APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Abadi, Cinta Tak Berarti

Luka Abadi, Cinta Tak Berarti

Dunia sang protagonis hancur saat mengetahui anak angkatnya adalah hasil perselingkuhan suaminya, Yobel, dengan adiknya sendiri, bahkan didukung orang tuanya. Di tengah pengkhianatan ini, Yobel justru menolak cerai dan memohon ampun. Berpura-pura percaya, ia memberi Yobel waktu tujuh hari untuk membuktikan cinta. Namun, semua orang tidak menyadari bahwa sang istri sebenarnya telah meninggal tujuh hari lalu. Malaikat kematian hanya memberinya waktu singkat untuk kembali sebelum polisi meminta mereka mengidentifikasi jasadnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Orang tuaku mengadopsi seorang anak yatim piatu dan aku sangat menyayanginya, bahkan memperlakukannya layaknya anakku sendiri.

Sampai akhirnya aku sadar, wajahnya semakin mirip dengan suamiku, Yobel, bahkan diam-diam memanggil adikku dengan sebutan ‘ibu’.

Ternyata, suamiku yang begitu mencintaiku sudah lama berselingkuh.

Dia dan adikku diam-diam membangun keluarga bahagia, bahkan mendapat restu dari orang tuaku.

Saat semuanya terbongkar, adikku memohon agar aku merestui mereka dan orang tuaku menyuruhku untuk mengalah.

Anak yang begitu kusayangi selama ini, malah mengutukku dengan kejam.

Namun, mereka tak menyangka, sebenarnya Yobel yang menolak untuk bercerai.

Dia menangis memohon pengampunanku, berkata bahwa dia benar-benar mencintaiku dan anak itu hanyalah sebuah kecelakaan.

Aku berpura-pura percaya pada ketulusannya, lalu berkata, “Tujuh hari, aku kasih kamu tujuh hari. Kalau kamu bisa menunjukkan ketulusanmu, aku akan memaafkanmu.”

Yobel senang bukan main dan menuruti semua perkataanku, memperlakukanku seperti harta berharga.

Demi diriku, dia bahkan menyumbangkan seluruh tabungannya, memaksa adikku berlutut di salju untuk meminta maaf padaku.

Semua orang mengira aku akan memaafkannya, hingga hari di mana polisi datang untuk menyuruh mereka mengidentifikasi jenazah. Saat itulah, Yobel benar-benar gila.

Yobel tidak tahu, sebenarnya aku sudah mati sejak tujuh hari lalu. Hanya saja, malaikat kematian memberiku izin kembali ke dunia selama tujuh hari, untuk berpamitan dengan Yobel.

Aku sudah mati.

Mati di perjalanan saat hendak mengambil hadiah ulang tahun untuk adik angkatku, si Kelven.

Sepatu yang dia sukai baru dijual pada malam tahun baru.

Di kota kecil kami tidak ada, jadi aku meminta suamiku, Yobel untuk mengantar adik perempuanku pulang lebih dulu, agar bisa berkumpul bersama ayah dan ibu.

Tak kusangka, saat aku selesai membeli sepatu dan dalam perjalanan pulang, diriku malah mengalami kecelakaan beruntun.

Demi menyelamatkan anak-anak di dalam sebuah bus, diriku terkena hantaman mobil yang meledak dan terjatuh ke jurang. Aku pun meninggal saat itu juga.

Malaikat kematian melihat jasaku yang besar dan kematianku yang begitu tragis, aku pun diizinkan kembali ke dunia selama tujuh hari untuk mengucapkan perpisahan terakhir dengan keluargaku.

Saat aku kembali, hari sudah gelap.

Takut keluargaku menunggu terlalu lama, aku seolah ingin terbang agar bisa cepat sampai rumah.

Namun saat sampai di rumah, aku melihat pemandangan makan malam yang begitu hangat melalui jendela kaca.

Kelven duduk di samping ayah dan ibu, Yobel duduk bersebelahan dengan adik perempuanku, Bella.

Ada anggur merah dan hidangan lezat di atas meja depan mereka, semua orang berpakaian baju baru, wajahnya penuh suka cita.

Meja bundar enam kursi itu seakan tak pernah menyisakan tempat untukku, si orang keenam yang tak seharusnya ada.

