APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUBALAS SAKIT HATIKU

KUBALAS SAKIT HATIKU

Kebahagiaan Kienan atas kehamilan pertamanya setelah lima tahun menikah seketika sirna. Ia mendapati Akbar, suaminya, berselingkuh dengan wanita lain yang kini sedang hamil tua. Penderitaan Kienan kian mendalam saat mengetahui perusahaan milik keluarganya terancam bangkrut akibat tindakan korupsi yang dilakukan Akbar. Di tengah pengkhianatan ini, Kienan harus berjuang keras menyelamatkan diri sekaligus melindungi bisnis warisannya dari kehancuran total.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

AWAL PEMBALASAN

Pagi ini, Kienan sudah tampak rapi.

Tok ...tok … tok….

Terdengar suara pintu kamarnya diketuk. Dia segera membukanya.

"Selamat pagi, nyonya! Sarapan sudah siap!" ujar Bu Asih, pembantu di rumah Kienan.

"Terimakasih, Bi! Aku akan segera turun!" jawab Kienan.

Tak lama kemudian, Kienan sudah duduk di meja makan.

"Sepertinya nyonya akan keluar hari ini?" tanya Bi Asih.

"Iya, Bi. Aku akan ke kantor. Sudah lama aku gak kesana," jawab Kienan.

"Tolong sampaikan kepada pak Anton untuk menyiapkan mobilnya, ya!" tambahnya.

"Iya, nyonya!" jawab Bu Asih. Dia bergegas ke depan menemui pak Anton.

Setelah selesai bersiap, Kienan segera berangkat ke kantornya.

"Bi, tolong bereskan semua barang-barang pribadi milik Bapak. Masukkan semuanya ke dalam koper. Kalau gak cukup, bibi masukkan kardus atau apalah terserah bibi!"

"Semuanya, nyonya?" tanya bi Asih memastikan.

"Ya, semuanya. Tanpa kecuali."

"Baik, nyonya."

Setelah bersiap, Kienan segera berangkat ke kantor dengan diantar pak Anton. Lalu lintas pagi ini sedikit macet. Kienan memanfaatkan waktu untuk memejamkan mata sejenak.

Semalam, matanya tak dapat terpejam. Bayang-bayang penghianatan Akbar maaih terpampang nyata di pelupuk mata.

Tepat satu jam perjalanan, mereka telah sampai di kantor. Satpam yang melihatnya tampak terkejut.

"Selamat pagi, Bu Kienan!" sapa satpam tersebut.

"Selamat pagi, Pak!"

Sepanjang jalan menuju ruangan direktur, para karyawan menunduk hormat menyapanya.

"Annisa, ke ruangan saya sekarang!" ucap Kienan kepada sekretaris Akbar.

"Baik, Bu!" jawab Annisa gugup.

Dia tidak menyangka, pagi ini ada kunjungan mendadak dari big bos.

Tok … tok … tok ….

"Masuk!" teriak Kienan dari dalam ruangan Akbar.

"Pak Akbar tidak masuk?" tanya Kienan.

"Tidak, Bu. Sudah tiga hari beliau tidak ke kantor."

"Kenapa?"

"Saya gak tahu, Bu. Sebenarnya …." Annisa tidak meneruskan kalimatnya.

"Sebenarnya ada apa? Katakan saja!"

"Sebenarnya … beberapa bulan terakhir,

Pak Akbar jarang masuk kantor."

"Apa? Bagaimana bisa? Lalu, bagaimana dengan semua urusan kantor?"

"Semuanya diserahkan kepada pak Wisnu, Bu," jawab Annisa ragu-ragu.

Kienan menghela nafas kasar.

"Umumkan kepada semua kepala divisi. Kita rapat tiga puluh menit lagi."

"Baik, Bu."

**********

"Mas, Kienan bagaimana?" tanya Rachel.

"Dia minta cerai," jawab Akbar.

"Lalu, kamu kabulin?" tanya Rachel lagi.

"Iyalah. Mau bagaimana lagi. Memang itu maunya dia."

"Mas gak nyesel melepas dia?"

"Mas akan lebih menyesal kalau harus melepas kamu dan anak kita."

Rachel tersenyum.

Dia bersandar di dada Akbar.

"Mas gak ngantor hari ini?" tamy Rachel lagi.

