APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lepas dari Cinta yang Telah Retak

Lepas dari Cinta yang Telah Retak

Tiga bulan terpisah dari putrinya, Dora, karena campur tangan sang mertua, Fiona, harapan seorang istri membubung saat Arga Pratama mengajaknya berkumpul di vila. Namun, reuni yang dinanti berubah pilu. Dora justru menolak sang ibu kandung dan lebih memilih memeluk erat Maya, pelayan mereka. Alih-alih membantu menjembatani jarak di antara mereka, Arga yang dingin justru bersikap acuh tak acuh. Menghadapi penolakan dari keluarganya sendiri, sang istri memutuskan mundur dan berhenti menunggu suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mondar-mandir di ruang tamu, seperti binatang terkurung di kandang.

Apa yang bisa kulakukan untuk menghapus senyum puas Maya di Instagram itu?

Mungkin aku bisa menggali foto lama Arga dan aku, sesuatu yang intim, hanya untuk mengingatkan dunia siapa yang sebenarnya dia nikahi.

Tapi kenyataannya?

Tujuh tahun menikah, aku nyaris tidak bisa menemukan satu pun foto kami yang terlihat romantis.

Arga selalu bilang, "Dalam bisnis ini, privasi yang membuat kita tetap hidup."

Lalu coba jelaskan, kalau privasi begitu penting, kenapa dia membiarkan Maya mengunggah wajahnya ke story sesering itu?

Tanganku bergetar saat meraih ponsel.

Kupikir mungkin Maya sudah menghapus postingannya, seperti yang selalu Arga perintahkan padaku.

Tapi tidak.

Sebaliknya, dia baru saja mengunggah lagi, hanya beberapa menit lalu.

Kali ini, dia ada di pantai dengan bikini, warnanya sama persis dengan gaun ketat berkilauan yang dipakainya tadi, tergantung di lengannya.

Dia menggantungkan sebelah hak tingginya dengan santai di jari kelingkingnya.

Lalu dia mencipratkan air ke arah Arga sambil berdiri di ombak.

Dan Arga... tersenyum padanya.

Tersenyum.

Aku terbelalak. 'Siapa yang merekam ini? Putriku? Dora?'

Mereka terlihat seperti keluarga sungguhan. Sempurna.

Dan aku? Aku apa?

Perempuan yang melahirkan Dora setelah kehamilan yang melelahkan, yang tetap diam dan patuh di tengah kekacauan Keluarga Pratama hanya demi menjaga nama baik keluarga?

Perempuan yang masih menunggu di rumah untuk suami yang berjanji, sebentar lagi akan kembali?

Tahu tidak, Arga? Kamu tidak kembali. Kamu hanya pergi.

Aku sudah muak. Benar-benar muak, sampai rasanya jiwa ini hancur tak bersisa.

Aku mengunci layar ponselku, pandanganku mulai buram oleh panas dan amarah.

Jari-jariku menyentuh cincin itu lagi.

Kali ini, aku melepasnya.

Itu tidak berarti apa-apa lagi.

Aku meraih ponsel dan menelpon ibunya, Fiona Laksamana. Tanpa menunggu lama, dia sudah menjawab.

"Ibu," kataku, berusaha menahan suaraku tetap stabil. "Maaf, tapi tahun ini... sepertinya aku tidak bisa hadir di reuni keluarga, karena…"

"Itu tidak bisa diterima, Katarina," potongnya dingin. "Saudara Arga saja bisa terbang dari Calvoria dengan segala urusannya. Tidak ada alasan."

Lalu dia menutup telepon.

Begitu saja. Dingin. Menyisihkan. Sama persis seperti anaknya.

Aku menatap ponsel sejenak, lalu menyelipkan cincin bernilai enam belas miliar itu ke saku.

Aku sudah muak dihancurkan dalam kesunyian.

Kalau aku pergi, aku harus membawa sesuatu bersamaku. Aku ingin pergi bersama putriku.

Mungkin salahku membiarkan Maya begitu dekat dengan Dora.

Aku tidak tahu apa yang dia bisikkan, kebohongan apa yang dia ceritakan hingga membuat anakku berbalik menentangku.

