APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua

Makanan Menjijikkan Dari Mertua

Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.
Bab
Bagikan

Bab 1

Terinspirasi dari kisah nyata.

"Kak, makanan yang tadi dibawa ibu jangan disentuh, ya! Itu milikku." Rasa penasaran menyeruak, makanan apa gerangan yang dibawa oleh mertuaku tadi hingga Farra melarangku menyentuhnya.

"Kakak makan yang lain saja, ini khusus untukku!" Istriku itu mengambil tempat makanan yang terbuat dari plastik berwarna merah itu, dan langsung membawanya pergi.

Farra sedang hamil muda, dia ngidam dan terus-terusan ingin memakan masakan ibunya. Hampir setiap hari mertua atau adik dari Farra mengantar makanan ke rumahku ini, tapi anehnya makanan dari mertuaku itu tak boleh aku sentuh apalagi makan.

Kubiarkan Farra dengan keinginannya itu, seperti yang dia katakan makanan itu sangat dia inginkan, jadi tak ada bagian untukku. Semua itu berlangsung sekitar tiga minggu, selama itu aku tidak tau entah dimana dan kapan Farra memakan, makanan dari mertuaku itu.

Mungkin karena tidak mau aku ikut makan dia bersembunyi saat memakannya. Seperti saat ini diapun membawa makanan itu menuju dapur, tapi aku tidak tau kapan dia akan memakannya karena dia kembali lagi padaku dengan cepat.

"Kau tidak makan?" tanyaku, karena aku sedang menyuap nasi.

"Aku mual, nanti saja," jawabnya.

Farra akan mual bila memakan makanan lain selain dari yang dibawa dari rumah mertuaku. Dia akan selalu menolak makanan yang dibuatnya sendiri, tapi antusias dengan makanan yang dikirim dari rumah ibunya.

Kulanjutkan makan tanpa menawar lagi pada Farra, setelah selesai aku bawa piring kotor ke dapur dan mencucinya. Setelah dia hamil aku selalu membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, termasuk cuci baju, piring dan menyapu. Aku tidak mau dia kelelahan.

Ketika sedang mencuci Farra datang, dia menghampiriku dan meminta izin untuk keluar ke rumah sepupuku. Rumah sepupuku berada di depan sana, hampir setiap hari Farra ke sana untuk sekedar mengobrol membuang jenuh.Aku biarkan dia pergi, dan melanjutkan kegiatanku mencuciku.

"Dimana makanan itu disembunyikan Farra?" gumamku sambil terus mencuci. Rasa penasaranku tidak bisa dibendung lagi, hari ini aku harus menemukan makanan itu dan melihatnya. Selama ini aku berpura-pura tidak peduli, padahal hatiku sangat heran dan penasaran.

Setelah semua perabot kotor bersih, aku bergerak mencari makanan itu. Tapi semua sudut dapur telah kugeledah tempat makanan itu tidak nampak juga."Dimana dia menyembunyikannya?" gumamku sambil terus mencari.

Aku mencari dengar tergesa, berpacu dengan waktu karena bisa saja Farra pulang dan memergokiku. Hampir semua barang yang ada di dapur kuperiksa  yang terbuka dan tertutup, tapi apa yang kucari tidak ketemu juga. Benda itu seolah hilang ditelan bumi.

Karena lelah, aku duduk dan bersandar di tembok dapur. Secara tidak sengaja mataku menangkap sesuatu, plastik berwarna merah itu tersembul di atas lemari gantung atas kompor. Tempat yang tak pernah aku jamah karena tinggi dan merasa Farra tak mungkin meletakkannya di sana.

Tanpa membuang waktu, aku bergerak naik ke meja beton tempat kompor lalu mengambil plastik merah itu. Setelahnya aku turun dan menimang plastik itu sambil bergumam."Apa isinya, mengapa harus disembunyikan di tempat setinggi itu?"

Memikirkan bagaimana Farra meletakkannya aku menjadi cemas, bukankah dia sedang hamil muda. Mengapa nekat memanjat, tak takutkah terpeleset dan jatuh. "Ohh, Farra. Kau ada-ada saja!" gumamku kesal.

