APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari

Liang Hangat Sang Penari

Kehidupan Lisnawati, janda muda berumur 16 tahun, hancur setelah suaminya, Komar, tewas dibegal. Demi bertahan hidup, biduan dangdut keliling yang berparas menawan ini direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Lisna pun menjadi primadona dan memikat Budi Hendrajit, pengusaha kaya raya. Hubungan benci tapi cinta pun terjalin di antara mereka. Meski Budi sangat terobsesi untuk menikahi Lisna, rencana tersebut terhalang oleh restu ibunya yang menolak keras latar belakang sang biduan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mereka berakhir di ranjang dan kedua tangannya kini berlumuran minyak pijat aroma terapi.

Tentu Lisna tahu bagaimana caranya memanjakan mata pelanggannya.

Mengenakan lingerie yang seksi berkelas, ia menjelma tukang pijat demi membuat otot dan pikiran pelanggannya rileks.

Budi nyaris mendengkur jika saja ia tidak beralih memijat lembut batang kejantanan yang kini sudah mencuat gagah. 

Jemari Lisna bermain-main di sana, membuat pelanggannya berkali-kali mengangkat wajah dengan napas tertahan. 

Ia tahu Budi telah dijalari seluruh kenikmatan. Berkali-kali pelanggannya itu menggerung nikmat, sambil sesekali menahan pergerakan tangannya karena kelewat tidak tahan. 

Seperti dugaannya, ia berakhir dalam pelukan erat Budi.

Pelanggan yang tadi memakinya itu memagut bibirnya dengan gemas dan berangasan.

Irama sentakan-sentakan kasar membuat Lisna memekik tertahan.

Tadi Budi menarik untaian mutiara pada bagian depan G-string yang ia kenakan hingga pretel berserakan.

Budi sendiri yang meminta ia mengenakan G-string kelewat provokatif itu.

Lisna sampai heran, apa Budi tidak bisa untuk tidak merusak lingerie-nya? 

Gerakan Budi semakin kasar. Entah kenapa malam ini sedikit egois. 

"Mas... Ahk Maaaaa " Lisna menjambak pelan rambut Budi saat pelanggannya itu semakin serampangan. 

"Sakit?" Budi melambat dengan cengiran di wajah. 

"Pelan-pelan dikit... "

Permintaannya dikabulkan. Budi menjadi lebih lembut setelahnya. 

"Lisna kamu enak banget." Budi berbisik lirih di telinganya. Memang selalu seperti ini, pelanggannya selalu mengatakan liangnya enak.

Pelanggannya selalu melontarkan pujian betapa nikmat kewanitaannya. 

Ranjang berguncang panas, saat hasrat kian menuntut untuk segera dituntaskan hingga ia berakhir lemas di dalam pelukan Budi. 

"Makasih ya. Malem ini aku dapet pijet plus-plus." Budi mengecup lembut bibirnya. 

Lisna balas mengecup bibir Budi Setelahnya Budi turun dari ranjang berjalan ke kamar mandi membersihkan diri.

Lisna yang sudah menyelesaikan tugasnya segera berpakaian dan tanpa menunggu Budi, Lisna langsung keluar dari kamar hotel.

________________________

Budi duduk di tepi kolam sendirian. Ia hanya bengong sambil menyesap rokoknya dengan khidmat. Memang paling benar, ia menumpahkan segala hasratnya kepada pelacur?

Selama ini kehidupan seks-nya baik-baik saja. Mending istrinya selalu melayaninya dengan cara yang luar biasa seperti tadi dilakukan oleh Lisna.

Akan tetapi, bayangan celana dalam pelacur terlanjur menggodanya. Sedari tadi, tidak benar-benar hilang dari pikirannya.

Seks barusan hebat. Sangat hebat. Justru karena hebat, otaknya tergoda memikirkan bagaimana rasanya jika ia meniduri pelacur lagi?

