APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Legenda Sage Pengendara Phoenix

Legenda Sage Pengendara Phoenix

Kiran, pemuda asal Qingchang, terikat takdir dengan The Flame, Phoenix legendaris milik mendiang Sage Putih Alaric yang tewas di tangan Kaisar Warlock. Demi bertahan hidup, sang Phoenix melakukan penyatuan jiwa berbahaya dengan Kiran. Ingatan peristiwa ini terkunci hingga Kiran tumbuh menjadi jenius ilusi di Institut Magentum. Namun, ia dituduh sebagai pengkhianat dan pewaris Klan Phoenix Merah, memicu perburuan maut oleh Kekaisaran Hersen.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kiran tercengang. Jantungnya berdebar kencang ketika menatap ke langit malam di Hutan terlarang. Itu adalah pertunjukan tak terlupakan selama hidupnya.

“Apakah Phoenix itu, adalah mahluk kontrak sang Sage Putih, seperti yang diceritakan pendongeng Niraj Singh?” Kiran bertanya-tanya.

Ia seorang anak yang sangat gemar mendengar dongeng. Di rumah arak Brimm The Liquidator, Kiran itulah Tuan Niraj Singh selalu tampil di panggung dengan kisah-kisah legendarisnya. Dan legenda tentang pertempuran di langit Benua Ayax antara Sage Putih melawan Warlock Hitam adalah kisah favoritnya. Kiran dan kawan-kawannya sangat kagum dengan pendongeng itu.

Konon desas desus berkata, Niraj Singh adalah seorang ahli sihir. Dia agen rahasia dan mata-mata Klan Phoenix Merah. Tapi itu tak terbukti kebenarannya.

Di sisi lain. Dua sosok itu semakin mendekat ke tanah. Bunyinya memekakan telinga, membuat tanah bergetar.

Rooaar! Phoenix dan kapal roh menukik. Keduanya saling menyambar ke tanah. Debu beterbangan bercampur asap. Tidak sempat membentur, dua sosok itu Kembali mengudara dan mendaki ke arah langit. Sayap Phoenix tampak terbuka lebar. Indah tapi mematikan.

Langit menjadi merah Ketika itu memerah, tatkala Phoenix menyemburkan api. Ia ingin melalap kapal roh.

"Phoenix itu marah!" seru Kiran yang ikut berdebar.

Langit Kembali kelam setelah nyala api Phoenix meredam. Ia bergerak dengan Anggun, meliuk melebarkan sayapnya. Sosok Phoenix tampak menjauh dari kapal roh. lalu berputar menuju kapal itu lagi. Mulutnya penuh nyala api. Tiap kali bergerak, selalu saja percikan api meletup dari semua badan Phoenix. Kuku dan cakarnya terlihat tajam dan Panjang, mirip pedang pendek.

Ketika sang Phoenix berbalik menghadang kapal roh, api di badan sang phoenix seketika berkobar, bukan lagi percikan. Ia tampak mengerikan, ibarat dewa api yang marah.

Seisi kapal roh langsung waspada. Ketika Phoenix mendaki, tidak bertabrakan. RUpanya sasarannya adalah layer di kapal roh itu. Phoenix ingin membunuh seisi kapal, Ketika dalam pendakiannya, ia melepaskan lidah api. LIdah api itu dengan cepat, terbakar. Membuat kapal menjadi oleng, bergerak kekiri dan kekanan, tak lagi stabil.

“Kebakaran!” Suara Pyromancer itu berteriak memecah sepi.

"Air! Seseorang harus melepas Kutukan Air!” titahnya.

Yang lain ikut menabahkan. “Saatnya giliran Hydromancer beraksi!”

Disisi lain kapal, setengah layar telah terlalap api.

“Mereka tidak akan tertolong,” desis Kiran dari tanah lapang. Ia senang melihat kekalahan para Pyromancer.

Tapi Pyromancer itu berteriak dengan marah.

“Celaka benar para hydromancer ini! Mengapa mereka bisa selambat kura-kura berjalan?”

