APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love for Haphephobia

Love for Haphephobia

Demi membatalkan pernikahan ketiga sang ibu, Arkania Lintang Jagat berpura-pura mencintai calon saudara tirinya, Bintang. Ibunya yang sangsi akibat haphephobia yang diidap Lintang menuntut pembuktian. Di depan mantan kekasihnya, Ishan, Lintang nekat mencium Bintang. Tindakan nekat tersebut memicu obsesi Ishan untuk mendapatkan Lintang kembali, sementara hubungan Lintang dengan sepupu angkat Ishan itu justru menjadi kian rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah Bowo dan Lintang keluar meninggalkan ruangan Ishan, bukannya kerja Ishan justru duduk termenung dengan pikiran yang dipenuhi tanya tentang Lintang.

Sesaat kemudian, lamunannya buyar oleh ketukan pintu sekretaris yang datang dengan setumpuk berkas.

"Pak, hari ini ada laporan dari pihak agensi model untuk fashion show yang tengah ditangani Pak Bowo."

"Apakah Lin ... ah! Maksudku wakil direktur juga ikut andil dalam proyek ini?"

"Iya Pak."

"Kalau begitu panggil wakil direktur ke mari dan tinggalkan berkas-berkasnya di meja."

"Baik Pak."

Segera ia melupakan tentang apa yang menggangu pikirannya. Kini ia tengah disibukkan dengan setumpuk berkas mengenai proyek yang di tangani oleh direktur sebelumnya. Profesionalitasnya memang tak diragukan lagi, dalam sekejap Ishan memahami permasalahan yang tengah dihadapi.

Selang beberapa saat,

Tok ... tok ... tok ....

Pintu kembali diketuk dan Ishan mulai merasa kesal karenanya.

"Iya, masuk. Lain kali langsung masuk aja! Saya nggak suka mendengar suara ketukan pintu yang mengganggu!" ucapnya tegas.

Dalam sekejap pria bodoh yang tadi berulah berganti menjadi sosok yang kharismatik dan tegas saat berhadapan dengan setumpuk berkas dan beberapa persoalan mengenai pekerjaan. Auranya membuat Lintang yang biasanya angkuh menjadi segan untuk membantah.

"Ya, maaf pak. Kalau begitu ada yang bisa saya bantu Pak?"

"Iya, coba kamu lihat ini, tadi pihak agensi model menelepon untuk meminta kenaikan gaji sebesar 10 kali lipat dari kesepakatan awal. Jika kita tidak bersedia, mereka meminta untuk mundur dari proyek ini. Tapi jika kita membatalkan kontrak dengan mereka, kita nggak mungkin dapat model dalam waktu sesingkat ini, apa solusimu?"

Lintang kembali membaca berkas dan mengambil surat kontrak yang mereka tanda tangani sebelumnya. Dengan seksama Lintang memeriksa satu persatu surat kontrak itu.

Di dalam ruangan yang sama dan seprofesional apapun seorang Ishan, namun jika dihadapkan dengan Lintang seorang gadis yang masih menghuni hatinya maka matanya pun tak mungkin bisa diajak kompromi.

Sesekali Ishan mencuri pandang pada Lintang yang tengah sibuk memeriksa berkas dengan wajah seriusnya.

Sejenak wajah itu membuat Ishan terlena.

"Yaps! Masalah ini biar saya yang tangani. Jika sudah hanya ini saja, saya pamit undur diri untuk segera menyelesaikan masalah ini," tegas Lintang yang membuat Ishan terkejut dan kelimpungan mengalihkan pandangan lantaran khawatir kepergok curi pandang.

"Eh, tunggu! Memangnya apa rencanamu?"

"Tentu saja menemui mereka untuk membuat kesepakatan baru."

"Apa semudah itu? Apa kau yakin bisa?"

"Ya, kita coba saja dulu."

"Baiklah! Aku akan pergi bersamamu! Aku khawatir mereka akan berbuat nekat saat kau mulai memprovokasi mereka."

"Lalu siapa yang akan bertanggung jawab di kantor jika direktur kita yang agung ini ikut keluar? Seharusnya jika anda ingin ngintilin saya lagi, anda bukan menjabat sebagai direktur utama, tapi asisten pribadi saya!" ucap Lintang yang kesal karena sikap kekanakan Ishan.

"Itu ide yang bagus! Tunggu sebentar."

Ishan bergegas keluar dan kembali mengumpulkan para karyawan.

Lintang bingung melihat apa yang akan di lakukan Ishan.

