APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima tahun berlalu sejak kematian Stella, namun sang ibu tiba-tiba mendapat panggilan polisi mengenai keberadaan putrinya. Bersama anak laki-lakinya, ia bergegas kembali ke kampung halaman dan melabrak rumah nenek. Bukannya berduka, ia justru menuntut kornea mata Stella demi sang adik. Menolak memercayai tangisan nenek yang mengabarkan bahwa Stella telah tiada, sang ibu bahkan tega mengancam akan mengusirnya. Dalam kepedihan, sang nenek hanya bisa meratapi foto Stella, mempertanyakan pengorbanan cucunya yang sia-sia.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nenek duduk di sana dengan tenang. Setelah menunggu ibu selesai mencari, Nenek baru membuka suara.

"Stella benar-benar sudah meninggal. Jasadnya telah disumbangkan."

"Dia bilang dia ingin menghilang dari hadapanmu dan nggak ingin bertemu denganmu selamanya."

Ekspresi ibu menjadi sangat mengenaskan. Dia menatap nenek dengan tatapan kejam.

"Bu, kamu itu ibu kandungku."

"Apakah kamu masih ingat bagaimana ayahku meninggal? Kalau bukan karena si pembawa sial ini, ayahku pasti akan baik-baik saja. Mata Jason juga akan baik-baik saja."

"Sekarang aku hanya minta satu kornea si pembunuh itu saja. Aku nggak menginginkan nyawanya."

"Aku sangat menyesal mengadopsi dia."

Nenek memandang ibu dengan tatapan kecewa. "Dia juga menyesal diadopsi olehmu."

Ibu langsung menendang kursi di sebelahnya.

"Kalau dia nggak muncul, kamu akan aku usir."

"Nama yang tertulis sertifikat kepemilikan rumah ini adalah namaku. Kalau aku nggak kasih kamu tinggal, jangan harap kamu bisa tinggal di sini."

Ibu membanting pintu dan keluar dari sana. Nenek terkulai lemas ke lantai dan mengeluarkan fotoku satu-satunya dari sakunya.

Air matanya mengalir deras.

"Stella, kalau kamu nggak bertemu dengan keluarga kami, apakah kamu bisa hidup dengan baik?"

"Kamu nyesal nggak sudah nolongin Jason?"

Entahlah, aku juga tidak tahu.

Lima tahun lalu, tanpa persetujuan orang tua, Jason bersikeras ingin ikut trip perpisahan sekolah.

Aku takut sesuatu akan terjadi pada Jason, makanya aku terpaksa pergi bersamanya.

Pada akhirnya, Jason kembali ke rumah sendirian sambil menutupi mata kanannya yang buta.

Jason memberi tahu ibu bahwa aku melarikan diri setelah bertemu dengan orang jahat. Sedangkan, matanya ditusuk sampai buta. Setelah berjuang keras, dia baru bisa kabur.

Ketika mendengar aku hilang, kakek terkena serangan jantung dan meninggal di tempat.

Ibu membawa Jason ke rumah sakit untuk berobat dan terus memarahiku.

Dia berharap aku mati saja di luar.

Namun, ibu tidak tahu bahwa hidupku jauh lebih menderita daripada mati.

Trip perpisahan yang Jason maksud itu katanya ada seorang gadis yang bisa diajak bermain sepuasnya.

Sebenarnya, orang-orang itu tertarik dengan ginjal Jason. Namun, situasi menjadi berbeda saat aku, yang seorang gadis, turut hadir.

Kami ditangkap ke dalam pegunungan.

Dalam perjalanan, aku menemukan kesempatan untuk melarikan diri. Aku berusaha menahan para pria itu dan membiarkan Jason melarikan diri.

"Cepat lari dan lapor polisi!"

"Dari aksen mereka, aku tahu dari mana asal mereka. Kamu harus minta polisi datang untuk menyelamatkanku."

Jason mengiyakannya.

Namun, dia tidak kembali lagi.

Aku diseret ke dalam pegunungan oleh orang-orang itu seperti anjing mati.

Mereka mengurungku di sebuah gubuk. Gubuk rendah itu tidak semuanya tertutup rapat dan hanya beratapkan jerami.

Saat hujan, seluruh gubuk itu dipenuhi air.

Aku hanya bisa terbaring di lumpur dan dianiaya oleh orang-orang itu.

Orang yang mengunjungiku tidak pernah habis. Mereka mengenakan biaya per orang.

Terakhir kali biayanya sebesar dua puluh ribu atau sepotong daging sapi asap.

Aku sudah tidak dapat menghitung lagi sudah berapa banyak laki-laki yang datang. Ada yang sudah tua, ada yang masih kuat, ada yang cacat.

Bahkan, ada pula yang mengalami gangguan otak.

Asalkan ada uang, siapa pun bisa melakukannya.

Aku menghitung hari di luar sana selama tiga tahun.

Entah sudah berapa kali aku hamil, tetapi setiap satu atau dua bulan usia kehamilan, aku akan dibuat keguguran.

Karena aku tidak dapat menghasilkan uang jika hamil.

Dari obrolan terputus-putus orang-orang itu, aku mendapat beberapa informasi.

Setelah Jason berhasil kabur ke kabupaten tahun itu, dia bisa saja melaporkan ke polisi.

