APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love Want To Be Restored

Love Want To Be Restored

Pernikahan bisnis Amilie dan Ethan terasa dingin tanpa cinta, di mana hanya kehadiran sang putra yang menjadi pelipur lara bagi Amilie. Hubungan mereka kian retak saat isu perselingkuhan Ethan berembus. Puncaknya, kabar bahwa Ethan mempunyai anak dari wanita lain membuat Amilie mantap menggugat cerai. Namun, di luar dugaan, Ethan menolak perpisahan itu dan tiba-tiba berubah menjadi sosok suami yang hangat.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ibu, Ibu... apa Ayah sudah kembali?"

Aku menoleh, Evans berlarian menuruni anak tangga dengan terburu-buru. Bahkan seragam sekolahnya tidak terpakai dengan rapi. Evans selalu menggebu apapun itu mengenai Ayahnya. Bekal yang ku siapkan untuknya ku masukan dalam tasnya. Hatiku berdenyut.

Perhatianku kembali tertuju pada Evans, senyum merekah indah dibibir. "Semalam Ayah kembali."

Evans berdiri tepat di depanku, bola matanya membulat dengan wajah berseri. "Sungguh, sungguh? Apa Ayah mengatakan sesuatu? Apa Ayah membelikanku mainan?"

Sedikit ku rendahkan tubuh sembari membenahi dasi merahnya yang terpasang miring. "Hm, Ibu tidak yakin. Jika Ayah lupa, kita bisa membeli mainan yang kamu inginkan sepulang sekolah nanti." Ku sentuh dagunya berharap dengan sedikit kalimat ini dia tak akan kecewa.

Sesekali Ethan akan memperlihatkan kepeduliannya pada anaknya, namun terkadang dia juga tampak acuh. Dengan rumor yang terdengar belakangan, dan hubungan layu ini aku tak yakin Ethan akan mengingat hal kecil untuk anaknya.

Evans mendadak diam, sedetik kemudian senyum indah terukir dibibirnya. "Baiklah Ibu." dia duduk dikursinya dengan tenang lantas menyantap sarapannya bak memperlihatkan dia tak masalah dengan itu.

Terkadang aku kagum dengan sikap putraku yang dewasa, namun aku juga memiliki ketakutan besar karena dia terus berpura-pura. Anak yang baru duduk di bangku sekolah dasar berusaha bersikap tenang semata agar ibunya tak khawatir.

Aku duduk dikursi sebelahnya, pikiranku kacau. Bagaimana jika segala yang ku takutkan benar, Evans akan sangat terluka. Aku tak ingin dia tumbuh tanpa Ayah, dan aku juga tak ingin dia tumbuh dengan melihat keretakan hubungan orang tuannya. Segalanya membingungkan.

"Ibu..."

"Ibu."

Sontak aku menoleh ke arahnya.

"Ibu melamun, Ibu bahkan belum menyentuh makanan."

"Ah! benar. Evans sudah selesai makan?"

Evans menatapku dalam, bak berusaha mencari tahu dengan mengali ke dalam mataku. Dia tahu betul hubungan Ibu dan Ayahnya yang buruk, namun seakan dia tak ingin mengakui hubungan buruk itu. Dia anak yang peka dan berusaha menggenggam kuat apa yang menjadi miliknya.

"Ini suapan terakhir Ibu. Aku menghabiskan sarapan dengan baik." jawabnya sembari menyendok makanan ke dalam mulut nya.

Tangan ini mengusap lembut pucuk kepalanya. Memiliki Evans didunia ini hal yang paling ku syukuri.

"Ibu apa Ayah sudah pergi bekerja?"

Aku terkejut dengan pertanyaannya, Evans jelas tahu Ayahnya selalu melewati sarapan bersama dan pergi pagi-pagi buta dengan alasan bekerja.

"Ya, Ayah begitu sibuk bekerja untuk kita."

Aku selalu berupaya menekankan kesan baik Ethan dihadapan anaknya, bagaimanapun aku tak ingin putraku tumbuh dengan memendam kebencian pada Ayahnya.

"Tapi Ayah baru saja keluar dari kamar." ucap Evans sembari menatap kearah anak tangga.

