APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Little Wife

Little Wife

Di usia 18 tahun, Elsa Putri harus menjalani pernikahan dini dengan pria yang terpaut sembilan tahun lebih tua. Belum paham arti cinta sejati, ia justru didera cemburu karena suaminya tampak dimiliki wanita lain. Konflik batinnya kian rumit saat sebuah kenyataan besar datang mengubah segalanya. Kini, dalam segala kebingungan emosi yang ada, Elsa harus menerima kenyataan bahwa dirinya tengah berbadan dua di usia yang masih sangat muda.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nama Elsa Putri yang ia sandang semenjak lahir sudah berganti menjadi Elsa Fernandez dalam beberapa menit yang lalu. Ketika nama itu ia ucapkan dengan lidah dalam bisikan kecil, rasanya sangat aneh dan kedengarannya juga tidak cocok. Cincin yang terselip di jari manis Elsa saat ini pun terasa semakin berat dari menit ke menit. Dia mencoba mengabaikan tatapan-tatapan penuh penilaian dari wajah-wajah yang sama sekali tidak dia kenal.

Keluarga terdekat Fernandez diundang dalam acara pernikahan yang cukup mendadak ini. Tiga hari yang lalu Elsa masih mengurung diri di dalam kamarnya mengerjakan tugas sekolah, sekarang dia telah berdiri di sini, di samping pria tinggi dengan gestur kaku, suaminya.

Ya, di usianya yang 18 tahun, Elsa masih mengenyam bangku terakhir di SMA di saat mungkin remaja seusianya sudah lulus dan memasuki jenjang kuliah. Itu karena Elsa telat masuk saat sekolah dasar.

Dan kini belum juga lulus, Elsa telah memiliki status baru selain seorang pelajar, yaitu seorang istri.

Elsa tidak tahu harus merasakan apa selain dorongan untuk meraung tangis, tapi dia sudah melakukannya pada dua malam sebelumnya. Rasa gejolak di perut itu semakin melonjak naik ketika veil putih di atas kepalanya disingkap, dan kilatan kamera membuat Elsa mengernyit. Lalu Elsa mendongak, menatap wajah Leon Fernandez yang tampan. Lelaki tertampan yang pernah Elsa lihat.

Tapi sayangnya, sepertinya Leon tidak menyukainya. Ketika seharusnya pria itu mencium Elsa, dia malah menyunggingkan senyum miring penuh ejekan lalu mendekatkan tubuh dan seolah mencium pipi Elsa, tapi bibirnya tidak pernah sampai di sana, karena setelahnya kilatan kamera itu datang dan semua orang bertepuk tangan ringan, seolah enggan.

Menit yang berlalu terasa seperti berada berjam-jam di dalam neraka, Elsa hanya perlu memasang senyum, berfoto dengan beberapa sepupu yang tidak bisa ia tatap mukanya karena perbedaan sosial yang jelas ia rasakan, insecurity itu menghantam Elsa dengan keras. Bagaimana bisa keluarga Fernandez yang terpandang dan kaya raya, menikahkan putra sulungnya dengan perempuan biasa dan miskin yang terlilit utang seperti Elsa Putri? Hal itu masih sangat sulit diterima oleh nalarnya. Sekeras apapun Elsa mencoba untuk meredam kesedihannya, nyatanya rasa itu tetap hadir, semakin besar.

Elsa bertemu dengan ibu mertuanya, yang ia panggil Mami, atas permintaan wanita setengah baya itu sendiri.

“Kamu mau istirahat, Nak? Daritadi berdiri terus, pasti tumit kamu sakit.”

Perkataan penuh perhatian yang merasuk ke dalam dada Elsa dan menghangatkannya. Tidak pernah ada yang berkata selembut itu padanya. Bahkan Mamanya sendiri pun tidak peduli pada apa yang Elsa rasakan. Tapi mendapati Mami mertuanya menerima dirinya dengan tangan terbuka membuat Elsa lega. Dia bisa bertahan karena itu.

