APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Bab
Bagikan

Bab 5

Bagaimanapun juga, hubungan itu pernah ada selama bertahun-tahun. Setelah aku menyelesaikan urusan ini, maka segala hubungan kami akan berakhir. Tidak ada lagi utang perasaan yang tersisa.

Namun, begitu ibu mertua mendengar bahwa aku ingin membawanya ke rumah sakit, wajahnya langsung berubah menjadi masam.

"Pergi ke rumah sakit untuk apa? Aku ini baik-baik saja! Hanya karena aku sedikit menegurmu, kamu langsung mengutukku mati, ya?"

"Nisa, kenapa kamu kejam banget? Waktu pemeriksaan terakhir, dokter bilang aku sehat-sehat saja. Untuk apa diperiksa lagi?"

Aku berusaha menahan nada suaraku agar tetap lembut.

"Ada seorang pakar spesialis asma yang sangat terkenal, kebetulan sedang berada di dalam negeri hari ini. Aku mau mengajak Ibu sekadar memeriksakan diri, anggap saja pemeriksaan ulang …."

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, ibu mertua sudah meraih gelas air di meja dan melemparkannya ke arahku.

"Kedengarannya hebat sekali! Pakar spesialis katanya? Apa kamu pikir seorang pengangguran sepertimu bisa seenaknya membuat janji dengan dokter sekelas itu? Kamu cuma tahu berbohong saja, ya."

"Coba lihatlah, Erni. Dulu, dia sampai rela bergadang hanya untuk mendaftarkan aku ke dokter spesialis. Waktu itu kau di mana?"

Kata-katanya yang terus-menerus membandingkanku dengan Erni sudah cukup untuk menunjukkan sikapnya. Apa pun yang kulakukan selalu salah. Bagaimanapun usahaku, aku tetap tidak akan pernah bisa menandingi Erni di matanya.

Ketika pikiran itu muncul, aku hanya tersenyum getir.

"Kalau begitu, biarkan saja. Nggak usah pergi kalau Ibu memang nggak mau," sahut aku.

Mungkin aku memang terlalu ikut campur, terlalu bodoh hingga menjerumuskan diri sendiri.

Tak lama kemudian, tibalah hari satu bulanan bayi. Aku datang terlambat. Saat memasuki aula, ruangan itu sudah penuh sesak oleh kerabat jauh dan orang-orang yang bahkan aku tidak ingat namanya.

Sesaat aku merasa asing di tempat yang dulu seharusnya menjadi "rumah". Kemegahan pesta itu bahkan jauh melampaui pernikahanku dengan Riko.

Di pintu masuk, terpampang besar foto keluarga mereka berlima, keluarga yang sempurna di mata orang lain. Sementara aku, dari awal sampai akhir, hanyalah bahan tertawaan.

Begitu beberapa kerabat melihatku datang, mereka langsung saling berbisik. Aku tidak perlu mendengar jelas untuk tahu apa yang sedang dibicarakan.

Tak lama kemudian, Bibi Ira menarik lenganku sambil tersenyum lebar dan berkata, "Nisa, kapan kamu pulang? Kenapa nggak pernah dengar Riko mengungkitnya? Lagi pula, sejak kapan kalian punya anak?"

"Kudengar, kamu baru pulang dari studi lanjutan di luar negeri dan sekarang akan dipromosikan jadi dokter kepala di rumah sakit pusat, ya? Wah, kariermu benaran sukses, ya."

Aku hanya mengangguk sedikit untuk sekadar menunjukkan sikap yang sopan. Namun, aku bisa melihat jelas pandangan mereka penuh dengan ejekan tersembunyi.

Bagaimana tidak? Tidak ada aku di foto keluarga itu.

Sementara itu, di sepanjang pesta ini, perempuan yang berdiri di sisi Riko jelas bukan aku. Beberapa tamu yang penasaran mulai menunjuk ke arah perempuan yang sedang menyuapi Riko kue manis di kejauhan sembari berkata, "Nisa, siapa perempuan itu?"

Aku tersenyum tipis dan menjawab, "Itu istri baru Riko."

Dalam sekejap, suasana di sekitarku berubah hening. Para bibi yang sedang asyik menguping gosip langsung menatapku dengan mata terbelalak, lalu buru-buru berbisik di antara mereka sendiri lagi.

Kalau Keluarga Fosa sendiri nggak peduli dengan harga diri, kenapa aku harus menutupi kenyataan?

Saat itu, Riko naik ke panggung dan mengambil mikrofon.

"Terima kasih semuanya sudah datang ke pesta satu bulanan putraku. Sebelumnya, aku nggak pernah membayangkan aku akan menjadi seorang ayah. Aku bahkan merasa nggak akan mampu menjalankan peran itu," ucap Riko.