Tapi aku percaya, aku harus percaya, kalau aku bisa menghabiskan waktu bersama Dora, dia akan mengingat siapa aku sebenarnya.

Aku berganti dari pakaian santai ke setelan LV yang rapi.

Tegas. Elegan. Aku terlihat seperti seseorang yang pantas dihargai.

Rumah masih panas, gelap, listrik belum kembali.

Aku tidak peduli lagi.

Aku pergi menuju pantai. Mereka pasti di sana. Semoga saja aku belum terlambat.

Tapi hidupku memang tidak pernah berjalan mulus.

Supir pertama membatalkan karena katanya terlalu jauh.

Aku menunggu dua puluh menit lagi sampai akhirnya dapat tumpangan.

Saat aku tiba di pantai, matahari sudah terbenam.

Mereka sudah tidak ada.

Aku membuka Instagram Maya lagi.

Untung saja, sepuluh menit lalu dia mengunggah story baru, kali ini di restoran dekat pantai.

Aku buru-buru ke sana.

Dan apa yang kulihat begitu masuk?

Maya sedang menyuapi Arga dengan sup. Sendok yang sama. Sambil tersenyum. Seakan-akan dia memang pantas ada di sana.

Dan Dora? Dia duduk di samping mereka, sibuk bermain game di ponsel, seolah semuanya wajar.

Aku tidak tahan.

Aku langsung melangkah cepat, mengangkat Dora ke dalam pelukanku.

Dia terperanjat, menatapku seperti aku orang asing.

Lalu dia mendorongku.

"Jangan sentuh aku, Katarina!"

Katarina. Bukan Mama. Bukan Ibu.

Maya buru-buru berdiri berlagak prihatin. "Dora, tidak apa-apa..."

Tapi aku menghalangi langkahnya.

"Dia putriku," kataku tajam. "Kamu sebaiknya ingat itu. Artinya, kamu tidak berhak ikut campur. Kamu cuma pembantu."

Dora melepaskan diri dariku, lari ke arah Maya.

Dia menggenggam tangan Maya seolah menggenggam nyawa.

"Kamu yang tidak punya hak!" bentaknya padaku. "Maya bisa melakukan apa pun yang dia mau!"

Aku tidak bisa bicara. Rasanya hatiku patah jadi dua.

Suaraku keluar lirih. "Dora, sayang... apa salahku? Kenapa kamu menjauh dariku? Kenapa kamu membela seorang pembantu?"

Dora menyilangkan tangan. "Kamu meremehkan Maya. Tapi bagiku, Maya bukan cuma pembantu."

"Lalu siapa dia buat kamu?" Suaraku bergetar hampir hancur.

Sebelum dia sempat menjawab, Arga berdiri, suaranya sedingin es. "Cukup, Katarina. Aku sudah bilang tunggu. Apa yang kamu lakukan di sini?"

"Apa yang kulakukan di sini?" Aku tertawa getir. "Arga, aku tidak akan menunggu sampai besok seperti orang bodoh!"

Maya kembali maju, pura-pura peduli. "Maaf, Katarina. Aku tidak bermaksud membuatmu marah. Kami hanya ingin Dora merasa aman. Mungkin sebaiknya kita pergi sekarang. Orang-orang lagi lihat kita, ini bisa membahayakan Arga."

Arga melihat sekeliling, memeriksa kerumunan.

"Dia benar," gumamnya. "Katarina, hentikan dramamu. Duduk dan makan sesuatu. Atau tunggu di mobil."

Drama?

Sekarang aku disebut drama?

Aku menatap Dora sekali lagi. Dia melihatku seakan aku benar-benar orang asing.

Aku menoleh pada Arga, suaraku rendah. "Bisa kita bicara di luar? Hanya sebentar."

Dia mendesah kesal, tapi akhirnya mengangguk.

Di luar, malam sudah benar-benar menyelimuti. Lampu jalan berdengung di atas kepala.

Aku menatap lelaki yang dulu kucintai.

"Arga, bisakah kamu meminta Maya menjauh sebentar? Biarkan aku bicara dengan Dora tanpa dia di sana. Aku yakin Dora akan lebih terbuka kalau Maya tidak selalu menghalangi."

