APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah

Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah

Pernikahan tiga tahun Shinta Ranadi hancur saat Raka Winata melamar cinta pertamanya di depan teman-teman mereka dengan dalih permainan belaka. Puncak pengkhianatan terjadi ketika Raka mendorong Shinta hingga keguguran demi wanita tersebut. Sadar bahwa lima kesempatan yang ia berikan telah sia-sia, Shinta akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungan mereka dan menuntut perceraian dari sang miliarder demi menyelamatkan dirinya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rasa sakit yang luar biasa menghantam tubuh Shinta. Dia menatap sosok Raka yang perlahan menjauh, lalu berteriak penuh kesakitan, "Raka, jangan pergi. Perutku ...."

Raka berhenti, tetapi dia hanya menoleh dengan sorot mata dingin sambil berkata, "Shinta, aku nggak ada waktu untuk sandiwaramu. Nadine itu artis, tangannya nggak boleh sampai luka! Kenapa kamu sejahat ini?"

Tanpa menunggu jawaban, Raka langsung menggendong Nadine dan pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Melihat sosok Raka yang semakin menjauh, Shinta menutup mata dengan rasa putus asa.

Rasa nyeri yang mengoyak dari dalam perut memaksa Shinta untuk memohon bantuan dari orang-orang di sekitarnya, "Tolong, tolong selamatkan anakku ...."

Cairan hangat mengalir di antara kaki Shinta, bau amis darah pun langsung tercium, Shinta menunduk dan melihat genangan merah yang menyebar di bawah tubuhnya.

"Jangan ..." rintih Shinta.

Air mata langsung membanjiri wajahnya, rasa takut dihatinya mencapai titik puncak.

Itu anaknya, dia tidak boleh kehilangan anaknya!

"Nona, kamu kenapa? Kamu nggak apa-apa? Aku telepon ambulans sekarang."

Seseorang menemukan Shinta tergeletak di genangan darah, lalu buru-buru menghubungi nomor darurat.

Di dalam ambulans, Shinta hampir pingsan karena kesakitan, tetapi dia terus memohon pada dokter.

"Dok, aku mohon, tolong selamatkan anakku. Dia baru tiga bulan, aku mohon," ucap Shinta.

"Nona, kamu tenang saja. Aku akan berusaha sebisa mungkin, aku hubungi suamimu dulu, biar dia segera menyusul ke rumah sakit, ya," jawab dokter.

Dokter tahu anak itu pasti tidak bisa diselamatkan lagi, tetapi dia tetap menenangkan Shinta.

"Halo? Apa ini dengan suami Nona Shinta?" tanya dokter.

Begitu telepon terhubung, suara yang terdengar malah suara Nadine.

"Ada apa?" tanya Nadine.

"Ibu siapa ya? Apa suami Shinta ada? Kami perlu bicara dengannya, sekarang Nona Shinta sedang mengalami pendarahan hebat. Kami sedang di perjalanan menuju rumah sakit, tolong beri tahu dia untuk segera menyusul," ucap dokter.

Saat Nadine mengangkat telepon, Raka sudah mengantarnya ke rumah sakit.

Raka sedang membayar tagihan dan ponselnya ada di tas Nadine.

"Huh, Shinta, kamu hebat juga ya, sampai segitunya buat drama? Kamu pikir Raka bakal balik cuma karena anakmu? Shinta, tiga tahun lalu kalau aku nggak ke luar negeri, istrinya bukan kamu, tapi aku! Dari dulu yang dia cinta itu aku. Kamu pikir kamu bisa menang dariku?" ucap Nadine.

"Nona, ini soal nyawa orang! Siapa pun kamu, tolong kasih ponsel itu ke suaminya sekarang juga!" ucap dokter.

Setelah mendengar Nadine, Shinta berkata dengan lemah, "Nadine, aku nggak mau rebutan. Aku cuma mohon suruh Raka ke rumah sakit. Anakku ... nggak kuat lagi."

"Aku nggak percaya. Kalau kamu nggak mau nyerah, mari kita lihat siapa yang lebih penting buat dia. Kamu dan anakmu atau aku?" ucap Nadine.

Shinta terus memohon, tiba-tiba terdengar suara Nadine di ujung telepon, "Kak Raka, ini telepon dari Kak Shinta. Dia suruh kamu balik, katanya terjadi sesuatu pada anaknya."

