat malam kian larut, ia diam-diam menyaksikan film dewasa sendirian. Sial baginya, aksi rahasia ini justru tertangkap basah oleh teman sekamar anaknya yang bertubuh kekar. Pria muda itu segera mengungkungnya dengan erat, mengembuskan napas hangat di telinganya sambil menggoda kesukaannya yang tersembunyi itu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku diam-diam tinggal di asrama kampus anakku. Tidak disangka, saat aku diam-diam menonton film dewasa di tengah malam, aku ketahuan oleh teman sekamarnya yang bertubuh kekar.

Tubuhnya yang panas menindihku dengan kuat, dia meniupkan napas hangat ke telingaku. "Tante, ternyata suka hal-hal seperti ini, ya!"

"Ti... tidak... hmm..."

Namaku Dian Ardana, seorang wanita dewasa yang kesepian di usia awal empat puluhan.

Di usia seperti ini, seharusnya aku bisa menikmati hidup dengan penuh gairah, tapi suamiku telah meninggal dunia sejak lama.

Dulu, aku tidak terlalu merasakannya, tapi seiring bertambahnya usia, terutama setelah melewati usia tiga puluhan, aku mulai merasakan kehampaan yang tiba-tiba muncul. Tidak peduli bagaimanapun aku mencoba, rasanya tidak pernah bisa terisi.

Apalagi sejak anakku masuk kuliah, setiap malam aku sendirian di rumah, kesepian yang terus menghantui membuatku tergila-gila pada mainan kecil. Sehari saja tidak menggunakannya, seluruh tubuhku langsung terasa gatal seperti ada semut yang merayap, sampai aku tidak bisa tidur.

Apa aku harus mencari seorang pria untuk memuaskanku?

Selesai mandi, aku mengoleskan losion ke tubuh sambil menatap cermin, aku tidak kuasa menahan desahan panjang.

Mungkin karena melahirkan di usia muda dan tidak sempat dinikmati sepenuhnya oleh suamiku, kulitku di usia empat puluh ini masih kencang dan mulus.

Tubuhku berlekuk dengan sempurna, tanpa sedikit pun lemak berlebih. Pinggangku ramping bak ranting dedalu, payudaraku putih montok, dan pantatku bulat bak buah persik yang ranum.

Di balik pesona wanita dewasa, masih tersimpan sedikit keluguan khas seorang gadis muda, pesona yang membuat setiap pria ingin menaklukkannya dengan kasar.

Tubuh yang sempurna seperti ini seharusnya tidak dibiarkan menganggur di rumah. Tubuh ini pantas untuk dinikmati dan dipuaskan.

Saat aku tengah mempertimbangkan untuk ikut kencan buta, tiba-tiba anakku menelepon, mengajakku berkunjung ke tempatnya.

"Bu, akhir pekan ini, aku berencana mendaki gunung bersama teman-teman sekamar. Ayo ikut."

Kampus anakku berada di kota sebelah, tidak terlalu jauh dari tempatku tinggal. Saat dulu mengantarnya masuk kuliah, aku sempat mentraktir teman-teman sekamarnya beberapa kali, jadi kami sudah saling kenal. Aku merasa senang dan langsung menyanggupi ajakannya.

"Oke, kebetulan Ibu juga lagi nggak ada kegiatan. Ibu pesan kamar sekarang, ya."

"Nggak usah pesan, salah satu teman sekamar lagi ada urusan akhir pekan ini. Nanti Ibu tidur di tempat tidurnya saja."

Hah? Aku disuruh tidur di asrama pria...?

Apa... apa ini tidak masalah?

"Nggak masalah kok, Bu. Sampai ketemu malam nanti."

Sebelum aku sempat bicara lebih jauh, anakku sudah menutup telepon.

Sambil masih ragu, aku mulai membereskan barang-barang. Beberapa jam kemudian, aku tiba di kampus anakku.

Saat aku tiba, hari sudah menjelang sore. Anakku menjemputku bersama dua teman sekamarnya, Ivan Sadana dan Juan Maulana.

Aku mengajak mereka makan di sekitar kampus. Ketika kembali ke asrama, hari sudah gelap.

Saat terakhir kali mengantar anakku ke kampus, itu masih siang hari. Waktu itu semua orang baru datang dan sibuk dengan urusannya masing-masing.

Namun, kali ini, suasananya benar-benar berbeda.

Sekarang, cuaca cukup panas, para pemuda yang energik ini tidak ingin mengenakan pakaian terlalu banyak. Hampir tidak ada yang memakai atasan, semuanya hanya mengenakan celana pendek dan berjalan mondar-mandir di lorong. Bahkan ada beberapa yang telanjang bulat.

Pemandangan itu membuatku merasa sangat tidak nyaman, wajahku memerah dan napasku mulai tidak teratur.

Namun, selain aku, tidak ada yang menganggap ini aneh. Sepertinya hanya aku yang terlalu terkejut.

Sejak suamiku meninggal, aku sudah lama tidak melihat tubuh pria tanpa sehelai kain pun. Tidak kusangka, kali ini aku langsung melihat sebanyak ini.

Anakku kuliah di jurusan olahraga dan seluruh penghuni asrama juga pria-pria bertubuh kekar dari jurusan yang sama. Semuanya tinggi besar dan berotot. Mereka benar-benar seperti sekumpulan anak banteng yang mondar-mandir di sekitarku.

