APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Setelah delapan tahun membina rumah tangga, Lina Watson mengambil keputusan sulit untuk meninggalkan keluarganya demi pergi ke ibu kota dalam waktu setengah bulan. Hubungan yang renggang membuat putranya, Alan, tidak lagi menganggap Lina sebagai ibu dan memilih tinggal bersama ayahnya. Di tengah kepedihan ini, Lina membulatkan tekad untuk memulai lembaran baru hanya bersama putrinya, Alicia. Sang guru yang telah lama menantinya di ibu kota pun hanya bisa mendukung langkah berani Lina untuk melepaskan masa lalunya yang penuh luka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Akhirnya, Lina tetap saja menggendong putrinya meninggalkan aula.

Di perjalanan pulang, Alicia terisak dan bertanya, "Ibu, ayah mau menikah dengan orang lain. Itu artinya dia nggak menginginkan kita lagi, 'kan?"

Lina membelai wajah putrinya yang dingin, hatinya dipenuhi rasa perih.

Sejak kecil, Alicia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.

Kini, begitu bertemu, Sam sudah memiliki calon istri yang siap dinikahinya.

Sam justru makin menghindari Alicia, takut orang lain mengetahui bahwa anak itu adalah darah dagingnya.

Alicia telah menanggung terlalu banyak kepedihan.

Lina menempelkan wajahnya pada wajah putrinya dan berbisik, "Alicia, maafkan Ibu. Sam bukanlah ayah yang baik. Mari kita tinggalkan dia, ya?"

Sebenarnya, Lina sendiri pun tidak mengerti. Bagaimana mungkin pria yang dalam ingatannya jujur dan baik, bisa berubah menjadi seperti sekarang?

Lina tumbuh besar hanya bersama kakeknya.

Dia memiliki wajah yang cantik. Sejak berusia 15 tahun, para pemuda di desa suka mendekatinya.

Namun, Sam berbeda dengan para pemuda yang hanya pandai berbasa-basi.

Diam-diam, dia sering datang membantu di Rumah Keluarga Watson.

Mengangkat air, membelah kayu, mencuci pakaian, memasak, bahkan pekerjaan berat di ladang, semuanya Sam kerjakan.

Ketika kakek Lina terjatuh saat mencari obat di gunung, Sam segera menggendongnya dan berjalan puluhan kilometer menuju klinik.

Karena itu, ketika Lina berusia 20 tahun dan Keluarga Houston datang melamar, Lina tidak menolak.

Tiga bulan kemudian, dia menikah dengan Sam.

Saat itu, Sam sudah menjadi tentara. Pernikahan mereka berlangsung ketika dia pulang dengan cuti mengunjungi keluarga.

Lina masih mengingat jelas, pada malam pernikahan, Sam menggenggam tangannya dan bersumpah akan memperlakukannya dengan baik seumur hidup.

Lina pun memercayainya.

Sam berjuang di luar, sementara dia di desa melahirkan dan membesarkan anak-anak, serta merawat orang tua.

Waktu pun berlalu, putra mereka, Alan, sudah berusia lima tahun.

Ketika Sam keluar dari tentara dan beralih pekerjaan, dia menjadi kepala pabrik kendaraan berat di Alverton.

Hal pertama yang dilakukan Sam adalah menjemput Alan. Katanya, dia ingin bertanggung jawab sebagai ayah, membimbingnya agar rajin bersekolah, agar kelak menjadi orang yang sukses.

Sam membawakan Lina hadiah sebuah cangkir teh, satu handuk baru, dan sepuluh pasang sarung tangan kerja.

Sam memandangi tangan kasar Lina dengan sedih, lalu berkata bahwa selama beberapa tahun ini di desa, Lina telah menggantikannya berbakti kepada orang tua serta membesarkan anak-anak dengan susah payah.

Lina tidak pernah berpikir bahwa Sam akan berpindah hati.

Hanya dalam dua tahun.

Setelah ibu mertuanya meninggal, Lina membawa putrinya yang berusia lima tahun menempuh perjalanan jauh ke Alverton.

Kata pertama yang diucapkan Sam padanya justru sebuah pertanyaan dingin, "Untuk apa kamu datang?"

