APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Setelah delapan tahun membina rumah tangga, Lina Watson mengambil keputusan sulit untuk meninggalkan keluarganya demi pergi ke ibu kota dalam waktu setengah bulan. Hubungan yang renggang membuat putranya, Alan, tidak lagi menganggap Lina sebagai ibu dan memilih tinggal bersama ayahnya. Di tengah kepedihan ini, Lina membulatkan tekad untuk memulai lembaran baru hanya bersama putrinya, Alicia. Sang guru yang telah lama menantinya di ibu kota pun hanya bisa mendukung langkah berani Lina untuk melepaskan masa lalunya yang penuh luka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lina berkata bahwa dia akan membawa Alicia pergi bersamanya.

Anak itu sama sekali tidak merasa sedih, dia hanya menghitung dengan jarinya berharap hari keberangkatan itu segera tiba.

Lina menenangkannya. "Alicia, kalau kamu sudah melihat matahari terbenam dua belas kali lagi, kita bisa pergi."

"Kalau begitu aku mau lihat matahari!"

Alicia berlari dua langkah ke depan, lalu tiba-tiba berhenti.

Lina mengangkat kepalanya, dia melihat Sam dan Lili berjalan mendekat, masing-masing menggenggam tangan Alan dari sisi kiri dan kanan.

Wajah Alan memerah karena terlalu gembira.

Orang-orang di kompleks perumahan tersenyum sambil berkomentar, "Wah, lihat betapa harmonisnya keluarga kecil ini!"

"Banyak orang khawatir kalau jadi ibu tiri itu sulit, tapi Lili bisa begitu akrab dengan Alan, jadi nggak perlu khawatir."

Sam menatap Lina, lalu berkata dengan nada memerintah, "Lili ingin makan kue kurma, jangan keluyuran di luar. Cepat pulang dan kukus satu loyang."

Lina tertegun dan memandangnya dalam diam.

Semasa hidup, kakeknya paling menyukai kue kurma, sehingga Lina paling mahir membuatnya.

Saat kakeknya meninggal, Lina menangis sampai rasanya hampir mau mati.

Ketika itu, Sam sangat iba padanya dan sejak saat itu Sam tidak pernah membiarkan Lina membuat kue kurma lagi.

Ibu mertuanya juga suka memakannya, tetapi Sam dengan tegas memaksanya mengubah kesukaannya.

Sam pernah berkata, seumur hidupnya dia tidak akan membiarkan Lina bersedih.

Namun, sekarang, dia justru memintanya membuat kue kurma untuk wanita lain.

Sam berkata dengan nada tidak sabar, "Lina! Kenapa melamun? Cepat kembali masak. Apa hal sepele seperti ini saja nggak bisa kamu lakukan?"

Lina mengiyakan pelan, lalu menggandeng tangan Alicia menuju rumah.

Lina segera mengeluarkan kue kurma yang harum dari kukusan dengan cekatan.

Alicia menatapnya dengan penuh harap, tetapi dengan pengertian dia tidak meminta.

Lina merasa iba lalu berkata, "Ibu mengukus agak banyak, nanti Alicia juga bisa makan."

Ketika Lina hendak membawa piring itu keluar, begitu berbalik dia melihat Lili berdiri di ambang pintu dapur.

Di wajahnya tersungging senyum mengejek. "Kamu nggak benar-benar mengira aku mau makan masakanmu, 'kan?"

Dia meludah dengan jijik. "Bau amis tanah."

Saat Lina lengah, dia segera merebut piring itu lalu melemparkannya ke lantai. Dengan sengaja, Lili menjatuhkan diri ke belakang hingga membentur pintu dengan keras.

Lili menjerit sambil menutup tangannya dengan kesakitan, "Ah!"

Detik berikutnya, Sam dan Alan bergegas masuk.

Lili menahan napas sambil berkata dengan susah payah, "Lina nggak sengaja..."

Sam menatap Lina dingin. "Kalau nggak mau melakukannya bilang saja. Kenapa harus merusak barang! Kita baru bisa makan kenyang beberapa tahun belakangan ini, kamu malah mendorong Lili. Lina, jangan paksa aku sampai harus memukul wanita."

Alan juga ikut mendorongnya. "Wanita jahat! Kamu menyakiti Tante Lili, keluar dari rumahku!"

Lina menatap Sam dengan wajah kosong.

Tanpa bertanya sepatah kata pun, dia sudah langsung menjatuhkan vonis bersalah pada Lina.

Lili memasang wajah penuh penderitaan. "Sam, tanganku sakit sekali..."

"Aku antar kamu ke klinik."

Sam menggendong Lili keluar, tetapi dia masih sempat melontarkan ancaman kepada Lina. "Kalau tangan Lili benar-benar cedera, tunggu saja akibatnya!"

