APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Yang Kutinggalkan

Luka Yang Kutinggalkan

Menghadiri pesta ulang tahunnya di atas kursi roda, Joice menyadari bahwa semua tamu mencemooh fisiknya dan membicarakan perselingkuhan tunangannya, Willy, dengan Anna. Mereka mengira Joice masih tuli, padahal pendengarannya telah pulih. Willy yang dahulu diselamatkannya dari kecelakaan fatal hingga membuatnya lumpuh kini hanya diam. Kecewa dengan pengkhianatan setelah tiga tahun pengorbanan, Joice memutuskan mengaktifkan layanan kematian palsu. Sebuah replika jenazah siap dikirim ke pernikahan mereka dalam lima hari.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tak lama setelah aku berbaring di ranjang, tiba-tiba sepasang tangan besar memelukku dari belakang. Aku kaget dan langsung berusaha melepaskan diri, tapi orang di belakangku justru memeluk semakin erat. Orang itu Willy.

Tubuhnya dipenuhi bau alkohol dan aroma parfum yang menyengat. Bau ini pernah kucium di tubuh Anna, baunya menjijikkan. Dia menggunakan bahasa isyarat dan berkata padaku,

[Joice, hari ini pesta ulang tahunmu, kok kamu pergi sebelum potong kue? Kamu lagi nggak senang? Besok aku ajak kamu pergi lihat rumah baru kita, ya? Aku sudah beli dan renovasi. Setelah menikah, kita bisa tinggal di sana.]

Usai mengatakannya, dia mencoba mendekat untuk menciumku, tapi aku menoleh ke arah lain.

[Kamu yang atur saja, aku nggak mau pergi.]

Willy tampak kaget dengan sikapku, dia kembali bertanya dengan isyarat tangannya,

[Joice, kamu nggak mau menikah denganku?]

Melihat ekspresi prihatinnya, sosok yang jauh dari kesan direktur dingin seperti biasanya. Kalau saja aku belum mendengar dengan telinga sendiri bahwa dia yang membuatku tetap cacat seperti ini, aku pasti sudah luluh. Tapi sekarang, aku benar-benar ingin menjawabnya,

‘Iya, aku nggak mau menikah denganmu lagi. Kamu yang berselingkuh duluan, menikmati kebahagiaan dengan selingkuhanmu, membuatku kehilangan seluruh harapan pada pernikahan ini. Sekarang, kamu masih berani mempertanyakannya padaku?’

Namun, aku tidak ingin langsung menantangnya sekarang. Dengan kekuasaan yang dimilikinya di Kota A, kalau aku terang-terangan sekarang, mungkin aku tak akan bisa keluar dari sini.

Di bawah tatapannya yang penuh perhatian, aku hanya menarik napas dan menjawab dengan isyarat,

[Kakiku agak sakit, besok saja.]

Rumah barunya terletak di kawasan paling elit di dekat pusat Kota A. Desain interiornya dikerjakan oleh arsitek asal luar negeri.

Setiap sudut dibuat melengkung tanpa sudut tajam, supaya aku tidak terbentur. Semua meja dan kursi dibuat lebih rendah dari standar, agar mudah kugunakan dari kursi roda.

Willy sudah memikirkan semua kebutuhanku sebagai pengguna kursi roda, kecuali satu hal, yaitu keinginanku untuk bisa berdiri kembali.

Saat desainer menjelaskan konsep rumahnya, Willy berdiri di sampingku, menerjemahkan penjelasan itu lewat bahasa isyarat.

Di tengah tatapan iri dari orang-orang sekitar, Willy menepuk bahuku sambil tersenyum.

[Sayang, kamu suka?]

Aku memandangi ruangan itu. Harus kuakui, rumah ini benar-benar sesuai dengan impianku dulu.

Saat masih pacaran, aku pernah bilang kalau aku ingin rumah dengan jendela kaca yang besar, supaya aku bisa melihat bunga tulip di taman saat berdiri di sana.

Willy mengingat semua itu dan mewujudkannya.

Namun, Willy lupa. Tanpa cinta darinya, rumah sebagus apapun, hanyalah bangunan kosong, bukanlah rumah.

[Joice, aku sengaja kosongkan tembok ini untuk memasang foto kita. Setiap natal, kita bakal foto bersama di sini dan menggantung foto itu di dinding ini sampai kita tua nanti.]

Tanpa sadar, aku menatap mata Willy dan melihat tatapan penuh cintanya. Hatiku sempat bergetar, aku hampir menanyakan langsung kenapa dia berselingkuh. Tapi pada akhirnya, aku menahan diri dan berkata lewat isyarat,

[Kamu benar-benar bisa mencintaiku selamanya?]

Willy langsung menjawab cepat, seolah aku takut salah paham,

[Kamu itu wanita yang sudah kupilih, aku akan mencintaimu seumur hidupku.]

