APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Lawen, pemuda Dayak Bakumpai, kini menjadi buronan paling dicari di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu apa kesalahannya, ia terus diburu oleh Panglima tertinggi kerajaan. Ancaman bagi nyawanya kian nyata setelah Raja Saranjana menggelar sayembara besar. Siapa pun yang berhasil menangkap Lawen dijanjikan hadiah luar biasa, mulai dari separuh wilayah kekuasaan hingga takhta untuk menikahi sang putri raja. Lawen harus berjuang bertahan hidup di tengah kepungan seluruh isi kota.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Siapa di sana.?”

Sebuah pergerakan seseorang secepat kilat di balik pohon.

Lawen dengan pandangan remang-remang memasang kuda-kuda waspada, hari sudah makin gelap di tengah hutan tanpa pencahaya’an sedikitpun. Suara kaki kuda terdengar dari balik semak-semak, Lawen menajamkan pendengarannya ia berpikir suara kuda dari mana? padahal setaunya tidak ada satu ekorpun kuda di tempatnya tinggal.

Dengan langkah penuh waspada Lawen mendekati pohon besar, ia tidak menemukan jejak ataupun pertanda ada sesorang dan tanda binatang pernah berada di sana. Lawen kembali tenang ia berpikir ini hanya halusinasinya saja.

Hari sudah gelap pertanda malam ini ia akan tidur di dalam hutan, karena melanjutkan perjalanan akan lebih bahaya. Banyak hewan buas yang mengintai dan mata seorang manusia tidak mampu melihat di gelap malam yang sangat pekat. Lawen memutuskan tidur di dalam kayu yang telah berlobang, di dalam hutan memang sangat penting untuk mencari perlindungan di dalam lobang kayu atau menggali lobang besar dalam tanah. Pungsinya untuk mehindari hewan buas yang mencari makan di malam hari, dan untuk menghindari sewaktu- waktu pohon di sekitar tumbang.

Cuaca malam sangat dingin Lawen menghidupkan api kecil dengan ranting kayu yang ia dapatkan siang tadi, dua telapak tangannya ia hadapkan ke api guna menghangatkan tubuhnya, aroma masakan sangat lezat masuk ke rongga hidung entah dari mana datangnya aroma itu. Lawen menepis bau itu ia hanya berpikir aroma itu sebuah halusinasi akibat sa’at ini sangat lapar. Tidak lama ia kembali mendengar suara riuh seperti orang di pasar melakukan transaksi jual beli.

“ Berapa satu tusuk sate ini Buk?”

“Satu tusuk di hargai dengan 1 kunyit Buk.!”

Lawen berdiri dan melihat ke seluruh sisi dengan matanya namun semua tampak normal hanya ada pohon dan semak-semak yang sangat tebal, tidak ada cahaya sedikitpun di ujung sana menandakan adanya sebuah pasar. Seorang wanita yang menyerupai Enon uma lawen menghampirinya dengan langkah begitu cepat.

“Kenapa Uma tau Lawen berada disini? Lawen tadi tersesat jadi memutuskan untuk tidak pulang sampai esok hari.” Ucap Lawen yang sangat senang melihat Enon datang.

“ Berani sekali kamu berada di sini, kamu seharusnya sudah di penjara oleh Paduka.”

Bukk.... Sebuah tamparan keras langsung mengarah di wajah Lawen, membuatnya terpental jauh dan tidak sadarkan diri.

Ketika Lawen bangun sudah berada di dalam rumah seseorang yang sangat megah, lantainya terbuat dari keramik putih bersih perabotannya semua terbuat dari emas.

“ Kamu sudah bangun.?”

Lawen terkejut ia mengucek mata untuk lebih jelas melihat sosok yang bertanya.

Ternya sosok Kakek yang pernah ia temui beberapa kali di dalam mimpinya, ia pikir kali ini bermimpi lagi Lawen mencoba menampar wajah dan mencubit lengannya hingga terasa sakit.

