APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel LUKA DI ANTARA KITA

LUKA DI ANTARA KITA

Kehancuran melanda rumah tangga seorang istri setia setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan sahabat dekatnya sendiri. Menghadapi pengkhianatan ganda yang menyakitkan ini, seluruh kepercayaannya kini telah runtuh tak bersisa. Di tengah kepedihan yang mendalam, ia harus segera menentukan sikap. Haruskah ia tetap bertahan menyelamatkan sisa pernikahan mereka, atau melangkah pergi selamanya untuk menyembuhkan diri?
Bab
Bagikan

Bab 3

Alya terbangun dengan perasaan gelisah yang tak kunjung hilang. Tidurnya malam itu sangat singkat, dipenuhi mimpi buruk tentang Dina dan Raka. Kecurigaan yang sebelumnya hanya berupa bisikan samar di benaknya kini telah berubah menjadi kenyataan yang tak terbantahkan. Hatinya begitu berat, seolah ada batu besar yang menghimpit dadanya.

Ketika Raka bersiap-siap untuk berangkat kerja pagi itu, Alya tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ponsel suaminya yang tergeletak di meja dapur. Ada dorongan kuat di dalam dirinya, keinginan untuk mengetahui lebih banyak, untuk mengungkap apa yang benar-benar terjadi antara Raka dan Dina. Meskipun ia tahu bahwa membaca pesan-pesan pribadi suaminya adalah pelanggaran kepercayaan, Alya merasa ia tidak punya pilihan lain.

Setelah Raka pergi bekerja, Alya duduk di ruang tamu, memandangi ponsel Raka yang tertinggal di meja. Tangannya gemetar saat ia mengambil ponsel itu dan membuka kuncinya dengan kode yang sudah ia hafal sejak lama. Perasaan bersalah mulai menyusup ke dalam hatinya, tapi ia tahu ia harus melakukannya. Ia perlu kebenaran, tidak peduli seberapa menyakitkan.

Saat membuka aplikasi pesan, jantungnya berdetak kencang. Dan di sana, tepat di depannya, ada serangkaian pesan yang membuat darahnya seolah berhenti mengalir. Pesan-pesan mesra antara Raka dan Dina, pesan-pesan yang tidak seharusnya ada antara seorang suami dan sahabat istrinya.

"Aku nggak sabar ketemu kamu lagi nanti malam."

"Aku rindu kamu, Raka. Rasanya nggak tahan kalau harus terus menyembunyikan ini dari Alya."

"Aku tahu, tapi kita harus hati-hati. Aku nggak mau Alya curiga. Dia terlalu baik untuk disakiti seperti ini."

Setiap kalimat terasa seperti jarum yang menusuk hati Alya. Matanya terus bergerak dari satu pesan ke pesan lainnya, membacanya berulang kali, seolah-olah otaknya tidak bisa memproses kenyataan pahit yang tertulis di sana. Raka tidak hanya berselingkuh, tapi berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Orang yang ia percayai selama ini.

Air mata mulai membasahi pipinya, tapi ia tetap melanjutkan membaca, mencari sesuatu yang bisa menjelaskan bagaimana semua ini bisa terjadi. Ia menemukan lebih banyak pesan, semuanya penuh dengan keintiman yang seharusnya hanya dimiliki oleh pasangan suami istri. Alya menutup ponsel itu dengan gemetar, menahan tangis yang semakin keras.

Pikirannya kacau, hatinya hancur berkeping-keping. Tidak hanya pernikahannya yang rusak, tapi juga persahabatannya. Dunia Alya runtuh saat itu juga, di ruang tamu rumahnya yang biasanya terasa aman dan nyaman. Tapi sekarang, setiap sudut rumah terasa seperti menyimpan bayang-bayang kebohongan.

Dengan mata yang masih berkaca-kaca, Alya mencoba merangkai pikiran. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Haruskah ia langsung menghadapi Raka dan meminta penjelasan? Atau, haruskah ia menemui Dina dan menuntut pengakuan dari sahabat yang telah menusuknya dari belakang?

Namun, Alya tahu bahwa sebelum ia mengambil keputusan apa pun, ia harus menenangkan dirinya. Ia tidak ingin bertindak gegabah atau dalam keadaan emosi. Ia perlu berpikir jernih, meskipun rasanya sangat sulit untuk melakukannya sekarang.

Beberapa jam kemudian, Alya duduk di dapur dengan secangkir teh yang sudah dingin. Tangannya masih gemetar ketika ia menyesap teh itu, berusaha menenangkan dirinya yang masih terguncang. Pikirannya terus berputar, mencoba memahami bagaimana suaminya, pria yang dulu ia cintai tanpa syarat, bisa begitu tega melakukan hal ini. Dan lebih dari itu, bagaimana Dina, sahabat yang ia percayai selama bertahun-tahun, bisa menghancurkan kepercayaan mereka dengan cara yang begitu kejam.

Tak lama kemudian, ponsel Raka berdering di meja. Alya menatap layar yang menyala, melihat nama Dina tertera di sana. Ada pesan baru yang masuk, pesan yang membuat Alya merasa dadanya sesak.