Sontak aku mengikuti arah mata Evans.

Berisi kebingungan sekaligus keterkejutan, Ethan belum pergi dan tengah berjalan mendekat. Aku selalu tidur di kamar putraku, pertengkaran dan kemarahan semalam membuatku berpikir bahwa Ethan juga akan kesal dan beberapa minggu kedepan tak akan menunjukan wajahnya di hadapanku atau mungkin berlari ke pelukan simpanannya.

Beberapa detik perhatian teralih dengan cepat Evans tak ada di sebelahku. Dia bergegas berlari menghampiri Ayahnya dengan merentangkan kedua tangannya, kerinduannya yang besar membuatnya begitu ingin dipeluk.

Ethan sedikit menunduk, ekspresi wajahnya masih saja kaku dan datar meski melihat anaknya begitu antusias. Ujung matanya melirik ku sepintas, lantas kemudian dia mengendong Evans.

Dahi ku terkatup dengan jantung yang berdegup, aku sangat takut jika dia akan mengabaikan permintaan Evans dan berakhir melukai hatinya. Bersyukur dia tak melakukan hal itu. Aku lega.

"Apa hari ini Ayah libur?" tanya Evans, dia mengamati Ayahnya yang masih menggenakan piyama.

Ethan mengangguk.

Evans terkejut, juga terlihat senang. Kapan Ayahnya memiliki hari libur? Setiap detik Ayahnya selalu sibuk bahkan hampir tak pernah sekedar menghabiskan waktu dengannya.

"Jika begitu, bisakah Ayah mengantarku ke sekolah?! Seperti teman-teman lainnya. Ayah dan Ibu mereka saling mengandeng tangan anaknya." Evans menatap Ayahnya penuh harap.

"Itupun jika Ayah tak lelah." Evans memainkan jemarinya, dia yang selalu bersikap tenang sekarang menunjukan perasaan nya. Di hadapan Ayahnya dia bersikap layaknya anak kecil. Begitu lucu.

Namun, mendengarnya meminta penuh harap membuat hatiku teriris. Rasa khawatir menyelimuti, dia tak akan setuju melakukan hal merepotkan seperti itu. Permintaan Evans hanya akan dianggap angin lalu.

Aku berusaha menekan kesedihan dan air mata yang hendak menguasai. "Evans Ayah sibuk, jadi..."

Mulut berhenti bicara kala menyadari mata hitam legam milik Ethan menatap ku lekat-lekat. Kemudian Ethan mulai bersuara, "Jika Ibu mu tidak menolak."

Jemari mengepal dengan kuat, lalu wajah ini berpaling tak nyaman dengan tatapannya yang dalam padaku. Aku menjawab sedikit ragu. "Kau sibuk, jadi tak perlu repot ikut mengantar. Lagipula Pak Garen yang akan mengantar Evans seperti biasanya."

"Ibu, bolehkah untuk hari ini kalian yang mengantar ku?" suara Evans begitu lembut berisi keinginannya.

Aku mendongak menatap nya, mata yang cerah dengan kilatan-kilatan harapan. Bagaimana aku bisa menolak? Evans hampir tak pernah meminta sesuatu padaku. Dia anak yang tenang. Kali ini dialah yang meminta langsung. Tangannya yang mungil melingkar di antar leher Ayahnya, wajahnya tampak serius menunggu jawaban ku, jika aku menolak dia akan lebih kecewa.

Ku lirik sekejap Ethan, ekspresi wajahnya sedikit pun tak berubah. Aku merasa aneh dengan jawaban setujunya yang tiba-tiba. Dia tak pernah meluangkan barang sekejap waktunya untukku. Sekarang dia tampak berupaya memiliki banyak waktu untuk anak dan istrinya. Mengapa dia melakukan hal tak biasa?

"mengapa Ibu tak menjawab?" ucap Evans mengejutkanku.

Aku tersenyum kecil dengan kepala yang sedikit miring. "Tentu saja, apa yang tidak untuk Evans."

Sekarang tak perlu memirkirkan niat Ethan sebenarnya. Yang terpenting melihat Evans yang semangatnya kian terpancar. Penasaranku bisa kita bicarakan esok hari. Bagaimanapun sebagai orang tua aku tak boleh membiarkan ego menguasai.