Dari palka kapal roh , muncul tiga orang ahli - Hydromancer. Ketiganya membuat segel di dada lalu melambaikan tangan. Air keluar dari telapak mereka, seperti air mancur. Menghambur, tampak seperti curahan air terjun yang dalam beberapa kejap saja, langit memburam penuh asap hitam. Bau hangus menguar kemana-mana. Layar kapal roh terselamatkan sebagian.

Kapal roh berupaya menyeimbangkan diri setelah setengah layarnya selamat dari kebakaran, meski tak lagi terbang sempurna seperti semula.

Dari bawah sana, Kiran marah melihat pengeroyokan itu. "Ah... Mereka sekelompok ahli yang curang. Beraninya keroyokan melawan sang Phoenix!" Kiran tak kuasa menahan diri. Phoenix itu seperti akrab – terasa family jauh bagi dirinya.

Sementara itu,

Dari kapal roh, semprotan air mancur hydromancer makin lama makin keras. Sesudahnya hujan terbentuk. Hydromancer lalu memanfaatkan air hujan, menyemburkan air berkekuatan dahsyat itu ke Phoenix.

Skreech!

Phoenix memekik marah. Ia basah dengan semprotan itu. Nyala api merah - kuning di tubuhnya memudar.

Skreech!

Sekali lagi memekik! Phoenix itu memunculkan sihir perisai pelindung dari api. Air hujan dan derasnya semprotan sihir hydromancer terpental – terlihat membias dalam warna Pelangi.

Phoenix itu memekik, ia terbebas dari basah yang menghalangi sihir apI di tubuhnya. Sambil merentangkan sayap lebar, sang phoenix meliuk di udara. Tubuhnya terbang mendaki tinggi, hampir sembilan puluh derajat di angkasa. Lurus ke arah langit tinggi.

Kiran terkesima, sang Phoenix mampu melakukan gerakan penerbangan memanjat langit dalam derajat yang tubir seperti itu. Tapi hanya sebentar saja. Sosok sang phoenix lenyap ditelan kelam.

Panik, karena sang phoenix menghilang, Pyromancer pemimpin di kapal roh terdengar marah. Ia membentak kawanannya dalam instruksi.

"Kejar dia! Jangan biarkan makhluk itu lolos. Nyawa kita semua taruhannya."

Dan kapal melaju, berputar-putar mendaki ketinggian langit dimana Phoenix itu menghilang. Sayangnya Sebagian layer yang rusak, itu membuat Gerakan kapal tidak selaju sebelumnya. Gerakannya kikuk, walaupun masih cepat.

Sang Pyromancer terlihat panik, tatkala bayangan phoenix tak jua kelihatan. Ia memberi instruksi untuk mempercepat laju kapal mereka. “Perhatian – perhatian! Semua Pengendali Angin tolong kerahkan sihir kalian. Dorong kapal ini lebih cepat lagi, menyusul monster itu, sebelum dia pergi dan kita akan di hukum pancung Kaisar! Phoenix licik itu takkan mungkin pergi dari langit Qingchang apalagi Zolia!”

Jantung Kiran berpacu kencang. "Bukan hanya pengendali air dan api saja di atas kapal itu? Pengendali angin pun mengambil bagian dalam pengeroyokan ini? Siapa sesungguh nya Phoenix itu? Statusnya begitu penting dan istimewa!”

Kiran bertanya-tanya. Pikiran liarnya mulai mengarah pada dongeng di Brimm The Liquidator.

“Apakah Phoenix ada kaitannya dengan kisah legendaris yang di dongengkan Tuan Niraj Singh?” Kiran memucat.

Sementara itu.

Di cakrawala terjadi pertunjukan menarik. Pengendali angin sang Aeromancer berdiri di geladak kapal. Mereka berjumlah tiga orang. Kiran menutup mulut, tatkala melihat tiga Aeromancer melambung. “Mereka bisa terbang?” suara Kiran tak percaya.

