APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kuyang Kalimantan

Kuyang Kalimantan

Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Part 3

"Astagfirullah, Sayang." Beberapa kali suamiku memijit kepalanya pusing melihat tingkahku.

"Disini masih banyak yang menggunakan ilmu hitam. Mas sering dengar yang hamil dipantau oleh beberapa pengincar. Kamu gak sayang sama dirimu sendiri apa? Masa' buka pintu sama yang gak ucapkan salam juga gak tau." Mas Pras bolak balik didepanku persis seperti setrikaan.

"Aku sayang lah, Mas. Cuma kan aku benar-benar liat dia itu manusia," kataku memelas.

"Kamu pikir kuyang itu bukan manusia? Seperti apa dia ciri-cirinya?" tanyanya.

"Dia perempuan sih, Mas. Dan ada tanda merah dilehernya," jawabku takut-takut.

Mas Pras tepok jidat. Ekspresi wajahnya tampak sangat khawatir. Aku ikut khawatir juga, kenapa aku jadi bodoh sekali sih. Belum lagi kalau Mama sama Abah tau. Bisa brabe.

"Mulai sekarang jangan sembarang kasih masuk orang! Banyakin amalan. Kalau ada yang kerumah, cepat hubungi, Mas!" Suruhnya.

"I-iya, Mas."

Mas Pras membuang makanan yang berada dalam kotak itu. Matanya melirik kesana kemari. Kemudian mencucinya dengan air yang dibacakan olehnya. Aku tak tau apa yang dibacakan olehnya.

"Ayo kita tidur, sudah malam. Sebelum itu, ambil air wudhu dulu, kemudian kita bobo dan baca adab-adab. Mas gak mau, kamu tidur kayak kemarin. Bahaya!"

Aku pergi ke kamar mandi. Istinja', kemudian mengambil air wudhu. Tapi ketika aku ambil air wudhu, ada suara dekat genting. Kamar mandiku ini masih bolong bagian ujungnya. Kalau hujan terkadang masuk air dari situ karena memang bolong. Seketika aku kaget karena ada cahaya merah, dan juga hitam nyembul arah situ.

Aku terpleset serta ketakutan. Aku melihat bayangan kepala serta rambut dan juga beberapa usus menjuntai kebawah. Berusaha aku bergerak sehingga menimbulkan bunyi dari dalam kamar mandi.

"Dek! Meylisa. Meylisa." Berulangkali aku mendengar suara panggilan Mas Pras. Tapi aku tak kuasa menjawab. Badanku kaku.

Makhluk itu mendekat kearahku. Baunya amis sekali, perutku keras seperti waktu itu. Aku berusaha agar keluar dari kamar mandi tapi sulit. Berat sekali badan ini. Aku baca ayat kursi dari dalam hati, tapi tak ada perubahan. Air mata ini mengalir.

Mas Pras berusaha mendobrak pintu kamar mandi. Ketika terbuka, makhluk itupun pergi. Namun, pendarahan telah terjadi. Darah mengalir deras dari arah jalan lahir. Kepalaku pusing dan gelap.

**************

Aku mengerjap. Melihat sekeliling ada Mama, Ibu Mertua, Ayah mertua, Abah, dan juga Mas Pras.

"Meylisa." Mama mendekatiku sembari mengelus kepalaku.

"Berapa kali Mama bilang. Tolong hati-hati, Nak. Mereka itu ada, dan selalu mengincar ibu hamil seperti kamu," tegurnya lembut.

"Ba-bayiku gimana, Ma?"

"Alhamdulillah masih bisa diselamatkan. Untuk sementara, kamu gak boleh tinggal dirumah itu lagi. Mana kamu suka sekali menggampangkan urusan kayak gini."

"Kamu ini asli orang Kalimantan. Tapi kenapa gak percaya sama hal kayak gitu? Ibu saja yang perantau dari tanah Jawa, gak berani sembarangan dikampung ini. Banyak pantangannya," kata Ibu Mertua.

"Apalagi soal berburu atau nangkap ikan. Salah-salah kita jadi tumbal!" seru Ayah Mertua.

"Hussh, kalau ngomong jangan ngawur toh, Yah!"

"Jaga baik-baik. Ingat 10 tahun kamu nantikan anak itu. Sudah Allah kasih, tapi gak kamu jaga dengan baik. Yang salah siapa?" tegur Mama lagi.

Aku hanya diam sambil memegang perutku. Tangisku pecah. Maafin aku ya, Nak. Insya Allah mulai saat ini aku akan mendengarkan perkataan dari semua orang yang sayang padaku.

Aku dirawat di rumah sakit. Pendarahan cukup hebat. Tapi beruntung, bayinya tak papa. Cuma aku saja yang masih sangat lemah. Mereka benar-benar menjagaku kali ini. Beberapa kali tetap diceramahi karena aku sering lupa dengan pantangan mereka.

"Bukannya gimana ya, Mey. Kita hidup berdampingan dengan makhluk kayak gitu. Lebih lagi hal ghaib atau pemegang ilmu hitam sampe sekarang pasti masih ada," jelas Ibu Mertua.

"Apalagi tempat yang kamu tinggalin itu banyak hal mistisnya. Yang kuat amalannya saja masih diganggu, apalagi yang abai sama masalah beginian. Kenapa sih kok masih bertahan dirumah itu?" tanya Mama.

"Dari proyek, Ma. Kita gak bisa minta rumah ini itu, kan yang biayanya dari proyek. Kalau bisa sih kita pindah aja. Aku juga khawatir sama, Mey. Dia terlalu ceroboh," keluh suamiku Mas Pras.

