APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Madu Ku Sahabat Ku

Madu Ku Sahabat Ku

Niat baik Juli menampung Vira berujung petaka bagi rumah tangganya. Meski sempat ditentang Hardi, sang suami, Juli tetap bersikeras demi persahabatan. Namun, kesibukannya justru membuat Hardi dan Vira makin dekat hingga saling jatuh cinta. Hati Juli hancur lebur saat mendapati sahabat yang sudah dianggap saudara sendiri itu hamil anak Hardi. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan atau merelakan suaminya menikahi madu yang merupakan sahabatnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Namun Hardi tidak menjawabnya, lelaki itu masih melakukan ritualnya menuntaskan permainan mereka.

"Mas, kita periksa dulu yuk." Juli mengajak Hardi untuk memeriksanya terlebih dahulu

Hardi yang kini berada di atas tubuh istrinya lalu menghentikan gerakan pinggulnya, lelaki itu menatap ke arah istrinya.

"Nanti aja ya, palingan juga kucing," ucap hardi yang lagi-lagi menolak ajakan Juli, saat Hardi hendak melakukan gerakannya lagi Juli masih tetap berbicara dan memaksanya.

"Mas, jangan gitu. Ayo kita periksa dulu sebentar ke bawah, ayo mas, ini kita lanjut nanti aja," ucap Juli memaksa suaminya.

Hardi sudah Susah payah membujuk istrinya, namun istrinya itu tetap saja memaksa untuk memeriksanya lebih dulu.

"Mas, di rumah kita kan ada Vira, bagaimana kalau suami Vira datang kesini, di mencari-cari keberadaannya dan ingin mengancamnya lagi."

Juli menduga-duga hal yang terjadi di bawah, dia baru teringat tentang Vira yang kini tinggal bersamanya.

Mendengar tentang Vira, Hardi jadi kesal lagi, seketika moodnya langsung hilang. Dia langsung melepaskan diri dari Juli, dan bergeser ke sampingnya.

"Kamu saja yang ke dapur sendiri, aku gak mau, aku mu tidur," ucap Hardi agak sedikit kesal dengan tingkah istrinya.

Juli langsung bangun dari tempat tidur begitu saja tanpa memperdulikan kekesalan suaminya itu.

Juli langsung berjalan menuju ke kamar mandi wanita itu lalu bersih-bersih secepatnya, setelah selesai membersihkan diri, Juli lalu berjalan ke arah lemari mengambil kimono tidurnya.

Juli sempat melihat ke arah Hardi yang kini tengah terbaring membelakanginya.

"Aku akan membujuknya lagi nanti," gumam Juli, yang sedikit merasa bersalah pada Hardi suaminya.

Juli lalu pergi memeriksa ke dapur, Juli berjalan menuruni anak tangga, ternyata si Vira tengah memecahkan gelas yang ada di meja.

Juli lalu segera menghampiri Vira, wanita itu kini tengah membersihkan pecahan gelas tersebut. Vira yang melihat kedatangan Juli, lalu meminta maaf padanya.

"Maafkan aku Juli, aku pasti telah mengganggu mu yang sedang bersama suamimu, aku tidak sengaja memecahkannya, saat aku mencari kontak lampu."

Vira lalu menjelaskan kepada Juli, agar wanita itu tidak salah paham padanya.

"Sudah tidak apa-apa," ucap Juli. Juli mau tak mau ikut membersihkan pecahan gelas itu, walaupun Vira menolak bantuannya.

"Juli kau mau apa, sudah biar aku saja, yang membereskannya kau kembalilah ke kamarmu," ucap Vira menolak bantuan Juli.

Namun juli tetap memaksa dan ingin membantunya, setelah selesai membereskan pecahan gelas itu, Juli lalu kembali lagi ke kamarnya, begitu pun dengan Vira.

Juli bermaksud untuk meminta maaf kepada suaminya itu. Dia sudah menyusun kalimat demi kalimat agar suaminya tak marah lagi dengannya.