"Aku nggak bisa berhenti mikirin kamu. Kapan kita bisa ketemu lagi?"

Alya merasa tubuhnya lemas. Ia mematikan ponsel itu tanpa membaca lebih lanjut. Setiap kata dari pesan itu terasa seperti racun yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia tahu, tidak ada lagi yang bisa disangkal. Semua ini nyata. Hubungan yang dibangun atas dasar cinta dan kepercayaan kini telah terkoyak oleh kebohongan dan pengkhianatan.

Namun, di balik rasa sakit yang mendalam, Alya mulai merasakan dorongan yang kuat. Ia tidak akan diam saja. Ia tidak akan membiarkan Raka dan Dina menghancurkan hidupnya tanpa perlawanan. Alya tahu bahwa ia harus mengambil keputusan, keputusan yang akan mengubah jalan hidupnya selamanya.

Dengan napas panjang, Alya bangkit dari kursinya, mengambil ponselnya, dan mengetik pesan kepada Raka:

"Kita perlu bicara. Segera."

Alya tahu bahwa ini adalah awal dari konfrontasi yang akan mengubah segalanya. Tapi satu hal yang pasti-ia tidak akan tinggal diam menghadapi kebohongan ini.

Alya menatap pesan yang baru saja ia kirimkan, merasakan jantungnya berdetak kencang. Ia menunggu respons dari Raka dengan perasaan campur aduk antara takut, marah, dan sedih. Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, ponsel Alya bergetar. Raka membalas dengan singkat:

"Ada apa, sayang?"

Kata "sayang" yang biasanya terasa hangat, kini hanya terdengar hampa di telinga Alya. Ia tahu, saat Raka pulang nanti, segalanya akan berubah. Tidak ada lagi kehangatan yang sama, tidak ada lagi kehidupan rumah tangga yang ia impikan sejak dulu.

Waktu berlalu dengan lambat. Alya berjalan mondar-mandir di ruang tamu, mencoba menenangkan pikirannya. Namun, semakin ia mencoba, semakin kacau perasaannya. Setiap kali ia mengingat pesan-pesan mesra antara Raka dan Dina, hatinya kembali terasa seperti dirobek.

Akhirnya, suara pintu depan terdengar terbuka. Raka masuk dengan wajah yang masih terlihat tenang, seolah-olah tidak ada apa pun yang terjadi. Melihat Alya yang berdiri di ruang tamu, ia tersenyum kecil.

"Ada apa? Kamu kelihatan serius," ucap Raka, meletakkan tas kerjanya di sofa.

Alya menatap suaminya dengan pandangan dingin. Ada begitu banyak kata yang ingin ia keluarkan, begitu banyak perasaan yang ingin ia ungkapkan. Tapi semua itu terasa terhenti di tenggorokannya. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Alya mengambil ponsel Raka yang ada di meja dan menyerahkannya padanya.

"Ini," kata Alya, suaranya bergetar pelan.

Raka menatap ponselnya, kebingungan. "Apa ini?"

"Aku sudah lihat semuanya, Raka," ucap Alya dengan suara yang lebih tegas. "Pesan-pesanmu dengan Dina."

Raka terdiam sejenak, matanya terpaku pada Alya. Wajahnya yang tadinya penuh dengan kepastian kini berubah pucat. Tangannya mulai bergerak gugup, dan ia meraih ponselnya dengan cemas. Saat membuka layar dan melihat pesan-pesan yang terbuka, Alya bisa melihat rasa panik perlahan-lahan menyusup ke dalam ekspresi Raka.

"A-Aku bisa jelasin," kata Raka dengan suara pelan, seolah mencoba mencari alasan.

"Jelasin?" Alya menahan tawa pahit. "Apa yang perlu dijelaskan? Kamu pikir aku bodoh, Raka? Kamu pikir aku nggak akan tahu apa yang kalian lakukan di belakangku?"

Raka menarik napas dalam, seolah mencoba menenangkan dirinya. "Ini nggak seperti yang kamu pikir. Dina... dia cuma teman, Alya. Kami nggak pernah melakukan apa-apa. Itu semua cuma pesan-pesan bodoh, nggak ada yang serius."

Alya merasakan amarahnya semakin memuncak. "Pesan bodoh? Kamu pikir aku nggak bisa baca? Kamu bilang kangen sama dia, kamu cium dia. Itu bukan cuma pesan bodoh, Raka. Itu penghianatan."

Raka menunduk, seolah mencari jawaban yang bisa menyelamatkannya dari situasi ini. Tapi Alya tahu, tidak ada penjelasan yang bisa memperbaiki rasa sakit yang ia rasakan saat ini.

"Seharusnya aku sadar dari awal," lanjut Alya, suaranya kini lebih tenang, namun penuh dengan kepedihan. "Aku sudah curiga sejak lama, tapi aku selalu menolak percaya. Aku percaya kamu, Raka. Aku selalu percaya kamu. Tapi sekarang... sekarang aku nggak tahu lagi harus percaya apa."

Raka mengangkat wajahnya, tampak putus asa. "Alya, aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf. Ini kesalahan. Aku nggak pernah bermaksud menyakitimu."