Celana pendek saja tidak cukup menahan aura maskulin mereka yang hampir meluap, apalagi mereka yang berjalan tanpa sehelai kain pun.

Aku menunduk sambil terus berjalan, tapi mataku tidak bisa menahan diri untuk melirik mereka diam-diam.

Luar biasa, mereka semua tampak begitu perkasa.

Kalau aku ingin mencari pria lagi, harus yang seperti mereka.

Rasanya, keinginanku sekarang terlalu kuat. Pria berusia empat puluhan kebanyakan sudah menurun tenaganya. Entah apakah mereka masih sanggup memuaskanku atau tidak.

Mungkinkah aku memang harus mencari yang lebih muda?

Saat aku sedang tenggelam dalam pikiran-pikiran itu, tiba-tiba seorang mahasiswa yang lewat di dekatku bersiul keras ke arahku.

"Arya, pacar baru, ya?"

Aku terkejut dan menoleh. Ternyata yang bicara itu juga tidak mengenakan apa pun di bawah, punyanya berdiri tegak di depanku. Aku langsung menoleh ke arah lain karena malu, telingaku terasa panas.

Arya Ganendra adalah nama anakku. Melihat wajahku yang memerah, dia menepuk orang itu dengan kesal. "Dasar gila, dia ibuku!"

"Ibumu? Nggak mungkin," balas orang itu sambil mendekat, matanya menyusuri tubuhku dari atas ke bawah. Dia berdecak dan berkata, "Wah, dasar bocah, sekarang main peran juga, ya?"

Wajahku makin memerah, tanganku mencengkeram ujung bajuku, aku tidak tahu harus berbuat apa. "Tan... Tante benaran ibunya.”

"Ah!" Orang itu tampak terkejut, lalu buru-buru menutupi tubuhnya. "Maaf, Tante... Anda kelihatan muda sekali."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DUA HATI YANG TERPISAH
9.7
Kepergian Rama meninggalkan duka mendalam yang membuat hidup Maya terasa hampa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang pria baru secara tidak terduga. Maya sangat terkejut karena lelaki tersebut memiliki rupa yang sangat mirip dengan mendiang kekasihnya. Kemiripan itu tidak hanya pada wajah, tetapi juga pada sifat dan kepribadiannya. Kehadiran sosok baru ini pun mulai mengguncang perasaan Maya yang sekian lama dilingkupi kesedihan.
Sampul Novel Hati Yang Tersakiti
8.1
Linda selalu diabaikan oleh ayah dan abangnya yang lebih menyayangi kakaknya, Sanny. Ketika pemimpin mafia Fendi Sucipto hadir menyelamatkan dan menikahinya dalam pesta megah, Linda mengira ia akhirnya dicintai. Namun, saat hamil tujuh bulan, sebuah kebakaran di pesta sang ayah mengungkap kenyataan pahit. Linda mendengar Fendi mengakui bahwa pernikahan mereka hanyalah rencana demi mendapatkan sumsum tulang belakang bayinya untuk menyembuhkan leukemia Sanny. Sadar dirinya hanya dimanfaatkan, Linda memilih pergi.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Kamila tersulut cemburu saat melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri. Demi merebut cinta, ia nekat mengamalkan Ajian Jaran Goyang dari Nyai Winarsih, sosok tua misterius yang awet muda. Tanpa disadari, tindakan Kamila justru menyeretnya masuk ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, kini mengancam nyawa mereka demi sebuah hubungan yang dipaksakan.
Sampul Novel Terapi Psikologis Khusus
7.9
Di dalam ruang klinik yang sunyi, Dokter Sam menjalankan sesi terapi psikologis pribadi untuk membantu Nina melepaskan tekanan batinnya. Dokter Sam meyakini bahwa kedamaian jiwa hanya bisa dicapai saat tubuh benar-benar rileks. Namun, metode terapi ini mulai melintasi batas ketika sentuhan fisik sang dokter membuat Nina terjebak dalam konflik batin yang hebat. Di satu sisi, akal sehatnya menolak dan memohon agar tindakan itu dihentikan, tetapi di sisi lain, tubuhnya justru mengkhianati keinginannya sendiri.
Sampul Novel The Marriage
9.1
Demi memegang teguh wasiat orang tua dan melindungi warisan melimpah dari keluarga Rotschild, Aoi yang tomboi terpaksa menikahi Makoto. Sosok suami pilihan ini adalah pria berdarah Jepang yang terkenal sangat dingin sekaligus pelit. Menghadapi perbedaan karakter yang begitu kontras, mampukah rasa cinta tumbuh di hati mereka? Akankah rasa benci Aoi perlahan sirna, atau justru pesona Makoto yang sanggup melunakkan kerasnya hati sang istri?
Sampul Novel Wanitamu Canduku
8.1
Rene, staf finansial, terjebak dilema cinta akibat kehadiran Tatang dan Farhan. Tatang, manajer bank yang matang, memicu kecemburuan Rene karena hubungan dekatnya dengan Ajeng. Sementara itu, Farhan yang posesif kembali dari London meski didera isu kehamilan Putri, sang mantan. Di tengah kejaran dua pria ini, Rene harus memilih di antara mereka sambil menghadapi konflik masa lalu dan ujian persahabatan yang menguji kesetiaan hatinya.