APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love for Haphephobia

Love for Haphephobia

Demi membatalkan pernikahan ketiga sang ibu, Arkania Lintang Jagat berpura-pura mencintai calon saudara tirinya, Bintang. Ibunya yang sangsi akibat haphephobia yang diidap Lintang menuntut pembuktian. Di depan mantan kekasihnya, Ishan, Lintang nekat mencium Bintang. Tindakan nekat tersebut memicu obsesi Ishan untuk mendapatkan Lintang kembali, sementara hubungan Lintang dengan sepupu angkat Ishan itu justru menjadi kian rumit.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dzrrt ....

Ponsel Lintang bergetar tanda panggilan masuk. Lintang mengabaikannya dan tetap fokus melanjutkan meetingnya.

Setelah meeting selesai, Lintang kembali melihat ponselnya. Terlihat lima puluh pesan singkat dan dua puluh panggilan tak terjawab dengan na kontak 'IBU RATU' di layar ponselnya.

Baru saja Lintang membuka satu pesan yang bahkan belum sempat ia baca, kontak dengan nama 'IBU RATU' itu kembali membuat ponselnya berdering.

"Ada apa? Aku baru selesai meeting!"

jawabnya kesal.

"Nanti malam kamu harus luangkan waktumu untuk makan bersama! Mama nggak mau tau! Kamu harus dateng! pokoknya harus! Kalau nggak, Mama bisa nekat bikin malu kamu dengan mendatangi kantormu dan ...," desak Mayang memaksa putrinya agar menuruti kemauannya. Tanpa menanggapi ancaman sang Bunda,

Lintang mematikan ponselnya.

"Menyebalkan sekali!" Lagi-lagi ia menggerutu di tengah kesibukannya.

Selang beberapa menit, seorang wanita memanggilnya.

"Bu lilin, Pak Bowo memanggil Anda ke ruangannya," ucap Anita seorang sekretaris yang cantik nan manis dengan lesung di kedua pipinya. 

"Haih ... ada apa lagi ini? Masih pagi kok ya udah banyak yang bikin sebel sih! Ngerusak mood aja!" keluh Lintang yang kekesalannya sudah di ubun-ubun.

Nampaknya pagi itu adalah pagi yang benar-benar membuat mood Lintang memburuk.

Tok ... tok ... tok ....

Setelah pintu dibuka nampak sebuah senyuman hangat dan ramah terukir pada wajah pria paruh baya yang garis halus mulai terlihat samar dikeningnya.

"Bapak memanggil saya?"

 "Ah iya! Masuk Lin. Sini, sini!" pinta Bowo antusias dengan nada bicara dan logat yang khas nampak seolah sangat akrab dengan Lintang.

"Ada apa pak? Apakah ada masalah dengan ...."

Ceklek!

Lintang menoleh ke arah sumber suara tanpa menyelesaikan kalimatnya. Kali ini nampak seorang pria muda serta rupa yang asing masuk keruangan itu.

"Ah, akhirnya datang juga. Iyak! Lintang, ini Ishan dan Ishan ini Lintang karyawan paling kompeten, paling cekatan dan pokonya paling best lah di sini."

Dengan antusiasnya Bowo memperkenalkan Lintang pada Ishan diiringi dengan pujian setinggi langit.

Namun siapa sangka dibalik pujiannya itu terselip harapan, lebih tepatnya niat terselubung Bowo agar Ishan dapat menerima dan bisa rukun dalam bekerja sama dengan Lintang.

Bowo adalah direktur utama di perusahaan Lintang bekerja. Bukan tanpa sebab Bowo begitu akrab dan memuji Lintang setinggi langit.

Ia sangat akrab dengan Lintang lantaran Lintang adalah karyawan andalan lebih tepatnya aset perusahaan bagi Bowo.

Betapa tidak, Lintang yang cekatan selalu mampu membereskan kekacauan dari akibat kecerobohannya yang sudah mendarah daging.

Namun Ishan, pria asing yang baru datang ini justru mengabaikan Bowo yang merupakan paman sekaligus ayah angkatnya.

Ia terpaku menatap wajah gadis yang tujuh tahun silam meninggalkannya, kini berada tepat di hadapannya.

"Kau? Di sini?!" tanyanya yang menunjukkan seolah sudah mengenal Lintang sebelumnya.

"Maksudnya?" jawab Lintang yang mengerutkan keningnya.