Kembali mataku fokus menatap plastik merah di tangan, rasa ingin tau mendesak hati hingga akhirnya aku membukanya juga. Aroma yang begitu nikmat mengusik penciuman begitu tempat makan itu terbuka, baunya benar- benar membuatku tak tahan ingin memakannya segera.

"Lauk apa, ini?" gumamku sambil bergerak mengambil sendok.

"Inikan pare, tapi mengapa aromanya seenak ini," gumamku lagi sambil menyendok potongan pare yang ada di dalam plastik. Aku terus menyendok, hingga sendokku mengangkat sesuatu.

"Lho, ada dagingnya. Pantesan saja aromanya enak, ternyata dicampur daging," gumamku lagi.

Kuangkat sendok yang berisi potongan daging, nafsu untuk mencicipi begitu kuat. Bahkan air liur hendak menetes, aku tak tahan ingin mencobanya barang sesendok. Akan tetapi sebelum sendok berisi potongan daging masuk ke mulutku,  aku melihat ada sesuatu yang aneh.

Kutarik cepat sendok lalu meneliti isinya."Apa ini?" Aku bergidik ngeri, ketika menyadari seperti ada potongan ujung jari kecil diantara daging yang hendak kumakan. 

Tak mau berpikir aneh terlalu jauh, aku menuju jendela ingin memastikan penglihatanku, aku ingin meneliti lebih jelas apa yang aku lihat. Ketika sedang menunduk memeriksa apa yang kulihat tadi, terdengarlah suara Farra, dia tiba-tiba datang.

"Kak Arafi, apa nyucinya belum selesai?"

"Celaka!" gumamku. Aku panik tak tau harus berbuat apa, sementara itu derap langkah Farra terdengar sangat dekat.

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Catatan Harian Jo
9.6
Sebagai makhluk tak kasatmata, Jo menyimpan impian besar untuk merasakan ketulusan cinta sejati. Sayangnya, mewujudkan harapan tersebut bukanlah perkara mudah bagi sosok sepertinya. Pencarian Jo akan belahan jiwa yang tulus menerima eksistensinya kerap berujung pada rintangan berat dan kegagalan yang menguras emosi. Inilah perjalanan emosional Jo, sebuah perjuangan gigih demi menemukan kasih sayang sejati di tengah takdir yang penuh ketidakpastian.
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Setelah sebelas tahun berlalu, perasaan Ratih kepada Arsenna, teman SMA yang pernah ia cintai, mendadak terusik kembali akibat sebuah pertemuan tidak terduga. Hubungan mereka kian rumit saat mimpi-mimpi aneh yang saling terhubung mulai datang secara misterius. Berada di batas antara kenyataan dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah keduanya memahami takdir ini? Simak perjuangan Ratih dan Arsenna mengungkap ikatan masa lalu mereka agar bisa bersatu di masa kini.
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Sebagai pewaris takhta Kerajaan Fortania, Harlein meyakini cinta tak mengenal kasta. Namun, Anggara Mahesa justru mundur karena merasa status sosial mereka terlalu timpang. Saat Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, sang putri menuntut perjuangan yang seimbang. Kini, Harlein mulai lelah mengemis perhatian di tengah penolakan yang ada. Sanggupkah ia mempertahankan perasaannya ketika sang kekasih justru memilih untuk menyerah?
Sampul Novel Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
9.2
Sebagai Omega, aku dikhianati oleh Alpha Baskara yang mandul demi wanita lain. Janin di rahimku dianggap aib dan aku dijadikan bahan taruhan. Setelah disiksa oleh Kirana serta dikhianati para prajurit, aku menelan ramuan terlarang untuk mematikan janinku demi membalas dendam. Ini adalah awal perang dingin dariku.
Sampul Novel Kitab sihir kristal biru
8.9
Fatima adalah penjaga rahasia Perpustakaan Empat Kunci di Murra Kish. Kehidupannya berubah saat Alfonso, pria misterius yang memburu grimoire kuno, hadir dan memicu asmara sekaligus kecurigaan. Ternyata, Alfonso menyimpan rahasia besar kerajaan, sementara Fatima adalah pewaris permata legendaris yang diincar banyak pihak. Di tengah intrik pengkhianatan dan ambisi gelap, ia kini harus memilih antara cinta atau bertahan hidup dari kebohongan yang mengancam dirinya.