
Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku
Bab 3
Setengah bulan kemudian.
Ibuku datang lagi bersama Jason.
Dia benar-benar mengusir neneknya saking tidak warasnya.
"Jangan salahkan aku, Stella bukannya yang paling berbakti padamu? Kalau terjadi sesuatu padamu, dia pasti akan muncul."
Jason pura-pura menarik lengan ibuku.
"Bu, Nenek sudah tua, sudahlah nggak perlu seperti ini."
"Kakak pasti masih marah karena aku telah mencuri kasih sayangmu, makanya dia sengaja nggak keluar."
Jason menutup satu matanya, "Aku masih punya satu mata yang bisa melihat kok, nggak apa-apa."
Ibuku segera memeluk Jason, "Nggak apa-apa, Jason. Ibu pasti akan menemukan wanita sialan itu."
"Dia yang telah mencelakaimu seperti ini. Jangan harap dia bisa hidup tenang."
Ibu menatap nenek dengan ekspresi wajah dingin, "Kalau kamu nggak ingin mati kelaparan di luar, cepat temukan dia."
"Aku sudah menghubungi rumah sakit. Begitu dia muncul, operasi bisa segera dilakukan."
Nenek biasanya suka membaca buku dan koran. Mendengar hal itu, Nenek mengejek ibu.
"Perdagangan organ itu melanggar hukum. Kamu nggak menafkahiku itu pun melanggar hukum. Kalau kamu nggak takut aku lapor polisi, silakan buat onar saja."
"Aku nggak akan pergi. Kalau aku pergi dan arwah Stella nggak bisa menemukanku, gimana dong? Aku akan sangat cemas."
Hatiku terasa sakit.
Apakah Nenek bisa merasakan kehadiranku?
Ibuku mengancam, "Kamu tahu kan sifatku, kamu coba saja."
Saking emosinya, seluruh tubuh nenek gemetaran. Dia lalu berkata, "Stella sudah meninggal, kenapa kamu nggak percaya?"
"Dia bukan anak kandungmu, tapi dia menganggapmu sebagai ibu kandungnya. Kenapa kamu memperlakukannya seperti itu?"
Tatapan mata ibuku dipenuhi kebencian. Ibu berkata, "Karena dia membunuh ayahku dan membuat salah satu mata anakku buta."
"Kejadian waktu itu hanya kecelakaan. Nggak ada seorang pun yang menginginkan hal ini terjadi."
Nenek ingin menjelaskan, "Kalau Jason nggak memaksa untuk keluar, mana mungkin .... "
Jason buru-buru menyela neneknya, "Kalian jangan bertengkar karena aku."
"Aku nggak pernah menyalahkan kakak karena telah meninggalkanku. Dia hanya takut aku akan mengambil kasih sayangmu."
Dia menurunkan tangan kanannya.
Dia sengaja memperlihatkan mata kanannya yang merah. Itu adalah mata yang ditikam saat kejadian itu.
Beberapa tahun ini, ibuku selalu diingatkan tentang kesalahan yang aku buat.
Ibuku pun sangat percaya pada Jason.
Mendengar ini, ibu menghibur Jason dengan lebih lembut, "Memang anak kandung itu lebih baik. Anak pungut itu bagai kacang lupa kulitnya."
"Sampai ke ujung dunia pun akan aku cari."
Aku melayang di udara melihat wajahnya yang kejam itu. Dadaku terasa seperti ditekan oleh benda berat.
Aku bahkan tidak bisa bernapas.
Dia benar-benar tidak dapat menemukanku.
Semua prosedur pendonoran tubuh bersifat rahasia.
Aku bahkan tidak tahu universitas atau rumah sakit mana yang menggunakan tubuhku untuk menjadi silent mentor.
Nenek mengeluarkan perjanjian donasi tubuhku, tetapi ibu langsung merobeknya tanpa melihatnya dulu.
"Kamu pikir perjanjian palsu seperti ini bisa mengelabuiku?"
"Dia itu orang yang egois. Sewaktu kecil saja, dia bahkan nggak rela memberikan sebuah permen untuk Jason. Mana mungkin dia akan mendonorkan tubuhnya?"
Nenek lalu membungkuk untuk memungut sobekan kertas di lantai.
Bibir nenek bergetar saat dia memanggil nama panggilanku.
"Sayang, jangan takut, Nenek akan segera datang menemuimu."
Aku sama sekali tidak ingin nenek datang mencariku.
Namun, ibuku jelas tidak berpikir demikian. Dia menendang sisa-sisa kertas yang ada di lantai itu.
"Bu, di mana Stella?"
Nenek tiba-tiba meluapkan segala emosinya. Dia langsung melemparkan akta kematian ke wajah ibuku.
"Lihat sendiri, itu adalah stempel resmi!"
"Kamu ini buta atau bodoh? Siapa yang bisa memalsukan ini?"
Ibuku tertegun mendengar teriakan nenek.
Dia menatap kosong ke arah akta kematian yang ada di tangannya.
Selembar akta kematian muncul di hadapannya.
"Dengan ini menyatakan bahwa Stella Kamal, perempuan, 25 tahun, meninggal pada tanggal 7 Juli 2010. Dia dianiaya secara brutal selama tiga tahun selama hidupnya, organ reproduksinya rusak parah dan mengalami cedera parah di banyak tempat .... "
Anda Mungkin Juga Suka