"Gaklah. Lagi males. Sudah ada yang menghandel, tenang saja."

"Enak banget yang jadi bos. Tinggal ongkang-ongkang saja, uang mengalir sendiri."

Akbar tertawa.

"Tentu saja! Semua ini nantinya buat kamu dan anak kita. Kamu mau minta apa pasti aku kasih."

"Terimakasih, sayang!" Cup. Rachel mengecup pipi Akbar.a

"Sayang, bagaimana kalau hari ini kita belanja untuk kebutuhan anak kita?" usul Rachel.

"Boleh juga, tuh! Apa kamu gak capek jalan keliling mall dengan perut besar gitu?" tanya Akbar.

"Gak dong, sayang! Kan, demi anak kita! Aku ingin memilih sendiri pernik-pernik untuk dia!" ujar Rachel sembari mengelus perutnya.

"Ya udah, siap-siap dulu gih! Habis ini kita berangkat!"

"Siap,Bos!"

***********

Pagi ini, rapat akan segera dimulai. Seluruh kepala divisi sudah berkumpul.

"Selamat pagi semuanya!" sap Kienan kepada para staffnya.

"Selamat pagi, Bu!" jawab mereka serentak.

"Disini saya akan mengumumkan bahwa jabatan direktur mulai hari ini saya ambil alih. Semua laporan harus menggunakan tanda tangan saya, termasuk penarikan dana perusahaan. Sekarang, saya minta kalian menyiapkan laporan semua divisi selama tiga bulan terakhir. Saya tunggu di meja saya. Selamat pagi!"

Setelah selesai menyampaikan tujuannya, Kienan bergegas kembali ke ruangannya.

Kienan memijit pelipisnya. Dia merasa pusing. Di awal kehamilannya, bukannya mendapat perhatian dari suaminya, dia malah dihadapkan pada masalah besar.

Tok … tok … tok ….

"Masuk!" teriak Kienan.

Annisa masuk bersama seorang office boy.

"Bu, saya bawakan teh hangat. Sepertinya, ibu kurang sehat."

"Terimakasih, Nis."

"Sama-sama, Bu. Apa Ibu sudah sarapan? Apa mau saya pesankan makanan?" tawar Annisa.

"Tidak perlu. Duduklah, ada yang ingin saya tanyakan!"

Annisa duduk di kursi di hadapan Kienan.

"Ada apa, Bu?"

"Saya mau tanya. Tolong jawab jujur. Apa benar bapak sering tidak masuk kantor?" tanya Kienan.

"Iya, Bu!" jawab Annisa sambil menunduk.

"Apa akhir-akhir ini ada perempuan yang sering menemui bapak di kantor?" tanya Kienan lagi.

"Jangan takut. Jawab saja pertanyaan saya dengan jujur," imbuhnya.

"Sebenarnya, sudah cukup lama, Bu, wanita itu sering kesini," jawab Annisa ragu-ragu.

"Sejak kapan?"

"Sekitar enam bulan yang lalu."

"Apa yang dia lakukan disini?"

"Dia mengaku sebagai kekasih Bapak, Bu. Bapak melarang kami semua buka mulut, kalau tidak, kami akan kehilangan pekerjaan. Maafkan kami, Bu. Kami tidak berani memberitahu Ibu. Tapi, kami senang, hari ini Ibu datang ke kantor lagi," ujar Annisa masih sambil menunduk.

"Mulai sekarang, jangan takut. Tolong, laporkan semua hal yang berhubungan dengan bapak. Kamu tidak akn dipecat, karena perusahaan ini milik saya. Sebaliknya, kalau ketahuan kamu masih memihak padanya, aku tak segan-segan memecat kamu dengan tidak hormat. Mengerti kamu?"

"Iya, Bu. Saya mengerti. Mulai hari ini, saya akan menjadi tangan kanan Ibu."

"Bagus. Oya, apa bapak sering menarik uang perusahaan?" tanya Kienan lagi. Kienan merasa, pasti Akbar mengambil uang perusahaan untuk membiayai wanita itu.

"Iya, Bu. Akhir-akhir ini, Bapak lebih sering mengambil uang dari bendahara dalam jumlah yang tidak wajar. Jika tidak diberi, beliau akan marah-marah."

