APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Living with Mr. Arrogant

Living with Mr. Arrogant

Insiden tabrakan tangga mengubah total hidup Zinnia Shafira. Jiwanya misterius tertukar dengan Reyner Eka Sukmajaya, atasannya yang dingin dan angkuh. Meski sempat pulih, fenomena aneh ini terus berulang. Demi melindungi reputasi, Reyner memaksa Zinnia tinggal serumah lewat pernikahan kontrak. Di tengah situasi rumit ini, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka, walau berbagai luka juga turut mengiringi perjalanan hubungan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Membeku. Masih pada posisi sebelumnya, posisi aneh yang dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi siapa pun yang melihatnya. Kedua orang yang bertukar jiwa itu menatap kaget seorang pria yang berdiri di dekat tangga. Tampaknya pria itu merupakan teman dari laki-laki yang ditabrak Zinnia.

"Rey. Kenapa kamu memeluk cewek itu? Siapa dia?" tanya pria itu karena tak segera mendapatkan jawaban dari orang yang ia panggil Rey itu.

Zinnia yang sadar akan posisinya langsung melepaskan pelukannya, lalu duduk tegak. Ia bingung bukan kepalang dengan apa yang akan ia lakukan. Ia sama sekali tak mengenali pria yang datang itu. Tapi pria itu mengajaknya bicara.

"Anu. Ini ... ini tidak seperti yang kamu pikirkan," jawab Zinnia dengan suara maskulin tetapi terdengar kaku.

"Apa maksudmu? Jelas-jelas tadi kamu memeluk cewek itu. Hey kamu! Siapa namamu? Dan apa hubunganmu dengan Rey?" tanya pria itu menatap 'Zinnia'.

Pria yang berada di dalam tubuh Zinnia hanya terdiam. Ia tak mengenali gadis itu. Namun ia tetap mencoba tenang. Jika ia menceritakan tentang jiwanya yang tertukar, bisa saja temannya itu tak akan percaya dan hanya menganggapnya orang gila.

"Emm. Namanya Zinnia. Dia ... dia cuma kebetulan papasan saja denganku," jawab Zinia dengan tubuh Rey.

'Bodoh,' batin Rey melirik tubuhnya sendiri.

"Kebetulan papasan tapi kok ...."

"Sudahlah. Sekarang kamu naik saja ke atas! Aku akan menyusulmu setelah masalahku selesai," perintah Zinnia dengan suara berat, dingin, dan tegas. Ia sudah cukup pusing dengan kejadian sebelumnya. Ia tak mau tambah pusing dengan pria asing yang baru muncul itu dan pertanyaan-pertanyaannya.

"Oke. Selesaikan masalahmu itu! Cepat! Karena sebentar lagi kita ada rapat," balas pria itu sembari berjalan menaiki tangga meninggalkan Zinnia dan pria asing yang ditabraknya.

"Hebat juga kamu bisa meniruku," puji pria bernama Rey itu dengan suara gadisnya yang imut-imut.

"Jangan memuji! Sekarang bagaimana caranya agar kita bisa kembali?" tanya Zinnia sembari menatap wajahnya sendiri.

"Kalau aku tahu, aku sudah melakukannya dari tadi. Aku mau ada rapat dan sekarang malah terjebak di tubuh jelekmu ini. Kau lihat? Ini semua kesalahanmu!" cecar pria itu, masih dengan suara Zinnia.

"Kenapa kamu dari tadi menghina tubuhku sih?" sungut Zinnia asli.

"Yang ada aku yang kesal karena harus bertukar jiwa dengan pria gak jelas dan menyebalkan," imbuh Zinnia sembari melipat kedua tangannya.

"Sudahlah. Pikirkan caranya agar kita bisa kembali." Pria yang berada di tubuh Zinnia bangkit dari duduknya. Zinnia asli ikut berdiri. Kini ia sadar betapa pendeknya ia jika berdiri di samping pria bernama Rey itu. Ia bahkan harus menunduk menatap dirinya sendiri.

"Coba pikirkan bagaimana tadi kita bisa bertukar seperti ini!" ucap Rey sembari meletakkan jari telunjuk di dagunya. Zinnia mau tak mau ikut berpikir.