Seketika, dadaku terasa nyeri, kemudian aku pun buru-buru memarahi diriku sendiri lebay.

Mereka tidak tahu sama sekali apa yang kualami, mereka juga tidak menyalahkanku yang pulang terlambat di malam tahun baru ini. Bisa-bisanya aku malah tega menyalahkan mereka?

Saat bersiap untuk melangkah masuk, aku malah melihat Bella mengambilkan sepotong daging ke piring Yobel.

Dengan tatapan penuh cinta, Bella berkata, “Kak Yobel, ini ayam bawang yang aku belajar khusus untukmu, coba diicip.”

Yobel tidak langsung makan, melainkan dia malah menggenggam tangan Bella dengan cemas, sambil memeriksanya sambil mengerutkan alis, lalu menegur lembut, “Setiap kali masuk dapur, kamu pasti melukai tanganmu. Kok masak lagi kali ini?”

Bella menjawab dengan manja, “Soalnya aku lihat kamu sangat suka dengan masakan kakak, jadi aku pikir, kalau dia bisa masak untukmu, aku pun bisa.”

Wajah Yobel tampak tidak senang, lalu menjawab dengan suara beratnya, “Omong kosong! Dia itu tahan banting, kerja keras apapun bisa. Kamu sudah dimanjakan sejak kecil, untuk apa dibandingkan dengan dia?”

Sambil bicara, Yobel bahkan menunduk dan dengan lembut mencium tangan Bella. Tatapannya penuh kasih sayang, seolah takut permata rapuh itu hancur.

Padahal aku sudah tak lagi punya detak jantung ataupun nadi, tapi seketika, dadaku terasa sakit luar biasa.

Kenangan tentang kebersamaan mereka berdua pun bermunculan di benakku.

Aku dan Yobel sama-sama lulusan Universitas Maratha.

Setelah lulus, kami pun menetap di Kota Madin.

Tiga tahun lalu, Bella datang ke Kota Madin untuk mencariku, dengan alasan peluang kerja di kota besar lebih banyak.

Orang tuaku sendiri yang membawanya ke rumahku, sambil menekan secara halus agar aku menjaganya baik-baik.

Yobel yang khawatir diriku dipersulit, akhirnya setuju membiarkannya tinggal bersama kami.

Selama ini, mereka tak pernah menunjukkan sikap berlebihan di hadapanku, bahkan sering bertengkar, seolah saling tak suka.

Aku pun selalu berusaha menengahi mereka dan karena rasa bersalahku, aku semakin baik pada Yobel.

Sekarang dipikir-pikir, kebencian dan jarak yang ditunjukkan mereka itu hanyalah tipuan belaka.

Mereka tahu aku merasa bersalah, tahu posisiku yang serba salah. Itu semua malah jadi bumbu dalam kemesraan mereka, jadi perekat yang membuat kedekatan mereka semakin kuat.

Memikirkan itu, perutku terasa mual, rasa ingin muntah naik sampai ke tenggorokan.

Aku hampir saja menerobos masuk untuk menangkap basah mereka, tapi saat itu juga, datang pukulan yang lebih besar.

Tiba-tiba, Kelven berdiri dari kursinya, mengambil seekor udang lalu menaruhnya di piring Bella, sambil berkata dengan manja, “Ibu, ini udang kesukaanmu.”

Aku masih belum pulih dari rasa sakit akibat pengkhianatan itu, telingaku kembali diguncang oleh panggilan ‘ibu’.

Aku langsung mendongak dan melihat ibuku buru-buru menutup mulut Kelven, sambil menegur, “Jangan asal panggil! Bukannya sudah kubilang, di rumah ini harus panggil kakak?”

Ayahku malah dengan santai berkata, “Takut apaan? Anak itu juga belum pulang.”

Wajah Kelven tampak puas, lalu berkata, “Perempuan jahat itu masih antri membelikan sepatu untukku, dia pasti nggak akan sempat pulang malam ini!”

“Aku bukan hanya mau panggil ayah dan ibu, tapi malam ini aku juga mau tidur bersama ayah dan ibu!”

