APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Kehidupan Ara hancur seketika setelah ditalak oleh Revan akibat fitnah keji. Dia dituduh mencoba membunuh Mayang yang sedang mengandung hingga pendarahan, meski Ara tak tahu dari mana obat di kamarnya berasal. Revan yang diselimuti murka memilih menceraikannya dan mengancam akan melapor ke polisi. Namun, di balik kebencian itu, ada misteri besar tentang dalang asli keguguran Mayang. Akankah kebenaran terungkap setelah pengorbanan Ara dibalas hinaan?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Murni tolong nasehati anakmu itu! Menikah dengan putri keluarga Haris Manggala itu sebuah anugerah. Tidak sembarang orang bisa menikahi anak gadis semata wayangnya itu! Dia malah punya pilihan sendiri yang dari kalangan sama seperti kamu" Adhyatsa geram dengan penolakan Revan yang dianggapnya pembangkang di keluarga ini.

Revan mengepalkan tangannya hingga buku-buku tangannya memutih. Kesal saat mendengar penghinaan sang kakek pada wanita yang menjadi cinta pertamanya itu. Sang Bunda hanya diam saja saja tanpa berani membantah ayah mertuanya. Sejak--Panji Adhyatsa meninggal, mereka masih diizinkan untuk tinggal di rumah ini. 

"Revan, menikahlah dengan putri Tuan Haris. Bunda yakin, putri mereka adalah gadis baik. Bantulah sedikit Bundamu yang sudah tua ini, Nak," lirih Murni sambil menahan air matanya yang hendak menetes saat ini.

Murni tidak bisa melawan sikap otoriter ayah mertuanya. Mendiang Panji adalah putra satu-satunya keluarga Adhyatsa. Saat ini perusahaan mereka yang bergerak dibidang pariwisata, keuangan, dan properti sedang diambang kebangkrutan. Ada yang salah dalam manajemen keuangan mereka. 

Kedua saudara ipar Murni--Santi dan Linda juga ikut membantu keponakan meraka agar setuju menikah dengan putri konglomerat itu. Tujuan pernikahan bisnis itu adalah menyelamatkan perusahaan mereka dari kebangkrutan. Sayang Revan tidak menginginkan semua itu. Ia mencintai sosok Mayang.

Mayang Mandasari, gadis yang telah mencuri hatinya sejak tujuh tahun lalu. Tepatnya sejak gadis itu duduk di bangku kelas 1 SMA. Secara kebetulan, ibu gadis itu bekerja di rumah Adhyatsa sebagai asisten rumah tangga. Naif memang, cinta pada pandangan pertama yang dialami oleh Revan.

"Bunda ... harus berapa kali aku harus jelaskan jika aku mencintai Mayang. Hubungan kami serius," kata Revan sambil menahan amarah pada sang kakek yang selalu memuja bibit, bebet, dan bobot.

Belum sempat Murni menjawab ucapan sang putra,  Adhyatsa mengatakan hal yang sangat menyakitkan. Pun dengan kedua tante Revan--adik kandung mendiang ayahnya yang ikut mendesak perjodohan itu. Perusahaan mereka benar-benar diambang kehancuran saat ini. Semua orang sangat egois saat ini.

"Kamu mau menikahi anak pembantu itu? Meskipun dia sudah sarjana sekali pun tidak akan mengubah status sebagai anak pembantu! Hasilnya apa? Lihat Bundamu yang datang dari kalangan gembel, Panji harus meninggal muda!" Adhyatsa mengucapkannya dengan suara lantang.

Murni menghela napas berat. Memang benar pernikahan mereka ditentang oleh Adhyatsa. Mendiang Panji-lah yang nekat menerima kehadiran Murni karena lahir penerus Adhyatsa--Revan. Revan tidak terima saat mendengar ucapan sang kakek.

"Revan, Bunda minta. Tolong menikahlah dengan putri dari keluarga Manggala." Kali ini Murni berlutut di kaki Revan sebagai permohonan.

"Bun-Bunda ... jangan seperti ini. Revan mohon bangunlah." Revan mencoba mengangkat sang Bunda agar tidak berlutut.