Ia tidak perlu meniduri lalu menikahinya dengan benar. Ia hanya perlu memikirkan kepuasan dan kesenangannya sendiri. Pelacur seperti Lisna sungguh pantas dikasari.

Ia ingin menjambak keras-keras rambut Lisna dan membuat wajah angkuh itu meringis kesakitan. Saat meringis kesakitan, wajah itu terlihat sangat bodoh.

Tadi ia menghentak dengan keras dan kelewat dalam saat Lisna melayangkan protes.

Tentu saja Lisna tidak boleh menuntutnya bermain lebih lembut, perempuan itu bukan istrinya yang harus dipuaskan .

Perempuan itu tidak berhak mendapatkan kenikmatan yang sama seperti dirinya.

Tapi tadi kenapa Ia juga tidak tega membuat Lisna kesakitan.

Istrinya yang hanya boleh disayang-sayang dan dipuja-puja. Seperti itulah caranya mencintai Sonya mendiang istrinya. Akan tetapi Lisna si pelacur gatal itu, sepertinya sangat haus menenggak cairan amisnya.

Dasar murah. 

Budi menyesap kembali rokoknya. Sekilas terbayang fantasi meniduri Lisna dengan brutal.

Bahkan kalau bisa, Budi ingin menyumpal mulut Lisna dengan celana dalamnya. Pasti lucu. Tanpa sadar senyumannya tergelincir. Pelacur bodoh itu hanya pantas dapat aroma selangkangan.

Lisna memang hanya tercipta untuk memuaskan imajinasi liar para lelaki sepertinya.

Mendiang istrinya dulu tidak pernah tahu seperti apa preferensi film bokep favoritnya. Ia suka melihat film bokep yang hanya memuaskan imajinasi para pria. Tidak ada kesenangan untuk wanita di dalamnya. Murni hanya kesenangan pria.

Ia suka melihat adegan-adegan yang tidak mungkin ia praktekkan di kehidupan nyata. Bukan seks ekstrim yang terlihat mengerikan. Hanya hal-hal jorok yang mungkin tidak akan disukai wanita. Namun kejadian malam itu di sofa bar, kerap menggoda otaknya untuk memikirkan hal-hal semacam itu terhadap Lisna.

Tapi kenapa harus Lisna...?

Kenapa Ia begitu mudah naik ranjang dengan penari itu...?

Perempuan itu tidak tahu sedang bicara apa. Menantang dirinya menjadi diri sendiri bukanlah hal yang benar untuk dikatakan. Pelacur seperti Lisna memang tercipta untuk menuntaskan adegan jorok yang sudah tentu tidak menyenangkan kaum hawa.

Lisna memang ada hanya untuk kesenangan para pria.

Tiba-tiba ponsel di tangannya bergetar.

Budi memang sengaja mematikan nada dering karena khawatir Lisna nekat menghubunginya dengan nomor yang berbeda. Benar saja, kini muncul nomor asing di layar ponselnya.

Ini bahkan pukul dua dini hari. Berani sekali perempuan itu menghubunginya?

Apa sebegitu kesalnya dia sampai terus mengejarnya...?

Budi sudah bisa membaca sikap nekat Lisna.

Perempuan itu tidak akan berhenti sebelum mendapatkan dirinya.

Segala tindakannya saat ini tidak akan menghentikan sikap Lisna Jika ia mengangkat panggilan, Lisna akan semakin berani. Jika ia mengabaikan panggilan, Lisna akan terus mencoba menelponnya seperti saat ini.

Tatapan Budi terkunci pada layar. Apa ini memang Lisna atau bukan?

Ia memutuskan menggeser layar dan mengangkat panggilan.

"Halo?" jawabnya sebelum menyesap rokok di tangan.

"Pak Budi..... "

Tawa Budi segera tertahan di ujung bibir. Memang pelacur itu.

"Kenapa tadi pergi gitu aja hah?"

"Kenapa harus pamitan?"

Budi kembali menyesap rokoknya sambil menatap air kolam yang tenang.