Aku membuang muka. Tak sanggup lagi melihat wajah penuh kepalsuan itu. Dia sudah melanggar janji kami, tapi masih bisa berbohong dengan wajah setulus itu.

Tak lama kemudian, sebuah telepon masuk dan memotong kata-kata manisnya. Dia tersenyum manis di depanmu, tapi tatapannya berbinar penuh hasrat dan berkata,

“Sabar ya, sebentar lagi aku datang dan memuaskan kelinci manisku.”

Setelah menutup telepon, dia pura-pura santai dan berkata bahwa ada urusan kantor yang harus dia tangani. Dia bilang, kalau merasa ada yang kurang dari rumah ini, aku bisa bilang ke desainer langsung.

Dia pikir aku masih tuli, jadi dia bisa semudah itu berselingkuh, bahkan di depan mataku sendiri.

Aku hanya tersenyum miris. Saat desainer bertanya apalah aku ingin mengubah sesuatu dari desainnya, aku menggeleng pelan dan meminta sopir mengantarku pulang.

Aku tahu, aku tidak akan sempat melihat bunga tulip bermekaran di halaman itu.

Di hari pernikahan nanti, yang akan hadir hanyalah jasadku, bukanlah aku. Aku tak akan pernah tinggal di rumah ini, jadi seperti apapun rumah ini didesain, sudah tak ada hubungannya denganku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Pertama Sumber Penderitaanku
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat persalinan macet di kehidupan lalu, aku menyadari pengkhianatan kejam Fred. Anak yang kukandung rupanya hasil hubungan Fred dengan mahasiswi simpanannya yang dikandung berkat obat ciptaanku. Kini, setelah terlahir kembali, aku menolak menikahi Fred dan memilih kakak tirinya, Zico. Aku membiarkan Fred bersanding dengan kekasihnya tanpa bantuanku demi melihat kehancuran mereka. Namun, Fred justru menjadi gila saat melihat cincin Zico melingkar di jariku.
Sampul Novel Kau Sakiti Orang Yang Salah
9.0
Didorong dendam atas kematian kakek-neneknya, Reza Adyatama tega menghancurkan Luna Daniel yang sebenarnya tidak bersalah. Setelah perpisahan mereka, empat tahun berlalu hingga Reza tak sengaja bertemu balita berumur tiga tahun yang berwajah sangat mirip dengannya. Sadar anak itu adalah darah dagingnya, penyesalan besar pun melanda Reza. Ia kini berjuang mendapatkan kembali hati Luna. Namun, sanggupkah Luna melupakan kepedihan masa lalu demi anak mereka?
Sampul Novel Pengabaian Luna terhadap Alpha
8.5
Alpha Nikolas Morrison kini sekarat akibat keracunan merkuri yang mematikan. Di tengah kondisi kritis kekasihku itu, aku justru memilih mengakhiri hubungan kami. Aku hancurkan cincin pernikahan sakral kami dan menyerahkan surat pemutusan ikatan. Meski sang pemimpin terhormat itu berlutut memohon di kakiku dan menawarkan seluruh hartanya agar aku bertahan, keputusanku sudah bulat. Aku menyeretnya ke hadapan patung Dewi Bulan, mengancam akan mencabut berkah dewi jika dia tidak melepaskanku selamanya.
Sampul Novel Terjebak Cinta Pria Arogan
8.3
Peony Madeline Hart sangat membenci Kheil Abraham Leight akibat peristiwa kelam di musim panas sepuluh tahun lalu. Walau Peony berupaya menjauh demi melindungi harga dirinya yang sempat hancur, takdir berkata lain. Mereka kembali dipertemukan saat Kheil kini menjelma menjadi sosok pria yang sangat memikat. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali hadir, Peony kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan kebenciannya atau kembali jatuh hati padanya.
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI MANTAN
8.9
Tak pernah terbayang aku harus menjadi pengantin pengganti untuk Uswa, mantan pacarku semasa SMA. Takdir berubah saat Ilham, calon suaminya, mendadak kritis menjelang akad. Dalam kondisi darurat, Bang Adam dan keluarga besar Uswa mendesakku menggantikan posisi mempelai pria. Walau diliputi keraguan dan rasa syok, pernikahan ini akhirnya tetap digelar. Bagaimanakah kelanjutan kehidupan kami setelah takdir menyatukan kami kembali dalam ikatan ini?
Sampul Novel Those Smiling Eyes
7.9
Fara, mahasiswi manja dengan ayah yang sangat protektif, tak pernah memikirkan pernikahan hingga Dominic datang melamarnya. Namun, sebuah kesalahan fatal membuat Dominic pergi sebulan sebelum hari H. Di tengah kesedihannya, muncul pria misterius yang mengajukan lamaran dengan syarat unik: dilarang bertemu hingga akad nikah. Demi kesempatan terakhir, Fara pun setuju. Sanggupkah ia menjalani peran baru sebagai istri sembari tetap fokus kuliah?