Hati Revan hancur seketika saat melihat wanita yang dicintainya itu harus memohon dan berlutut di kakinya. Semua tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Murni. Mereka merasa ini adalah hal baik. Kelemahan Revan ada pada Murni.

"Baiklah. Aku akan menikahi putri keluarga Manggala." Revan akhirnya setuju dengan usulan sang kakek.

Murni langsung memeluk Revan dan mengucapkan banyak terima kasih pada putra semata wayangnya. Beliau tidak ingin mendapatkan masalah lebih besar lagi. Kehadirannya dalam keluarga ini tidak pernah dianggap oleh mertua dan saudara iparnya itu. Perlakuan tidak menyenangkan seringkali diterima oleh Murni.

"Tapi, aku punya syarat," kata Revan dengan nada dingin dan menatap pada ketiga orang yang sangat dibencinya itu.

"Wah ... cecunguk kecil ini berani meminta negosiasi. Memang apa syarat kamu? Hah!" Adhyatsa membentak cucu sulungnya itu dengan kasar.

"Perlakukan Bundaku dengan baik. Bunda bukan seorang pembantu yang bertugas menyelesaikan semua kebutuhan orang di rumah ini. Jika kalian tidak sanggup aku akan membatalkan rencana perjodohan ini. Aku akan pergi ke tempat jauh. Tidak apa melepaskan semua fasilitas yang telah kakek berikan." Revan ingin semua orang menghargai keberadaan wanita yang telah melahirkannya itu.

Adhyatsa hanya menghela napas panjang. Ternyata cucunya lebih cerdas dari apa yang dibayangkannya. Kehadiran Murni di rumah besar miliknya memang untuk dijadikan pembantu gratis. Lumayan tidak mengeluarkan uang untuk membayar asisten rumah tangga. 

"Kakek dan Tante setuju?!" Suara Revan menggelegar di seluruh ruang keluarga Adhyatsa. 

"Baiklah." Adhyatsa tidak mau berdebat lagi dengan cucu laki-laki satu-satunya.

Adhyatsa segera meninggalkan ruang keluarga dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Senang sekaligus tidak suka dengan syarat yang diajukan oleh Revan. Pun dengan Santi dan Linda yang juga akhirnya meninggalkan ruang keluarga. Mereka tidak akan tahu, betapa sakitnya hati Revan saat ini.

Terpaksa harus memutuskan hubungan dengan Mayang adalah salah satu fase hidup menyakitkan bagi seorang Revan. Gadis itu sedang berjuang untuk menyelesaikan kuliahnya. Sebab, selesai kuliah, Revan berjanji akan menikahinya. Sayang janji itu tak akan pernah terwujud.

Murni bukan tidak tahu jika Revan sangat mencintai Mayang. Sejak awal gadis berkulit putih bak porselen datang bersama ibunya, anak semata wayangnya sudah menaruh hati pada Mayang. Gadis pemalu yang mampu memikat hati Revan dengan sikapnya yang sopan.

"Nak, jodoh itu sudah ditakdirkan oleh Allah. Mungkin dengan menikahi putri Tuan Haris, semua akan berubah baik-baik. Bunda bukan tidak tahu jika kamu sangat mencintai Mayang. Tapi, Bunda minta maaf, tolong kabulkan permintaan Bunda. Usia tidak ada yang tahu, anggap saya ini permintaan Bunda yang terakhir." Murni mengatakannya dengan suara parau menahan tangis.

Revan menahan napas beberapa detik. Matanya sebak, menahan agar air matanya tidak jatuh. Bukan malu untuk menangis, tetapi ia merasa nasib selalu tak berpihak baik padanya. Revan mengepalkan tangannya dengan erat hingga terlihat buku-buku tangannya memutih.

"Bunda ... andai Ayah masih ada ...." Revan tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena sesak yang dirasakan dalam dada. 

Seperti ada jutaan paku yang menancap di dadanya. Menyakitkan! Ia bahkan tidak tahu harus bagaimana saat ini. Perusahaan dalam keadaan tidak baik-baik saja. Ada banyak karyawan dan karyawati yang menggantungkan nasib pada perusahaan Adhyatsa grup.

