APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KuNikahi Mantan Istri SahabatKu

KuNikahi Mantan Istri SahabatKu

Sejak suaminya wafat, Aleesya Belva Cristabell mengisolasi diri dalam kesedihan. Berkat sokongan mertua dan teman-temannya, ia berjuang menafkahi sang anak. Namun, keteguhan sikap Aleesya diuji oleh kehadiran sahabat mendiang suaminya. Lelaki yang sempat merasakan pahitnya pengkhianatan itu datang menawarkan ketulusan bagi Aleesya dan buah hatinya. Akankah Aleesya terus menutup diri, atau ia bersedia membuka lembaran cinta yang baru?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sementara di lain tempat..

Rivaldi yang tengah serius membalas beberapa Email dari rekan-rekan sesama bisnisnya, mengalihkan pandangan ke arah pintu ruangannya yang terketuk lalu terbuka. Tampak seorang pria bernama Gio sekretaris Rivaldi muncul dari balik pintu tersebut. Dan melangkah masuk ke dalam ruang Bos nya itu, tak lupa Gio menutup sedikit pintunya. Kemudian Gio pun lekas membuka suaranya lalu berkata.

'' Permisi Tuan! Mohon maaf mengganggu; Saya mau menyampaikan ada tamu untuk Anda; ucap Gio sopan.

'' Siapa?'' ujar Rivaldi penasaran dengan tamu yang ingin bertemu dirinya.

'' Beliau bilang namanya Axelle Damien Drak ! '' jawab Gio menjelaskan. Gio sendiri pun memang belum pernah bertemu dengan pria bernama Axel sebelumnya, dan baru kali ini ia bertemu dengan sosok Axelle Damien Drak. Sebab ia sendiri baru bekerja di perusahaan Granville 1 tahun dan menjadi sekretaris Bosnya ini.

Pria baru baya itu pun mengulum senyum di bibirnya ketika mendengar nama pria tersebut.

'' Baiklah, suruh dia masuk; ujarnya.

Gio mengangguk paham tanpa banyak bertanya lagi '' Baik, Tuan; lalu Gio pun lekas berbalik badan, melangkahkan kakinya lebar untuk menuju pintu. Dan setelahnya Gio mempersilahkan Axelle masuk ke ruangan Rivaldi

Tak lama, Axelle muncul dari balik pintu tersebut seraya mengulas senyum pada Rivaldi dan lekas menghambur ke pelukan Rivaldi. Pelukan akan kerinduan karena sudah sangat lama tidak bertemu dengan Uncle nya ini.

'' Hai Uncle, how are you? Kau tidak merindukanku? Dan kau masih saja tampan dan gagah. Berbeda dengan Daddy ku yang terlihat lebih tua darimu; sapanya hangat seraya masih memeluk erat Rivaldi.

Rivaldi melepaskan pelukannya dari tubuh atletis dari pria yang ia anggap sudah seperti putranya sendiri, dan mulai berkaca-kaca. Bahagia dan sedih selalu ia rasakan. Karena setiap memeluk Axelle seakan memeluk mendiang anaknya Alvaro.

Karena mereka berdua seumuran. Tidak hanya Ia dan sahabatnya Dalton, yang bersahabat sejak dari SMP. Alvaro dan Axelle juga menjalin persahabatan sejak mereka duduk di bangku SMP. Tentu ikatan batin ini sangat kuat.

Axelle yang melanjutkan pendidikan kuliah nya di Swiss, baru saja pulang ke Indonesia, karena sang ayah yang cerewet itu meminta dirinya untuk belajar memimpin perusahaan mereka. Dalton terlihat sudah begitu lelah dengan pekerjaan nya dan ingin sekali berada di rumah menikmati masa tuanya.

.

.

'' Uncle baik! Dan tentu Uncle merindukanmu Xell, bagaimana bisa kau berpikir seperti itu; Hem! Kau ini ada-ada saja; balas Rival, memberi tinjuan gemas di lengan Axelle yang berotot itu.

'' Kau sangat tampan. Tubuhmu semakin besar saja, sehingga Uncle kesulitan untuk memeluk tubuhmu; ucapnya kembali, seraya menepuk-nepuk bahu kekar Axelle sambil mengulum senyum haru.