"Eh, kalian sudah saling kenal?" tanya Bowo menyela. 

"Maaf, mungkin saya lupa, tapi anda siapa?" tanya Lintang yang menyerah lantaran benar-benar tak mengenali pria yang berdiri di hadapannya itu.

"Ah, bahkan kau tak mengenaliku?

Alasan itukah yang membuatmu enggan menjabat tanganku? Apakah ini yang namanya karyawan teladan?" tanya Ishan yang tiba-tiba menunjukkan ekspresi marah.

"Ah maaf, iya saya mohon maaf atas kel ...." 

"Ah ... sudahlah! Itulah kamu."

Ishan mengibaskan tangannya menolak tangan Lintang lantaran kesal diabaikan.

"Ada masalah apa dengan pria ini? Baru pertama kali ketemu udah songong aja! Jadi pengen jahit tu mulut!" umpatnya dalam hati berusaha menahan diri untuk mencaci.

"Maaf menyela, tapi ijinkan saya bicara dulu," ucap Bowo menyela untuk kembali melanjutkan memperkenalkan keduanya.

"Lintang, ini adalah Ishan yang akan menggantikan saya sebagai direktur utama untuk mengurus perusahaan ini."

Lintang mulai merasa tertekan mendengar apa yang di sampaikan oleh bosnya.

 "Kabar bagusnya, mulai hari ini juga kamu juga ku angkat sebagai wakil direktur untuk mendampingi Ishan."

 Seketika mata Lintang melotot seolah bola matanya hendak melompat keluar saking terkejutnya.

"Maaf, sepertinya saya salah dengar dan saya juga sangat tidak paham dengan apa yang bapak sampaikan."

"Hadeh ... katanya karyawan paling kompeten dan paling hebat, tapi selain dungu juga tuli! Benar-benar paket combo. Sepertinya aku bakal berumur pendek kerja bareng dengan karyawan model begini."

Ishan tanpa ragu mengolok Lintang dengan sindiran pedasnya.

"Nah mulai lagi ni cowok! Kalau di lihat lagi, bibir itu tidak asing!" batinnya dengan melemparkan tatapan tajam ke arah Ishan.

Meski kesal dengan ucapan Ishan tapi Lintang mulai mengingat pria yang dari tadi bersikap sinis terhadapnya.

"Sepertinya saya mulai ingat sekarang! Lu bukannya mantan pacar gue yang culun itu ya? Yang dulu suka banget ngintilin gue di perpus bukan?"

Pertanyaan yang di lontarkan Lintang sontak membuat Bowo dan Ishan kaget hingga menunjukkan reaksi yang tak terduga.

Ishan yang dengan sikap diamnya seolah mengiyakan pertanyaan Lintang. Sedangkan disisi lain Bowo sudah menutup mulutnya dengan tangan kanannya menahan tawa melihat kebungkaman Ishan atas pertanyaan Lintang.

"Hmm ... Tapi seingatku namanya Satrio atau Tio sapaan akrabnya. Tapi apa mungkin itu kamu?" tanya Lintang memainkan telunjuknya di ujung bibir merahnya.

"Oh bisa jadi itu benar Lin, karena nama panjangnya Satrio Ishan kartadinata, akan lebih bagus kalau kalian CLBK," kelakar Bowo menyela dengan cekikik tawa yang memudar lantaran menjawab praduga Lintang.

"Dasar nggak punya hati! Bahkan sedetikpun aku tidak pernah melupakan namamu maupun wajah kucelmu!" balas Ishan judes.

"Ah, ternyata itu beneran kamu toh. Tapi sekarang penampilanmu lumayan, nggak seculun dulu."

Lintang membalas olokan Ishan sebelumnya dengan komentarnya.

Sementara itu Bowo terpingkal-pingkal mendengar keponakan sekaligus anak angkatnya yang selama ini ia kenal sebagai pria yang selalu di puja wanita kini di olok oleh seorang wanita tepat didepan matanya.

"Om! Om Bowo mending cepetan pulang deh! Bukannya om ada acara sama calon istri Om ya?" ucap Ishan yang saking malunya hingga ingin segera Bowo pergi.

"Hahaha ... Iya, iya! Tapi sebelum itu, Om harus mengumumkan dan memperkenalkan kalian dulu donk. Masak direktur utama di ganti tapi bawahan nggak ada yang tau? Kan nggak lucu."