Dia menggeleng. "Katarina, ini bukan masalah Maya. Masalahnya di kamu. Kamu yang harus hadapi itu. Kita tidak punya waktu. Aku masih harus menyetir tiga jam lagi."

"Oh, jadi kamu punya waktu untuk main air di pantai, tapi sekarang tiba-tiba terburu-buru?"

Dia mengernyit. "Kamu menguntit kami sekarang?"

"Emang aku ada pilihan lain?"

"Kamu sudah berubah, Katarina."

"Kamu juga," kataku pelan.

Dia tidak menjawab. Hanya berbalik masuk ke restoran.

Dan saat itu, aku melihat Maya mengintip dari jendela.

Dia menyuruhku menunggu lagi. Tapi aku bukan perempuan itu lagi.

Aku pergi meninggalkan restoran, menghentikan taksi, dan begitu masuk, aku langsung mengetik pesan yang tidak pernah kubayangkan akan kukirim:

[Ayo cerai. Aku tidak akan datang ke reuni keluarga.]

Aku tekan kirim.

Lalu kututup ponselku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Janda Laila
9.4
Pernikahan Laila selama lima tahun terancam hancur karena belum juga dikaruniai anak. Kini, suami dan ibu mertuanya memberikan tuntutan yang sangat berat. Laila dipaksa memilih antara mengizinkan suaminya berpoligami atau menyetujui perceraian. Menghadapi dilema yang menguras emosi ini, ia harus segera mengambil keputusan besar bagi hidupnya. Apakah Laila akan menerima kehadiran istri kedua, atau memilih pergi dan memulai hidup baru sebagai seorang janda?
Sampul Novel Masih Adakah Cinta Untukku
8.8
Demi janinnya yang ditolak Ken, Sonya Maharani terpaksa menikahi sopir pribadinya, Daffin. Delapan tahun kemudian, Ken muncul kembali bersamaan dengan terbongkarnya rahasia besar Daffin. Di tengah badai balas dendam, ada Darren, bodyguard setia yang memendam rasa padanya. Usai berpisah dari Daffin, siapakah yang akan dipilih Sonya? Akankah cinta lama atau perlindungan Darren, sementara ia baru menyadari bahwa hidupnya hanyalah pion dari rencana besar seseorang?
Sampul Novel Obsesi Sang Pewaris
8.3
Ambar Tri Handayani hanya ingin fokus kuliah dan bekerja setelah kelulusannya. Namun, ancaman bahaya memaksanya menikah dengan Diraja Sakala Sudibyo, pengusaha ambisius dari Sudibyo Corporation. Di sisi lain, Diraja terpaksa menerima perjodohan ini karena ancaman ayahnya demi mengamankan posisi di perusahaan. Meski awalnya pernikahan kontrak ini berjalan dingin demi kepentingan masing-masing, takdir perlahan mulai mengacaukan rencana hidup yang telah mereka susun.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Usai berjuang keras demi bayi tabung, pengkhianatan Hardian terbongkar lewat video mesra dan pencurian uang perusahaan. Di acara kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, hadir menyelamatkan. Kini, kami bersekutu secara rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan para pengkhianat itu.
Sampul Novel UNDER PINK MOONLIGHT
8.0
Sofia, gadis kota kecil, terpaksa tinggal bersama tiga sepupunya: Max, Kaileen, dan Sean. Sambutan hangat mereka menyembunyikan kutukan keluarga yang memaksa ketiganya mencintai wanita yang sama. Demi memutus kutukan, Lariette meminta Sofia menikahi mereka untuk melahirkan anak perempuan. Namun, usai Sofia berkorban dan memenuhi janji, Lariette justru berkhianat serta berniat mencelakakannya.
Sampul Novel WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU
8.4
Anna Karenina memilih tetap menikahi Alex Tjandra, sahabat yang ia tahu mencintai perempuan lain. Berbekal ketulusan, Anna berharap waktu bisa menumbuhkan cinta di hati suaminya. Sayangnya, pernikahan mereka justru berjalan dingin dan dipenuhi kebencian serta pengkhianatan yang mengoyak batin. Tanpa kehangatan dari Alex, Anna harus bertahan dalam penderitaan. Akankah hati Alex melunak demi sang istri, ataukah rumah tangga ini selamanya menjadi siksaan tanpa akhir?