'' Oh, ayolah Uncle, kau mulai akan menangis lagi?'' ujar Axelle menyadari ketika pria paruh baya itu mulai kembali berkaca-kaca.

Renaldi tersenyum ; dan berkata. Axelle Damien Drake! Hm? tidak ada Addison? Masih saja; ujar Rival yang tahu persis dengan Axelle anak sahabatnya itu tidak ingin menggunakan nama besar ayahnya itu.

Axelle mengangguk pelan kepalanya. " Yeah, kau tahu? Aku tidak ingin di lihat orang hanya karena nama belakang ayahku. Aku ingin mereka melihat ku dengan hasil kerjaku sendiri. Dan aku merasa tidak berguna jika mencantumkan nama itu begitu saja; ungkap Axelle menjelaskan.

'' Baiklah, baiklah. Lalu, nanti malam kita akan malam bersama bukan? Kau bersama siapa kesini? '' tanya Renaldi, mulai membahas pertemuan mereka nanti malam.

'' Aku bersama sekretarisku, Nesya. Dad memintaku untuk pergi bersamanya. Karena Nesya sudah banyak tahu tentang tugas-tugas apa saja yang perlu aku kerjakan nanti; ujar Axelle santai.

'' Nesya? Sekretarismu yang seksi itu bukan? Ok, baiklah; imbuh Rivaldi menarik kedua sudut bibir melemparkan senyum tipisnya.

'' Dan Uncle sendiri bersama siapa? '' tanya Axelle tanpa menghiraukan pertanyaan Rivaldi tantang Nesya.

'' Ya, tentu saja aku bersama Gio sekretarisku serta menantuku. Kelak ia yang akan menjalankan perusahaan ini, jika menantuku sudah lebih baik. Dan maybe ia akan membawa sekretarisnya; tutur Rivaldi.

'' Baiklah; jawab Axelle singkat tanpa basa-basi.

Sementara di Mansion Grandville.

Anak laki-laki nan tampan baru saja bangun dari tidur nyenyaknya. Ya, siapa lagi kalau bukan Arsenio.

Anak kecil nan menggemaskan itu. Ia bergegas turun ke lantai utama hendak menuju dapur, dan mendapati Grandma nya disana sedang membuat cemilan kesukaannya itu.

'' Good morning Grandma; sapa Arsenio dengan suara serak khas bangun tidur, sembil memeluk pinggang Reva, Sang Grandma.

'' Hai, cucu kesayangan Grandma, morning too; balas Reva sebari mengecup lembut puncak kepala sang cucu tampannya.

'' Apa semalam tidur dengan nyenyak sayang? Oh iya Grandma lagi membuat puding dan kue camilan kesukaan Arsenio; ujar Reva tersenyum lembut. Namun anak itu malah melihat ke sekeliling dan tidak mendapati Mommy nya.

'' Grandma, apakah Mommy sudah berangkat bekerja lagi? '' tanyanya lesu dan tertunduk. Reva yang sangat mengerti akan perasaan cucunya ini merasa iba dan tak tega ketika melihat raut kesedihan dari wajah tampan cucu kesayangannya ini.

'' Iya sayang, Mommy Arsenio sudah berangkat ke kantor bersama Grandpa beberapa menit yang lalu, dan Mommy masih ada pekerjaan yang belum selesai Nak ; jawab Reva menjelaskan, juga memberi pengertian sambil membelai lembut rambut hitam bergelombang sang cucu.

''Tapi Grandma, Mommy akan pulang? Dan makan malam bersama dengan kita kan?'' tanya Arsenio penuh harap, dengan bibir gemetar juga terlihat matanya mulai berkaca-kaca. Ia mulai mengerti sepi tanpa Mommynya.

Kemudian Reva menjelaskan pada sang cucunya itu yang sudah mulai banyak bertanya.

'' Sini sayang, ikut Grandma; Reva menggenggam tangan mungil Arsenio membawanya menuju ruang makan dan duduk di kursi.

Sesampainya disana, Reva menaikkan tubuh gembul sang cucu di atas pangkuannya, merapikan anak rambut dan mengelus lembut pipi gembul Arsenio. Menatap lekat wajah tampan cucunya yang sangat mirip dengan Alvaro kecil.