"Yeay..." Evans bersorak girang. Dia menatapku berbinar, rasanya hal yang telah lama dia nanti akan segera di dapatkan.

Kala menyadari Ethan masih saja menatapku, aku kembali membuang muka. Entah, apa yang tengah ada dalam pikiran pria itu.

Ethan menurunkan Evans dari gendongannya. "Katakan pada pak Garen dia tak perlu mengantar mu, hari ini Ayah yang akan mengantar."

Evans mengangguk, bergegas berlari menyampaikan pesan Ayahnya pada Garen sopir yang biasa mengantar ke sekolah.

"Kau ingin mengatakan sesuatu?" Aku kembali bersuara sembari menatap Ethan. Dia meminta Evans pergi tentu karena memiliki maksud dengan ku.

"Segeralah berganti pakaian jika tak ingin Evans terlambat." Setelah mengatakan itu dengan dingin, Ethan berbalik ke kamar.

Kepalaku berdenyut hebat, aku tak bisa mencerna niatan dan maksudnya. Hal yang tak biasa ini membuatku lebih takut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Cinta Joanna
9.0
Kehidupan Joanna Alexander runtuh setelah memergoki pacar tercintanya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Cobaan hidup Joanna kian berat saat rahasia besar yang dipendam orang tuanya selama belasan tahun mendadak terbongkar. Di tengah gejolak batin dan luka emosional yang begitu hebat, sanggupkah Joanna menemukan kekuatan untuk berlapang dada serta mengampuni kesalahan fatal yang telah diperbuat oleh kedua orang tuanya?
Sampul Novel Gairah Ana Dalam Perjalanan Waktu
9.3
Usai bersusah payah merampungkan skripsinya, Nuna justru terlempar ke masa lampau dan terlahir kembali sebagai bayi di dimensi gaib yang misterius. Di dunia baru ini, ia tidak hanya harus berhadapan dengan sosok raja iblis yang menakutkan, tetapi juga dikelilingi deretan pria rupawan yang memikat. Nuna kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjalani takdir penuh cinta dan petualangan mendebarkan, atau mencari cara kembali ke tempat asalnya.
Sampul Novel Maaf, Kami Pernah Berzina
8.5
Demi tanggung jawab persaudaraan, aku terpaksa menikahi Niken yang sedang mengandung anak dari Nara, adik angkatku. Nara sendiri telah terjebak dalam pernikahan paksa bersama Nada. Situasi menjadi pelik saat muncul tuntutan gila agar aku menodai Nada demi memberinya keturunan. Hal ini terjadi karena Nara bersumpah enggan menyentuh istrinya demi menjaga kesetiaan pada Niken. Kini, aku terjebak dilema moral: haruskah aku merusak kehormatan Nada yang sebenarnya wanita baik-baik?
Sampul Novel Nona Kesayangan Dua Pria Tampan
9.4
Demi menggagalkan pernikahan paksa dengan Arash, pria yang amat dibencinya, Elma mengambil langkah ekstrem. Ia merelakan kesuciannya kepada Kai demi menghindari takdir kelam tersebut. Namun, keputusan nekat itu justru menyeret Elma ke dalam pusaran konflik yang lebih rumit. Hubungan rahasia dengan Kai menciptakan dilema cinta segitiga yang membara di antara mereka bertiga. Siapakah pria yang akhirnya akan dipilih Elma sebagai pendamping hidupnya?
Sampul Novel Sandiwara Sonya
8.5
Pasca-skandal narkoba, Sonya Ayudia harus menjaga reputasinya agar kariernya tidak hancur. Namun, akibat mabuk, ia keliru masuk ke mobil aktor Erlangga Abimanyu hingga memicu kejaran paparazzi di apartemen Erlangga. Di tengah kepungan wartawan, Sonya nekat keluar bersama Nevan Gentala Mahesa, kakak Erlangga. Demi menyelamatkan nama baiknya dari isu miring, ia pun terpaksa mengumumkan hubungan asmara palsu dengan Nevan ke publik.