Ketiganya keluar dan Bowo memberikan pengumuman tentang dirinya yang mundur dan digantikan Ishan serta Lintang yang naik jabatan menjadi wakil direktur.

Di tengah pidato Bowo, baik Ishan maupun Lintang justru tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

"Para orang tua yang sudah udzur ini menikah di waktu yang senja rupanya! Lebih dari itu, kenapa tak ada yang mau dengar pendapatku? Bahkan aku tak diberi kesempatan untuk menolak jabatan yang pria tua ini berikan! Sungguh ironis!" gerutu Lintang dalam hati kesal karena jabatan barunya.

Lebih tepatnya ia merasa kesal menjadi bawahan Tio mantan kekasihnya.

Sementara itu Tio alias Ishan pun tengah bertanya-tanya dalam hatinya.

"Kira-kira apa alasan Lintang mutusin gue waktu itu? Apa sekarang dia udah punya pacar? Atau bahkan mungkin suami? Dia masih ingat aku, tapi kenapa tingkahnya seolah tak pernah terjadi apapun? Apa aku hanya mainannya? Ah sial! Kepalaku kembali dipenuhi dengan dirinya! Aku bisa gila!" batinnya.

Sepanjang pidato ia terus bergelut dengan pikirannya sampai-sampai ia tak mendengar jika Bowo memintanya memberi sambutan. 

Lintang yang berada tepat di sampingnya pun menyenggol lengan Ishan dengan sikunya. 

"Berhentilah memikirkan diriku, Saatnya memberi penyambutan,"

bisik Lintang.

Jarak yang begitu dekat membuat hangat napas Lintang menggelitik telinga Ishan hingga telinga Ishan memerah karenanya. Ditambah lagi aroma parfum yang familiar di indera penciuman Ishan pun merasuk menggoyahkan hati dan mengacaukan pikirannya.

"Aku tidak memikirkanmu!" teriak Ishan spontan dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus, membuat seluruh karyawan bahkan Bowo terkejut serta tertawa geli melihat tingkah putra angkatnya.

Refleks Ishan membuat Lintang geram karena malu hingga membuatnya mencubit pinggang Ishan sambil berucap pelan. Rahang merapat meminimalkan bibir bergerak saat berucap menekankan betapa gemasnya Lintang. "Apa kau benar-benar gila? Dasar bodoh!" bisiknya.

Ishan meringis kesakitan. Tangannya meraih tangan Lintang yang masih kuat mencubit pinggangnya.

Grep!

Ishan terdiam saat memegang tangan Lintang, lantaran merasakan kelembutan tangan Lintang yang dingin di antara nyeri di pinggangnya akibat cubitan Lintang.

"Menjijikkan!" Gerutu Lintang sambil menghempaskan tangan Ishan.

"Silahkan pak Ishan untuk memberikan kata sambutannya," tukas Bowo menengahi dua sejoli yang berseteru dalam bisik.

Saat Ishan memberi kata sambutannya, nampak semua karyawati terpesona oleh rupa elok sang direktur muda itu. Suara Ishan yang berat tapi kalem bak nyanyian idol dambaan mereka. Dalam sekejap ia menjadi idola baru di perusahaan itu.

Usai mengumumkan jabatan baru Lintang dan pergantian direktur baru, Bowo kembali memberi sedikit penjelasan pada tugas-tugas Ishan. 

