APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Living with Mr. Arrogant

Living with Mr. Arrogant

Insiden tabrakan tangga mengubah total hidup Zinnia Shafira. Jiwanya misterius tertukar dengan Reyner Eka Sukmajaya, atasannya yang dingin dan angkuh. Meski sempat pulih, fenomena aneh ini terus berulang. Demi melindungi reputasi, Reyner memaksa Zinnia tinggal serumah lewat pernikahan kontrak. Di tengah situasi rumit ini, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka, walau berbagai luka juga turut mengiringi perjalanan hubungan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu Zinnia tengah mematut diri di depan cermin. Menyisir rambutnya agar terlihat rapi. Kemeja berwarna putih serta rok hitam panjang telah ia kenakan. Hari ini merupakan hari penentuannya agar bisa diterima di SJ Grup atau tidak. Zinnia berharap ia dapat diterima menjadi karyawan tetap di perusahaan itu.

Kini gadis itu pun keluar dari kontrakan seluas kurang lebih empat puluh lima meter persegi. Tidak luas memang. Namun, kontrakan itu sudah lebih dari cukup untuk ditinggali satu orang saja.

Zinnia sebenarnya tinggal di sebuah desa di sebuah kota yang disebut kota Adipura Kencana. Ia pindah ke Jakarta untuk mencari kerja. Berharap dapat memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Terutama ayah dan ibunya yang sudah tak muda lagi. Dengan berbekal ijazah kuliah, gadis itu memberanikan diri mengadu nasib di ibu kota.

Butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai ke SJ Grup menggunakan sepeda motor. Hari itu Zinnia beserta beberapa orang lainnya hendak mengikuti tes wawancara. Setelah berjam-jam lamanya akhirnya tiba waktu untuk mendapatkan hasil dari wawancara tersebut. Seleksi di SJ Grup memang terbilang ketat. Perusahaan itu memilih kualitas dari para calon karyawannya. Dengan segala rasa cemas serta lelah, Zinnia akhirnya mendapatkan hasil yang ia inginkan. Hal ini juga tak luput dari doa kedua orangtuanya.

"Selamat, Mbak Zinnia Shafira. Anda diterima di perusahaan ini." Seorang pria yang diketahui sebagai salah satu pihak HRD memberikan ucapan selamat pad gadis itu. Zinnia pun dengan senang hati menyambut jabat tangannya.

"Terima kasih, Pak."

"Hari Senin kamu sudah bisa mulai bekerja di sini. Lakukan yang terbaik ya!" ujar pria itu ramah.

"Baik, Pak. InsyaAllah. Terima kasih banyak, Pak," balas Zinnia sembari tersenyum.

"Ya."

Tak lama kemudian gadis itu kembali menuruni anak-anak tangga yang tempo hari ia lewati. Tak ada satu orang pun yang lewat. Termasuk pria bernama Rey yang ia tabrak. Kembali ia teringat kejadian aneh yang belum pernah ia alami sebelumnya, bahkan dapat dikatakan mustahil untuk terjadi.

'Cowok kemarin mana ya? Kok aku gak lihat dia hari ini? Atau mungkin dia naik lift ya?' batin Zinnia penasaran. Ia benar-benar masih heran dengan kejadian bertukar jiwa itu. Ingin rasanya bertemu pria itu dan membicarakan keanehan yang mereka alami.

***

Setelah tes wawancara yang dilakukan dan Zinnia sudah jelas diterima sebagai karyawan SJ Grup, gadis itu dapat bernapas lega. Impiannya untuk bekerja di perusahaan ternama telah terwujud. Namun, ia tak boleh lengah. Ini merupakan langkah awal kehidupannya yang baru. Ia tak boleh sombong dengan pencapaiannya saat itu.