“Kamu sekarang tidak bermimpi, jiwa dan ragamu aku bawa ke sini untuk menyelamatkan mu dari penunggu hutan larangan. Yang ingin membunuhmu”

“Membunuhku? apa kesalahanku?” Lawen bingung mendengar ia mau di bunuh oleh seseorang.

“Kamu tidak mengetahui bahwa dirimu sekarang menjadi seorang boronan dari keraja’an Saranjana.”

“Boronan.? Keraja’an Saranjana?” Lawen semakin tidak mengerti apa yang Kakek ini bicarakan.

“Kakek ini siapa.? Kenapa mau menolongku dan mengetahui aku adalah boronon keraja’an Saranjana, dimana itu Saranjana.? Apa kesalahan yang aku perbuat sehingga aku menjadi boronan.?”

Kakek itu menarik napas panjang dan duduk di samping Lawen, ia menatap penuh tanda tanya di matanya. Kelak kalian para manusia menyebut dunia kami ini adalah negri gaib Saranjana, satu tahun yang lalu seorang pemuda yang bernama Manaf mencuri kunyit 7 ton dari keraja’an Saranjana. Dalam aksinya mencuri di ketahui oleh pangeran Syarif Janna anak kedua raja Muhammad Janna, Mereka bertarung dengan sengit antara hidup dan mati. Di tengah pertarungan Manaf berhasil melumpuhkan sang pangeran hingga membuat luka besar di bagian dada, pangeran Syarif meninggal akibat pertempuran di malam itu.

Manaf membawa 7 ton kunyit bersama 10 anggotanya menggunakan 2 kereta terbang ( pesawat ).

“ Tunggu, kenapa hanya mencuri kunyit menjadi seorang boronan? dan apa hubungannya denganku.?” Lawen memotong cerita

“Kunyit adalah emas di dunia manusia, tentu sangat berhubungan denganmu karena wajah kalian sangat mirip.” Dengan senyum simpul di bibir kakek itupun lanjut bercerita.

Raja Muhammad Janna sangat murka atas pencurian yang di lakukan oleh Manaf apalagi mengetahui putra mahkota meninggal akibat insiden itu. Ia mengerahkan seluruh prajurit untuk menangkap Manaf sampai ke seluruh demensi, dan mengadakan sayembara untuk membawanya hidup atau mati ke hadapan sang raja dengan imbalan yang tidak main-main. Hadiah yang di janjikan adalah separuh keraja’an dan menikahi putrinya bernama Lisa.

Hingga kini Manaf tidak kunjung di temukan ia seperti di telan oleh alam semesta, sampai pada akhirnya seorang mata-mata keraja’an mengabari melihat Manaf di sebuah desa pedalaman kalimantan, perajurit itu ternyata keliru yang ia lihat adalah kamu bukannya Manaf yang menjadi boronan.

Lawen mulai mengerti dengan alur cerita kenapa? Ia sampai di kejar kejar oleh orang-orang yang tidak ia kenal, sa’at ini yang di pikirkan oleh Lawen bagaimana caranya? supaya orang-orang dari keraja’an mengetahui bahwa orang yang mereka anggap Manaf adalah dirinya.

“Lantas siapa Kakek ini? apa hubungannya dengan aku dan Manaf,? apa Kakek juga ingin menangkapku? lalu membawaku kepada raja. Agar Kakek mendapatkan imbalan yang di janjikan.” Lawen menjauh dari kekek mesterius itu, berlari ke sudut kamar dengan kewaspada’an.

“Aku adalah ayah dari Manaf namaku Jawo. Dan aku tidak akan pernah menyerahkanmu pada siapa pun, aku hanya ingin engkau membantuku mencari Manaf yang berada di duniamu.” Jawo tersenyum lalu membakar rokok kreteknya, hingga gumpalan asap menyambur keluar dari dalam mulutnya.

“Apa maksud Kakek. Manaf berada di duniaku,? bukankah ini juga masih di bumi bukan di alam barzah, aku masih hidupkan.?”

“Kamu sekarang berada di alam gaib, tepatnya di negri Saranjana.”