"Aku harus meminta maaf padanya, dan menjelaskan jika tidak terjadi apa-apa."

Juli dengan cepat berjalan ke kamarnya, wanita itu lalu membuka pintu kamarnya, dia segera menutup pintu itu dan menghampiri suaminya.

Juli melihat ke arah Hardi, ternyata suaminya itu sudah tidur, saat ini.

Juli lalu merasa tak enak hati, dia mengusap lembut lengan suaminya berusaha untuk membangunkannya lagi.

"Mas, Mas bangun. Mas ayo kita lanjutin lagi, di bawah gak ada apa-apa," ucap Juli membangunkan Hardi.

Hardi lalu membalik tubuhnya, dan terlentang, sudahlah, kita tidur saja, aku sudah mengantuk, kamu juga sebaiknya langsung tidur saja," tolak Hardi lelaki itu tidak mau, dan tetap memejamkan matanya tanpa melihat ke arah Juli.

Juli yang mendengar ucapan sang suami, langsung ikut terbaring di samping suaminya, sesekali Julia melihat ke arah suaminya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

Sebelum Juli benar-benar memejamkan. Matanya, sekali lagi dia melihat ke arah Hardi, lelaki itu tetap memejamkan matanya. Akhirnya Juli pun ikut terlelap.

Tanpa terasa, pagi hari pun tiba, Juli bangun kesiangan, wanita itu terlalu lelap dan nyenyak dalam tidurnya.

Juli membuka matanya, lalu matanya mengarah pada jam yang ada di atas nakas, Juli langsung melompat kaget, di lihatnya Hardi kini pun sudah siap di depan kaca.

"Mas, kenapa gak bangunin ku si?”

Hardi yang mendengar suara istrinya lalu menoleh ke arahnya, lelaki itu saat ini tengah memasang dasinya.

"Masih banyak waktu, kalau kamu bersiap dari sekarang," ucap Hardi, seperti biasa dia akan menunggu istrinya dan mengantarkannya ke kantornya terlebih dahulu.

"Tapi mas, aku belum masak sarapan loh, untuk kita berdua," tanya Juli lagi dengan wajah yang cemberut saat ini.

Hardi lalu menoleh kembali ke arah istrinya, "nanti kita beli di restauran cepat saji, kita beli makanan jadi saja, kita makan di mobil cari menu yang gampang saja untuk kita sarapan, kan biasanya kita selalu begitu," jawab Hardi lagi.

Juli lalu menundukkan kepalanya wanita itu merasa bersalah karena kejadian tadi malam, suaminya itu sudah sangat sabar selama ini, namun Juli sadar jika dirinya yang terlalu banyak permintaan.

"Mas, maafin aku ya, untuk yang semalam, aku tau aku salah, aku terlaku banyak menuntut dan meminta padahal kamu udah sabar banget ngadepin sikap aku." juli meminta maaf sekali lagi pada Hardi.

Hardi tersenyum lalu berjalan menghampiri istrinya.

"Sudah tidak apa-apa, sekarang kamu mandi nanti kita terlambat," jawab Hardi sambil mengusap lembut kepala istrinya.

"Makasih ya mas, kamu emang suami yang baik," ucap Juli sambil tersenyum, dia merasa lega karena suaminya tidak marah terhadapnya, Juli langsung turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah Juli masuk kamar mandi, Hardi ingin keluar, lelaki itu hendak bikin kopi. Awalnya Hardi sedikit ragu saat mau keluar.

Karena dia teringat, jika dirumahnya ada Vira, Hardi tidak terlalu akrab dengan wanita itu, dia merasa risih, jika ada orang lain yang di rumahnya.

Tapi Hardi tetap keluar, dia langsung turun ke bawah berjalan menuju ke dapur. Ternyata di dapur sudah ada Vira.

Wanita itu juga sudah membuat sarapan pagi, dan sudah dihidangkan di meja. Vira menyusun satu persatu piring dan beberapa alat makan di atas meja makan.

