APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Setelah kematian tragis Ridho yang menyelamatkan nyawanya, rahasia besar terungkap melalui buku harian peninggalannya. Ridho ternyata mencintai wanita lain bernama Yolanda saat hilang ingatan, namun dipaksa menikahinya. Di tengah kemarahan mertua yang menyalahkannya atas kematian Ridho, sang istri memilih mengakhiri hidup. Namun, ia justru terbangun kembali di masa lalu saat Ridho baru pulang dari desa nelayan. Kali ini, ia memutuskan untuk merelakan suaminya bersatu dengan cinta sejatinya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Ingatan Ridho perlahan mulai pulih. Efek pengobatan mulai terlihat sedikit demi sedikit.

Sehari sebelum pernikahan, tiba-tiba dia menghentikan pekerjaannya, lalu menatapku lama sekali tanpa mengalihkan pandangan.

“Lovina,” panggilnya pelan, suaranya terdengar agak ragu, “Belakangan ini … sepertinya aku mulai mengingat beberapa hal.”

Nada suaranya mendadak menjadi serius, “Kotak musik yang pernah kukasih ke kamu, masih ada? Yang ada foto kita berdua di dalamnya.”

Aku mendongak dan melihat harapan di matanya. Rasanya seperti ada yang menusuk hatiku.

Kotak musik itu sudah lama menjadi abu, ikut terbakar bersama semua kenangan yang dulu pernah kusimpan.

Aku memaksakan senyum, lalu menjawab pelan, “Nggak sengaja hilang.”

Harapan dalam tatapannya langsung redup, tapi dia segera menenangkan diri, “Nggak apa-apa, kubelikan lagi untukmu nanti.”

Aku tak menjawab, hanya menatapnya diam-diam.

Tatapannya sudah tak lagi dingin seperti dulu, kini ada kelembutan dan juga rasa bersalah.

Namun aku tahu, kelembutan itu bukan sepenuhnya untukku.

Sudah ada orang lain yang mengisi hatinya.

Dia berjalan ke arah jendela, menatap ke halaman belakang yang kosong. Keningnya sedikit berkerut dan bertanya, “Di mana pohon sakuranya? Aku ingat dulu ada pohon sakura di sana.”

Aku ikut berdiri dan menjawab dengan tenang, “Waktu renovasi, pohonnya nggak sengaja ditebang tukang.”

Jari-jarinya mengetuk-ngetuk jendela tanpa sadar. Sorot matanya tampak panik, tapi segera kembali tenang, dia pun berkata, “Kalau begitu, kita tanam lagi saja. Sekarang juga musim yang pas untuk menanam.”

Aku mengangguk, tidak menolak.

Dia menggandeng tanganku dan buru-buru ke halaman belakang, mencari cangkul, lalu mulai menggali tanah.

“Lovina, kamu masih ingat, nggak? Waktu umur enam belas tahun, aku menanam pohon sakura di sini.”

Sambil menggali, dia terus berbicara, “Kamu pernah bilang, saat kita menikah nanti, mau adakan acaranya di bawah pohon ini. Aku juga berjanji bakal menemanimu melihat bunganya setiap kali sakuranya mekar.”

Aku memandangnya. Seketika, rasanya seperti melihat kembali sosok anak muda itu.

Dulu, dia memang mencintaiku, tapi sekarang, dia juga benar mencintai orang lain.

Dia meletakkan bibit pohon sakura ke dalam lubang yang sudah digali, lalu mendongak menatapku, tatapannya penuh kelembutan.

“Pohon bisa kita tanam lagi, cinta kita juga bisa, ‘kan?”

Aku membuka mulut, tapi tak tahu harus menjawab apa.

Tiba-tiba, ponselnya berdering.

Dia melirik layar, lalu mengernyit dan menolak panggilan itu.

Namun belum sampai beberapa detik, ponselnya berdering lagi.

Dia menolak lagi, wajahnya mulai terlihat kesal.

“Angkat saja, siapa tahu penting,” kataku pelan.

Dia sempat ragu, tapi akhirnya mengangkat telepon itu juga.

Dari seberang sana, terdengar suara tangisan Yolanda. Aku tak bisa mendengar jelas apa yang dia ucapkan, tapi aku bisa melihat wajah Ridho yang langsung berubah.

Dia buru-buru menutup telepon, lalu menoleh melihatku dan berkata, “Lovina, aku ada urusan penting, harus pergi dulu. Tenang saja, aku janji bakal tanam pohon ini besok.”

Aku mengangguk, memperhatikan dia yang bergegas pergi dan melihat sosoknya yang menghilang dalam senja.

Aku tahu, dia pergi menemui Yolanda.

Aku tetap berdiri di tempat, menatap bibit pohon sakura yang belum selesai ditanam. Hatiku cukup tenang.

Ridho, sudah tidak ada masa depan di antara kita.

Besok adalah hari pernikahan, tapi aku sudah membeli tiket pesawat untuk pergi.

Kali ini, aku tidak akan menoleh ke belakang lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Nyawa Alice terselamatkan dari gulungan ombak maut berkat aksi heroik Archer. Sosok misterius penolongnya itu ternyata adalah duyung jantan, fakta luar biasa yang baru Alice percayai setelah menyentuh ekor berototnya sendiri. Usai kejadian ajaib tersebut, Archer meminta bantuan kepada Alice. Akankah kehidupan tenang Alice berubah sepenuhnya setelah terikat takdir dengan sang penghuni samudra? Ikuti kisah fantasi romantis modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Alkisah Bunga Teratai
9.8
Tujuh pemuda berkekuatan mistik dahsyat dipersatukan dalam tim khusus yang terinspirasi dari simbol reinkarnasi teratai. Dipimpin Sagara Widyatama, mereka berlatih keras demi menertibkan dunia supranatural yang kian kacau. Namun, misi maut ini bukan sekadar laga fisik biasa. Sosok Sagara perlahan menyingkap tabir misteri tentang ikatan mendalam yang pernah menyatukan mereka semua di kehidupan masa lalu.
Sampul Novel Another Maze
9.6
Uji coba mesin waktu memicu ledakan bola misterius akibat sentuhan Robert Hans. Insiden ini menghancurkan laboratorium dan menyisakan ilmuwan Zora sebagai satu-satunya penyintas. Demi menyelamatkan Hans yang tak sadarkan diri, Zora nekat melintasi ruang waktu tanpa arah jelas. Di dimensi lain, Dewi Penjaga Waktu memberi tahu bahwa mereka hanya bisa pulang jika berhasil mengumpulkan serpihan Air Mata Aldebran di berbagai alam asing sebagai kunci penyelamat.
Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.5
Sepuluh tahun pernikahan Lestari dipenuhi kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun, saat kebakaran melanda, Atmaja justru mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya. Diiringi penyesalan mendalam dan tuduhan dari mertuanya yang berharap Atmaja menikahi Intan, Lestari memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari Menara Bintang. Keajaiban membawanya kembali ke sepuluh tahun lalu. Kini, ia bertekad melepaskan Atmaja dan mengubah takdir mereka selamanya.
Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Dua lelaki misterius tiba-tiba menyergap Fengying tanpa diduga. Akibat hantaman keras salah satu penyerang, ia jatuh terjerembap hingga melukai pergelangan tangannya. Meski didera rasa sakit, Fengying bangkit berdiri dan meluapkan kemarahannya pada kedua pelaku. Namun, situasi justru kian genting saat lawan melayangkan ancaman mati. Mereka mendesak Fengying menyerahkan pedang pusakanya saat itu juga, atau nyawanya akan dihabisi tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.