"Pengumuman! Mulai hari ini akan ada pergantian posisi untuk beberapa karyawan. Untuk Indra, kamu saya angkat jadi wakil direktur, dan Selena kamu menjadi manager menggantikan posisi Indra. Lintang saya tempatkan sebagai asisten pribadi saya. Saya harap kalian yang baru berganti posisi dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Sekian, terima kasih dan silahkan lanjutkan pekerjaan kalian."

Lintang melongo mendengar dan melihat apa yang baru saja di lakukan oleh Ishan.

"Wah ... wah ... luar biasa! Anda benar-benar menggunakan wewenang anda dengan bijak!" ucap Lintang sambil tepuk tangan dan tak hentinya menggelengkan kepalanya karena heran dengan kelakuan direktur muda itu. Ishan hanya tersenyum sombong menanggapi sindiran Lintang.

Tepat saat jam istirahatkan makan siang mereka pergi meninggalkan kantor menuju tempat Denny berada.

Saat sampai di parkiran, Ishan meminta Lintang yang mengemudikan mobilnya. Tanpa membantah Lintang melaksanakan perintah Ishan. Saat dalam perjalanan, Ishan memecah sunyi dengan sedikit basa-basi.

"Tapi ... apa Om Bowo sering seperti ini? Maksudku apakah om Bowo sering membuat kesepakatan dengan perjanjian yang dapat merugikan kita seperti ini?"

"Iyups! Begitulah pamanmu. Selalu membuatku kelelahan dan kerepotan membereskan masalah yang beliau buat." jawab Lintang kesal.

"Pfft! Tidak heran setelah tujuh tahun berlalu kamu kelihatan lebih tua. Bwahahaha ...."

"Yah! Dan yang membuatku heran setelah tujuh tahun berlalu kamu masih belum move on," ucapan Lintang membuat Ishan terdiam seketika.

"Hey! Dari mana kepercayaan dirimu itu? Aku yang sekarang tampan dan gagah ini, kini telah menjadi penakluk wanita! Mana mungkin aku nggak bisa move on dari gadis kurang ajar sepertimu? NA-JIS!"

"Padahal aku hanya asal bicara. Kenapa reaksimu berlebihan seperti itu? Tampaknya ucapan ku tadi benar!"

"Benar kepalamu! Justru sebaliknya, aku sangat membencimu!" jawab Ishan meninggikan suaranya.

"Kau tau? Bisa jadi, bencimu hanyalah pelampiasan dari perasaan tersakiti, perasaan campur aduk yang membuatmu frustasi. Benci tapi masih merindu."

Dalam sekejap suasana di dalam mobil menjadi melankolis. Ishan terhanyut dalam rangkaian kalimat Lintang.

"Tentu saja itu cukup untuk membuktikan jika cinta itu masih ada dan masih duduk tenang di sana. Perasaan bertanya-tanya, 'tak pernahkah sekalipun kau mengingatku?' Dan kubilang 'blasss Ra tau!" lanjut Lintang yang di akhiri dengan nada bicara yang ngegas untuk merusak suasana melow yang ia ciptakan.

"Dasar wanita gila! Dengan kepribadianmu ini, ku yakin kamu nggak akan pernah menikah!"

Pernyataan Ishan bukanlah pernyataan asal. Melainkan pernyataan yang memancing untuk melihat tanggapan dan reaksi Lintang.

Dari pernyataan itu terselip sedikit harap untuk sebuah jawaban yang ia cari.

Namun, tanggapan Lintang yang dingin dan tanpa terucap apapun dari bibir mungilnya justru membuat pikiran Ishan semakin penasaran tak berarah.

Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah gedung agensi milik Denny.

Sayangnya Denny sedang tak ada di tempat. Sekretarisnya mengatakan jika Denny akan mengadakan pesta ulang tahun di sebuah hotel berbintang.

Dengan susah payah akhirnya Lintang dapat informasi tentang di hotel mana dan pukul berapa Denny akan mengadakan pestanya.

"Informasi tadi cukup. Selanjutnya kita kembali saja dulu, nanti malam biar saya sendiri yang menyelesaikannya."

"Apakah kamu selalu bertindak sembrono seperti ini? Kamu ini wanita!"

"Memangnya kenapa jika saya seorang wanita? Salahkah?"

Mendengar pertanyaan Lintang, Ishan baru sadar jika Lintang adalah gadis angkuh yang tak pernah suka di remehkan ataupun dianggap lemah.