“Elsa baik-baik aja, Mi,” jawab Elsa sembari memasang senyum yang dipaksakan. Dia tidak ingin dicap sebagai menantu yang manja.

Sangat jelas terlihat tatapan tidak setuju dari Mami Maya, namun wanita berdarah Jawa yang sangat cantik itu tidak ingin memaksa Elsa. “Yaudah, kamu tahan sebentar ya, acaranya bakal segera selesai kok.”

Sebagai jawabannya, Elsa memasang senyum, lalu kemudian menatap kepergian Mami Maya yang masuk ke dalam rumah, karena acara pernikahan tertutup ini dilaksanakan di halaman belakang kediaman Fernandez.

Elsa dapat kembali bernapas lega ketika pesta telah usai, kini Elsa duduk di sebuah bangku meja rias sambil menatap ke depan, ke pantulan wajahnya yang masih diriasi make up pengantin, namun matanya berkaca-kaca. Entah kenapa, bayangan kehidupan kedepannya membuat Elsa takut.

Lalu Elsa mendengar suara langkah kaki di belakangnya yang disusul dengan desisan tajam, “Jangan menangis!”

Elsa patuh dan menahan air matanya lagi. Setelah itu menatap pantulan sosok mama-nya yang berdiri di belakang. Dalam balutan kebaya mewah dan riasan make up tebal yang mempercantik wajahnya, Diandra berdiri dengan angkuh, berwajah masam yang sedetik kemudian berubah ceria.

Diandra mendekati Elsa dan memeluknya erat dari belakang. Bisa dikatakan, bahwa itu adalah pelukan pertama yang diberikan Diandra kepada diri Elsa setelah bertahun-tahun, mungkin itu juga pelukan pertama selama 18 tahun Elsa hadir di dunia. Entahlah, yang pasti rasanya begitu asing, sehingga Elsa ingin segera lepas dari rengkuhan dingin itu.

“Mama bener-bener bangga! Ternyata tidak sia-sia Mama merawat kamu dan mempercantik wajah kamu selama ini, karena sekarang kamu berhasil menikah sama orang kaya raya. Ya, walaupun dengan sedikit bantuan dari ayah kamu yang gak berguna itu.”

Ludah seolah tercekat di tenggorokan Elsa, dia tidak mengira bahwa ucapan mamanya itu mampu menimbulkan rasa sakit yang mencengkram di dalam dada. Memang, kalau bukan karena hutang ayahnya yang mustahil terbayarkan itu, Elsa tidak akan berada di sini saat ini, menikah pada usia 18 tahun, dengan lelaki yang sebelas tahun lebih tua darinya. Itu sangat gila, namun itulah yang terjadi.

Ayah Elsa berhutang uang dengan jumlah besar pada keluarga Fernandez. Akal-akalan ayahnya yang mengatakan bahwa itu untuk menghidupkan kembali perusahaannya yang telah mati, padahal semua uang itu ia pergunakan untuk judi dan berfoya-foya. Elsa marah pada ayahnya, pada Mama, dan pada kehidupannya sendiri. Namun Elsa cukup sadar bahwa amarah itu tidak akan membuahkan hasil apapun, tidak akan merubah semua yang telah terjadi.

Diandra melepas pelukannya dan berdiri di samping Elsa, menunduk lalu mencengkram rahang Elsa dengan kedua jari tangannya yang berkuku panjang diberi polesan merah gelap mengilap.

“Kamu ingat yang sudah mama bilang pada kamu?”

Air mata itu sudah tidak dapat Elsa bendung lagi. Sebuah beban besar menghimpitnya begitu keras. Elsa bertanya-tanya pada tiga malam sebelumnya kenapa dia tidak memilih untuk menyerah karena hal itu akan selalu lebih mudah dilakukan. Tapi seolah dia memiliki pilihan saja, kalau mau hidup, maka inilah jalannya.

Dalam artian yang Elsa pahami, menikah adalah suatu ikatan suci antara lelaki dan perempuan yang menimbulkan hak dan kewajiban tertentu.

