APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love And Mystery

Love And Mystery

Harry Borison, CEO Rank Group yang dingin, terikat takdir dengan karyawannya, Han Yura. Di balik kesehariannya, Yura memendam trauma masa lalu dan PTSD. Demi keselamatan dari ancaman wanita psikopat yang terobsesi pada Harry, mereka berdua terpaksa menyembunyikan pernikahan mereka. Kini, Yura harus berjuang meluluhkan hati keras Harry sekaligus bertahan hidup dari kejaran sang penguntit yang mengincar nyawanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kejar dia! Jangan sampai lolos. Aku tidak mau dia hidup dengan tenang di sana atas apa yang telah dia perbuat," ujar seorang pria yang sedang menelepon suruhannya. Dia terlihat begitu marah, matanya nyalang memandang ke arah luar ruangan.

"Harry, apa kau yakin akan kembali ke Korea?" tanya seseorang di belakangnya membuat pria itu menoleh ke arahnya.

"Aku sangat yakin. Aku ingin mencarinya dengan tanganku sendiri. Dia harus menebus dosa-dosanya, karena dia tidak akan berhenti kalau bukan aku sendiri yang menghentikannya." Aura dingin sangat terpancar pada sosok pria itu. Ambisinya untuk mencari seorang wanita psikopat begitu kuat. Dalang dari semua pembunuhan kekasih dan beberapa teman SMA-nya.

------

Hanya terdengar suara rintikan hujan di luar sana yang menemani di malam yang sunyi ini. Han Yura sedang duduk termenung sambil memikirkan perkataan orang tuanya. Mereka ingin dirinya segera menikah. Sampai-sampai mereka mempersiapkan kencan buta dengan beberapa pria untuk dirinya. Namun, semua itu sia-sia. Di antara dari semua pria itu tidak ada yang bisa memikat hati Yura.

"Haaahhh ... benar-benar, ya. Dunia ini sungguh nggak adil. Kenapa semua orang malah menanyakan tentang pernikahan kepadaku? Gimana mungkin aku memikirkannya? Pacar aja aku belum punya," gerutu Yura di dalam kamarnya sambil berguling-guling tak tentu arah di atas king size-nya.

"Yaakk. Kenapa juga diumurku yang ke 26 tahun ini masih aja single?" Yura mengacak rambutnya frustasi.

"Apa aku nggak cantik dimata para pria? Tapi, ahh, nggak mungkin kalau aku memang nggak cantik. Mengapa mereka mendekati aku di kantor? Kalau dilihat-lihat, mereka lumayan juga sih, bisa di bilang banyak yang tampan. Entahlah, mereka nggak ada yang istimewa di mataku. Apa jangan-jangan aku nggak tertarik sama pria? Astagaaaa ... ini sungguh membuat kepalaku pusing."

Berbagai pikiran melayang-layang di kepalanya. Karena sampai sekarang, dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya pacaran itu. Sudah jam dua belas malam, Yura masih betah untuk terjaga seolah-olah matanya enggan untuk menutup. Sampai jam satu dini hari, matanya sudah mulai lelah. Akhirnya Yura memutuskan untuk istirahat.

Keesokan harinya, Yura berangkat ke perusahaan Rank Group tempat di mana dia bekerja. Dengan kondisi yang kurang baik dan mata yang sedikit sembab karena dia terjaga semalaman sehingga harus tidur telat.

"Hei, Kenapa dengan matamu Han Yura? Kau seperti panda aja dengan mata seperti itu. Apa jangan-jangan kamu habis putus sama pacarmu, ya?" ejek Naemi sahabat karib Yura.

"Ahh, ini nggak apa-apa, kok. Hanya saja, aku terjaga semalam karena nonton melodrama. Terus aku harus mengeluarkan air mataku yang berharga ini. Ya, beginilah hasilnya mataku sedikit sembab." Yura terus membantah Naemi.

"Ohh, gitu rupanya. Tapi tunggu dulu, sepertinya aku nggak yakin dengan jawabanmu. Nggak biasanya kamu nonton film sampai larut malam. Apalagi film sedih kayak gitu. Biasanya kamu lebih memilih istirahat karena besok kamu harus bekerja, ya, kan?"