"Mustahil sekali! Adakah kemampuan manusia dapat terbang semacam itu?" Kiran mengucek dua matanya berkali-kali. Malam ini betul-betul malam tak terlupakan. Semua kejadian adalah nyata seperti kisah-kisah dongeng yang diriwayatkan di rumah-rumah minum di Kota Begonia.

Di langit Hutan Terlarang. Tiga Aeromancer melambaikan tangan. Suasana berubah membeku ketika angin taufan tercipta. Munculnya tiba-tiba. Awan kelam di langit seketika cerai-berai. Dan sang Phoenix yang bersembunyi dibalik awan pekat, nampak jelas. Ia tak menyala dengan api merah kuning, sepertinya sengaja untuk menyembunyikan diri.

Skreech! Phoenix memekik marah. Penyamarannya di bongkar tiga pengendali angin itu. Ia membuat gerakan menukik tajam. Begitu cepat laksana angin tercambuk di pinggir pantai.

Di lain pihak. Kapal roh bergerak tak kalah cepatnya Melesat secepat peluru membelah langit. Daya dorong sihir angin tiga Aeromancer itu membuatnya stabil dan seimbang.

Tabrakan akan terjadi!

Kiran sudah menutup mata, tak sanggup menyaksikan benturan yang akan terjadi. "Ini betul-betul kegilaan. Aku tak sanggup melihat apa yang bakal terjadi!"

Roar!

Suara kertakan api terdengar tatkala sang Phoenix membuka mulut. Dan api sihir itu menyembur.

BOOM!

Sayang sekali. Air bercampur angin para penyihir pengendali elemen itu membelokkan serangan sang Phoenix.

BAM!

Phoenix dengan cerdik meliuk di cakrawala! Api besar lagi disemburkannya sambil menukik tajam.

Sasarannya kini berubah.

Sang Phoenix tampak mengunci badan kapal, berniat melumat badan kapal roh dengan kukunya yang setajam pedang. Ia Begitu dekat, saat ini berada disisi kapal roh. Semua ahli sihir itu berteriak panik. “Seseorang lakukan sesuatu. Atau kita mati membentur tanah!”

Kiran tersenyum jahat, dari bawah.

Pengendali air menyemprot ke sisi lambung kapal, dan membentuk tameng raksasa terbentuk gunanya untuk melindungi lambung kapal. Tapi sayang itu terlambat. Dalam gerakan menikung, sepasang cakar setajam pedang pendek seketika merobek lambung Kapal Roh.

Krak!

Lambung kapal menganga. Rusuk dari kayu mencuat membuat penampilan kapal berantakan. Kapal berguncang. Seisi penghuni panik. Ada tiga orang ahli yang berdiri di anjungan, mereka terpental dan jatuh dari ketinggian sana. Suara lolongan ketakutan hanya terdengar sebentar. Sesudahnya lenyap tatkala membentur tanah di seberang tembok Line Hills.

Kapal Roh kehilangan keseimbangan. Kini terlihat oleng di udara. Ia berputar-putar sebentar, sesudahnya menukik, jatuh mengarah tanah.

Tak puas dengan hasil akhir, Phoenix itu melakukan manuver . Tahu-tahu saja sosoknya telah berada dekat pada layar kapal. Api menyembur yang lantas melalap habis layar kapal.

"Bahaya ! Kapal dalam keadaan bahaya !" Suara instruksi terdengar. Nadanya terdengar horror.

"Perhatian – perhatian. Dalam hitungan ke-10, benturan keras akan terjadi. Semua Bersiap-siap!"

Dari arah bawah, Kiran menonton sambil mengulas senyum kemenangan. “Ini adalah bagian klimaksnya. Kapal roh akan hancur membentur tanah.”

Detik terakhir sebelum mencium tanah, tak disangka-sangka seorang pria berdiri di buritan kapal. Ia merapal mantra. Sesudahnya melambaikan tangan ke arah Sang Phoenix.

Kiran menatap tak percaya.

Ahli itu melempar benda seukuran telapak tangan. Dan itu logam. Berkilauan dari bawah tempat Kiran menonton.