"Tadi kamu menabrakku dengan keras. Dan kepalaku terbentur benda keras." Rey mulai mengingat-ingat kejadian sebelumnya.

"Benda keras? Maksudmu kepalaku? Sakit tahu. Kepalamu itu yang keras seperti batu," gerutu Zinnia sembari mengusap kepala milik Rey.

"Jadi kepala kita berbenturan? Kukira tadi lututmu yang mengenai kepalaku." Rey ikut mengusap kepala milik Zinnia.

"Ya ampun. Jahatnya," sungut Zinnia.

"Eh. Tapi tunggu!" ucap Zinnia lagi sembari memberi isyarat. Ia mencoba berpikir. Siapa tahu idenya itu mengembalikan jiwa mereka yang tertukar.

"Mungkinkah kalau kita berbenturan lagi, kita bisa kembali ke tubuh kita masing-masing?" tanya Zinnia kembali menatap wajahnya sendiri. Rey membalas tatapan itu. Kini ia harus sedikit mendongakkan kepalanya.

"Mungkin."

"Oke. Kita coba aja! Siapa tahu berhasil," ucap Zinnia sembari bersiap-siap.

"Serius?" tanya Rey tak menyangka. Namun ia tetap mengikuti saran dari gadis yang bernama Zinnia itu. Ia juga ikut bersiap-siap.

"Oke. Aku hitung sampai tiga kita langsung benturin kepala kita ya!" seru Zinnia.

"Eh tapi tunggu? Bisa gegar otak gak ya?" tanya Zinnia lagi sembari menghentikan ancang-ancangnya.

"Sudahlah! Cepat! Gak ada waktu!" seru Rey yang mulai tak sabar.

"Oke. Kita mulai ya!" Zinnia mencengkeram bahunya sendiri dengan tangan kekar milik Rey. Menatap lurus ke arah wajahnya.

"Satu, dua, tiga," ucap Zinnia lalu membenturkan kepalanya.

"Awww." Keduanya merintih kesakitan. Mereka pun membuka kedua mata mereka. Namun, nihil.

"Kok masih kaya gini?" Zinnia mulai putus asa.

"Sialan. Padahal sebentar lagi aku ada rapat. Ini semua gara-gara kamu yang lompat-lompat di tangga!" hardik Rey.

"Kok aku? Ya kamu lah. Salah sendiri kenapa tiba-tiba muncul," balas Zinnia tak mau kalah. Rey kembali terdiam. Nampaknya ia tengah teringat sesuatu.

"Bentar-bentar." Rey berjalan mendekati tangga. Ia lalu memberi isyarat pada tubuhnya sendiri untuk menghadapnya.

"Kamu bilang aku tiba-tiba muncul, kan?" tanya Rey. Zinnia hanya mengangguk mengiyakan. "Terus kamu lompat di tangga yang mana?" tanya Rey lagi.

"Di situ. Kalau gak salah yang kedua atau ketiga terakhir," jawab Zinnia sembari menunjuk tangga di depannya.

"Kalau begitu kita reka ulang kejadian tadi," tutur Rey.

Zinnia yang paham langsung mengikuti saran yang diberikan pria itu. Ia turun kemudian berjalan menaiki anak tangga yang tadi dilewati Rey. Lalu Rey yang berada di tubuhnya melompat seperti apa yang gadis itu lakukan sebelumnya. Dan tabrakan pun kembali terjadi. Mereka jatuh dengan posisi yang sama seperti sebelumnya. Kepala mereka kembali berdenyut. Bahkan lebih sakit karena itu merupakan ketiga kalinya mereka saling beradu kepala.

"Aduduh," rintih Zinnia dan Rey bersamaan.

"Bisa-bisa gegar otak betulan kalau gak berhasil," gumam Zinnia sembari memegangi kepalanya.

"Tapi berhasil, kan?" tanya Rey yang kini sudah kembali ke tubuh aslinya. Zinnia yang baru tersadar menatap pria di hadapannya. Kini ia bisa menatap wajah Rey dengan jarak yang begitu dekat. Pria yang ditabraknya ternyata tampan juga. Pikirnya.

"Udah minggir! Enak aja tubuhku dijadikan tumpuan mendarat," ucap pria itu sembari menyingkirkan tubuh kecil Zinnia yang berada di atasnya.