Seakan mendapat tamparan keras, hati Lina yang penuh sukacita seketika terasa setengah beku.

Lina hanya terdiam, membiarkan Sam memberinya status sebagai seorang pembantu.

Orang-orang di kompleks perumahan mengatakan bahwa Pak Sam adalah orang yang baik. Dia sudah berhasil, tetapi tidak lupa menolong wanita malang dari desanya.

Lina hanya bisa tersenyum getir.

Genggaman tangan putrinya yang dingin membuatnya kembali tersadar.

Alicia menghapus air mata di wajah ibunya dengan hati-hati, lalu dengan suara polos berkata, "Ibu, ayah membuat kita berdua menangis. Dia bukan orang baik, ayo kita tinggalkan dia."

Lina mengangguk. "Benar, kita nggak butuh dia lagi."

Dia menyuruh putrinya duduk di dekat jendela, sementara dirinya mulai membereskan barang-barang.

Kali ini, Lina ingin membuang semua kenangan lama yang dibawanya dari desa, termasuk pria itu.

Tiba-tiba, suara Alan terdengar dari luar pintu.

"Ayah! Tarian Tante Lili benar-benar bagus! Setengah bulan lagi dia akan menjadi ibuku, 'kan?"

Lina seketika terhenti.

Langkah kaki Sam dan Alan terdengar makin dekat.

Tidak lama, suara Lili juga menyusul, "Sam, Alan, tunggu!"

Lili berlari kecil ke pintu, lalu berkata, "Kalian tadi hanya sibuk menonton pertunjukan dan hampir nggak makan apa pun. Kalian pasti lapar, 'kan? Aku sudah membawa kue kacang sama bolu kukus. Cepat makan."

Tiga orang itu masuk bersama.

Alan tampak gembira sekali. "Tante Lili, kamu baik banget! Aku paling suka makan kue kacang sama bolu kukus."

Lili tersenyum pada Lina dan Alicia, lalu berkata, "Lina, kamu sama Alicia mau ikut makan?"

Alan langsung meraih kantong berisi kue kacang dan bolu kukus, lalu menatap Lina dan putrinya dengan jijik. "Nggak boleh! Mereka orang kampung, nggak pantas makan kue kacang sama bolu kukus!"

Lina hanya diam menatap Sam.

Sam pura-pura marah dan menegur Alan, "Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu? Alan, cepat minta maaf."

Alan tampak tidak terima. "Aku nggak salah, kenapa harus minta maaf! Mereka memang orang kampung, pembawa sial! Semua orang juga bilang begitu!"

"Tante Lili, aku benar, 'kan?"

Lili mengusap kepalanya. "Sekalipun benar, kamu nggak boleh bicara seperti itu. Mengerti, Alan?"

Alan menjawab dengan enggan, "Kalau Tante Lili bilang begitu, ya sudah, lain kali aku nggak bilang seperti itu lagi."

Alan memeluk erat kantong plastik. "Tapi kue kacang sama bolu kukus ini tetap nggak akan kukasih ke mereka!"

Lili dan Sam berdiri berdampingan, wajah mereka memamerkan senyum basa-basi. "Lina, maaf ya, Alan memang terlalu dimanjakan. Kamu sudah dewasa, harap maklum."

Lina sudah terbiasa dengan sikap Alan. Dia hanya menarik sudut bibirnya membentuk senyum tipis. "Nggak apa-apa, kami memang nggak pantas memakannya."

Dia segera menggendong Alicia dan masuk ke kamar kecil, meninggalkan ruang tamu untuk mereka.

Setelah menenangkan Alicia di tempat tidur, dia melanjutkan membereskan barang-barang.

Di luar, ketiganya berbincang sebentar. Setelah itu, Lili pergi, sementara Alan dengan enggan mengantarnya.

Sam kemudian mendorong pintu dengan keras, lalu menuding dengan marah. "Lina, kamu sengaja, ya? Di aula pabrik tadi kamu membuatku kesal, pulang malah cemberut dan bicara dengan nada sinis. Sebenarnya apa maumu?"