"Ah sudahlah sepertinya trombositmu menurun. Kita cari makan siang dulu! Bertengkar dan berdebat juga butuh tenaga!" sanggah Ishan tak ingin memancing kemarahan Lintang.

"Tunggu dulu! Maksudmu tadi apa? Kenapa kalau aku seorang wanita?"

"Tidak! Tidak apa-apa, aku hanya salah bicara. Ayo cepat cari makan! Aku sudah kelaparan!" ucap Ishan yang enggan memberi penjelasan. Ia hanya langsung membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi kemudi.

Sementara Lintang masih berdiri mematung dengan wajah masam, seolah siap untuk bertengkar dengan Ishan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful ESCAPE
8.3
Rasa ingin tahu menyeret Louisa Gonzales, resepsionis hotel berusia 24 tahun, ke dalam petaka setelah ia tidak sengaja melihat aksi pembunuhan oleh gangster asal Italia. Kini, hidupnya dikendalikan oleh sang bos mafia, Dominic Theodoretti, yang memanfaatkan masa lalu Louisa sebagai peretas ahli. Saat terperangkap di Sisilia di tengah ancaman mematikan, ia terpaksa membongkar rahasia kehamilannya kepada Dominic demi bisa bertahan hidup dan merencanakan pelarian bersama.
Sampul Novel Cintya Persusuan  Di Balik Tahta
8.3
Sebagai selir paling dimanja karena keunikan tubuhnya, Rona menarik perhatian penuh dari Kaisar dan Pangeran Surowi. Namun, malam-malam di kamarnya berubah menjadi ketegangan saat kedua pria berkuasa itu mengajukan rencana gila untuk membaginya bersama. Meski dijanjikan kenaikan status sosial oleh Pangeran Surowi, Rona yang ketakutan mencoba menolak tawaran tersebut dengan menegaskan asal-usulnya yang hanya seorang budak biasa di hadapan senyuman misterius sang Kaisar.
Sampul Novel Pembantuku Menjadi Pendampingku
8.0
Pasutri konglomerat, Danil dan Karin, sama-sama sibuk bekerja. Demi mengurus kebutuhan sang suami di rumah, Karin memutuskan merekrut asisten rumah tangga baru. Sayangnya, keputusan yang semula berniat baik ini justru menjadi bumerang bagi pernikahan mereka. Kehadiran sang asisten perlahan merusak keharmonisan rumah tangga dan menjadi ancaman besar bagi hubungan keduanya. Mampukah ikatan pernikahan mereka bertahan menghadapi ujian ini?
Sampul Novel Perceraian: Jangan Berharap Kembali
8.3
Tari memutuskan bercerai demi fokus mengurus toko kuenya setelah menangkap basah perselingkuhan Deo. Walau Deo memohon rujuk hingga rela menanggung malu, Tari tetap bergeming. Di sela gangguan sang mantan suami, hadir Noah, tetangga baru yang langsung terpikat padanya. Tari pun memanfaatkan Noah agar terhindar dari kejaran Deo. Namun, sebuah kejadian tak terduga di ranjang mengubah segalanya, hingga kini giliran Noah yang menuntut pertanggungjawaban darinya.
Sampul Novel Sinar di Balik Pengkhianatan
8.6
Tiga tahun membina rumah tangga dengan gembong jaringan gelap Kota Beirus, Suryanto Pradana, membuat Julianti Sahara harus lolos dari maut sebanyak enam puluh delapan kali. Musuh-musuh suaminya mengincar Julianti sebagai kelemahan terbesar Suryanto. Setelah sebuah ledakan bom hampir merenggut nyawanya, Julianti terbangun di rumah sakit dengan pendengaran yang mendadak pulih. Di sanalah ia mendengar rahasia kejam: pernikahannya hanyalah siasat Suryanto untuk menjadikan dirinya tameng demi melindungi wanita lain yang dicintainya.
Sampul Novel Tersenyumlah, Aku Akan Membalasmu
8.3
Nasib Alya Nirmala berbalik sepenuhnya akibat kesalahpahaman yang menyeretnya ke pernikahan paksa dengan Rafly Pranata, miliarder tua rekan kakeknya. Walau hatinya milik pria lain, ia tak berdaya menolak. Setelah empat bulan menikah, Rafly meninggal dan meninggalkan warisan raksasa untuknya. Kini, sebagai janda kaya yang diperebutkan, sebuah peristiwa menjebak Alya dalam pernikahan kontrak dengan seorang pengusaha muda misterius berumur 32 tahun yang sangat memikat.