Alan menendang Lina dengan keras. "Dasar sampah masyarakat! Wanita jahat! Enyahlah dari rumahku!"

Alicia berlari keluar dan mendorong Alan sekuat tenaga. "Nggak boleh memukul Ibu! Dasar anak nakal!"

Alan mengangkat tangannya dan hendak menampar Alicia, tapi Lina dengan cepat menahannya.

Lina menatap dingin pada anak yang lahir dari rahimnya sendiri, yang telah dia besarkan dengan susah payah hingga berusia lima tahun itu.

Alan sempat menciut sesaat, lalu melompat sambil memaki, "Kalian berdua sampah masyarakat, nggak tahu malu! Aku akan suruh ayah mengusir kalian!"

Sambil berteriak, dia segera berlari mengejar Sam dan Lili.

"Tante Lili, aku kasih semua permenku untukmu. Kalau makan permen, sakitnya akan hilang!"

Lina mendekap erat putrinya dan menenangkan. "Alicia, jangan takut. Kita sebentar lagi pergi. Kita naik kereta ke ibu kota. Mereka nggak akan bisa menyakiti kita lagi."

Alicia terisak dan bertanya, "Ibu, kenapa ayah sama kakak membela orang lain?"

Lina terdiam sejenak, lalu menjawab pelan, "Karena mereka sudah bukan ayah dan kakakmu lagi."

Dia dan Alicia tidak lagi menginginkan mereka.

Dalam dua belas hari lagi, mereka berdua akan lenyap sepenuhnya dari dunia mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bismillah, Aku Ikhlas
8.2
Pernikahan yang didambakan harmonis justru berujung pilu akibat lisan tajam sang ibu mertua. Setiap hari, seorang istri harus menahan tuduhan mandul dan cercaan atas pernikahan mereka, sembari memikul beban urusan domestik yang tiada henti. Tekanan batin kian berat saat ia terus dituntut segera menghadirkan cucu. Di tengah perlakuan semena-mena ini, ia kini berada di titik krusial untuk menentukan pilihan: tetap berjuang bertahan atau menyudahi segalanya.
Sampul Novel Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi
9.3
Solene sangat hancur saat suaminya yang berprofesi sebagai dokter mendiagnosisnya mengalami kehamilan ektopik. Sang suami tampak panik dan mendesaknya untuk segera melakukan operasi aborsi demi menyelamatkan nyawanya, bahkan menyarankan adopsi anak. Namun, Solene kemudian tidak sengaja mendengar rencana busuk suaminya dengan wanita lain. Ternyata, diagnosis tersebut hanyalah kebohongan demi memuluskan rencana membawa anak kandung rahasianya, Leo, masuk ke dalam rumah dan menguasai seluruh warisan harta.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni perdanaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, melindungi wanita lain di media. Demi aliansi baru, dia mengabaikan ikatan kami, meremehkan karyaku, dan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongan sang Alpha akan menjadi senjata yang menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku
9.1
Kehidupan Deo runtuh setelah Freya memilih menikah dengan kakaknya sendiri. Saat terpuruk, takdir mempertemukannya dengan Veren, gadis putus asa yang hampir mengakhiri hidupnya karena patah hati. Akibat kesalahpahaman besar, mereka berdua justru terikat dalam pernikahan muda yang tak terduga. Di tengah komitmen baru ini, sanggupkah Deo dan Veren menyembuhkan luka masa lalu bersama dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Terjerat Cinta Tuan Posesif
8.9
Demi mengejar Dian, Liam, insinyur ternama sekaligus pemimpin Jacob Group, rela terbang langsung ke Jakarta. Sejak menyelamatkannya di New York, Liam mengklaim Dian sebagai kekasihnya. Walau merasa tertekan oleh sikap posesif Liam yang direstui orang tuanya, Dian tidak bisa terus menghindar. Di tengah hubungan yang rumit ini, ketulusan Liam perlahan meluluhkan hatinya. Sosok yang awalnya menakutkan itu ternyata mampu memberikan cinta sejati dan momen romantis.
Sampul Novel Wanita Gendut, Dicerai Suami Dinikahi CEO Tampan
9.5
Pernikahan lima tahun Sofia Storia hancur setelah Alvian berselingkuh dengan Clara, seorang pemandu karaoke. Alvian menceraikannya hanya karena penampilan Sofia kini berubah gemuk. Di masa sulitnya, Sofia bertemu Reyfaldi, CEO kaya yang tertutup. Pria itu menawari pernikahan dengan kesepakatan khusus. Dibantu Reyfaldi, Sofia bertekad mengubah penampilannya demi membalas dendam kepada mantan suami dan selingkuhannya. Berhasilkah Sofia membalaskan sakit hatinya?