"Tapi ketika pertama kali mendengar tangisan bayi, aku baru benar-benar mengerti arti tanggung jawab seorang ayah," timpal Riko.

Selesai berbicara, dia menatapku sekilas dan melanjutkan dengan nada lembut, "Tentunya, semua ini nggak lepas dari kerja keras istriku."

Salah satu Bibi di dekatku langsung berseru dengan suara keras, "Kalau begitu, biar ibu dari anakmu juga naik ke atas dan bicara sebentar! Mana ibunya?"

Suasana ruang pesta mendadak membeku.

Semua mata beralih menatap bergantian antara aku dan Erni. Jawaban sebenarnya sudah jelas, tetapi bibi itu seolah sengaja menunggu Riko mengatakannya sendiri.

Besok aku akan naik pesawat, meninggalkan negeri ini untuk selamanya. Aku menatap mata Riko, lalu perlahan melangkah naik ke atas panggung. Di tengah tatapannya yang terkejut, aku meraih mikrofon dari tangannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B34008" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B34008
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Logika kerap kali buta karena asmara, menyisakan luka mendalam di dalam dada. Walau diwarnai kepedihan dan obsesi, perasaan ini rupanya menyimpan kekuatan misterius. Siapa sangka, kasih sayang justru hadir sebagai obat paling mujarab untuk memulihkan duka? Kisah ini mengulas bagaimana keajaiban sebuah rasa mampu menyentuh relung jiwa terdalam, sekaligus mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan yang nyata bagi mereka yang merasakannya.
Sampul Novel Hanya Pria Tak Berguna
9.3
Lima tahun membina rumah tangga, pernikahan ini hancur seketika saat Vincent Amjaya membawa pulang cinta pertamanya, Cindy Harris, yang tengah hamil tiga bulan. Alih-alih merasa bersalah, Vincent justru menuntut istrinya untuk menampung wanita itu di rumah pernikahan milik keluarga sang istri. Lupa bahwa seluruh keluarganya hidup dari kekayaan sang istri, kesombongan Vincent memicu serangan balik. Tanpa ragu, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan finansial dan segera menyiapkan surat cerai.
Sampul Novel Harga Seorang Ratu Mafia
9.5
Pernikahan politikku dengan Marco Ricci demi menyatukan dua klan besar Jakarta hancur setelah aku memergokinya bermesraan dengan Angelia, gadis yatim yang diklaim sebagai adiknya. Menyadari diri ini hanya alat kekuasaan sementara cinta Marco milik wanita lain, aku memilih berontak. Kubatalkan pertunangan kami, lalu kuputuskan menikahi Dante Wiryawan, rival terberat keluarga kami. Aliansi baru yang tak terduga kini resmi dimulai.
Sampul Novel On CEO's Bed
8.6
Alyssa nekat mendatangi kediaman Assa Zachary demi menghindari kejaran penagih utang sang ayah. Ia membawa surat wasiat, berharap sang miliarder mau membereskan masalah keuangan keluarganya. Namun, harapannya hancur saat ia justru dikurung di dalam rumah megah tersebut. Kini, Alyssa harus bertahan di tengah ketidakpastian janji Assa. Mampukah ia lolos, atau justru akan terseret semakin dalam ke dalam kehidupan penuh rahasia gelap milik pria itu?
Sampul Novel Saat Istriku Memilih Mati
8.0
Kematian mendadak sang istri yang mengakhiri hidupnya sendiri menyisakan kepedihan mendalam bagi suami dan ketiga anak lelaki mereka yang masih kecil. Tanpa peringatan apa pun, rahasia kelam di balik keputusan tragis ini perlahan terkuak. Sang suami, yang awalnya merasa telah membangun keluarga yang ideal, kini harus menghadapi dampak buruk dari perilakunya selama ini. Di bawah tekanan dari pihak mertua, ia kini hanya bisa menyesali kesalahan masa lalu yang mustahil untuk ia ubah kembali.
Sampul Novel Tingkat Nol Cinta, Bagian 2
9.7
Pelanggaran aturan sakral oleh Lucía Vega dan Bruno Ortega akhirnya terdeteksi sistem NCA. Hubungan terlarang mereka kini terancam oleh Julián Iriarte, analis yang mulai mengendus konspirasi emosional ini. Lucía dan Bruno tidak lagi tunduk, menjadikan cinta mereka senjata untuk mengancam stabilitas kekuasaan. Tanpa jalan kembali, mereka harus menghadapi perang terbuka saat semua topeng hancur dan masa lalu menghantui. Demi menang, mereka siap menghancurkan segalanya.