APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu

Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu

Hatiku hancur saat tahu Arza, suamiku, berselingkuh dengan Zorah. Padahal, aku selalu membiayai hidup janda dari mendiang kakakku itu. Sungguh kejam balasan yang Zorah berikan atas kebaikanku. Namun, aku menolak terpuruk meratapi pengkhianatan ini. Aku telah merancang serangkaian kejutan menyakitkan untuk menghancurkan hidup mereka berdua. Kini, giliran para pengkhianat itu merasakan pembalasanku yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pikiranku tidak bisa tenang. Memikirkan foto-foto suamiku dengan mbak Zorah. Bagaimana caranya untuk mencari kebenaran yang ada di antara mereka.

    Sementara anak-anak sedang berenang, Ada baiknya kucoba menghubungi mbak Zorah. Bukan untuk memarahinya, tapi untuk  mendengar sebatas mana kebohongan mereka.

     Pertama kuhubungi, tidak diangkat. Dua kali, tidak di angkat. Kucoba sampai kelima kalinya, barulah terdengar suara mbak Zorah di ujung sana.

     "Ya hallooo Nadine. Maaf tadi saya sedang di kamar mandi, tidak sempat mengangkat panggilan dari kamu."

     "Ya nggak apa-apa, Mbak. Oh ya, sekarang  Mbak sedang dimana ya? Kami mau mampir nih kerumah mbak..!"

     "Aduuh maaf, Nad.  Saya dan Debbie sedang di rumah Farah temennya mbak nih."

     Hadeeeh kan ketahuan bohongnya. Tadikan Arza bilang mau mengantar Debbie ke kampus, sekarang kok mbak Zorah mengatakan dia dan Debbie sedang di rumah temannya. Bertolak belakang sekali.

     Eh bentar-bentar ada suara berbisik-bisik panik di sana.  Entah apa yang di perdebatkan. Ku tajamkan pendengaran. Seperti ada suara laki-laki. Kemungkinan itu suara bisik-bisik dari mulut Arza.

     "Lhoo tadi kan Arza yang nganterin Debbie ke kampus. Kok bisa sekarang jadi di rumah temennya mbak Zorah?"

     "Bukan begitu maksudku, Nadine. Tadi memang Debbie diantar kekampus oleh Arza, tapi sekarang aku dan Debbie sudah  mau pulang. Lagi pula tadi suamimu langsung pulang setelah mengantar Debbie."

    Dari suaranya saja terdengar gugup. Alasan yang terdengar di buat buat. Mungkin untuk menyembunyikan jejak.

    Aku belum boleh menunjukkan kecurigaanku pada mereka. Ini kan baru sebuah asumsi saja. Belum melihat secara langsung. Tidak seharusnya aku memprovokasi mereka terlalu cepat.

***

     Arza pulang ketika hari mulai larut malam. Ada kelelahan yang nampak pada gurat wajahnya. Namu lelah itu di bungkus dengan senyum lebar yang dibuat-buat.

     "Kok jam segini baru pulang, Pa."

     "Tadi habis nganterin Debbie, Papa langsung ke kantor ada pertemuan mendadak."

     Ketahuan bohongnya, ke kantor katanya tapi kok tadi duduk bareng sama Debbie dan Mbak Zorah.

     Huuuh... Walaupun hatiku bergemuruh hebat, namun sebisa mungkin aku bersabar. Aku belum bisa memprovokasi secara membabi buta. Akan ku telisik lebih lanjut.

     Seusai mandi, seperti kebiasaan nya Arza baru-baru ini, dia akan masuk ke kamar atas, katanya mau istirahat. Atau kalau tidak dia biasanya akan keluar, katanya mau merefreshkan pikiran.

     Selama ini aku tidak pernah berprasangka buruk dengan kebiasaan barunya. Aku maklumi mungkin dia capek butuh istirahat atau menyejukkan pikiran.

     Tapi sejak aku melihat postingan Debbie tadi siang, mendadak rasa curiga itu muncul. Kutinggalkan si kembar yang sedang bermain di depan tv. Dengan mengendap-endap aku membuntutinya ke kamar atas. Samar-samar ku dengar suara tertawa yang tertahan.

     "Malam besok ya sayang. Terus siangnya kita akan berlibur kemanapun kamu mau. Aman pokoknya semua aku yang tanggung. Kita akan bermalam di vila puncak . Sebenarnya nih aku sudah kebelet sayang, udah nggak tahan."

     Jijik telingaku mendengarnya bicaranya yang terdengar cengengesan khas lelaki hidung belang. Rupanya ini yang dia lakukan. Bodohnya aku yang terlalu percaya dengannya selama ini.

     "Kamu tenang saja aku Aku pasti bisa mengatasi Nadine. Dia mudah untuk di atur. perempuan seperti dia mah tidak akan menjadi masalah besar. Pokoknya kamu siap-siap aja deh."

     Sayangnya aku tidak bisa menangkap suara seseorang perempuan yang menjadi lawan bicaranya.

    "Kamu seksi banget sayang, menggoda banget. Pintar sekali deh memanjakan mata saya. Enggak kayak Nadine. Kamu membuat benar-benar bisa membuat aku jatuh cinta. Pokoknya cuti minggu depan, aku akan bawain kamu ke Bali deh. Di sana kita akan bebas. Nggak ada yang ganggu. jangan lupa ya semingguan ini kamu harus melakukan perawatan rutin, supaya tetap terlihat cantik dan menarik. Pokoknya harus is the best. Jadi pas kita berlibur nanti kita akan menikmati kebersamaan yang sangat menyenangkan. Menikmati waktu hehehe."