'' Tadi Grandpa Arsenio bilang sama Grandma, kalau mereka akan terlambat pulang. Jadi untuk sementara kita akan makan malam berdua lagi malam ini. Kalau tidak kita makan malam bersama dengan semua para pelayan di Mansion ini? Jadi kita makan beramai-ramai, bagaimana Arsenio mau kan? Ucapnya lembut penuh antusias untuk menghibur cucunya.

'' Tidak! Aku tidak mau Grandma. Arsenio hanya ingin bersama Mommy! Tolaknya penuh penekanan." Kali ini air mata Arsenio terjun bebas dari kedua mata bulatnya membasahi pipi gembulnya sambil memeluk erat sang Grandma, Reva.

Reva ikut menetes kan air matanya. Ia tak kuasa melihat cucunya menangis seperti saat ini.

Akhirnya Reva mendiamkan Arsenio bermaksud memberi kepuasaan untuk menumpahkan air mata dalam pelukan hangatnya.

Menit kemudian setelah tak terdengar isak tangis sang cucu, Reva memanggil salah satu maid, lalu menyerahkannya untuk diurus segala keperluannya Arsenio. Sementara Reva bergegas menghubungi Renaldi, suaminya lewat benda pintarnya itu.

.

.

Masih berada di kantor, tepatnya ruang kerja. Saat Rivaldi dan Axelle masih bercakap-cakap tiba-tiba saja ponsel milik Rivaldi bergetar di saku jasnya.

Derrtt!!

Rivaldi merogoh saku jasnya terlihat nama sang istri di layar ponselnya itu.

'' Xell, Uncle angkat telepon dulu sebentar, dari Ibu Negara; ujarnya, dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Axelle. Tanda mempersilahkan Rivaldi untuk mengangkat teleponnya.

'' Halo Honey; sapa mesra pada sang istri, disebrang telepon. '' Ada apa hem? tanya Rivali.

'' Sayang, cucumu, Arsenio. Baru saja bangun dari tidurnya, dan dia menangis menanyakan Aleesya dan ingin makan malam bersama Mommy nya. Aku tidak tega sayang meliat dia menangis. Kau tahu cucu kita sudah semakin besar dan pintar, dia sudah merasakan sepi karena orang tuanya tidak berada di sampingnya; ucap Reva dengan nada melemah di seberang sana.

Rival masih terdiam, ia mendengarkan penjelasan istrinya, Reva , tanpa memotong pembicaraannya.

Di Dalam hatinya Rival , ia pun tidak tega setiap melihat cucunya seperti itu. Namun harus bagaimana lagi, ini semua yang dilakukan Aleesya, demi masa depannya kelak.

'' Ya-ah baikalah Honey, setelah pekerjaan Aleesya selesai aku akan menyuruhnya dia pulang menemani Arsenio. Untuk nanti malam biar aku dan Gio saja yang pergi; ujar Rival penuh pengertian.

'' Terima kasih sayang, maaf aku sudah mengganggu waktumu, juga ikut campur dalam urusan pekerjaanmu, tapi mau bagaimana lagi, sungguh aku tidak tega melihat Arsenio terus-terusan seperti ini sayang; sesal Reva.

'' It's okay, istriku. Baik, untuk sementara temanilah cucu kita sampai Aleesya pulang dari pekerjaannya. Dan aku akan menemui Aleesya ke ruang kerjanya; ujar Rival sambil mengakhiri percakapan mereka di sabungan telepon.

Sementara Axelle yang masih setia duduk di sofanya sempat mendengar percakapan Rival sekilas. Dan pria itu mengerutkan kening tegasnya sejenak. '' Ada masalah kah Uncle? tanya Axelle.

Rival mengalihkan pandangan ke arah Axelle dan kembali mendaratkan bokongnya di atas sofa single nya itu.

'' Tidak, hanya saja cucuku rindu dengan Mommynya. Ini juga kesalahan Uncle, Uncle terlalu memaksa Mommynya bekerja terlalu keras sampai Uncle lupa dia juga punya tanggung jawab terhadap keluarganya sendiri. Aleesya juga tidak pernah mengeluh atau protes kepada Uncle. Dia selalu menurut, walaupun Uncle tahu dia lelah dengan semuanya; imbuh Rival menjelaskan dengan pandangan sendu dan menyiratkan penyesalan.