Berbagai ocehan yang diberikan Naemi membuat Yura gugup seketika. Bagaimana mungkin Yura menceritakan masalahnya kepada Naemi. Pada akhirnya dia malah dapat ejekan dari sahabatnya itu. Mau ditaruh di mana mukanya jika hal tersebut terjadi?

Yura terlalu malu karena dia tidak berpengalaman sama sekali dengan seorang lelaki di umurnya yang sudah terbilang cukup untuk berpacaran bahkan menikah. Sehingga, mau tak mau Yura harus mengalihkan pembicaraan sebelum Naemi memberi pertanyaan yang aneh-aneh terhadap dirinya.

'Astagaaa ... nih anak, kenapa otaknya begitu encer sekali pagi ini? Bisa-bisanya dia membombardir pertanyaan yang membuatku mati kutu,' batin Yura sedikit jengkel.

"Ahh, itu--- itu"--- Yura tergagap sambil memikirkan jawaban yang tepat. "Yaakk. Kenapa kamu cerewet sekali pagi ini? Ah, sudahlah. Aku nggak mau bahas ini lagi. Lebih baik aku menyiapkan laporan buat besok sebelum si nenek sihir itu," maksudnya adalah Im Yhuna, "marah-marah nggak jelas. Telingaku sakit kalau dengerin omelannya dan suaranya yang cempreng." Yura terus mencari alasan mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Ya sudahlah. Aku nggak akan mengganggumu kali ini. Meskipun sebenarnya aku penasaran, sih. Hehehe ...," jawab Naemi sambil senyum-senyum menggoda Yura.

"Sudah sana fokus kerja!" perintah Yura sambil menarik Naemi agar duduk di tempat kerjanya.

"Dia benar-benar aneh pagi ini. Ahh, masa bodoh. Mungkin perkataan Yura ada benarnya. Oke. Sekarang fokus kerja demi mencapai target supaya bonus bulanan bisa cair," batin Naemi mulai berkutat dengan komputernya.

Semua karyawan berada di meja kerjanya masing-masing. Mereka sibuk dengan komputer dan tumpukan kertas yang berada di meja kerjanya. Sampai-sampai mereka tidak menyadari dengan kedatangan sang direktur.

"Ekheemm. Selamat pagi semuanya," sapa sang direktur yang didampingi oleh beberapa asistennya.

Semua yang ada di dalam ruangan tersebut menoleh ke sumber suara. Sontak mereka semua berdiri terkejut akan kedatangan sang direktur Park Jerry.

"Selamat pagi direktur." Para karyawan serentak berdiri sambil membungkukkan badannya kepada direktur besar Rank Group.

"Baiklah. Semuanya tidak usah berlebihan seperti itu." Park Jerry menampilkan seulas senyuman di wajah.

"Maaf, sudah mengganggu waktu kalian bekerja. Jadi begini, maksud kedatangan saya sekarang hanya menyampaikan informasi penting kepada kalian semua. Dua hari lagi saya akan pensiun dari perusahaan ini. Maklum saja saya sudah tua dan saya ingin menikmati masa tuaku bersama keluarga tercinta. Jadi, saya akan menyerahkan tanggung jawab saya untuk memimpin perusahaan ini kepada putra semata wayang saya." Para karyawan sedikit terkejut dengan perkataan direkturnya yang secara tiba-tiba.

"Hari ini, dia baru akan pulang ke Korea setelah dia menyelesaikan study di Harvard Amerika selama dua tahun. Dia mengambil fakultas Harvard Business School. Dia bisa dibilang masih muda, umurnya saat ini masih 29 tahun. Tapi, tenang saja. Dia sudah berpengalaman untuk mengurus perusahaan karena saya bisa menjaminnya. Saya mohon bantuannya kepada kalian semua untuk berbagi pengalaman bersama putraku. Saya harap kalian semua bisa menerimanya dengan baik," ujar direktur Park Jerry yang dijawab anggukan oleh semua karyawan.

Mereka tidak menyangka kalau direktur baru mereka masih muda. Tapi, tidak sedikit para karyawan khususnya karyawan wanita senang dengan kabar barusan. Wanita mana yang tidak tertarik dengan pria muda yang sudah mapan dan satu-satunya pewaris perusahaan Rank Group. Salah satu perusahaan yang berpengaruh di Asia. Tidak mudah untuk bisa masuk ke perusahaan Rank Group, berbagai seleksi yang ketat harus dilalui oleh banyak orang yang ingin menjadi pegawai di perusahaan ternama tersebut.