“Pengendali logam?” Kiran baru ini mendengar ada seorang penyihir berkemampuan itu.

Di langit tampak kejadian mengejutkan selanjutnya. Logam kecil itu berubah menjadi satu Pedang raksasa, pedang terbesar yang pernah dilihat Kiran. Pedang itu menusuk dada Sang Phoenix. Cepat kejadiannya.

Pekikan kesakitan terdengar. Sesudahnya phoenix tampak goya, lalu jatuh ke tanah.

Rasa terkejut Kiran tak henti-hentinya, Ketika suara ledakan menyusul jatuhnya kapal roh dan phoenix.

Duar!

“Saatnya pergi, sebelum militer datang dan menginvestigasi tempat ini!” batin Kiran sambil berlari.

Sayang bagi Kiran. Suara keras berdengung di telinganya Ketika tengah menyelamatkan diri. Phoenix itu telah berada di atas kepala, sangat dekat. Hawa panas menyebar, membuat Kiran serasa mau pingsan.

“Dewa Tempestia, selamatkan aku. Aku belum ingin mati, terbakar sisa-sisa api Phoenix itu,” tangis Kiran didalam hati.

BERSAMBUNG.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Akibat pandemi global, Amore Acresia terpaksa menyudahi studinya di Los Angeles dan kembali ke Kudus. Sialnya, kepulangan Acre justru membawa petaka saat mobilnya tidak sengaja menabrak seorang tentara arogan bernama Alexander Yudha yang tengah bertugas. Insiden itu menghancurkan ponsel Alex hingga terlindas ban mobil, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut ganti rugi penuh. Perselisihan tajam ini perlahan berubah menjadi benih cinta, sebelum akhirnya tugas negara memisahkan mereka.
Sampul Novel GAIRAH LIAR ISTRI BOSKU
9.7
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, Charles Bosley, Theresa nekat berselingkuh dengan sang pengawal pribadi, Aaron Parker. Di sisi lain, daya tarik Theresa juga memikat Sean Dalbert, seorang politikus Italia yang penuh ambisi. Begitu Charles berhasil disingkirkan, persaingan sengit pun meletus antara Aaron yang bernaung di bawah Organisasi EXO dan Sean yang mengincar kursi walikota New York. Di tengah intrik politik dan perebutan kuasa, Theresa kini terjebak di antara keduanya.
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Paras menawan tidak menjamin kebahagiaan Arleta. Demi menghindari obsesi keji sang paman, Joshua, ia terpaksa hidup dalam kepedihan dan membangun benteng pertahanan diri yang kokoh. Trauma masa lalu membuatnya yakin bahwa cinta hanya kelemahan yang sia-sia. Kini, seorang fotografer bernama Arkana Sadewa harus berjuang ekstra keras demi meruntuhkan tembok perlindungan tersebut dan menyembuhkan luka di hati Arleta.
Sampul Novel Hasrat terlarang
7.8
Satria, mantan tentara yang sukses di bisnis konstruksi dan dikenal religius, kini menghadapi badai besar. Di tengah keharmonisan keluarganya, ia justru terjerat gejolak gairah masa puber kedua. Kisah ini mengupas tuntas konflik batin, pengkhianatan, dan nafsu terlarang yang mengancam kebahagiaan rumah tangganya. Keputusan Satria akan mengubah hidupnya serta orang-orang tercinta selamanya dalam drama penuh aksi dan ketegangan.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Kabar duka wafatnya sang ayah mengejutkan Putri Mahkota Manggalya saat ia menghadiri pesta di Negeri Suwarna. Akibat kekosongan takhta, Pangeran Rahagi yang baru berumur sepuluh tahun pun segera dinobatkan. Di tengah duka mendalam, sang Putri memilih mengasingkan diri demi memulihkan batinnya. Namun tanpa diduga, di bawah kepemimpinan raja bocah tersebut, Manggalya justru menjelma menjadi kerajaan agresif yang gencar melakukan ekspansi wilayah secara membabi buta.