"Kamu berharap aku nungguin kamu."

Budi hanya mengangkat kedua alisnya.

Ia menoleh sejenak memastikan ibunya tidak turun dan memergokinya sedang menerima panggilan telepon.

Ia melihat lampu yang masih padam di balik deretan pintu kaca. Sepertinya ibunya juga sudah tidur.

"Cari kontol lain ya...?," ucapnya kemudian.

Terdengar tawa kecil Lisna.

"Pak Budi ternyata suka ngomong kasar ya? Capek ya Pak, jadi direktur yang harus selalu terhormat? Bapak capek jadi suami baik-baik? Sini Pak, saya peluk." Ucap Lisna manja.

"Percuma deketin saya. Saya nggak akan kasih apa-apa ke kamu."

"Kecuali kontol?"

"Itu.... juga nggak."

"Ah yang bener?"

"Mau kamu apa sih?"

"Kamu."

"Buat apa?" Budi mengangkat gemas kedua alisnya.

"Have fun."

Tawa Budi berderai pelan.

"Dasar perek nggak tahu diri. Ngaca. Kamu siapa mau have fun sama saya?"

"Malem itu di sofa kamu have fun kan?makanya kamu minta lanjut ke kamar. Kalau kamu ga ketagihan,kenapa nyuruh Tante Shinta supaya saya hubungi kamu...?"

Bibir Budi tertahan begitu saja.

"Tante Shinta bilang ada uang mau kamu omongin...."

Budi segera menutup rapat bibirnya, apa yang sudah Ia lakukan...? Apa saat Ia mabuk lalu menceracau aneh...?"

"Aku bener cuma penasaran sama kamu. Itu saja."

"Saya nggak tidur sama pelanggan pak."

"Kita lihat nanti? Saya akan bayar kamu full time"

Lisna menekan bibirnya. Sebenarnya, tawaran iseng yang menggiurkan.

Hanya iseng.

"Kamu boleh nyemprot di mulut aku kayak kemarin. Kamu suka gitu kan?"

Budi kembali menyesap rokoknya.

"Ini, rencana kamu ya?"

"Rencana apa?"

"Pelacur kayak kamu jual diri demi uang. Asal kamu tahu, saya nggak akan kasih kamu tip .Jangan mimpi kamu saya jadikan simpanan. Mending pelihara anjing daripada pelihara lonte."

Hening sejenak. Budi sudah menduganya. Ia tersenyum puas.

"Saya nggak minta jadi simpanan kamu."

"Cuma seks? I mean, dick?"

"Yes. Your dick."

Budi menatap geli kolam tenang di hadapannya.

"Sekarang aku lagi pake lingerie... "

Senyuman Budi langsung punah.

"Kamu mau denger, aku ngelakuin itu sendirian?"

Alis Budi terangkat begitu saja. Ia jadi teringat saat masih menjalin hubungan long distance dengan Sonya, kekasihnya yang kuliah di Singapura dulu.

"Emh.... "

Desahan barusan membuat Budi ternganga menatap kolam hening di hadapannya.

Berikutnya ia mendengar desahan tertahan Lisna.

Namanya disebutkan di tengah tarikan napas terengah perempuan itu.

Budi diam mematung di tempatnya. Lisna memberinya imajinasi tentang bagaimana saat ia menyentuh perempuan itu.

Waktu bagai terhenti. Tidak ada apa pun selain desahan Lisna dan fantasi yang terbangun sensual di pelupuk matanya.

"Akh... akh... akh," pekikan Lisna mengakhiri rentetan desah erotis yang tanpa sadar memanjakan telinganya. Bayangan selangkangan basah tertinggal di kepalanya.

Selangkangan Lisna.

"Kamu sudah nemenin aku seneng-seneng."

Budi menghela napas panjang.

"Kamu sudah kasih waktu kamu. Iya kan? Ahahaha! Bohong kamu nggak mikirin aku."

Budi tersenyum malu sendirian.