'' Kau melakukan yang terbaik Uncle. Kau bukan hanya sekedar memaksa menantumu, tapi juga ingin memastikan keadaan mereka benar-benar terjamin kelak. Jangan terlalu menyalahkan dirimu, Uncle; hibur Axelle.

Rival tersenyum tipis. '' Terima kasih Axelle; Dan maaf, nanti malam sepertinya hanya Uncle dan Gio sekretarisku saja yang akan menghadiri perjamuan makan malam. Menantuku tidak bisa ikut.''

'' It's okay, tidak apa-apa Uncle! Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu. Sampai ketemu nanti malam; ucap Axelle sambil mengulurkan tangan besarnya untuk berjabat. Setelah pamit dari hadapan Rival, Axelle melangkah kan kaki lebarnya dan meninggalkan perusahaan sahabat ayah nya itu.

Tak lama di susul Rival keluar dari ruangannya untuk menuju ke ruang menantunya, Aleesya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Pasca diceraikan karena melahirkan anak yang sakit-sakitan, Kania berjuang mati-matian demi Arka, putranya yang kini kritis di ICU. Di tengah perjuangan itu, mantan mertuanya justru terus merintangi pengobatan sang cucu. Namun, saat dunia terasa begitu kejam menghimpitnya, sebuah peristiwa tidak terduga terjadi dan memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania pun membuktikan bahwa ia mampu berdiri tegak tanpa butuh belas kasihan.
Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, nasib tragis menimpa Alesha Devandra. Reiner yang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Trauma mendalam membuat Alesha melarikan diri ke desa, namun ia justru mendapati dirinya tengah mengandung. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit: menuntut pertanggungjawaban dari Reiner yang mungkin telah lupa kejadian itu, atau membesarkan sang anak sendirian di tengah gunjingan orang-orang sekitar.
Sampul Novel CINTA LAMA BELUM USAI
8.6
Hati Gina hancur mendengar Abian telah menikah dan segera menjadi ayah. Meski Gina memilih mundur, Abian menolak melepaskannya. Berdalih dipaksa sang ibu, Abian egois ingin mempertahankan Gina sebagai selingkuhan. Gina merasa muak dengan segala janji palsu pria itu. Di tengah kehamilan istri sah Abian, Gina kini terjebak dalam hubungan gelap yang rumit, karena Abian bersikeras bahwa kisah mereka tidak akan pernah berakhir.
Sampul Novel I Love You, Om Bodyguard!
8.6
Mayzura terjebak rencana pernikahan dengan pria tua akibat utang ayahnya. Ketika mencoba kabur bersama sang kekasih, ia diserang penjahat sebelum akhirnya diselamatkan oleh Sadewa. Sadewa kemudian didelegasikan sebagai pengawal pribadi Mayzura menjelang hari pernikahan. Siapa sangka, interaksi intens justru menumbuhkan benih cinta di antara mereka. Sanggupkah Sadewa melindungi Mayzura di tengah rintangan yang menghadang? Apa rahasia besar yang disembunyikan sang bodyguard?
Sampul Novel Kasus 21+
9.3
Khusus pembaca 21 tahun ke atas. Sebagai ketua tim khusus kepolisian elit, Eva Avalon mengemban misi besar untuk memberantas kejahatan dan eksploitasi seksual yang merajalela. Di era modern dengan teknologi yang memicu berbagai modus operandi baru yang licin, ia harus memimpin penyelidikan kasus-kasus rumit. Ikuti perjuangan hebat Eva dalam mengungkap setiap misteri dan menegakkan keadilan di tengah tantangan yang berbahaya.
Sampul Novel Kini Ku Hilang Selamanya
9.6
Merayakan tujuh tahun pernikahan dengan Lionel, sang bos mafia, sang istri awalnya berniat membagikan kabar kehamilannya. Namun, kemesraan mereka hancur saat ia mendengar obrolan rahasia Lionel dan anak buahnya dalam bahasa Iltan mengenai wanita lain bernama Sofia. Tanpa mereka sadari, sang istri memahami bahasa tersebut karena asal-usul neneknya. Menahan rasa sakit hati dan amarah di balik senyum palsunya, ia diam-diam mengambil keputusan besar. Melalui ponselnya, ia menerima tawaran proyek riset medis internasional, bersiap untuk pergi dan melenyapkan dirinya dari kehidupan sang suami dalam waktu tiga hari.