"Kamu tiba-tiba datang dengan Alicia tanpa bilang apa-apa. Aku sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kalian, kalian juga nggak perlu bekerja sedikit pun, aku yang menafkahi kalian berdua. Apa lagi yang membuatmu nggak puas?"

"Kamu mau aku berhenti jadi kepala pabrik, lalu ikut denganmu kembali ke desa terpencil, menjadi petani tua yang kerja membanting tulang di sawah sepanjang hidup, baru kamu senang?"

Alicia yang ketakutan, memeluk erat ibunya.

Lina menggendongnya putrinya dan berkata dengan datar, "Itu salahku. Nggak akan terulang lagi."

Mata Sam sempat menunjukkan sedikit keterkejutan. Lalu, dia berkata dengan canggung, "Bagus kalau kamu tahu siapa yang menafkahimu. Mulai sekarang, bersikaplah baik. Jangan cari masalah."

Lina tidak membantah.

Setengah bulan kemudian, Sam menikah dengan Lili.

Sementara itu, Lina membawa putrinya pergi ke ibu kota.

Antara dirinya dan Sam, tidak ada lagi masa depan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bismillah, Aku Ikhlas
8.2
Pernikahan yang didambakan harmonis justru berujung pilu akibat lisan tajam sang ibu mertua. Setiap hari, seorang istri harus menahan tuduhan mandul dan cercaan atas pernikahan mereka, sembari memikul beban urusan domestik yang tiada henti. Tekanan batin kian berat saat ia terus dituntut segera menghadirkan cucu. Di tengah perlakuan semena-mena ini, ia kini berada di titik krusial untuk menentukan pilihan: tetap berjuang bertahan atau menyudahi segalanya.
Sampul Novel Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi
9.3
Solene sangat hancur saat suaminya yang berprofesi sebagai dokter mendiagnosisnya mengalami kehamilan ektopik. Sang suami tampak panik dan mendesaknya untuk segera melakukan operasi aborsi demi menyelamatkan nyawanya, bahkan menyarankan adopsi anak. Namun, Solene kemudian tidak sengaja mendengar rencana busuk suaminya dengan wanita lain. Ternyata, diagnosis tersebut hanyalah kebohongan demi memuluskan rencana membawa anak kandung rahasianya, Leo, masuk ke dalam rumah dan menguasai seluruh warisan harta.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni perdanaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, melindungi wanita lain di media. Demi aliansi baru, dia mengabaikan ikatan kami, meremehkan karyaku, dan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongan sang Alpha akan menjadi senjata yang menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku
9.1
Kehidupan Deo runtuh setelah Freya memilih menikah dengan kakaknya sendiri. Saat terpuruk, takdir mempertemukannya dengan Veren, gadis putus asa yang hampir mengakhiri hidupnya karena patah hati. Akibat kesalahpahaman besar, mereka berdua justru terikat dalam pernikahan muda yang tak terduga. Di tengah komitmen baru ini, sanggupkah Deo dan Veren menyembuhkan luka masa lalu bersama dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Terjerat Cinta Tuan Posesif
8.9
Demi mengejar Dian, Liam, insinyur ternama sekaligus pemimpin Jacob Group, rela terbang langsung ke Jakarta. Sejak menyelamatkannya di New York, Liam mengklaim Dian sebagai kekasihnya. Walau merasa tertekan oleh sikap posesif Liam yang direstui orang tuanya, Dian tidak bisa terus menghindar. Di tengah hubungan yang rumit ini, ketulusan Liam perlahan meluluhkan hatinya. Sosok yang awalnya menakutkan itu ternyata mampu memberikan cinta sejati dan momen romantis.
Sampul Novel Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan
9.5
Pernikahan lima tahun Sofia Storia hancur setelah Alvian berselingkuh dengan Clara, seorang pemandu karaoke. Alvian menceraikannya hanya karena penampilan Sofia kini berubah gemuk. Di masa sulitnya, Sofia bertemu Reyfaldi, CEO kaya yang tertutup. Pria itu menawari pernikahan dengan kesepakatan khusus. Dibantu Reyfaldi, Sofia bertekad mengubah penampilannya demi membalas dendam kepada mantan suami dan selingkuhannya. Berhasilkah Sofia membalaskan sakit hatinya?