     Oooowwh... Rencana yang bagus. Aku masih berusaha menahan kesabaran, karena masih penasaran apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya.

     "Kamu pinter banget, membuatku semakin naf*u saja. Itu loh yang bikin nggak nahan. Seandainya kamu berada si disini, pasti sudah ku lahap tubuh seksi mu. Sayangnya kamu berada jauh disana."

     Bicaranya berhenti di saat suara tawa cekikikan manja dari gawai ponselnya.

     "Kita ketemu malam ini saja yuk sayang. Soalnya udah gak sabar nih. Pengen ketemu, kamu dandan yang cantik ya sayang. Biar aku tambah sayang sama kamu. Manjain lagi aku  malam ini dong. Enggak bosan deh sama kamu. Enggak kayak Nadine yang emang sangat membosankan permainannya gitu-gitu aja. Enggak menarik. Pokoknya kamu servis saya malam ini ya sayang. Tenang saja seperti biasa, aku akan berikan apa yang kamu butuh. Tuh cepat atau lambat kamu akan jadi istriku juga. Nggak rugi kan? Aku bantuin kamu. Oh ya besok aku dah ambil cuti lagi selama dua hari. artinya dua hari kita akan menghabiskan waktu bersama. Uummmach."

     Penasaran sekali, Siapa yang menjadi lawan bicaranya di handphone. Bicara mereka panas sekali.

     Ku intip sedikit lewat lubang kunci. OMG....! Mbak Zorah dengan bangga mempertontonkan gunung kembar super guedenya yang hanya di bungkus bra yang jauh di bawah ukuran. Pantasan saja Arza menjadi begitu ter*ngs*ng. Terdengar tadi dari cara lelaki itu berbicara.

     Dadaku dag dig dug tidak menentu lagi. Bagaimana ini? Harus kulabrak sekarang atau harus bersabar dulu?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BACK TOGETHER
8.1
Pernikahan paksa Gio dan Belinda diawali kepedihan. Demi berpisah, Gio tega menyiksa batin Belinda, yang tetap bertahan demi bayi di kandungannya. Namun, persalinan sang anak justru menyingkap tabir rahasia Belinda. Kini, saat musuh dari luar mulai mengancam dan berniat menghancurkan mereka, pasangan ini dipaksa bersatu dan saling menguatkan demi mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka yang rapuh.
Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi
8.2
Hidup Anggita runtuh seketika saat Farhan, sang ayah, tega mencoretnya dari daftar ahli waris demi Dahlia. Akibat tuduhan keji asisten tersebut, ia didepak dari rumah dan dicap mandul. Di tengah kehancuran, Anggita justru mendapati dirinya sedang hamil anak Sagara. Demi menyelamatkan sang bayi dari kekejaman keluarganya, ia menyamar lalu kabur ke Bali. Di pulau itu, ia bertekad menata hidup baru dan selamanya menutup lembaran masa lalu.
Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, pewaris tunggal raksasa properti Asia, lebih memilih mengabdi sebagai guru sederhana. Sementara itu, Rachelia Amora Dirgantara, siswi populer di SMA Cakrawala, tengah bahagia berpacaran dengan Leonel Grestavio. Namun, asmara Rachel hancur berantakan begitu mengetahui dirinya akan dijodohkan. Kejutan besar menanti saat ia menyadari calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Kini, ia terjebak dalam dilema antara cinta dan takdir.
Sampul Novel Gelap Itu Membuatku Salah Pilih Pintu
8.1
Sebuah insiden tak terduga terjadi ketika aliran listrik mendadak padam saat tokoh utama sedang mandi. Dalam kondisi gelap gulita, ia bergegas memakai jubah tidur dan berniat kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat. Namun, kesalahan fatal terjadi di tengah kegelapan malam yang pekat. Bukannya masuk ke kamarnya sendiri, ia justru salah melangkah masuk ke dalam kamar keponakannya. Di sana, sepasang tangan besar tiba-tiba merengkuh tubuhnya dengan sangat erat dari arah belakang.
Sampul Novel Moments And Memories
9.6
Evelina, siswi pintar dan menawan yang menutup rapat hatinya, dipertemukan kembali dengan Nox Cyril. Meski Nox adalah pemuda kaya yang trauma masa kecilnya belum sembuh, Evelina justru hilang ingatan tentangnya. Hubungan mereka kian rumit dengan kehadiran Lucas si model top, Frans sang ahli IT, serta Owen pewaris medis. Dapatkah ingatan masa lalu Evelina kembali? Akankah perasaan terpendam mereka terungkap di balik rahasia lama?
Sampul Novel Perangkap Cinta CEO
7.9
Dulu dirundung karena obesitas di SMA Woodstone Private, Aidan Orlando Caesar menyimpan luka dalam akibat jebakan Malikha Swan, gadis yang disukainya. Dua belas tahun berselang, Aidan kembali sebagai CEO tampan dengan rupa yang tak lagi dikenali. Ia bertekad menuntut balas kepada setiap orang yang pernah menyakitinya, terutama Malikha. Kini, sebuah perangkap asmara mulai ia bentangkan demi menuntaskan dendam masa lalu yang membara.