Hari berikutnya gadis itu mempunyai kesempatan untuk beristirahat mempersiapkan diri di hari berikutnya. Ya. Ini adalah hari Minggu dan Zinnia akan menghabiskan waktunya di kontrakan kecilnya. Gadis itu pun membuka kedua kelopak matanya. Ia lalu duduk dan meregangkan otot-ototnya. Sejenak ia melirik jam pada ponsel yang ia letakkan di dekatnya. Jam lima kurang seperempat pagi. Waktunya sholat subuh. Namun, gadis itu merasa ada yang janggal. Ponsel yang digenggam itu bukan miliknya. Ponsel itu terlalu mahal untuk orang biasa sepertinya.

"Astaghfirullah! Heh?" seru Zinnia dengan suara yang berat. Dengan segera Zinnia melompat dari tempat tidur yang berukuran besar itu. Langsung menghadap pada cermin yang lebih besar darinya. Tampak di sana seorang pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan masih mengenakan piyama satin berwarna biru dongker. Pria yang dua hari sebelumnya bertabrakan dengan Zinnia. Pria yang ia ketahui bernama Rey.

"K-kok bisa? Ya ampun," gumam Zinnia yang sudah terjebak di dalam tubuh Rey sembari memegang wajahnya.

'Duh. Kenapa ini? Apa yang harus aku lakukan?' batin Zinnia bingung. Ia merasakan hal yang biasa dirasakan oleh orang yang baru bangun tidur yaitu buang air kecil.

Mau dibuang dia takut, mau ditahan nanti sakit bahkan bisa membuatnya mengompol. Dengan kebimbangan dan rasa takutnya, akhirnya Zinnia terpaksa membuang air seninya. Ia sudah tak bisa menahannya lagi. Gadis itu menutup rapat-rapat kedua matanya. Lalu mengguyurnya dengan menekan tombol pada kloset. Saat hendak membersihkan miliknya, secara spontan Zinnia berteriak keras. Membuat seseorang mengetuk pintu kamarnya.

"Ada apa, Kak?" tanya seseorang dari luar kamar itu. Zinnia mendengar suara pria lain lagi selain dirinya sendiri.

"Siapa itu?" tanya Zinnia dengan suara pelan. Ia pun dengan segera menyelesaikan masalahnya. "Nggak papa," balas Zinnia kemudian dengan setengah berteriak.

"Oh ya udah," balas orang di luar kamarnya setelah beberapa detik kemudian.

Zinnia keluar dari kamar mandi yang terbilang mewah itu lalu mengintip ke luar kamar. Mencari siapa gerangan yang memanggilnya tadi. Namun, ia tak menemukan siapa pun. Yang ia lihat hanya ruangan luas, rapi, dan mewah. Berbeda dengan kontrakan tempatnya tinggal.

Setelah berkutat dengan rasa bingungnya, gadis itu mencubit lengannya sendiri. Sakit. Ternyata itu bukan mimpi. Kejadian bertukar jiwa tempo hari kembali terjadi meski mereka tak saling berbenturan. Dengan segera Zinnia meraih ponsel milik Rey, mencoba untuk menghubungi nomornya. Tetapi sayang, ponsel Rey dipasang password yang tak ia ketahui.

"Ngapain pakai password segala sih?" sungut gadis itu. Ia pun melihat jam pada ponsel itu. Lalu ia meletakkan ponsel mahal itu dan kembali menuju kamar mandi.

Meski masih dalam kebingungan gadis itu tak mau melewatkan kewajibannya. Ia segera mengambil air wudhu lalu mengambil sprei tipis dari lemari karena tak menemukan satu pun sajadah di tempat asing itu. Kini ia bingung. Tak ada mukena yang dapat ia kenakan.

"Tunggu, tunggu. Sekarang aku kan laki-laki, jadi boleh tidak ya sholat dengan cara laki-laki? Tapi aku cewek tulen ...." cicit Zinnia kembali bimbang.

"Ya sudahlah terpaksa," ucapnya lagi sembari mengambil kembali sprei berwarna putih yang digelarnya. Membungkus kepala dan tubuhnya sendiri dengan niat menutupi auratnya.