"Iya, iya." Zinnia berdiri sembari masih memegangi kepalanya. Sedikit terasa benjolan di dahinya itu.

"Oh iya. Kejadian ini jangan sampai diketahui orang lain ya?" tanya Rey menatap Zinnia.

"Iya. Lagian tak akan ada yang percaya jika diberitahu juga," balas Zinnia.

"Ya udah. Sudah sana pergi!" perintah Rey megusir Zinnia.

"Ish. Jadi orang sombong banget sih," sungut Zinnia sembari mengambil tasnya. Ia pun berjalan cepat meninggalkan pria itu. Yang paling penting ia sudah kembali di tubuhnya.

Rey menatap kepergian Zinnia. Kepalanya masih sedikit berkedut. Ia merasa gadis yang baru saja menabraknya benar-benar kurang ajar. Gadis itu bahkan tak tahu siapa Rey yang sebenarnya dan berani berdebat bahkan menghina pria itu.

"Zinnia? Kamu gak tahu siapa aku? Menarik."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 LEGION
9.6
Kedamaian tiga bangsa kini terancam akibat hadirnya sosok misterius dari masa lalu. Tokoh ini memegang kunci penting yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Ia juga menjadi figur sentral yang akan mengungkap kebenaran di balik sejarah kelam Legion yang lama tersembunyi. Lewat petualangan penuh misteri ini, identitas asli sang pendatang akan membongkar rahasia besar yang telah lama terkubur rapat dari dunia mereka.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, pemuda berparas menawan, memperoleh peluang emas untuk hidup kembali demi membalas dendam atas kematian orang tuanya. Terlempar ke tahun 2001, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan di masa lalu tersebut. Dengan strategi cerdik, Hades mulai mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas waktu ini menjadi langkah awal baginya untuk mengubah takdir sekaligus menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Ketika Anak Kami Melompat, Saya Memutuskan Ikatan Kami
8.8
Demi selingkuhannya, Alpha Damien tega mengabaikan hari lahir putrinya. Noah yang mengalami gangguan jiwa merasa terbuang hingga nekat mengakhiri hidupnya. Di tengah duka yang hancur, Damien justru melindungi Omega lain alih-alih mendampingi sang istri. Kecewa atas pengkhianatan ini, sang istri nekat melakukan Ritual Penolakan di hadapan seluruh kawanan. Kini ikatan takdir mereka telah terputus selamanya, menyisakan penyesalan Damien yang sia-sia memohon ampun.
Sampul Novel Not A Perfect Marriage
9.5
Ivy Marionet menjalani pernikahan rumit yang penuh rahasia dengan seorang ksatria kerajaan. Ia harus berjuang keras demi menyembunyikan identitas aslinya yang misterius. Keadaan kian genting saat campur tangan Putra Mahkota Winter membuat Ivy terancam hukuman mati di tangan suaminya sendiri. Siapa sebenarnya sosok Ivy? Di tengah intrik dan bahaya yang mengintai, mampukah ia mengungkap kebenaran sekaligus menyelamatkan diri dari eksekusi yang membayangi hidupnya?
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Terbangun di tubuh masa kecilnya yang berumur delapan tahun, Yun Shang membawa memori kelam dari masa depan. Di kehidupan lalu, ia dikhianati oleh suami dan kakaknya sendiri hingga kehilangan anak tercinta secara tragis. Kini, sang putri kerajaan bertekad mengubah takdirnya yang kelam. Berbekal rasa sakit dan pengetahuan masa depan, ia mulai merancang rencana pembalasan yang matang demi membalas setiap kekejaman dan penderitaan yang pernah dialaminya dahulu.
Sampul Novel Terpisah Antara Dua Dunia
8.6
Semua orang mengira John adalah suami idaman yang sangat memuja istrinya, Talita. Namun, kebenaran pahit terungkap saat Talita mengetahui perselingkuhan John. Kecewa, Talita menghubungi sistem khusus untuk keluar dari dunia tersebut. Sistem memberinya waktu lima belas hari untuk mempersiapkan kematian palsu dengan melompat ke laut. Setelah rencana matang berhasil dieksekusi, Talita pun lenyap tanpa jejak. Kehilangan ini seketika menghancurkan dunia John, menyisakan penyesalan hebat dan pencarian tanpa arah yang membuatnya hampir gila.