"Oke. Hanya itu saja yang perlu saya sampaikan. Terima kasih atas waktunya. Saya undur diri dulu sampai jumpa dan semangat buat kalian semua," pamit Park Jerry kepada para karyawannya.

Setelah kepergian direktur Park Jerry, para pegawai bergerombol membicarakan tentang bagaimana sosok direktur baru mereka yang terbilang masih muda. Mereka tidak sabar menunggu dua hari lagi. Akan tetapi berbeda dengan Yura, dia terlihat cuek seolah-olah tidak ada berita apa pun pagi ini. Dia lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya daripada harus bergosip yang tak jelas menurutnya.

"Haahh ... ada-ada aja, sih, mereka. Belum tentu juga dia tampan. Umurnya boleh muda, tapi siapa tahu wajahnya sudah kayak om-om. Lagian buat apa juga, sih, mereka menggosipkan hal yang tidak penting itu," gerutu Yura dalam hatinya. Dia merasa terganggu dengan suara berisik teman-temannya yang heboh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Seksi Tuan Cedric
8.2
Kehidupan Falisha Marbella hancur seketika saat kekasihnya, Ben Andrigo, tewas di dekatnya. Tragedi mahasiswi 19 tahun ini berbuntut panjang ketika ayah Ben, Cedric Andrigo, menuduhnya sebagai penyebab kematian sang putra. Sebagai miliarder kejam yang memimpin bisnis ilegal, Cedric bersumpah membuat hidup Falisha menderita. Didorong dendam, pria arogan itu memaksa Falisha menjadi budak pemuas nafsunya. Akankah Falisha sanggup membebaskan diri dari belenggu kekejaman Cedric?
Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Akibat ulah orang tak bertanggung jawab, Cantika tak mampu membayar biaya pengobatan ayahnya. Demi melunasi utang medis tersebut, ia terpaksa menikah sebagai istri kedua seorang miliarder dan bersedia mengandung anaknya. Namun, pernikahan impiannya justru berubah menjadi siksaan yang kejam layaknya neraka. Akankah perempuan polos ini sanggup bertahan menghadapi penderitaan tersebut, atau ia akan memilih melarikan diri demi meraih kembali kebebasannya?
Sampul Novel Mantan Suami yang Gigih: Tetaplah Bersamaku
9.0
Tiga tahun menikah, Linsey justru pertama kali bertemu Bryson dalam kondisi memalukan. Sang suami bahkan tak mengenalnya dan malah merendahkannya. Usai resmi bercerai, takdir kembali mempertemukan mereka di dunia kerja, saat Linsey menjadi penasihat hukum di perusahaan mantan suaminya tersebut. Kini, Bryson yang mulai jatuh cinta justru memohon agar Linsey tidak pergi. Akankah pria itu rela membuang harga dirinya demi mengejar kembali cinta Linsey yang dulu pernah ia sia-siakan?
Sampul Novel Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
9.0
Elara memaksakan pernikahan sepihak dengan Julian, cinta pertamanya, lewat pengaruh besar keluarganya. Tiga tahun berlalu dalam dinginnya kebencian Julian yang merasa terbelenggu. Sadar kasih sayangnya hanya membawa luka, Elara memutuskan mundur dan lenyap tanpa jejak. Kepergian mendadak ini justru menyisakan kekosongan mendalam di hati Julian. Benarkah kebebasan ini yang ia dambakan, ataukah rasa benci yang selama ini ia pelihara sebenarnya adalah cinta?
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur setelah tahu pernikahannya dengan Daza, CEO yang sangat angkuh, cuma kedok demi harta warisan kakeknya. Kepedihan itu kian perih karena sang suami masih mencintai Lora, kekasihnya. Sempat berniat berjuang demi mewujudkan rumah tangga yang bahagia, usaha Lavendra sia-sia. Kehadiran Lora yang terus mengusik ditambah sikap dingin Daza membuat batinnya lelah. Kini, ia terjebak dalam keputusasaan dan meratapi kenaifannya yang mendambakan cinta sejati.