Usai bicara, Kelven menatap Yobel dengan tatapan penuh harap, lalu bertanya, “Ayah, boleh, ‘kan?”

Belum sempat Yobel menjawab, Bella sudah menjawab dengan lembut, “Tentu saja boleh, jarang-jarang ayah bertemu denganmu, mana mungkin tega menolak permintaanmu?”

Usai bicara, Bella menatap Yobel dengan sedikit manja, lalu memohon, “Kak Yobel, setiap kali meneleponku, dia selalu bilang ingin tidur denganmu.”

“Hanya kali ini saja, jangan ditolak, ya?”

Yobel hanya terdiam sebentar, lalu mengangguk dan menjawab, “Iya.”

Kelven pun melompat kegirangan, sambil berteriak, “Hore! Aku bisa tidur bersama ayah dan ibu! Aku bisa tidur dengan ayah dan ibu!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta berlapis Dusta
8.4
Dalam novel Cinta berlapis Dusta, seorang wanita terlahir kembali demi menghindari takdir tragis diselingkuhi dan dilumpuhkan oleh Jayden. Ia memilih menikah dengan adik iparnya, Simon Hanson. Saat kecelakaan serupa terulang, Simon langsung menjebloskan Clarisse ke penjara. Namun lima tahun kemudian, ia menyadari kebenaran pahit bahwa Simon dan putra kandungnya sendiri sebenarnya hanya mencintai Clarisse. Ia pun memilih melepaskan mereka.
Sampul Novel Keinginan Sang Elf: Petualangan Erotis di Dunia Peri
8.7
Lyra, seorang elf muda, memutuskan menjelajah dunia luar demi menjawab rasa penasaran dan hasrat terpendamnya. Petualangan ini mempertemukannya dengan peri tampan bernama Orion, yang membimbingnya menyelami sisi erotis yang asing baginya. Di tengah keindahan dunia peri, bahaya gelap mulai mengancam. Sembari mengungkap rahasia besar yang menguji cinta mereka, hubungan keduanya pun bertumbuh menjadi sebuah ikatan intim yang sangat mendalam.
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, selir keempat Kaisar Oro, Elisabet, melahirkan Starling saat bintang raksasa bersinar. Namun, hasutan kejam seorang dukun membuat Kaisar curiga bahwa bayi itu adalah anak Jenderal Robert. Sang penguasa pun didesak mengorbankan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal demi kedamaian istana. Di tengah ancaman maut dari Oro, akankah hasrat berkuasa sang ayah melibas kasih sayangnya pada Starling?
Sampul Novel Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
9.4
Marcel kerap disiksa keluarga istrinya, bahkan dipaksa menyantap sisa makanan di lantai. Tak tahan dihina terus-menerus oleh Shirley dan kerabatnya, ia nekat meminum formula rahasia warisan orang tuanya untuk mengakhiri hidup. Namun, ramuan itu justru membangkitkan kekuatan dahsyat yang terpendam. Kini, sang ahli obat yang dahulu direndahkan telah bangkit kembali. Bersiaplah menyaksikan aksi balas dendamnya demi membuat mereka semua bersujud memohon ampun.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira akhirnya paham mengapa apartemennya disewakan dengan harga miring. Di balik ketakutan para tetangga, hunian itu dihuni hantu tampan yang justru memikat hatinya. Alih-alih lari, fantasi romantis Syafira malah membuncah saat merasakan dekapan dingin sang arwah. Namun, benturan logika dua dunia perlahan mulai mengusik pikirannya. Akankah jalinan asmara beda alam ini berujung bahagia seperti kisah-kisah fiksi yang kerap ia tulis?
Sampul Novel Permaisuri Baru Milik Kaisar
9.1
Kaisar Lu Yin bertekad mencari selir baru demi mendapatkan penerus takhta. Kehamilan Selir Ban dan kehadiran putri dari Permaisuri Xin Shi rupanya belum cukup memuaskan sang penguasa. Pilihan akhirnya jatuh pada Xi Yi, putri tabib istana yang jelita dan berbakat dalam pengobatan. Terpaksa masuk ke istana, gadis lembut ini harus menghadapi aturan ketat dan kerasnya persaingan di antara para wanita Kaisar. Mampukah Xi Yi bertahan?