Namun, dia tidak melakukannya.

Dia tidak berhenti karena takut dikejar oleh mereka.

Sebenarnya, hanya perlu lima menit bagi polisi untuk bisa menemukanku.

Tetapi, Jason bahkan tidak memberiku kesempatan ini.

Aku hanya bisa berubah menjadi lebih patuh hari per hari dan membuat mereka perlahan-lahan mengurangi kewaspadaan.

Akhirnya ....

Pada tahun itu, turun hujan yang sangat lebat. Tanah longsor di pegunungan menerjang gubuk tersebut.

Aku berhasil melarikan diri.

Namun, aku membutuhkan waktu dua tahun untuk berjalan kaki dari pegunungan ke rumah nenekku.

Setelah melihat nenek, dia tidak dapat mempercayai matanya. Dia berulang kali memastikan apakah aku itu nyata.

Aku menangis dan melemparkan diriku ke dalam pelukannya.

Sambil menahan kesedihan yang luar biasa, nenek menelepon ibu dan memintanya datang.

Namun, ibu sibuk mengurus Jason.

Ibu terus mengatakan bahwa nenek berbohong, "Mana mungkin anak nggak tahu diri itu kembali. Kalaupun dia kembali, aku pasti akan mematahkan kakinya!"

Nenek menghabiskan seluruh tabungannya untuk mengobatiku, tetapi tubuhku sudah hancur.

Oleh karena itu, setelah menandatangani perjanjian untuk donasi tubuh, aku meninggal di ranjang rumah sakit.

Nenek menghubungi ibu setelah aku meninggal, tetapi dia menganggap nenek sudah linglung karena sudah tua.

Karena ibu percaya pada Jason, yang mengatakan bahwa aku berhasil dirayu oleh seorang preman.

Ibuku makin benci padaku.

Dia tidak pernah percaya padaku. Dia hanya percaya pada Jason.

Dulu begitu, sekarang pun begitu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GADIS MALANG
8.2
Demi menempuh pendidikan, Rinda rela merantau ke luar daerah. Sayangnya, kehidupan di tanah rantau justru memberi luka batin yang begitu hebat. Komitmen cinta yang ia jaga dengan tulus malah dibalas dengan pengkhianatan hingga membuatnya depresi berat. Sembari menangis pilu, Rinda menumpahkan segala kepedihan kepada orang yang telah mematahkan hatinya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang untuk terus berjuang atau menyerah pada nasib buruk yang menimpanya.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Rogelio bertekad menyiksa Marian di malam pernikahan mereka demi membalas kematian kakaknya. Walau pernikahan dingin itu tanpa keintiman, sebuah peristiwa tak terduga membuat Marian hamil. Di balik siksaan verbalnya, Rogelio rupanya selalu melindungi keselamatan dan aset sang istri dari luar. Ketika Marian mencoba melarikan diri bersama janin di kandungannya, Rogelio justru menahan dan memeluknya erat, enggan membiarkan calon ibu dari anaknya itu pergi.
Sampul Novel Nirmala Cinta
9.2
Dua tahun menikah tanpa anak, Aulia memilih cerai ketika suaminya ingin berpoligami. Meski ditentang ibunya yang materialistis, ia sukses hidup mandiri. Ketenangan Aulia terusik saat Candra hadir menawarkan pekerjaan bergaji tinggi. Pesona pria kharismatik itu mulai meluluhkan hati Aulia yang beku. Kini, ia bimbang di antara lamaran pernikahan Candra atau ronggongan mantan suaminya yang terus memaksa untuk rujuk kembali.
Sampul Novel Pernikahan Berlandaskan Kontrak
7.8
Lima tahun membina rumah tangga dan melahirkan seorang putra untuk Adrian Pangestu, Rebecca Lusram mengira hidupnya telah mapan. Namun, kepulangan Irene Wiranto menghancurkan ilusi tersebut. Adrian berulang kali mengabaikan Rebecca demi Irene, bahkan putra kandung Rebecca lebih memilih dekat dengan wanita itu. Di tengah rasa tersisih, Rebecca bersyukur bahwa pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan tertulis. Tersisa satu minggu lagi sebelum Rebecca terbebas sepenuhnya dari ikatan kontrak tersebut.
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara
8.7
Karier gemilang Aria seketika terguncang setelah malam penuh gairah bersama Raka, yang ternyata adalah CEO di tempatnya bekerja. Pengkhianatan ini terasa kian menyakitkan saat manipulasi licik Mira memicu kesalahpahaman besar di antara mereka. Dibakar api cemburu akibat dugaan perselingkuhan Raka, Aria yang terluka kini menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Ambisi dan rasa sakitnya siap menghancurkan seluruh karier sang CEO.
Sampul Novel RAHASIA TIGA HATI
9.4
Pernikahan Livia dan Bre diuji oleh penolakan kejam dari ibu mertuanya, yang melarang Livia hamil karena menganggap keluarganya memiliki riwayat gangguan jiwa. Rasa sakit hati Livia semakin mendalam saat menyadari mertuanya diam-diam menyiapkan wanita lain untuk menggantikan posisinya sebagai istri Bre. Kini, Livia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kebencian keluarga suaminya atau pergi mencari kebahagiaan baru di luar pernikahan yang penuh tekanan ini.