APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Aku benar-benar nggak mengerti kenapa dulu aku mengizinkan Riko menikah dengan pembawa sial sepertimu! Kamu berhenti kerja, apa kamu berencana hidup santai, malas, dan menunggu Riko menanggung semua bebanmu?" ucap ayah mertuaku dengan suara yang keras.

"Bahkan pekerjaan sebaik itu saja tidak bisa kamu pertahankan. Apa lagi yang bisa kamu lakukan? Kalau dari awal kami tahu kamu seburuk ini, sudah pasti kami nggak akan membiarkanmu masuk ke keluarga ini!"

"Sekarang Erni sedang lemah dan perlu banyak biaya untuk dirinya dan anak itu. Bukannya membantu meringankan beban Riko, kamu malah menambah masalah. Apa pantas istri bersikap seperti itu?" timpalnya lagi.

Mendengar semua itu, aku hanya merasa konyol.

"Lalu bagaimana dengan Riko? Saat aku sedang studi lanjut, dia justru menghamili perempuan lain. Apa suami seperti itu pantas disebut baik?" sahut aku.

"Nisa, cukup! Semua ini juga demi kebaikanmu!" bentak Riko.

Riko mengernyitkan alisnya dan menatapku dengan pandangan yang dingin.

"Karena kamu nggak bisa melahirkan, aku meminta Erni melahirkan anak untukmu. Aku cuma mau kamu merasakan bagaimana menjadi seorang ibu. Kenapa kamu nggak bisa mengerti ketulusanku?"

"Lagian, ini cuma bayi tabung. Bukankah ini hal yang saling menguntungkan? Keinginan Erni untuk menjadi seorang ibu terpenuhi sebelum dia meninggal, dan kamu pun bisa memiliki anak tanpa harus merasakan sakit. Aku benar-benar nggak tahu apa yang membuatmu marah!"

"Kalau bukan karena Erni dua tahun lalu menyelamatkanku dalam kecelakaan mobil, aku sudah mati. Orang tuanya juga sudah tiada dan sekarang dia divonis kanker stadium akhir. Dalam waktu dekat, nggak akan ada lagi orang yang mengingatnya."

"Sebagai sesama perempuan, apa nggak seharusnya kamu bersimpati padanya? Kenapa terus menyalahkannya? Atau di matamu aku cuma lelaki kotor dan keji?"

Erni menggenggam tangan Riko dengan wajah penuh rasa iba, lalu menatapku sambil berkata,

"Kak Nisa, tolong jangan marah lagi, ya. Semua ini salahku. Aku janji, mulai sekarang aku nggak akan lagi muncul dalam hidup kalian. Tapi, kumohon, jangan sampai hubungan kalian rusak karena aku."

Melihat keempat orang di hadapanku yang jelas sudah berdiri di pihak yang sama, aku hanya bisa tertawa dalam hati. Ternyata, inilah yang disebut keluarga sejati.

Saat itu, Riko tiba-tiba berbicara dengan suara dingin dan tegas, "Nisa, kesabaranku juga ada batasnya. Kalau kamu berani menyakiti Erni tanpa alasan lagi, jangan salahkan aku kalau aku bersikap keras!"

"Kalau kamu masih mau hidup bersamaku, berhentilah membuat keributan. Di pesta syukuran satu bulanan bayi minggu depan, aku akan mengakui di depan seluruh keluarga dan teman kalau kamu adalah ibu dari anak ini."

Minggu depan?

Aku melirik sekilas bayi yang sedang tertidur di kereta dorong. Minggu depan aku akan berangkat ke luar negeri. Namun, sebelum pergi, aku tidak keberatan memberi mereka sebuah kejutan yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

Aku menatap mereka tanpa ekspresi, lalu mengangguk sambil berseru, "Baiklah."

Setelah itu, tanpa memedulikan reaksi mereka, aku berbalik menuju kamar untuk mulai berkemas. Lantaran sudah memutuskan pergi untuk selamanya, aku tidak ingin meninggalkan sedikit pun jejakku di rumah ini.

Suara tawa dari ruang tamu terdengar samar di balik pintu. Tanganku yang sedang melipat pakaian sempat terhenti sejenak.

"Erni, anak ini kita beri nama Rierni Fosa saja, ya? Nama ini bisa selalu mengenang Erni. Jadi, meskipun nanti dia memanggil orang lain sebagai ibu, dia nggak akan melupakanmu, ibu kandungnya yang sebenarnya."