"Aku bisa kayak gini, waktu kamu stres di kantor. Come on Budi.... "

Budi menatap langit dengan gamang. Dadanya berdebar kecil. Sejenak merasa tertantang.

Budi menjauhkan ponsel dari telinganya dan mengakhiri panggilan secara sepihak.

Ia rasa, ia harus segera pergi tidur dan melupakan hal gila barusan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Nakal Sang Bidadari Surga
7.9
Ayana, ketua geng motor pemberontak The Wild Ants, dipaksa masuk pesantren oleh ayahnya agar jera. Namun, di sana ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya telah dijodohkan dengan Gus Farhan, anak pemilik pesantren tersebut. Wasiat terakhir mendiang ibunya membuat Ayana tak mampu menolak rencana pernikahan ini. Kini, sang ratu jalanan harus beradaptasi dengan dunia religi yang asing serta takdir pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Gairah Liar Isteriku
9.5
Pernikahan Nara dan Rama tampak sempurna di mata publik, padahal Nara memendam kesepian yang luar biasa. Demi mengisi kekosongan hati, ia nekat menjalin perselingkuhan dengan Arka. Namun, kedamaian semu itu hancur ketika Arka mengirim ancaman untuk membeberkan hubungan rahasia mereka. Kini, Nara terjebak dalam pusaran pengkhianatan dan rasa sakit yang hebat. Di tengah kemelut asmara yang penuh misteri ini, ia harus berjuang keras demi menemukan kembali jati dirinya.
Sampul Novel Gendutnya Istriku
9.2
Izzah merasa sangat tertekan akibat cibiran tentang tubuhnya setelah menikah dengan Arman. Meski berniat diet, usahanya dihalangi sang suami demi melindungi kehamilan yang baru diketahui. Sebagai mantan nakes dengan dua anak, Izzah merasa tidak butuh hamil lagi. Namun, bagi Arman yang pernah dituding mandul, janin ini adalah pembuktian dirinya. Ego keduanya pun berbenturan antara ambisi Arman memiliki anak dan hasrat Izzah untuk melangsingkan tubuh.
Sampul Novel Look At Me
8.7
Kehidupan SMA Maya Rehana hancur seketika setelah ia mengetahui dirinya tengah berbadan dua. Bukannya bertanggung jawab, Jordan yang merupakan pacarnya malah menuduh Maya tidak setia dan langsung mencampakkannya. Saat Maya didera ketakutan akan kemarahan orang tuanya namun tetap ingin mempertahankan kandungannya, Raka Pratama hadir. Sahabat sekaligus adik kelasnya ini bersedia menjadi sosok ayah bagi sang bayi. Maya pun kini bimbang antara memilih ketulusan Raka atau berharap Jordan kembali.
Sampul Novel Malam Pertama Dengan Pria Arab
9.0
Demi mengikuti jejak sang nenek, aku sangat mendambakan pria Arab sebagai pasangan hidup. Saat impian itu terwujud, kebahagiaanku justru hancur seketika. Keputusan impulsif yang kuambil tanpa berpikir panjang telah merusak pernikahan kami hingga tak bersisa. Kini, penyesalan mendalam terus menghantui hari-hariku. Apakah masih ada peluang kedua untuk memperbaiki hubungan ini setelah semua kehancuran yang disebabkan oleh kecerobohanku sendiri?
Sampul Novel Simfoni Temaram Takdir
7.9
Kendrik, seorang sarjana biologi, menaruh hati pada Gangga yang bersiap masuk kuliah. Di balik kedekatan mereka, Gangga dirundung duka akibat kematian misterius sahabatnya. Pola kecelakaan tragis itu ternyata mirip dengan peristiwa kelam masa lalu Kendrik. Sembari memupuk jalinan asmara yang kian tumbuh, Kendrik bertekad menyelidiki benang merah misteri tersebut demi mengungkap takdir masa lalu yang menghubungkan mereka berdua.