"Jangan pedulikan dia, mungkin dia bohong lagi. Yang penting sekarang tanganmu, sebentar lagi dokternya datang. Kamu tenang aja," ucap Raka.

Ucapan Raka tajam seperti pisau yang langsung menembus jantung Shinta.

Mata Shinta menunjukkan kekecewaan, pandangannya mulai kabur.

Ketika dokter mencoba berbicara lagi, Raka sudah mengakhiri telepon.

Dokter mencoba untuk menelepon lagi, tetapi Raka mematikan ponselnya.

"Apa-apaan ini? Tenang ya, Nona Shinta. Kami akan membantumu!" ucap dokter.

Dokter menggenggam tangan Shinta. Rasa sakit menyelimuti tubuh dan hatinya. Dia bisa merasakan bahwa anaknya sudah tiada.

Ketika Shinta terbangun, dia langsung mencium aroma cairan disinfektan.

Baunya sedikit menyengat, hidungnya terasa perih dan matanya memerah.

Dokter memandang Shinta dengan penuh simpati, lalu berkata, "Nggak apa-apa, Bu. Kamu masih muda. Nanti bisa hamil lagi."

Shinta memandangi langit-langit ruangan, tangannya memegang perutnya yang datar. Air matanya tak lagi tertahan dan mengalir.

Hanya Shinta yang tahu betapa sulitnya dia mendapatkan anak itu.

Keluarga Winata tidak pernah benar-benar menyukai Shinta. Mereka terus mendesaknya untuk segera hamil.

Ketika Shinta benar-benar hamil, mereka semua sangat senang.

Namun sekarang, anaknya sudah tiada, dibunuh oleh ayahnya sendiri.

Keluarga Winata juga tidak akan peduli pada Shinta lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN
9.8
Aruna terpaksa mengasuh Maira, anak bosnya yang bernama Brahmana, demi menolong sang ayah dari ibu tirinya. Namun, bekerja di rumah CEO itu justru menjebak Aruna dalam konflik batin antara luka lama dan perasaan cinta yang baru tumbuh. Walau ia berusaha menjauh, ketulusan sang bocah dan kejujuran Brahmana terus menahannya. Kini, Aruna bimbang untuk terus menyimpan dendam demi ayahnya atau luluh dalam pelukan sang sultan.
Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN
8.8
Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira terpaksa berakhir karena ayah Zahra menolak Erlangga yang dianggap preman tanpa masa depan. Untuk membuktikan cintanya, Erlangga kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO yang berwibawa. Namun, perjuangan Erlangga menemui jalan buntu saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan merebut kembali hati sang kekasih?
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa mengabdi sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia bagi CEO bernama Ryan. Namun, impian manisnya saat mengandung runtuh seketika karena Ryan lebih memilih fokus pada cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa pun memilih pergi menjauh dan menghilang. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kondisi perut Jenessa dan menuntut penjelasan. Dengan berani, Jenessa menegaskan bahwa mantan suaminya itu tidak lagi memiliki hak atas kehidupannya.
Sampul Novel Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
8.7
Becky didepak Rory Arsenio setelah tiga tahun pernikahan hambar akibat fitnah keguguran Berline. Menolak mengemis maaf, Becky mantap bercerai. Keluarga Arsenio gempar saat menyadari Becky sebenarnya pewaris kaya, bukan pemburu harta. Rory yang telanjur terpikat kini berbalik mengejar mantan istrinya. Namun, Becky telah bertransformasi menjadi wanita mandiri yang sulit didekati. Akankah hati Becky melunak pada penyesalan Rory, atau ia akan berpaling ke pria lain?
Sampul Novel Kei's Three Children
8.8
Keina diusir akibat tuduhan palsu mengkhianati kekasih saudara tirinya. Di tengah kemalangan, ia hamil dan harus membesarkan tiga anak jenius—Anna, Alice, dan Andre—dalam keterbatasan ekonomi. Nasibnya berubah saat Andre mulai berakting. Keina dipertemukan dengan Jeremy, seorang CEO industri perfilman yang ternyata adalah ayah kandung anak-anaknya. Pertemuan tak terduga ini membalikkan jalan hidup Keina sepenuhnya.