Meskipun aku tidak melihatnya langsung, aku bisa membayangkan wajah Riko yang penuh kasih saat mengucapkan kalimat itu. Sementara hatiku sudah lama dibuat hancur olehnya.

Aku teringat bulan lalu, saku buru-buru pulang membawa oleh-oleh yang kubeli khusus untuknya dari luar negeri. Namun, di depan pintu rumah, aku justru melihat Riko berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dengan Erni.

Berbeda dengan wajah panik Riko, Erni justru menatapku dengan bingung, lalu bertanya seolah-olah aku orang asing yang sedang tersesat, "Apakah kamu nggak salah rumah? Ini rumahku."

Aku tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya menatap perutnya yang sudah membesar dengan pandangan kosong. Sepuluh bulan aku pergi, tetapi suamiku membawa kekasih lamanya tinggal di rumah kami dan perempuan itu bahkan sedang mengandung.

Apa yang telah terjadi selama waktu itu sudah terlihat jelas tanpa perlu dijelaskan. Hingga akhirnya, Riko yang tampak panik berdiri di depan Erni dan berkata, "Ini istriku, Nisa Yusad."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Muara Luka
8.2
Kehidupan Yasmin, putri tunggal pengusaha transportasi, runtuh setelah kepergian sang ibu dan terbongkarnya rahasia kelam orang tuanya. Tragedi ini menghancurkan kisah asmaranya dengan seorang pria pekerja keras hingga ia nyaris putus asa. Di tengah keterpurukan, kehadiran Fatih membawa harapan baru bagi jiwanya. Kini, Yasmin didera kebimbangan besar: haruskah ia menerima kehadiran Fatih atau tetap terpaku pada bayang-bayang cinta pertamanya yang penuh luka?
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Demi menemukan cinta sejati, Benni Handoko yang berasal dari keluarga terpandang rela menyamar sebagai pelayan toko. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia mendapati Mulan, seorang gadis penari, berada di ranjangnya setelah acara jamuan keluarga. Mulan ternyata merupakan cucu sahabat nenek Benni yang sempat hilang. Walau mereka telah dijodohkan, hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan penuh rintangan. Sanggupkah mereka menjaga cinta di tengah badai konflik yang menerpa?
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi membiayai pengobatan kanker sang ibu, Qarletta Averly yang berumur 21 tahun melamar sebagai fotografer di Heston Corporation. Namun, harapan Arlett pupus setelah berurusan dengan sang CEO, Carl Heston. Sebuah kecelakaan fatal justru menyeretnya ke dalam skandal besar yang telah direncanakan oleh Carl. Kini, Arlett terjebak dalam pusaran masalah rumit bersama pria berkuasa tersebut, yang membuat seluruh kehidupannya berubah total.
Sampul Novel Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah
8.2
Kirana mengira hari pernikahannya dengan Donny akan bahagia, namun ia justru dijebak dalam sandiwara kejam demi menghibur adik tirinya. Di hadapan para tamu, Donny membatalkan pernikahan dan mempermalukannya. Saat ditantang untuk menikahi salah satu tamu yang hadir, Kirana mengambil keputusan nekat. Ia benar-benar melangkah ke pelaminan bersama seorang pria di sana, membuat Donny dan orang-orang yang mempermainkannya seketika panik atas konsekuensi tindakan mereka.
Sampul Novel Suamiku yang Membagi Tagihan
9.2
Lima tahun berumah tangga, Isaac Saunders selalu perhitungan dalam membagi tagihan sekecil apa pun. Puncaknya, ia tega meminta jaminan dan bunga lima persen saat adikku kritis di rumah sakit. Isaac tak pernah menyadari bahwa rumah yang dijaminkannya adalah milikku, dan investasinya berhasil berkat andil ayahku. Karena ia sangat memuja uang, aku siap membalas perbuatannya dan membuat pria egois ini kehilangan seluruh hartanya.
Sampul Novel The Fate of A Wallflower
8.6
Nasib buruk menimpa Lady Annabelle Hardy di Inggris abad ke-18. Usai pertunangannya dibatalkan demi sang adik tiri, Anna kini menjadi sasaran pembunuhan Sophie, ibu tirinya yang serakah. Di tengah konspirasi gelap ini, sebuah suara misterius memperingatkannya agar tidak melarikan diri. Mampukah Anna bangkit melawan pengkhianatan keluarga tersebut dan memecahkan misteri yang mengancam jiwanya sebelum terlambat?