Air mata Alya akhirnya mengalir, ia mengusapnya dengan cepat. "Nggak bermaksud? Tapi kamu tetap melakukannya, kan? Kamu tetap memilih untuk menghancurkan pernikahan kita, menghancurkan aku."

Keheningan meliputi ruangan itu. Raka tidak memiliki kata-kata lagi untuk membela dirinya. Ia tahu, apa pun yang dikatakannya tidak akan menghapus rasa sakit yang telah ia sebabkan.

Alya menghela napas panjang, merasa lelah secara emosional. "Aku nggak tahu harus gimana sekarang, Raka. Kamu dan Dina... kalian dua orang yang paling aku percayai. Dan sekarang, aku kehilangan keduanya."

Raka menundukkan kepalanya, tampak benar-benar menyesal, tapi Alya tahu penyesalan saja tidak cukup. Luka di hatinya terlalu dalam, terlalu sulit untuk diabaikan.

"Apa kamu cinta sama dia?" tanya Alya tiba-tiba, pertanyaan yang selama ini ia takutkan.

Raka menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Nggak, aku nggak cinta sama Dina. Aku cuma... aku cuma kebingungan. Semuanya terjadi begitu saja."

"Tapi kamu tetap memilih untuk terus melakukannya," ucap Alya dengan getir. "Itu yang paling menyakitkan, Raka. Kamu punya pilihan, dan kamu memilih dia."

Keheningan kembali meliputi mereka. Alya merasa bahwa ini adalah akhir dari segalanya. Meski ia belum tahu bagaimana masa depan pernikahannya, satu hal yang pasti: tidak ada yang akan sama lagi.

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masuk Tiga Besar Daftar Orang Terkaya di Negara Ini
7.9
Divonis tumor otak saat suaminya, Ethan Wood, berselingkuh dengan manajernya membuat dunia wanita ini runtuh. Menolak diam demi menutupi skandal itu, ia memilih bercerai demi mengejar impiannya. Tak disangka, investasi impulsif dan galeri seninya sukses besar hingga ia masuk daftar tiga orang terkaya di Preayork. Di tengah ejekan Ethan tentang sisa umurnya, sebuah keajaiban datang: diagnosis tumor itu ternyata salah. Kini, ia siap bangkit berkuasa.
Sampul Novel Genius Liar
9.5
Indira Gianina mulai mencurigai Raefal Shahreza, suaminya yang pandai bersilat lidah. Ketika pengkhianatan Raefal terbongkar, Indira menghadapi pilihan sulit: bertahan demi sang buah hati atau mengakhiri pernikahan mereka. Sebagai istri yang kuat, ia enggan tinggal diam. Indira bertekad menyingkap seluruh kepalsuan suaminya dan menunjukkan harga dirinya di depan selingkuhan sang suami. Inilah kisah perjuangan seorang istri demi menjaga kehormatan keluarganya.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida menghadapi kepedihan luar biasa setelah suaminya tega berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Pengkhianatan ganda ini mengoyak hatinya hingga ia terpuruk dalam kehampaan. Di tengah keputusasaan yang mendalam, Farida justru terjerumus ke dalam jerat hasrat dan gairah yang tak terduga. Kisah romansa dewasa ini menyoroti luka batin serta pelarian emosional yang seketika mengubah arah hidup sang istri selamanya.
Sampul Novel ID-PD76
9.0
Tiga tahun Evelyn tulus merawat Aidan yang amnesia sekaligus menjadi kekasih rahasianya. Namun, semua hancur saat ia tahu Aidan hanya pura-pura hilang ingatan. Lebih kejam lagi, Aidan dan masa lalunya terlibat dalam kematian ayah Evelyn. Tak tinggal diam, Evelyn mengumpulkan bukti demi menjebloskan mereka ke penjara di hari pernikahan mereka. Saat Aidan akhirnya sadar siapa cinta sejatinya, Evelyn telah menutup rapat hatinya dan memilih pergi selamanya.
Sampul Novel Istri Kontrak Sang CEO Dingin
9.4
Demi melunasi utang keluarganya yang menumpuk, Hana terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Ray, seorang CEO dingin yang ingin mempertahankan reputasinya. Walau sepakat menjaga jarak secara emosional, kebersamaan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Namun, ikatan palsu ini mulai diuji ketika masa lalu kelam Ray terkuak dan ancaman dari rival bisnisnya datang menyerang. Akankah ketulusan sejati berhasil lahir dari sebuah kebohongan yang rumit?
Sampul Novel PAK DOSEN
8.7
Ayumi Larasati dan dosennya, Reza Syahrial, terpaksa menjalani pernikahan rahasia demi memenuhi perjodohan keluarga. Kehidupan kampus mereka menjadi penuh tekanan karena harus menyembunyikan status sebagai suami istri. Terlebih lagi, Ayumi dilarang berpacaran oleh orang tuanya, sedangkan Reza masih dibayangi trauma masa lalu. Di tengah konflik pribadi dan tuntutan profesionalitas, mampukah keduanya menjaga rahasia besar ini agar tidak terbongkar ke publik?