"Jika masih ada yang belum kamu pahami atau butuh bantuan, kamu bisa mengandalkan Lintang. Sudah ya, jangan lupa. Nanti malam kamu harus datang. Om pergi ya? Yang rukun sama mantan," ledek Bowo sebelum pergi meninggalkan Ishan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beyond the Song
9.0
Aku menyembunyikan identitas asliku sebagai monster di balik rupa manusia. Namun, ketenanganku terusik saat lagu mematikan Siren memicu beruntunnya kasus bunuh diri misterius. Situasi kian rumit ketika Kenneth, seorang pemburu, hadir dan membawaku masuk ke dunia supernatural yang penuh ancaman. Demi melindungi orang terdekat, aku harus turun tangan walau penyamaranku terancam terbongkar. Ironisnya, aku justru terpikat pada Kenneth, pria yang ditakdirkan untuk memburuku.
Sampul Novel Different Body
8.0
Bagaimana jika saat terbangun Anda berada di tubuh bergender lain? Kejadian aneh ini menimpa Aurora Nadine Rachellina tanpa peringatan. Begitu terjaga, jiwanya telah berpindah ke raga seorang pria. Transformasi mendadak ini bukan sekadar perubahan fisik biasa, melainkan awal dari berbagai persoalan rumit dan besar yang harus segera ia selesaikan dalam kehidupan barunya yang membingungkan.
Sampul Novel Fantasi Gilaku
8.0
Kisah wanita bernama Alice yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dalam hal seksualnya bersama suaminya. Selama tujuh tahun itu pula ia berpura pura menikmati semua yang dilakukan oleh David sang suami. Semua berawal dari percobaan pertama ia melakukannya sendiri, dari situ ia mulai terobsesi dan mulai melakukannya setiap hari, karena hanya dengan itu ia bisa mencapai kepuasan. Semakin kesini, fakta baru yang mengejutkan mulai bermunculan, seperti David yang ternyata berselingkuh dengan teman kantornya, yang tak lain merupakan mantan pacarnya dulu di masa sekolah dan David yang ternyata seorang gay. Anehnya Alice tak sama sekali menggugat atau membuang David, ia malah senang kala melihat David bercumbu dengan sesama pria. Hingga akhirnya Alice mempunyai seorang teman wanita, ia sangat peduli padanya, Alice dengan terang terangan bercerita soal suaminya kepada Jane. Jane merupakan wanita yang mempunyai trauma besar dalam hidupnya, ia pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri sewaktu masih sekolah. Perlahan traumanya membaik saat jane mengenal pria yang mencintainya yang bernama Bian, namun lama kelamaan Bian juga menunjukkan sifat aslinya, selama ini ia tak tulus mencintai Jane, malah Bian sengaja memperkosanya bersama teman sekelasnya. Semenjak itu ia sangat membenci laki-laki. Ia bersumpah tak akan berhubungan baik dengan laki-laki manapun. Hingga Jane bertemu Alice dan mereka seperti menemukam kecocokan satu sama lain. Mereka berdua memutuskan untuk menjalin hubungan terlarang. Setiap hari mereka habiskan waktu berdua. Alice mengijinkan Jane untuk tinggal bersamanya di rumah mewahnya. Semua orang tak menaruh curiga terhadap Alice dan Jane. Alice memutuskan untuk menceraikan David, karena Jane sangat cemburu dengan David. Sejak saat itu hubungan Alice dan Jane semakin romantis, hingga suatu hari Alice bertemu seorang pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Kabar tersebut terendus oleh Jane, Jane sangat marah terhadap Alice, namun Alice mencoba meyakinkan Jane bahwa ia juga tak akan meninggalkannya. Akhirnya Alice mendapat restu dari Jane, Pria bernama Steve itu pun berhasil meyakinkan Jane. Steve menyadari bahwa Jane merupakan sahabat terdekat Alice, jadi ia juga harus meyakinkan Jane bahwa ia sungguh sungguh terhadap Alice. Alice hidup bahagia bersama Steve dan Jane. Steve menikahi Alice dan dikaruniai seorang anak yang lucu dan menggemaskan.
Sampul Novel Godaan si Petani Tampan
8.4
Mengikuti program pemuda terpelajar ke pedesaan pada era 1970-an membawa babak baru dalam hidupku. Di sana, perhatianku teralihkan oleh sosok Adri, seorang pria desa yang maskulin dan berotot. Didorong rasa penasaran, aku nekat menyelinap ke kamarnya di keheningan malam. Keputusan itu memulai hubungan intim yang penuh gairah di antara kami. Di sela-sela kesibukan menggarap ladang, kami mengukir romansa rahasia di berbagai sudut desa yang sepi dan pegunungan sunyi, meninggalkan jejak cinta yang mendalam.
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, seorang juru masak terkenal, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh perdana menteri lewat hidangannya. Di tengah pelarian, jiwanya merasuk ke raga seorang wanita korban tenggelam. Dalam wujud baru ini, Max justru terpikat pada Wulan, sahabat Nadia. Saat berhasil pulang ke tubuh aslinya, Max bertekad kuat untuk melamar Wulan. Namun, perjuangan meyakinkan sang pujaan hati ternyata sangat sulit. Mampukah koki ini memenangkan cinta sejatinya?
Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
8.4
Kebahagiaan sang Omega hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan putra rahasianya. Pernikahan mereka ternyata cuma alat politik Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan dianggap pajangan, ia tetap tenang saat Baskara pura-pura rindu. Di balik amarahnya, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka siap mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.