Barulah setelah selesai menunaikan sholat subuh, Zinnia keluar dari kamar itu. Gadis itu tengah mencari tahu keberadaannya. Ia sekarang tahu bahwa laki-laki bernama Rey itu merupakan orang yang berada. Gadis itu melihat ke sekeliling ruangan dengan manik cokelat gelapnya. Melihat setiap sudut ruangan rumah dengan atap yang cukup tinggi. Ia pun menuruni anak-anak tangga rumah mewah itu. Saat Zinnia sampai di ruang tengah, ia melihat seorang laki-laki yang tampak lebih muda dari Rey tengah duduk sembari meminum teh. Laki-laki itu menatapnya.

"Hai, Kak. Tumben udah bangun?" tanya laki-laki yang tak ia ketahui siapa.

"Kamu siapa?" gumam Zinnia tanpa sadar mengabaikan sapaan dari laki-laki itu.

"Ya ampun, Kak. Apakah sebegitu bencinya Kak Rey sama aku sehingga kakak gak mau mengenali adikmu sendiri?" tanya laki-laki itu.

"Maaf," ucap Zinnia tak enak hati. Jadi laki-laki itu adalah adiknya Rey. Tapi kenapa ia berkata seperti itu? Alasan apa yang membuat sosok Rey membenci adiknya sendiri?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Pasca-kelulusan kuliahnya di Bandung, Rino Rahman sangat mendambakan kehadiran cinta yang belum pernah ia rasakan. Di tengah kesepian itu, muncul sosok misterius yang menawarkan bantuan untuk mewujudkan impian asmaranya lewat dunia mimpi. Apakah tawaran tersebut benar-benar membawa kebahagiaan nyata atau hanya sekadar janji manis tanpa bukti? Simak kisah unik perjuangan Rino dalam mengejar cinta sejati yang membentang di antara batas kenyataan dan alam khayalan.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel One Chance without Change
9.0
Dalam dunia fantasi yang kelam, rasa sakit menjadi inti eksistensi manusia. Kisah penuh misteri dan kengerian ini membawa kita pada keputusasaan sang tokoh utama yang terjebak dalam penderitaan tanpa akhir. Siksaan yang ia alami begitu hebat hingga memicu ketakutan luar biasa. Ia pun mulai mempertanyakan batas ketahanan dirinya, bahkan meragukan apakah ada kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada siksaan hidup yang sedang ia jalani saat ini.
Sampul Novel Pengantin Bayangan
8.1
Lima tahun Elara terikat pernikahan paksa tanpa tahu alasan Duke Alaric memilihnya. Usai dihina dan ditinggalkan Cassian pada malam pertama, kini ia bangkit menjadi wanita berbahaya berkekuatan misterius. Saat Cassian kembali membawa rahasia gelap, Elara bukan lagi korban lemah. Konspirasi besar di balik perjodohan mereka mulai terkuak, memaksanya menghadapi kenyataan pahit dalam perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel TAMPAN TAPI REPTIL
8.2
Bone, manusia ular yang dibesarkan oleh dukun sakti berkuasa, memendam cinta mendalam pada gadis manusia biasa bernama Abigail. Namun, perbedaan wujud dan asal-usul mereka menjadi rintangan terbesar bagi perasaan tulus yang ia miliki. Di tengah perbedaan kodrat yang nyata, mampukah takdir menyatukan asmara mereka, ataukah identitas reptil Bone justru akan memupus harapan cinta itu untuk selamanya?
Sampul Novel Tumbal Rumah Bersalin
9.6
Di balik sosok ramahnya sebagai bidan Desa Tlogo Ungu, Warni menyimpan misteri kelam. Trauma akibat kemiskinan dan pengucilan masa lalu mendorongnya bersekutu dengan siluman ular putih bernama Nyai Sukma lewat perantara Romlah. Demi kejayaan bisnis dan kekayaan instan, kesepakatan mistis pun terjalin. Namun, ritual pesugihan ini menuntut bayaran mengerikan: ibu melahirkan di malam Jumat Kliwon dan darah daging Warni sendiri sebagai tumbal pertama. Sanggupkah ia menumbalkan bayinya?