Melihat kedatangan Hardi, Vira agak merasa sungkan, namun dia memberanikan diri untuk bertanya.

"Mas Hardi, mau sarapan?" tanya Vira.

Hardi melihat sekilas ke arah Vira yang saat ini tersenyum ke padanya.

"Aku mau bikin kopi," jawab Hardi singkat. Dia langsung mengalihkan pandanganya lagi.

"Sini mas, biar aku saja yang buatkan kopinya, Mas Hardi duduk saja di sana." Vira menawarkan diri untuk membuatkan kopi untuk Hardi.

"Tidak, tidak usah. Terima kasih, aku bisa bikin sendiri," ucap Hardi menolak niat baik Vira.

Saat Hardi dan Vira tengah berargumentasi Juli datang dan melihat ke arah mereka berdua.

"Kalian kenapa?”

Vira dan Hardi yang tak mengetahui kedatangan Juli, mereka berdua langsung menoleh ke arahnya secara bersamaan, mereka bertiga pun saling bersitatap

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD160
8.1
Trauma penculikan merenggut suara Nina, menyisakan Julian sebagai pelindung tunggal yang sangat ia percayai. Namun, janji suci pernikahan ditunda Julian hingga sembilan kali. Luka Nina kian mendalam saat memergoki rencana pernikahan rahasia Julian dengan perempuan lain. Kecewa dikhianati, Nina membalas dendam dengan membumihanguskan perkebunan mereka lalu lenyap tanpa jejak. Kini, Julian yang didera penyesalan mendalam hanya bisa bersujud memohon pengampunan darinya.
Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun
8.2
Kehidupan Ryn Laverna hancur seketika saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa sakit dan keputusasaan akibat pengkhianatan tersebut, Ryn justru dihadapkan pada situasi tak terduga. Sang bos menawarkan sebuah kesepakatan pernikahan kontrak yang mengikatnya selama dua tahun. Kini, Ryn harus menjalani takdir barunya dan mencari tahu apakah keputusan menerima tawaran sang miliarder adalah kesalahan fatal yang memperburuk hidupnya, atau justru jalan menuju keselamatan.
Sampul Novel Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh
9.2
Lamaran romantis Jeremy kepada Dara di restoran mewah di depan sang kembaran, Dira, berujung pada pernikahan. Namun, kebahagiaan itu terancam hancur seketika akibat sebuah kekeliruan fatal di malam pertama mereka. Sebelum istrinya tiba di rumah, Jeremy justru tidak sengaja melakukan kontak fisik yang intim dengan Dira. Rahasia kelam ini kini menjadi bom waktu. Akankah rumah tangga Jeremy dan Dara hancur jika pengkhianatan ini terungkap?
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Seratus Pengampunan
8.6
Menikah lima tahun dengan miliarder penguasa properti Kota Bara, sang istri selalu dihadiahi rumah setiap kali suaminya pergi menemani cinta pertamanya. Setelah mengumpulkan 99 properti tanpa pernah mengeluh lagi, ia meminta tanda tangan untuk dokumen vila terbaik. Sang suami menandatanganinya dengan santai dan berjanji mengajaknya melihat kembang api saat pulang. Namun, ia tidak tahu bahwa berkas yang ditandatanganinya bukanlah pengalihan aset biasa, melainkan surat perceraian mereka.
Sampul Novel Unexpected Feeling
7.8
Hukuman tak biasa dari Fajar, senior playboy di kampusnya, memaksa Indira menjadi kekasih pemuda itu. Meski didera kebingungan dan rasa takut untuk menolak, Indira akhirnya terperangkap dalam hubungan tersebut. Di sisi lain, Fajar menganggap Indira sebagai tumpuan baru demi menyembuhkan trauma masa lalu yang gagal diobati oleh para mantan pacarnya. Hubungan mereka kian mendewasa walau penuh rahasia. Akankah ini cinta tulus, ataukah Indira sekadar obat pelipur lara?