"Oke fix. Meylisa tinggal sama Mama sampai waktu yang tak ditentukan. Pokoknya jangan banyak alasan, ataupun keluhan. Ini semua demi kebaikan kamu, Mey," pinta Mama.

"Denger tu, Mey. Ibu dukung Mama, kamu," tutur Ibu.

"Kalau masih bandel. Kita ikat nanti si Meylisa," kata Ayah Mertua sambil tertawa.

**************

Sekitar 3 hari aku dirawat di rumah sakit. Mama mengantarku pulang bersama kedua mertuaku. Mas Pras juga selalu ikut andil dan lebih siaga.

Tak memakan waktu lama. Aku sampai di kediaman Mama. Badanku masih terasa lemas. Ketika aku duduk, Mama memberikan bulu landak serta tasbih disampingku.

"Jangan banyak bicara mitos lagi. Baca ayat kursi buat penjagaan, dan bulu ini jangan dibuang. Dengerin kata, Mama."

Aku menuruti perkataan Mama.

"Ibu hamil itu baunya wangi. Jangankan makhluk kayak gitu. Mas aja suka sama baumu kalau lagi hamil. Sekalipun kamu belum mandi," canda Mas Pras.

"Bener itu," kata Mama membenarkan.

Malam ini aku tidur bersama Mama dan juga ketiga adikku. Sebelum aku tidur, Mama membawaku ke kamar mandi agar ambil air wudhu. Kemudian melakukan adab-adab tidur.

Namun pada saat kami semua hendak tidur. Dan Mama juga membaca adab-adab tidur. Suara genting membuat Mama kaget. Ada suara erangan dan melompat diatas genting.

"Jangan banyak gerak. Baca aja ayat kursi banyak-banyak," suruhnya.

Aku membaca ayat kursi berulang kali. Untuk penjagaan diri dan juga bayiku.

Erangan itu semakin keras dan juga genting yang seperti dilompati. Abah keluar dari rumah untuk mengecek sesuatu.

"Astagfirullah." Abah mengambil sebuah jolokan. Sembari membaca ayat suci Al-quran.

"Pergi kamu dari sini. Kami tak ada mengganggu kamu. Jangan ganggu kami," usir Abah.

Suara erangan itu semakin jadi. Abah juga semakin keras membaca ayat suci Al-quran. Dan "Bruk" Abah pingsan. Namun suara erangan sudah tidak ada lagi.

"Abah?!" Panggil Mama histeris.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Cinta Datang Lebih Awal
8.6
Setelah dikhianati oleh sepupunya dan ditinggalkan membeku selama tujuh hari di bawah salju oleh kekasihnya, Billy Juman, Siena memutuskan untuk menyerah. Alih-alih memohon saat Billy membatalkan pernikahan mereka, Siena justru menyetujuinya dengan tenang. Billy tidak pernah tahu bahwa Siena telah membuat kesepakatan mistis dengan Dewa Bulan. Dalam enam hari, Siena akan menukarkan seluruh ingatan dan rasa cintanya pada Billy demi memulai lembaran baru. Siena yang tulus mencintainya telah sirna di gunung es tersebut.
Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Rio terbangun dalam kegelapan tanpa memori apa pun, terkecuali namanya sendiri. Ia terdampar di Midgard, sebuah dunia fantasi abad pertengahan yang asing dan penuh bahaya. Demi bertahan hidup, Rio bersatu dengan orang-orang yang mengalami nasib serupa. Bersama-sama, mereka mendirikan kelompok tentara bayaran dan melatih kemampuan bertarung. Perjalanan penuh ketidakpastian pun dimulai bagi mereka yang bangkit dari abu demi mengukir takdir baru di tengah dunia yang kejam ini.
Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang yang berusia dua puluh tahun meluapkan amarahnya demi membuktikan kekuatan terpendam dengan menantang Datok. Ia mengerahkan teknik Tisu Magic yang melapisi tubuhnya bagai baja kokoh. Datok pun bersiap menghadang lewat jurus Telo Rasa Meki yang menyemburkan uap panas membara. Keduanya langsung melesat secepat kilat, hingga benturan ajian pamungkas mereka di udara memicu ledakan yang sangat dahsyat.
Sampul Novel Cintya Persusuan  Di Balik Tahta
8.3
Sebagai selir paling dimanja karena keunikan tubuhnya, Rona menarik perhatian penuh dari Kaisar dan Pangeran Surowi. Namun, malam-malam di kamarnya berubah menjadi ketegangan saat kedua pria berkuasa itu mengajukan rencana gila untuk membaginya bersama. Meski dijanjikan kenaikan status sosial oleh Pangeran Surowi, Rona yang ketakutan mencoba menolak tawaran tersebut dengan menegaskan asal-usulnya yang hanya seorang budak biasa di hadapan senyuman misterius sang Kaisar.
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, seorang juru masak terkenal, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh perdana menteri lewat hidangannya. Di tengah pelarian, jiwanya merasuk ke raga seorang wanita korban tenggelam. Dalam wujud baru ini, Max justru terpikat pada Wulan, sahabat Nadia. Saat berhasil pulang ke tubuh aslinya, Max bertekad kuat untuk melamar Wulan. Namun, perjuangan meyakinkan sang pujaan hati ternyata sangat sulit. Mampukah koki ini memenangkan cinta sejatinya?
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin tetap menjaga kesuciannya. Ketika Rosalyn, kakaknya, pulang tanpa keturunan, Phillip Elliott mendadak menuntut seorang pewaris. Hati Kaitlin hancur saat mengetahui niat busuk Phillip yang hanya ingin menjadikannya rahim pengganti untuk menyokong posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memilih pergi dan kembali ke orang tua angkatnya. Tak disangka, Phillip yang biasanya bersikap dingin kini justru memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.