"Ayahmu pasti juga akan menyetujui permintaan Kakekmu. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya bernasib buruk. Semua demi kebaikan bersama. Ingat, Ayahmu juga Kakekmu membangun perusahaan dengan tetesan keringat, air mata, yang sangat luar biasa. Mereka bekerja dari nol. Bukan seperti saat ini. Maka, bantulah Kakekmu saat ini. Anggap, sebagai baktimu pada beliau," kata Murni sambil berusaha tegar karena tidak sanggup melihat kesedihan di mata sang putra.

"Baiklah, jika memang Bunda sepaham dengan Kakek. Aku akan menuruti apa pun yang Bunda turuti. Aku permisi dulu," pamit Revan meninggalkan ruang keluarga dan menuju ke lantai dua.

Revan segera mengunci pintu kamarnya. Sesak di dadanya benar-benar menyakitkan. Bagaimana ia akan menyampaikan ini semua pada Mayang? Rasanya ia tidak akan sanggup. Mengingat senyum gadis pujaan hatinya saja sudah membuatnya tidak tega untuk memutuskan hubungan itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 18 Kali Gagal Nikah
9.0
Tiga tahun pasca-resepsi, seorang istri belum juga terdaftar resmi karena suaminya yang pilot telah 18 kali membatalkan pendaftaran pernikahan mereka. Dari urusan uji terbang hingga panggilan telepon mendadak, murid perempuan suaminya selalu menjadi alasan pembatalan yang mengacaukan segalanya. Menolak terus ditelantarkan, sang istri akhirnya memutuskan untuk pergi jauh. Namun, ketika dia menaiki pesawat menuju Doma, sang suami justru nekat menyusul dan mengejarnya hingga ke sana.
Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Rose yang materialistis. Di sisi lain, Emily Alexandra harus bekerja keras secara rahasia demi uang, kontras dengan sifat manja sang kakak. Suatu malam, rahasia pekerjaan yang Emily sembunyikan selama dua tahun akhirnya diketahui oleh Liam. Demi menjaga reputasi dari Rose dan keluarganya yang penuh tuntutan, Emily terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan kakak iparnya itu.
Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Pernikahan tak biasa menyatukan dua sosok berkarakter kuat. Seorang wanita tangguh memilih bertahan hidup bersama pria yang sangat keras kepala. Saat ego serta prinsip hidup mereka saling berbenturan di bawah atap yang sama, dinamika hubungan pun menjadi penuh tantangan. Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen yang diuji oleh watak keras keduanya, di mana tidak ada satu pun yang mau mengalah dalam mempertahankan pendirian masing-masing.
Sampul Novel Tears
8.4
Isabelle, putri miliarder Raven Artharwa Al Rasyid, tidak merasakan kemewahan. Ia justru hidup sengsara bersama ibunya yang mantan narapidana dan terlilit utang rentenir. Penderitaannya bertambah saat Arkansas, dosennya, berniat menghancurkan hidup Ibell demi membalas dendam masa lalu. Arkan menuduh Ibell mewarisi sifat buruk sang ibu. Meski terus dihina sebagai anak pelakor, Ibell tetap tegar berjuang demi membela kehormatan ibunya.
Sampul Novel Tujuan Dibalik Pernikahan
9.7
Malam pengantin Karmila Anggraini hancur seketika. Edward, lelaki yang ia bela mati-matian dari tentangan keluarga, tiba-tiba berubah dingin dan menolaknya setelah ijab qobul. Perjuangan keras Mila demi cinta justru berujung pada penolakan menyakitkan. Sikap drastis sang suami menyisakan luka dalam sekaligus teka-teki besar. Apa sebenarnya tujuan Edward menikahinya? Sanggupkah Mila bertahan menghadapi misteri pernikahan ini?
Sampul Novel Unexpected Feeling
7.8
Hukuman tak biasa dari Fajar, senior playboy di kampusnya, memaksa Indira menjadi kekasih pemuda itu. Meski didera kebingungan dan rasa takut untuk menolak, Indira akhirnya terperangkap dalam hubungan tersebut. Di sisi lain, Fajar menganggap Indira sebagai tumpuan baru demi menyembuhkan trauma masa lalu yang gagal diobati oleh para mantan pacarnya. Hubungan mereka kian mendewasa walau penuh rahasia. Akankah ini cinta tulus, ataukah Indira sekadar obat pelipur lara?