Hak suami dan kewajiban istri.

Namun, Elsa memiliki kewajiban lain selain harus mengabdikan dirinya pada suami. Kewajiban yang berkaitan dengan pengambilan dan kekuasaan atas sesuatu.

Yaitu; pertama, mengambil hati suaminya. Dan kedua, menguasai seluruh hartanya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Balas Dendam
8.0
Kehidupan Alena Geraldine hancur setelah orang tuanya tiada. Akibat keserakahan paman dan bibinya, ia dipaksa menikah dengan Azam Dirgantara, seorang CEO dingin yang menjadikannya tawanan. Pernikahan tanpa kasih sayang ini hanyalah alat bagi Azam untuk menuntaskan dendamnya pada Jonatan. Meski terus disakiti, Alena justru jatuh cinta pada suaminya. Sayangnya, hati Azam masih terpaku pada cinta pertamanya. Mampukah Alena bertahan di sisi pria yang mendambakan wanita lain?
Sampul Novel Cintaku Bagai Layangan Putus
8.5
Delapan tahun pernikahan Bella Winata hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan suaminya, Alvaro Winata. Sang gembong mafia tersebut berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri, Cindy Martadina, dan menjadikan Bella sekadar alat politik demi memperkuat kekuasaannya. Alih-alih menangis atau memicu keributan atas dusta yang diterimanya, Bella memilih jalan senyap. Melalui sebuah transaksi rahasia di pasar ilegal, ia bersiap untuk melenyapkan dirinya dari dunia ini dalam waktu dua minggu.
Sampul Novel Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
7.9
Brama Wijaya memenjarakanku lima tahun akibat fitnah membunuh Kania. Pasca bebas, siksaan kejam di kandang anjing dan paksaan obat mandul harus kutanggung. Saat Kania terbukti hidup, Brama membiarkan adikku tewas di tangannya. Aku memilih mati demi balas dendam. Kini, aku terbangun di hari kebebasanku dahulu. Lewat kesempatan kedua ini, aku bersumpah menyeret Brama dan Kania ke neraka atas semua penderitaan yang mereka perbuat.
Sampul Novel Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter
9.4
Winda menemukan bukti mengejutkan yang memicu kecurigaan bahwa suaminya menjalin hubungan gelap dengan ibu kandungnya sendiri. Namun, saat ia mencoba membongkar skandal tersebut, sebuah pengakuan tak terduga dari sang suami justru mematahkan semua dugaannya. Teka-teki mengenai sosok selingkuhan yang sebenarnya pun mulai terkuak. Sanggupkah Winda menghadapi kenyataan pahit ini? Akankah ia memaafkan pengkhianatan itu atau justru memilih melabuhkan hatinya pada sosok lain?
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Duda bernama Barra Farzan ingin bahagia dengan menikahi Astra, anak konglomerat yang menawan. Sialnya, pesta pernikahan mereka yang meriah mendadak kacau saat seorang wanita datang menampar Astra. Perempuan itu mengaku istri sah Barra yang dicampakkan bersama anak mereka. Astra pun dituduh sebagai perebut suami orang. Apa misteri kelam yang ditutupi Barra? Akankah pernikahan mereka bertahan, atau Barra cuma berstatus suami bayaran?
Sampul Novel Diselingkuhi Tunangan Dinikahi CEO Tampan
9.2
Dunia Dea runtuh akibat pengkhianatan ayah, sahabat, dan tunangannya. Saat mencari perlindungan di rumah sang ibu, ia justru nyaris dilecehkan oleh ayah tirinya. Beruntung, Bian yang merupakan kakak angkat sekaligus CEO rupawan datang menyelamatkannya. Meski Dea didera trauma mendalam dan enggan membuka hati, sebuah kesalahpahaman justru menyeret mereka ke dalam pernikahan. Sanggupkah Dea bertahan dalam ikatan tanpa cinta, dan menyadari ketulusan Bian yang lama terpendam?