Kienan menghela nafas lelah.

"Tolong panggilkan pak Firman kemari!"

"Baik, Bu!"

Annisa segera undur diri dan kembali ke ruangannya. Tak lama kemudian, pak Firman sudah hadir di ruangan Kienan. Pak Firman merupakan pengacara perusahaan.

"Pak, tolong bantu saya untuk memblokir semua kartu kredit dan debit milik pak Akbar. Semuanya, tanpa kecuali."

"Baik, Bu. Ada lagi?"

"Iya. Carikan tim audit terbaik. Saya mau keuangan perusahaan diaudit."

"Kenapa bukan tim kita sendiri, Bu? Kita juga punya tim audit."

"Pak Akbar dan Pak Rama teman dekat. Saya curiga mereka terlibat."

"Baik, Bu. Akan segera saya laksanakan."

Tunggu saja, Mas. Pembalasan baru saja akan dimulai. Aku tidak akan membiarkan uang perusahaanku kau gunakan untuk menghidupi gund*kmu itu.

Aku pastikan, aku akan mengambil semua yang sudah kau curi dariku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cintanya dan Hartaku
9.2
Saat hendak menyetor uang ke bank, sebuah unggahan media sosial mengubah hidupku. Seorang netizen mengaku telah menikah diam-diam dengan cinta pertamanya, sementara pacarnya yang naif terus mengisi rekening bersama mereka hingga mencapai 1,3 miliar rupiah. Sang pengunggah bahkan berencana menguras habis uang itu saat mencapai 1,6 miliar. Begitu memeriksa saldo yang bernilai sama persis, aku menyadari kenyataan pahit bahwa kekasihku sendiri yang telah melakukan pengkhianatan besar ini.
Sampul Novel Cinta Lokasi Pembantu Dan Majikan
8.9
Untuk menyambung hidup, tokoh utama memutuskan bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman sebuah keluarga kaya. Kinerjanya yang baik membuat sang majikan merasa sangat puas. Namun, situasi berubah menegangkan sekaligus tak terduga. Sesaat setelah ia berhasil menidurkan anak majikannya, sepasang tangan besar misterius tiba-tiba meraba pinggangnya dari belakang, memicu konflik baru dalam hidupnya.
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore
8.4
Felix Salvatore didera dendam kesumat kepada Veronica Reager. Ia menuduh putri musuhnya itu sebagai dalang atas tewasnya sang ibu. Lewat ancaman mati, Felix memaksa Veronica untuk menikahinya. Meski berniat menyiksa sang istri, pertahanan Felix goyah saat perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Akankah kebenaran tentang kesalahpahaman masa lalu terungkap sebelum amarah Felix telanjur menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Kubeli Kesombongan, Gundik Suamiku
8.7
Kehidupan Keysa, istri seorang abdi negara yang juga dosen dan influencer, mendadak terusik. Ia harus menghadapi Risa, perempuan kaya raya yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. Di hadapan Risa yang kerap memamerkan hartanya dengan sombong, Keysa tidak tinggal diam. Ia justru bangkit menjadi sosok yang jauh lebih tangguh. Mampukah Keysa membungkam kesombongan Risa dan memenangkan persaingan sengit ini? Ikuti kisah perjuangan emosional Keysa.
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Dua kali gagal menikah membuat Elsa Anindita menutup rapat hatinya. Saat putus asa, ia menerima tawaran kawin kontrak dari Alvaro, pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang sedang menyamar. Elsa bersedia menikah demi mahar 500 juta rupiah. Namun, pernikahan ini menyimpan rahasia besar. Alvaro ternyata adalah Dika, pria dari masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah cinta mereka bersemi kembali di tengah rahasia ini?
Sampul Novel Tuan, Kau Menghanyutkanku
8.7
Kehidupan sederhana pelayan bernama Elise Morgan berubah sejak bekerja pada Reiner, pewaris kaya yang dingin dan misterius. Perlahan, Elise mulai jatuh cinta meski menyadari hubungan tersebut sangat terlarang. Kedekatan mereka justru memicu konflik besar serta peringatan berbahaya yang mengancam keselamatan dirinya. Kini, Elise didera dilema berat untuk tetap menjaga rahasia yang terpendam rapat atau merelakan cintanya demi melindungi diri sendiri.