“Apa aku bisa pulang ke duniaku Kek.?”

“Kamu akan saya pulangkan dengan syarat, kamu harus membantuku mencari Manaf di dunia nyata. Karena aku tidak mampu masuk terlalu lama dalam demensi kalian.”

Dimata Jawo memancarkan sebuah kekecewa’an ketika menyebut nama anaknya Manaf.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 Sayap Pelindungku
9.0
Lauren, putri bungsu keluarga Torres yang lemah, pulang setelah empat tahun di Gereja Mistik. Kepulangannya disambut dingin dan sinis oleh ketiga kakak laki-lakinya. Namun, segalanya berbalik saat pesta ulang tahunnya tiba. Lauren ternyata mampu melihat masa depan. Berkat ramalannya, sang kakak sulung selamat dari maut, kakak kedua terhindar dari kebangkrutan, dan penyakit kakak ketiga berhasil dideteksi. Kini, ketiga kakaknya berbalik menjadi pelindung setia yang siap menjaganya.
Sampul Novel Bapakku Dukun
8.5
Tuduhan sebagai pemuja setan dan pelaku pesugihan membuat keluarga protagonis dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Sejak usia dini, ia telah akrab dengan pemandangan kematian yang mengerikan di sekitarnya, sementara ayahnya kerap dicap gila. Meski awalnya ia memilih acuh terhadap segala stigma negatif tersebut, sebuah rahasia besar yang tersembunyi akhirnya tersingkap dengan sendirinya. Penemuan fakta mengejutkan ini justru mengubah sudut pandangnya, melahirkan rasa bangga yang mendalam terhadap identitas sang ayah sebagai seorang dukun.
Sampul Novel Pendekar Serigala Putih
8.8
Nusantara terancam oleh kebangkitan Pendekar Iblis yang membawa kehancuran setiap lima ratus tahun. Sebagai anak Chandika Kalandra dan keturunan pahlawan Bhadrika, Kirana Sasmaya mengemban takdir besar. Di samping ditempa menjadi petarung tangguh, ia juga ditakdirkan menjadi penyihir paling agung dalam sejarah. Perjuangan berat menanti Kirana untuk menguasai ilmu pedang dan sihir putih demi menumbangkan dominasi kegelapan sang musuh.
Sampul Novel Permaisuri Baru Milik Kaisar
9.1
Kaisar Lu Yin bertekad mencari selir baru demi mendapatkan penerus takhta. Kehamilan Selir Ban dan kehadiran putri dari Permaisuri Xin Shi rupanya belum cukup memuaskan sang penguasa. Pilihan akhirnya jatuh pada Xi Yi, putri tabib istana yang jelita dan berbakat dalam pengobatan. Terpaksa masuk ke istana, gadis lembut ini harus menghadapi aturan ketat dan kerasnya persaingan di antara para wanita Kaisar. Mampukah Xi Yi bertahan?
Sampul Novel Transmigration With A Love Pursuing System
8.6
Seorang gadis genius berkekuatan luar biasa pengubah zaman terjebak dalam misi lintas dimensi. Berbekal sistem dari Dewa, ia harus menghadapi kejaran para pria tampan yang memikat. Di tengah kekuatan tiada tandingnya, ia dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia berjuang keras demi kembali ke dunia asal, atau justru pasrah pada takdir barunya? Ikuti kisah perjuangan sang gadis hebat dalam menemukan jalan pulang.
Sampul Novel Tunangan Kontrak Grand Duke
9.5
Cette terlempar ke dunia novel fantasi dan menjadi putri bangsawan yang ditakdirkan mati tragis di tangan Morrigan. Sang Grand Duke kejam berjuluk Pria Musim Dingin itu adalah sosok yang nantinya akan merebut takhta. Bertekad menyelamatkan diri, Cette mencoba kabur sejauh mungkin. Sialnya, rencana itu gagal total saat Morrigan mendadak muncul dan menyodorkan proposal pertunangan kontrak. Kini, ia harus menjalani kesepakatan maut demi mengubah takdirnya.